Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
[spoiler=Rapat Kabinet di Bogor, Dahlan Iskan Naik KRL]
Setibanya di Stasiun Bogor, dia menyempatkan diri menyantap soto khas kota hujan.

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, pagi ini menghadiri rapat terbatas kabinet di Istana Bogor. Untuk menuju Bogor, Dahlan menggunakan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jurusan Jakarta-Bogor. Dia naik KRL pemberangkatan pukul 07.30 WIB.

Setibanya di Stasiun Bogor, Dahlan yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana bahan warna hitam langsung menyantap soto khas kota hujan selama beberapa menit.

Dengan lahapnya mantan bos Jawa Pos Group ini menyantap soto sampai habis. Usai makan, Dahlan langsung menuju Istana Bogor. Lantaran tidak membawa mobil, Dahlan minta diantar tukang ojek menuju Istana Bogor. Dia tampak tergesa-gesa. "Rapat di Istana jam 09.00 WIB, jadi buru-buru menuju lokasinya," kata dia Jumat 23 Desember 2011.

Saat ditanya soal pelayanan KRL, Dahlan Iskan menjawab bahwa pelayanannya sudah cukup bagus. "Sudah cukup bagus pelayanan KRL," ujarnya singkat.

Sementara itu, di Istana Bogor, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sudah mulai berdatangan. Penjagaan ketat tampak dilakukan aparat TNI dan Polrii baik di dalam dan di luar Istana. (Laporan Ayatullah Humaeni, Bogor).
• VIVAnews [/spoiler]

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
@ RF Hungry Soul
It's OK Mas. Saya selalu positive thinking kok. Sebisa mungkin saya dapat melayani orang banyak, sehingga kalau posting berita akan saya buat yang mudah diakses dan menyertakan tautan sumber beritanya, guna mengikuti kelaziman berkomunikasi melalui dunia maya.

[spoiler=Naik Commuter Line, Dahlan Tebar Senyum ke Penumpang]

[Image: Dahlan-Iskan-Dalam.jpg]
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan tidak ingin membuang waktu sia-sia hanya duduk diam saat berada di atas kereta commuter line yang membawanya dari Manggarai menuju Stasiun Bogor. Dengan sepatu kets yang menjadi ciri khasnya, Dahlan menapaki setiap gerbong sampai ke ruang masinis.

Dahlan memang tidak banyak berinteraksi dengan penumpang. Dia hanya melemparkan senyum dan memberikan sapaan singkat pada penumpang.

"Pagi Mbak," sapa Dahlan saat memasuki gerbong khusus wanita. Seraya melintasi gerbong itu menuju ke ruang masinis, Dahlan terus melemparkan senyumannya.

Seperti biasa, gerbong wanita pagi ini juga terlihat ramai. Meski begitu, gerbong ini tidak berdesak-desakan. Penumpang yang melihat sosok Dahlan pun tidak menunjukkan respons berlebihan. Mereka hanya membalas dengan senyum sambil mengucapkan selamat pagi kembali untuk Dahlan.

Setibanya di ruangan masinis, Dahlan bertanya banyak hal yang tidak ia ketahui. Namun sebelum memulai pertanyaannya, menyempatkan diri memuji area sekitar rel yang terlihat bersih.

"Itu sudah mulai bersih ya (jalurnya)," kata Dahlan.

"Pagi tadi mulai tugas jam berapa Pak?" tanya Dahlan kepada masinis.

"Baru mulai tadi di Depok," jawab masinis tersebut.

"Ini kecepatan keretanya berapa?" tanyanya mantan Dirut PLN ini.

"40 km/jam," jelas si masinis.

"Lalu kalau membunyikan klakson itu alasannya apa?" tanya Dahlan kembali.

"Biasanya karena ada tikungan," paparnya.

"Nah, kalau biasanya penumpang naik di atas itu dari stasiun mana?"

"Kadang dari Citayam, Cilebeut dan Bojong," katanya.

Kurang lebih 15 menit perbicangan itu terjadi, Dahlan pun lantas meninggalkan ruang masinis. Ia tidak ingin mengganggu masinis yang sedang bekerja. Ia lantas masuk kembali gerbong campuran dan mengobrol dengan wartawan.
[/spoiler]
Reply
[spoiler=Dahlan Iskan Naik Ojek ke Istana Bogor Bayar Rp 150 Ribu]

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menghadiri rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/12/2011), pagi, dengan menggunakan kereta api AC (commuter line).

Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, Dahlan Iskan berangkat dari Stasiun Manggarai, Jakarta, menggunakan commuter line pada jam pemberangkatan pukul 07.15 WIB. Dahlan tidak didampingi seorang ajudan atau pengawal seperti layaknya pejabat negara setingkat menteri.

Cecep, tukang ojek yang mangkal depan stasiun Bogor, mengatakan banyak yang tidak percaya kalau yang naik kereta adalah menteri. "Lah naiknya kereta biasa gitu. Kirain bukan menteri bang," kata dia.

Menurut dia, setelah Dahlan meninggalkan stasiun banyak pedagang dan tukang ojek yang menggunjingkan aksi sang menteri naik kereta. Dari stasiun Bogor menuju Istana Bogor, Dahlan memilih naik ojek yang jaraknya sekitar 300-an meter.

Sebelum pukul 09.00 WIB, Dahlan sudah tiba di Istana Bogor. Tidak terlambat hadir sebab rapat yang akan dihadiri Presiden SBY dan Wapres Boediono serta sejumlah menteri itu dilangsungkan pukul 09.00 WIB.

Menurut Cecep, Dahlan Iskan naik ojek dari stasiun ke Istana Bogor. "Teman saya Pak Yana yang nganter. Bayarnya Rp 150 ribu," kata Cecep.

Dia mengatakan saat tiba di stasiun, Dahlan langsung mencari ojek. "Naik ojek bayar Rp 50 ribu. Turun di istana katanya bayar lagi Rp 100 ribu," kata Cecep.

Sekitar 20 menit Tribunnews, menunggu Yana di stasiun Bogor namun tak kunjung muncul setelah pulang mengantar Dahlan Iskan.
[/spoiler]
Reply
[spoiler=Usai Sidang Kabinet di Bogor, Dahlan Iskan Naik KRL Lagi]

Jakarta - Tak hanya saat berangkat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan juga akan menumpang angkutan massal Commuter Line usai menghadiri sidang kabinet di Istana Bogor.

"Dengan kereta," ujar Dahlan dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (23/12/2011). Dahlan menjawab pertanyaan apakah dirinya akan menumpang kereta lagi saat pulang dari Istana Bogor.

Jumat pagi, Dahlan Iskan, menggunakan KRL bertarif Rp 6.000 untuk melaju ke Istana Bogor guna menghadiri rapat kabinet. Dahlan juga ingin tahu sejauh mana perubahan yang sudah dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Dahlan tiba di Stasiun Manggarai sekitar pukul 06.45 WIB. Usai membeli tiket, layaknya penumpang biasa, Dahlan memilih ngider di sekitar lokasi.

Sebelumnya, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu sudah pernah diam-diam naik KRL sendirian. Tujuannya, untuk melihat pelayanan dan operasional BUMN transportasi tersebut. Waktu itu, Dahlan sudah berkeliling naik KRL mulai dari Stasiun Djuanda hingga Stasiun Sudirman. Bahkan Dahlan sempat ingin naik di atas gerbong. Setelah mencoba moda transportasi massal itu, Dahlan mengaku kaget akan kepadatan penumpang di tiap gerbongnya sehingga tidak perlu berpegangan sudah bisa berdiri.
[/spoiler]
Reply
[spoiler=Naik Commuter Line, Dahlan Kritik Waktu Tunggu yang Terlalu Lama]Bogor - Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan melontarkan kritik setelah naik KRL Commuter Line ke Istana Bogor. Dahlan berpendapat, waktu tunggu commuter line terlalu lama.

"Kalau dari Bogor mau ke Tanahabang itu kan pindahnya di Manggarai. Nah itu waktu tunggunya untuk kereta ke Tanahabang itu 25 menit. Itu terlalu lama saya kira," kata Dahlan kepada wartawan di sela-sela rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Kamis (23/12/2011).

Menurut Dahlan, waktu tunggu yang relatif lama tersebut membuat kereta penuh. Ia berharap hal tersebut ke depan bisa teratasi. "Kan penuh jadinya kereta harus menumpuk penumpang," ujar Dahlan.

Dahlan juga gemes sekaligus jatuh kasihan dengan penumpang yang naik di atas gerbong. "Ke depan, ini perlu dipikirkan," kata Dahlan.

