Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
(02-01-2012, 04:30 PM)teguhbeteL Wrote: Dengan Dilarangnya Berdagang Di Dalam Rangkaian KA, Kenyamanan Penumpang adalah Hasilnya. Butuh Konsistensi Dari PT.KAI Untuk Hal Ini, Dan Alternatif Lain Untuk Pedagang.
tugas menteri dan pemerintah daerah terkait, bagi2 tugas, ntar ga fokus ngurus kereta api nya
sama hal nya dengan pemukiman liar di sepanjang rel, walaupun wilayah kekuasaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tetep aja kebanyakan pemerintah daerah tutup mata dan nggak peduli
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 232
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
3
lbh baik mereka diperbolehkan jualan & ikut kereta di kereta ekonomi
tpi tidak ada toleransi untuk bisnis dan exe ...
Posts: 384
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
5
Mmm.. menurut gua itu bagus.. karena pengalaman pertama gua setelah kurang lebih 13 tahun gak naik KA K3, naik K3 sebenernya enak. tapi pedagangnya buat gak nyaman. K3 itu khan sempit tempat duduknya. otomatis kaki pasti ada yang ke jalan, nah tapi pedagang lewat2, jadi merasa terganggu.. ada juga pedagang yang seolah2 memaksa. gua sih sangat setuju.. untuk masalah pedagang minta lapangan pekerjaan ama PT KA, itu salah.. PT KA itu operator KA.. bukan tempat untuk lowongan kerja.. ya kita liat ajah konsistensi PT KA.. kemaren pulang dari SMC naik TJ, masih ada pedagang, tapi cuma sedikit banget. mereka hanya berjualan di stasiun KA..
(02-01-2012, 04:53 PM)hujanturun Wrote: lbh baik mereka diperbolehkan jualan & ikut kereta di kereta ekonomi
tpi tidak ada toleransi untuk bisnis dan exe ...
kalo menurut gua gak usah.. karena itu sangat menyulitkan. kalo K2 dan K1 tempat duduk lega.. lah K3.. udah sengsara, makin sengasara donk..
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
@ TS, Mas Dedy VH
Kalau mungkin tolong thread ini ditambahi polling atas kebijakan ini.
Pilihannya : sangat setuju, setuju, abstain, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.
Teng Kyu. 
Posts: 21
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
0
setuju kalo pedagang gak boleh ngembekers disemua kelas kereta termasuk K3, kalo ngembekers ya "diamankan" di sta. berikutnya dan efek jeranya ya "2xharga tiket", jgn pake cara-cara yg gak manusiawi, palagi dilempar2 dagangannya gitu ama mas poluska, sangir amat, dah gak jamannya ORBA, dan setidaknya mereka diberi "bungkus" kayak di MN dgn pecelnya dan LPN ma YK dgn gudegnya
Posts: 414
Threads: 0
Joined: Jul 2011
Reputation:
2
saya setuju sekali pedagang pengamen. hilang dari kereta api biar kita nyaman. harga tiket naikpun klo nyaman dan aman kita pasti setuju.
 Â telah jadi member Semboyan 35 sejak Juli 2011
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Semoga kebijakan ini membuat KA ekonomi senyaman waktu saya pertama-tama naik kereta api di tahun 1981 dan 1982 silam, dimana waktu itu KA ekonomi nyaman dan bersih sekali karena tidak ada pedagang asongannya.
Kayaknya penerapan peraturan ini akan berat juga di DAOP V yang menrut saya adalah "DAOP nya asongan". Saya ingat pedagang asongan di stasiun PWT kalau beraksi tidak tanggung-tanggung. Sampai masuk ke gerbong KA EXA dan bahkan sampai membangunkan penumpang yang lagi tidur.
Dan kalau saya dulu naik KA Mutsel, koridor Kroya-Kutoarjo itu pasti banyak asongan yang ikut naik.
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Mungkin para pedagang asongan itu terlanjur beranggapan bahwa sepur adalah lahan untuk berdagang milik atau warisan atau peninggalan kakek moyangnya.
Posts: 121
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
3
Yoiiii ... mantapss ... tinggal kita dukung aja biar konsisten, gak stengah2 ...
Gitu dong kai ... kalo udah gini, wacana untuk mensterilkan peron kan udah bisa terbayang ...
Satu2 mulai dibenerin ... Mantaps lahhh ...
Bravo kai ... !!!
Posts: 477
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
4
(02-01-2012, 04:00 PM)pardjono Wrote: Quote:Ratusan Pedagang Duduki Tiga Stasiun Di Ngawi.
Liputan6.com, Ngawi : Ratusan pedagang asongan secara serentak menduduki tiga stasiun yang ada di Kota Ngawi, Jawa Timur, Ahad (1/1). Ketiga stasiun tersebut adalah Stasiun Walikukun, Geneng, serta Paron.
Aksi tersebut dilakukan sebagai protes terhadap larangan berjualan di gerbong kereta api oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII, Madiun. Larangan tersebut mulai berlaku 1 Januari 2012.
Selain itu, mereka juga mengecam arogasi petugas keamanan kereta api yang telah menganiaya rekan mereka hingga depresi yang terjadi beberapa hari silam. Bahkan, sejumlah pedagang asongan menangis saat melihat poster rekannya yang hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Dokter Soeroto Ngawi.
Akibat aksi ini, kereta api Kahuripan jurusan Bandung-Kediri di Stasiun Walikukum sempat terhambat perjalanannya hingga 30 menit lebih. Sebab, para pedagang tidak mau diturunkan oleh petugas kereta api.
Sementara di Stasiun Paron, puluhan pedagang menggelar orasi di atas rel kereta api. Mereka bertekad akan tetap berjualan di dalam kereta karena inilah satu-satunya mata pencaharian. Apalagi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak memberi alternatif pekerjaan lain.
Kalo tindakannya udah begini mengganggu pelayanan penumpang lebih baik masinisnya geber throttle biar tuh pedagang yang nekat demo bablas nyowo'e...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
|