Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
terhitung 1 januari 2012 padagang di larang jualan di atas kereta dan di stasiun
#71
Saya ingat, dulu waktu naik KA bisinis dari Bandung ke Yogya atau Madiun di tahun 2008 dan 2009, setiap kita lewat daerah DAOP V, khususnya antara Kroya-Kutoarjo, banyak pedagang asongan yang naik dan ikut perjalanan di koridor ini. Khususnya di KA Mutiara Selatan. Herannya, mereka tidak berani naik KA Lodaya.
Reply
#72
(09-01-2012, 03:46 AM)Illia Wrote: Kemaren naik KA 13 ada yang beda. entah asongan sta CN kok jd cuma dikit. dan ga serese biasanya? apa pada terbang ke cirebon perujakan ya? Ngakak

Mungkin di Kereta Api Eksekutif sedikit yg beli kali ya ?
Pada kabur ke Prujakan yang kelas bisnis dan ekonomi singgah di sana.
Ngakak
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#73
(09-01-2012, 04:49 PM)CC203 35 Wrote:
(09-01-2012, 03:46 AM)Illia Wrote: Kemaren naik KA 13 ada yang beda. entah asongan sta CN kok jd cuma dikit. dan ga serese biasanya? apa pada terbang ke cirebon perujakan ya? Ngakak

Mungkin di Kereta Api Eksekutif sedikit yg beli kali ya ?
Pada kabur ke Prujakan yang kelas bisnis dan ekonomi singgah di sana.
Ngakak

asongan nya pada pindah ke CNP, kemarin pas saya naik senja solo, dan berhenti di CNP banyak banget pedagang asongan yang masuk ke kereta, ganggu tidur para penumpangnya aja..

[Image: 5992533437_d244d656ea.jpg]
Reply
#74
dalam kondisi melek terkadang asongan di butuhkan, tapi pas lagi merem2 pules bikin gondok ..hehehehhee...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#75
(10-01-2012, 01:05 PM)Kazuya Wrote:
(09-01-2012, 04:49 PM)CC203 35 Wrote:
(09-01-2012, 03:46 AM)Illia Wrote: Kemaren naik KA 13 ada yang beda. entah asongan sta CN kok jd cuma dikit. dan ga serese biasanya? apa pada terbang ke cirebon perujakan ya? Ngakak

Mungkin di Kereta Api Eksekutif sedikit yg beli kali ya ?
Pada kabur ke Prujakan yang kelas bisnis dan ekonomi singgah di sana.
Ngakak

asongan nya pada pindah ke CNP, kemarin pas saya naik senja solo, dan berhenti di CNP banyak banget pedagang asongan yang masuk ke kereta, ganggu tidur para penumpangnya aja..

Hmm, pas saya naik Brantas 117 yang berangkat 8 Januari 2012, pedagang asongan di Cirebon Prujakan tertib loh. Mereka sama sekali gak naik ke atas kereta, cuma teriak menjajakan dagangannya dari luar kereta. Nah begitu KA nya jalan agak jauh, asongannya bermunculan di dalam kereta deh Ngikik tapi sedikit sekali, dan menurut saya mereka relatif tidak mengganggu kenyamanan penumpang.

Yah, saya sendiri sih menyukai keberadaan pedagang asongan karena menurut saya mereka banyak membantu saya (terutama dalam hal logistik Ngikik ). Saya termasuk orang yang suka "wisata" kuliner soalnya, hhahaha.

Mungkin penilaian saya ini juga agak subyektif sih, soalnya saya hanya pernah naik KA-KA yang kata orang relatif lebih aman dari "ulah" pedagang asongan, terutama lagi lebih aman dari "pengekor" pedagang asongan (pengamen maksa, preman semprot dan sapu, peminta-minta dsb). Nyengir
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#76
Perilaku asongan kayaknya memang ga bisa dipukul rata, Faktor apa yang mempengaruhi?
Reply
#77
(12-01-2012, 11:58 AM)Ken Aditya Wrote: Perilaku asongan kayaknya memang ga bisa dipukul rata, Faktor apa yang mempengaruhi?
kalau menurut saya sih mereka sama saja dengan yang lain lain ! mereka kurang disiplin dan hanya mengejar keuntungan sebanyak banyaknya tanpa pernah memikirkan sampahnya. coba anda perhatikan terutama di K3 ada yang beli kopi seduh pasti mereka tidak akan mengumpulkan plastik bekas kemasan produk tersebut. coba bayangkan dari semua yang berdagang di atas kereta seperti itu kali sekian orang.padahal mereka untungnya lumayan.