Namun terkait pelaksanaan loop line, Dahlan menilai masyarakat pengguna KRL kini sudah terbiasa. "Sudah mulai terbiasa, tidak lagi ribet. Mungkin dulu karena baru diterapkan jadi masih banyak yang bingung tapi sekarang seperti sudah mengerti," papar Dahlan.

(her/aan)[/spoiler]

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
[spoiler=Erlinda Siregar, Wanita 'Perkasa' Pengawal Kereta]

[Image: 137268_erlinda-siregar-petugas-kereta-khusus-wanita.jpg]
VIVAnews - Tubuhnya yang kekar memang jadi perhatian tersendiri bagi penumpang di Commuter Line. Dengan seragam putih khas petugas keamanan, kesan garang terlihat di wajah Erlinda Siregar. Tapi jangan salah, hampir seluruh penumpang yang biasa naik kereta di gerbong khusus wanita mengenal Linda sebagai sosok yang baik dan suka membantu.

Siapa sangka, mulai pukul 03.00 WIB, Linda sudah harus meninggalkan anak, suami dan rumahnya di kawasan Bojong Gede menuju Stasiun Bogor. Sepagi itu dia harus mengikuti apel pasukan. Tepat pukul 04.22 WIB, Linda memulai tugasnya, saat kereta pertama mulai beroperasi. Linda yang pernah bekerja jadi sales promotion girl (SPG) di swalayan besar terpaksa harus berhenti bekerja karena menikah. Tapi enam bulan lalu, Linda mulai bergabung menjadi petugas keamanan di dalam kereta. "Ditawari tetangga yang bekerja di PT. KAI. Saya yang penting kerja, profesional dan sesuai dengan aturan yang ada," ujar Linda.

Dalam peringatan Hari Ibu, pada Kamis, 22 Desember 2011 kemarin, VIVAnews.com, berbincang dengan Linda di tengah kesibukannya di dalam kereta. Buat Linda, bekerja jadi petugas keamanan di dalam kereta lebih menantang, dan tidak bisa diremehkan. Berlatih fisik dan bela diri harus selalu dilakukan agar tetap bugar. Juga belajar cara-cara disiplin. "Berfikir positif, kuat mental dan fisik," katanya.

Tetap semangat jadi kunci bagi Linda untuk menjalani kewajibannya menjaga gerbong wanita di Commuter Line agar tetap aman dan terkendali. "Saya selalu prioritaskan ibu hamil, ibu bawa balita, dan manula untuk duduk. Kalau mereka tidak dapat duduk, saya akan carikan," katanya.

Meski kereta dalam kondisi penuh sesak, Linda tidak pernah mengabaikan kewajibannya. Tidak ada satupun penumpang yang akan dilewatkan untuk diperiksa karcisnya. Komplain penumpang, sampai yang marah kerap ditemuinya. "Penumpang sering marah, mereka bilang sudah penuh masih jalan-jalan. Saya jawab, mohon maaf ini tugas saya, kalau tidak dijalankan nanti saya salah," katanya.

Tapi Linda tidak pernah merasa sakit hati, menurutnya penumpang adalah raja. Linda selalu berusaha tetap tenang dan memberi penjelasan yang dapat diterima penumpang perempuan di gerbongnya. Tidak hanya penumpang, Linda juga akan pulang lebih terlambat bila kereta mengalami gangguan. Harapannya untuk bertemu dengan anak dan melayani suami jadi tertunda lama. Tapi demi tugas, semua dijalaninya dengan ikhlas. Lihat foto-foto Erlinda disini.

Linda punya harapan sendiri di Hari Ibu ini. Kontrak kerjanya yang sudah habis dapat diperpanjang, agar dia dapat terus mengabdi untuk banyak orang. Dengan sepenuh hati dia akan terus mengikuti perubahan perbaikan sistem yang ada di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). "Tentu punya harapan di karier. Saya ingin jadi supevisor juga," katanya.
[/spoiler]
Reply
[spoiler=Menembus Waktu di Museum Kereta Api Ambarawa]

Oleh: Afif Farhan - detikTravel Jum'at, 23/12/2011 13:50:50 WIB
Anda ingin kembali ke masa kolonial Belanda dengan kereta api? Berkunjunglah ke Museum Kereta Api Ambarawa dan temukan keajaiban-keajaiban yang lebih dari sekedar kereta api.

