Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
terhitung 1 januari 2012 padagang di larang jualan di atas kereta dan di stasiun
#91
(23-01-2012, 11:04 AM)Galih Ilham G Wrote: sebenernya ada sis posotif nya sama negatif nya sih ....

positif: penumpang bisa nyaman dan menimalisir hal hal yang tidak diinginkan ...

negatifnya: pedagang asongan kan juga mencari uang, klo dilarang mau cari dimana lagi ...

yaaa, sekiranya itu menurut saya ....

kalau kasarnya, maaf ini sebenarnya urusan di atas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), lebih tepatnya Menkokesra dan Menakertrans, selama kesejahteraan dan lapangan kerja tidak tersedia, menjadi urusan kedua instansi tersebut dan Majikannya Big Grin

Kalo ngurus kereta api aja belum maksimal, apa harus ngurus hal2 yg bukan diluar urusan kereta api
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#92
Reply
#93
(21-01-2012, 09:36 AM)raditiya Wrote: Di Daop 9 disepakati untuk dilokalan, asongan boleh naik dan berjualan di dalam kereta, namun jualannya hanya saat kereta berhenti. Untuk KA Jarak Jauh apalagi lintas JR-BW jarang banget asongan yg naik dan berjualan di atas kereta, paling ya cuma pas berhenti di stasiun.
Gepeng dan pengamen malah ga ada di sini, murni dagang semua

Yap di Daop 9 saya pikir pedagangnya sopan, untuk KA Muttim untuk yang k-2 tak ada pedagang yang masuk ke dalam KA, tapi itu pengalaman saya naek Muttim entah apa kalo dengan k-3.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#94

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
#95
Semoga bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, antara penumpang-asongan-PT.KAI ada keterkaitan, mungkin saling membutuhkan di antara mereka, unjuk rasa asongan? Semoga tidak terjadi lagi.
Reply
#96
(07-02-2012, 05:26 PM)Ken Aditya Wrote: Semoga bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, antara penumpang-asongan-PT.KAI ada keterkaitan, mungkin saling membutuhkan di antara mereka, unjuk rasa asongan? Semoga tidak terjadi lagi.
klo saya pribadi kok sebenarnya ga rela klo ada pedagang di KA pengalaman waktu naik LOgawa dari MN ke PWT di walikukun saya bertengkar sama pedagang karena ga punya aturan pas lagi dibordes dan istri hamil.. gimana rasanya... saya pinginnya naik kereta nyaman..
Lok Merah Biru telah jadi member Semboyan 35 sejak Juli 2011
Reply
#97
Iya neh belum ada win win solution antara PT KA dan para pedagang.
Dikhawatirkan bila berlarut-larut seperti ini maka penumpang juga yang akan dirugikan, tentunya dengan menimbang ada pedagang yang terus protes tentu saja akan menghambat perjalanan kereta itu sendiri dan juga merambat ke kereta2 yang lain yang pasti juga akan terhambat perjalanannya, dan juga dengan kebijakan yang masih setengah2 ini malah para pedagang dihawatirkan berbuat anarkis di dalam kereta seperti memaksa para penumpang untuk membeli barang dagangannya atau lain sebagainya.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#98
pas ke THB di setiap pintu KA Brantas udah ada stiker yg tertulis bahwa pedagang dilarang masuk, meskipun tulisannya kecil, tapi jelas dan terletak di tempat yg mudah dilihat....

yaaa.. asal di stasiun ga dilarang jualan ajah... soalnya jajanan di stasiun dan wilayah2 yg dilalui KA itu ciri khas daerah masing2 dan ada kalanya makanan itu susah dicari, dan itu yg bikin rasanya jadi enak (kek rames SMT, pecel Madiun, pecel peyek udang Kroya, lanting Kebumen, dan nasi rames Kedungjati: ni enak banget pas dulu naek Brantas dari THB pas lepas tengah malem, lontong isi di Tigaraksa dll)....dengan tetep adanya pedagang K-5 di stasiun yg nyamperin di pintu kereta, kita kan bisa tetep naek KA sambil wisata kuliner Ngeledek
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#99
Asongan? Kayaknya harus diberi wilayah kerja, maksud saya, dari Surabaya sampai Nganjuk, kemudian Madiun-Klaten, dst, sedang Nganjuk-Madiun dan Klaten-Jogja, lebih baik tanpa asongan, sesekali sepilah, biar penumpang bisa istirahat walaupun sementara,yang perlu ditertibkan pengemis dan pengamen, kalau pengamen lebih baik diberi tempat di stasiun, mereka konser bergantian, karena jika di K3, terlalu banyak, ramai banget, sebagian minta dengan memaksa, pengemis lebih baik dilarang juga, diberdayakan, PR kita semua, biar punya keterampilan..
Reply
Kayaknya satu kebijakan ini yang bakalan susah terealisasi walaw sudah menggunakan cara apapun apalagi dengan adanya protes para pedagang yang membuat PT KA susah untuk merealisasikannya secara nyata....
Mungkin kalo para pengantar ato penjemput protes juga masalah peron mungkin masih boleh keluar masuk peron ya...Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)