mengenai aksi simpatik paguyuban pedagang asongan yang menggelar aksi simpatik membersihkan sampah di sekitar stasiun saya rasa itu karena mereka mencoba membujuk pihak stasiun agar membatakan kebijakan tersebut.itu aksi dadakan saja . kalau emang dari hati nurani mereka kenapa tidak dari dulu saja ??? toh mereka sudah lama berdagang malah ada yang sudah dua generasi.

saya doakan semoga ada solusi terbaik !Kado

tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#78
Namanya manusia, mereka kan juga bisa berpolitik. Melakukan aksi simpatik (padahal sebelumnya cuman mengotori) cuman untuk mencari simpati.

Pengalaman terburuk saya dengan pedagang asongan adalah waktu saya naik KA Pasundan beberapa tahun lalu. Waktu itu lagi enak-enak tidur, tiba-tiba dibangunkan sama tukang sapu pengemis yang meminta uang. Saya nggak mau kasih, eh dia memaksa.

Makanya saya tidak ada simpati sama pedagang asongan, khususnya yang sampai naik keatas KA.
Reply
#79
(12-01-2012, 01:12 PM)dedy vh Wrote:
(12-01-2012, 11:58 AM)Ken Aditya Wrote: Perilaku asongan kayaknya memang ga bisa dipukul rata, Faktor apa yang mempengaruhi?
kalau menurut saya sih mereka sama saja dengan yang lain lain ! mereka kurang disiplin dan hanya mengejar keuntungan sebanyak banyaknya tanpa pernah memikirkan sampahnya. coba anda perhatikan terutama di K3 ada yang beli kopi seduh pasti mereka tidak akan mengumpulkan plastik bekas kemasan produk tersebut. coba bayangkan dari semua yang berdagang di atas kereta seperti itu kali sekian orang.padahal mereka untungnya lumayan.

mengenai aksi simpatik paguyuban pedagang asongan yang menggelar aksi simpatik membersihkan sampah di sekitar stasiun saya rasa itu karena mereka mencoba membujuk pihak stasiun agar membatakan kebijakan tersebut.itu aksi dadakan saja . kalau emang dari hati nurani mereka kenapa tidak dari dulu saja ??? toh mereka sudah lama berdagang malah ada yang sudah dua generasi.

saya doakan semoga ada solusi terbaik !Kado

Ndak juga kalau semua seperti itu kok mas. Tapi tidak bisa dipungkiri memang mayoritas begitu. Waktu naik kereta beberapa hari yang lalu itu saya memperhatikan para asongan 'air panas' yang bersliweran. Saat saya perhatikan, ada yang langsung membuang bungkusnya di lantai kereta, tapi yang memasukkan sampah mereka ke wadah tersendiri di dekat termos air panas mereka juga ada kok Bye Bye

(12-01-2012, 01:25 PM)mas_bagus_ajah Wrote: Namanya manusia, mereka kan juga bisa berpolitik. Melakukan aksi simpatik (padahal sebelumnya cuman mengotori) cuman untuk mencari simpati.

Pengalaman terburuk saya dengan pedagang asongan adalah waktu saya naik KA Pasundan beberapa tahun lalu. Waktu itu lagi enak-enak tidur, tiba-tiba dibangunkan sama tukang sapu pengemis yang meminta uang. Saya nggak mau kasih, eh dia memaksa.

Makanya saya tidak ada simpati sama pedagang asongan, khususnya yang sampai naik keatas KA.

Itu bukan pedagang asongan mas, itu "preman" tukang sapu Ngikik

Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#80
sama saja lah, di bus antar kota juga sering ada asongan. Malah lebih galak, boleh nyicip dodol garut satu, trus abis itu bisikin di kuping kita maksa beli.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)