Museum ini terletak di Jl Stasiun Ambarawa No 1, Ambarawa, Jawa Tengah. Awalnya, tempat ini bukanlah museum, melainkan salah satu stasiun kereta api yang terkenal dan mempunyai peran penting bagi pemerintahan kolonial Belanda. Pembangunan stasiun kereta api Ambarawa merupakan perintah dari Raja Willem I. Stasiun ini dibangun pada tahun 1873 dan mempunyai luas 127.500 meter persegi. Tujuan dibangun stasiun ini adalah untuk memudahkan pengiriman tentara Belanda ke Semarang. Pada Saat itu Kota Ambarawa bisa dibilang sebagai kota militer atau gudangnya tentara Belanda.

Seiring perjalanan waktu, pada tahun 1976, stasiun kereta api yang telah ditutup tersebut dijadikan museum kereta api oleh Pemprov Jawa Tengah. Maka, saat berkunjung ke tempat ini, Anda seolah akan berada di zaman kolonial Belanda. Banyak peninggalan-peninggalan kolonial Belanda yang masih tersimpan dan terawat dengan baik, yaitu mesin tik, kursi dan meja, mesin telpon, mesin hitung, dan beberapa peralatan lainnya yang disimpan di dalam etalsae yang terbuat dari kaca. Lalu, di setiap dinding-dinding juga terdapat banyak tulisan-tulisan dan foto-foto yang menjelaskan tentang kisah stasiun kereta api Ambarawa pada zamannya.

Salah satu yang terkenal di museum ini adalah kereta api uap dengan nomor lokomotif B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslinge. Kereta api uap yang bergerigi ini sangat unik. Bahkan hanya tiga negara saja yang masih mempunyai kereta api bergerigi ini, yaitu Indonesia, India, dan Swiss. Selain itu, terdapat 21 koleksi lokomotif uap, diantaranya yaitu jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.

Anda juga bisa mencoba kereta bergerigi yang unik dan hanya terdapat di tiga negara tersebut. Menurut situs, www.kereta-api.co.id, kereta api uap bergerigi biasanya beroperasi pada saat liburan panjang sekolah, Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Tarif yang dikenakan yaitu Rp 50.000 per orang untuk perjalanan pergi dan pulang secara reguler. Namun, jika tidak sabar menunggu perjalanan reguler, penumpang juga bisa menyewa secara khusus dengan tarif Rp 3.250.000 hingga Rp 5.250.000. Selama perjalanan, Anda akan ditemani oleh pemandangan indah sepanjang perjalanan yang berupa panorama Gunung Unggaran dan Gunung Merbabu yang menjulang tinggi serta hamparan Rawa Pening di bagian bawahnya. Terdapat pula kereta lori yang menempuh jarak 5 km, dari Museum Kereta Api Ambarawa hingga Tuntang dengan harga Rp 10.000 pulang pergi.

Museum ini buka dari Senin hingga Minggu dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB dengan tiket masuk Rp 5.000.

Museum Kereta Api Ambarawa adalah salah satu dari warisan sejarah yang harus kita jaga dan hargai. Berkunjung dengan bermain bersama kereta api yang sudah berusia mencapai ratusan tahun ini, akan menjadi referensi untuk mengisi liburan akhir tahun ini.[/spoiler]

http://detik.travel/read/2011/12/23/1350...vt22021024
[Image: overstappen.png]

[Image: overstappen.png]
[spoiler=Pedagang Asongan Kereta Api Tak Berdaya]

23 Desember 2011 | 11:47 wib
BLORA, suaramerdeka.com - Tuntutan pedagang asongan stasiun Cepu Blora untuk bisa berjualan di atas kereta api, tak bisa dipenuhi. Dengan dalih penerapan aturan dari pusat, para pedagang dibuat tidak berdaya. Merekapun tidak diperkenankan lagi berjualan di atas kereta api mulai 1 Januari 2012.

"Tanggal satu apapun yang terjadi, itu sudah menjadi ketentuan pusat dan harus dilaksanakan," ujar Sapto Hartoyo, Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Semarang yang hadir dalam pertemuan dengan pedagang asongan stasiun Cepu di DPRD Blora, Jumat (23/12).

Selain Sapto, perwakilan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang hadir dalam pertemuan itu diantaranya Adv Sec M Amin Munadjat, Kepala Stasiun Cepu Suprapto serta sejumlah staf PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pertemuan yang dimediatori DPRD dan Pemkab Blora itu dilaksanakan terkait adanya tuntutan pedagang asongan yang menghendaki tetap diperbolehkan berjualan di atas kereta api termasuk kereta api ekonomi.

"Kami tidak melarang pedagang berjualan. Namun aturannya harus ditaati. Aturan itu berlaku secara nasional. Silahkan pedagang berjualan di kawasan stasiun bukan di atas kereta api. Di Tegal, Semarang, Bojonegoro tidak ada masalah. Para pedagang memahaminya," tandas Sapto.

Pernyataan Sapto itupun direaksi sejumlah pedagang dan anggota DPRD Blora. Mereka memahami aturan tersebut. Hanya para pedagang meminta pengertian PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus meminta solusi jika aturan itu benar-benar diterapkan.

"Seyogyanya ada kebijakan humanis menyikapi permasalahan itu. Kami paham aturan harus ditaati. Bisnis perusahaan negara tidak hanya semata-mata mengejar keuntungan. Tapi sisi sosial masyarakat juga harus diperhatikan pula," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Blora, Gunadi, yang turut hadir dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, HM Dasum.

Pedagang meminta kereta api lebih lama berhenti di stasiun Cepu. Itu untuk memberikan kesempatan kepada para pedagang berjualan. "Kami siap menaati seluruh aturan asalkan tidak memberatkan pedagang. Kami siap membantu pelayanan termasuk keamanan di kereta api," ujar Slamet, salah seorang pedagang asongan.
( Abdul Muiz / CN32 / JBSM ) [/spoiler]

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
[spoiler=Naik Ojek ke Istana Bogor, Dahlan Iskan 'Dihadang' Paspampres]

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - "Mobil mana, mobil mana?" seorang pria berkacamata celingukan di depan Stasiun Bogor, Jalan Nyai Raja Permas Kecamatan Bogor Tengah, Jum'at (23/12). Dahlan Iskan si pria tersebut. Menteri BUMN ini tampak panik lantaran gagal menemukan mobil pribadinya saat akan menghadiri rapat kabinet di Istana Bogor. Padahal, rapat kabinet akan segera dimulai dalam hitungan menit. Beruntung di sekitar Stasiun Bogor banyak tukang ojek.

Dahlan 'nekad' naik Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi AC Commuter Line jurusan Jakarta - Bogor dari Stasiun Manggarai sekitar pukul 07.00 WIB. Sesampainya di Stasiun Bogor, sekitar pukul 07.40 WIB Dahlan langsung menuju salah satu warung soto yang terdapat di dalam area Stasiun Bogor.

Di warung soto, Dahlan menikmati dua mangkok soto campur yang dia buat sendiri. Saking asiknya, Dahlan sampai tidak menyadari bila jarum jam hampir menunjukan pukul 09.00 WIB tanda rapat kabinet di Istana Bogor akan dimulai.

Agak tergesa, Dahlan meninggalkan warung soto. Kepada para wartawan yang sedang menikmati soto Dahlan berpesan singkat "Makan yang benar, makan yang benar .. Saya sudah terlambat nih," kata Dahlan sambil menepuk-nepuk pundak wartawan.

Beberapa wartawan yang tahu Dahlan akan meninggalkan warung ikut-ikutan bergegas menghabiskan sotonya. Di luar Stasiun Bogor Dahlan yang tak ingin terlambat rapat bertanya kepada ajudannya. "Mobil mana-mobil mana?" tanya Dahlan. Mendapat pertanyaan sang menteri, si ajudan ikut-ikutan panik. Dia tampak hanya bisa celingukan ke kiri kanan mencari mobil sang majikan.

Tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya, Dahlan langsung berkata: " Ya sudah ojek saja-ojek saja," kata Dahlan. Jadilah Menteri BUMN ini pergi menuju Istana Bogor menggunakan ojek.

Tapi 'drama' Dahlan belum selesai. Sesampainya di depan pintu gerbang Istana Bogor, sejumlah petugas Pasukan Pengaman Presiden menahan keinginan Dahlan untuk masuk. Paspampres mungkin menduga kalau penumpang ojek itu adalah masyarakat biasa. Maklum penampilan Dahlan, seperti biasanya, memang terlihat 'koboi' hanya mengenakan kemeja putih tak dimasukan, celana bahan hitam, dan sepatu kets.

"Bapak mau kemana?" kata seorang petugas Paspampres kepada Dahlan.
"Saya mau mengikuti rapat kabinet bersama teman-teman di dalam Istana," jawab Dahlan dengan nada santai.
Oh .. tidak bisa pak ... ini rapat khusus menteri ...".
Belum selesai Paspamres itu berkata, seorang warga berteriak dari kejauhan. "Woii ... dia itu menteri ...".

Mendengar teriakan itu barulah sang Paspampres sadar bila si penumpang ojek itu adalah salah satu peserta rapat kabinet. Dia pun mempersilakan sang menteri masuk.
Dari depan gerbang Istana Dahlan akhirnya berjalan kaki menuju Istana. Sang tukang ojek dia persilakan kembali ke stasiun dengan sebelumnya diganjar ongkos Rp 100 ribu.
[/spoiler]
Reply
[spoiler=Persimpangan Kereta Api Mengganggu Lalu-Lintas Di Jakarta]

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyaknya persimpangan kereta api (KA) di wilayah DKI Jakarta membuat arus lalu-lintas di jalan-jalan ibukota menjadi terhambat. Selain itu, perjalanan kereta api juga terganggu karena banyaknya persimpangan tersebut.

Hal ini disampaikan anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) yang juga menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kemenhub, Iskandar Abubakar, saat menghadiri acara Catatan Akhir Tahun Transportasi Umum di Hotel Borobudur, Jumat (23/12/2011). Iskandar menuturkan saat ini kualitas pelayanan kereta api masih kurang baik karena untuk menggunakan kereta api masyarakat masih harus berdesak-desakan.

"Yang jadi masalah paling besar di kereta api Jabodetabek adalah banyaknya persilangan sebidang atau level crossing. Sistem buka tutup ini menjadi ancaman keamanan bagi pengendara jalan, kelancaran lalu-lintas, dan mengganggu perjalanan kereta api itu sendiri," ujar Iskandar.

Dikatakannya, banyaknya persimpangan kereta api membuat arus lalu-lintas terhambat. Karena itu menurutnya level crossing itu secara bertahap seharusnya dihilangkan. "Revitalisasi kereta api Jabodetabek itu perlu. Untuk menghilangkan satu level crossing, biayanya sekitar Rp 50-100 miliar. Saya kira investasi itu tidak terlalu besar jika dibandingkan subsidi untuk kendaraan pribadi," imbuhnya.
[/spoiler]
Reply
[spoiler=Humaska : Aplikasi Monalisa Resmi Digunakan]

Guna semakin meningkatkan tata kelola Information Technology (IT) Governance yang lebih baik, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan sebuah aplikasi yang bisa memonitoring seluruh jaringan dan infrastruktur IT milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang terintegrasi dengan Network Operation Center (NOC). Aplikasi yang diberi nama MONALISA ini, bisa melihat secara langsung dan komprehensif seluruh jaringan dan infrastruktur yang berada di Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre) serta Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sehingga jika terdapat gangguan, NOC bisa dengan segera dilakukan perbaikan. Dalam aplikasi ini, bisa semakin mudah untuk melihat sejauh mana penggunaan berbagai infrastruktur jaringan IT, yang sebelumnya pemeriksaan dilakukan secara manual.

Monalisa sendiri merupakan singkatan dari “Monitoring Aplikasi Infrastuktur dan Service Level Agreement (SLA)” yang diresmikan penggunaannya oleh Wakil Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Darmawan Daud, Kamis (22/12) di Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pada sambutannya, Darmawan mengungkapkan bahwa IT merupakan faktor pendukung utama dalam pengembangan organisasi dan bisnis inti dari sebuah perusahaan yang terus berkembang guna menjadi perusahaan kelas dunia, sama seperti yang selama ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lakukan.

“Dengan diresmikan penggunaan aplikasi ini, berarti kita sudah selangkah lebih maju dan diharapkan menjadi lebih baik dibandingkan hari kemarin, mau tidak mau, IT semakin lama semakin dibutuhkan,” ujar Darmawan. Selain itu, Darmawan juga berpesan, jangan hanya sistem atau aplikasinya saja yang terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman, melainkan juga dengan sumber daya manusia (SDM), sehingga terus terjadi perbaikan-perbaikan di segala macam lini.

Dalam kesempatan ini, Darmawan juga menyinggung mengenai keberhasilan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mendapatkan juara pertama dalam IT Governance Award 2011 Kementerian BUMN. “Hakiki yang berada di piala yang harus kita pertahankan, malah harus kita tingkatkan. Kita harus lebih baik daripada periode sebelumnya,” jelas Darmawan.
[/spoiler]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)