Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengalaman Ketinggalan Kereta,..
#91
Gara-gara diare, tiket Argo Wilis hangus Bethe
Nasib...nasib... Bethe
Reply
#92
Kalo ketinggalan seh ga pernah tapi HAMPIR...
Bukan salah siapa2, tapi saya sendiri yang memang yang sangat percaya dengan moda transportasi ini.
Saya hendak pergi ke Jember dari YK naek Sancaka dan sambung naek Muttim, padahal petugas loket uda wanti2 kalo ada apa2 ntar bukan taggung jawab reservasi YK.
Saya terlanjur percaya sama kereta karena di jadwal Sancaka direncanakan sampe SGu pukul 20:47 sedangkan Muttim baru berangkat dari SGU pukul 21:30 pikir saya ah Sancaka setelat2nya bakal masuk SGu ga nyampe setengah 10, tapi ternya Sancaka ini yang membuat saya deg2an sepanjang perjalanan wah bakal angus dhe nih tiket Muttim, tapi memang seru juga, Sancaka akhirnya sampe SGU pukul 21:27 alias 3 menit sebelum Muttim berangkat, alhasil saya pun lari menuju gerbong Muttim yang ada di sebelah Sancaka.
Tapi keren juga pengalaman kaya gini dan akan saya coba lagi, tapi tentu saja Sancaka jangan mengulangi keterlambatannya lagi.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#93
Saya pernah sekali ketinggalan kereta api, nggak tanggung-tanggung. Argo Wilis! kejadian tahun 2008-an, saat saya mau ke tante saya di BD, dari ML belum ada Malabar kayak sekarang, mau gak mau ya hrs ke SGU untuk bisa naik KA. saya naik travel ke SGU. memang jarak datang travelnya hanya sedikit dengan Argo Wilis berangkat. jam 08.00 sampai di SGU, eh, KA nya sdh berangkat duluan Bethe. saya kaget Heran, karena pendapat saya ttg KA waktu itu adalah telatan, makanya saya milih travel yang sampainya tdk terlalu pagi. karcis nggak bisa dibalikin, yaudah, terpaksa deh, berhubung karcis semua KA eksa habis harus nunggu Mutsel sampai sore, dan hanya bisa melongo di tasiun karena dulu saya blm pernah punya kamera untuk hunting. Bethe
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
Reply
#94
Untung ane belum pernah ketinggalan kereta Xie Xie
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#95
(27-01-2011, 08:27 PM)MasRafif Wrote: Saya hampir tidak pernah ketinggalan kereta. Tapi nenek saya pernah ketinggalan kereta. Tahun 2006, nenek saya membeli tiket gajayana ke Malang. Di tiket tertulis jam keberangkatan pukul 18:30 atau jam setengah tujuh. Tumben, biasanya berangkat jam 17:30 kok malah jadi jam 18:30. Pada hari keberangkatan, Saya sekeluarga yang mengantar tenang2 saja. Beli oleh2 dulu buat sanak saudara di Malang, terus pamitan sama keluarga di Jakarta dan Depok. Nah, jam 17:45 atau 45 menit sebelum jam keberangkatan yang tertera di tiket, kami datang di stasiun besar Gambir. Langsung saya memanggil seorang porter. Nah, porternya bilang "Waduh mas, gajayana mau berangkat tuh. Udah ada pengumumannya". "Lho kok? kan di tiket di tulisnya 18:30?". Terus ayah saya bicara "Udah, jangan mikirin jam. Ayo cepet ke atas, kamu tuntun nenek". Kami semua dalam keadaan panik tergesa-gesa berlari menuju peron. Saat sudah mencapai peron, Gajayana telah berjalan, sekitar 20 km per jam. Langsung saja, nenek saya yang saat itu kakinya pincang karena osteoporosis terpaksa berlari. Untung saja saat itu kereta makan tengah terbuka pintunya. Barang oleh2 3 dus langsung dilempar oleh ayah saya. Mungkin keripik di dalam dus itu hancur. Nah, keesokan harinya, ayah saya telpon nomor pengaduan ka. Ternyata eh ternyata.... Mbak2 penjual tiket BELUM PAHAM cara penulisan pukul setengah enam. Dia mikirnya jam 6=18 dan setengah=30. Jadi dia tulis 18:30. Akhirnya pelayanan pengaduan itu meminta maaf. Kejadian itu tidak menyurutkan minat saya terhadap kereta. Tapi membuat saya makin CINTA dengan yang namanya kereta apiPlayboy

Eh ada ya peristiwa yang kayagini?Heran
Wah koq bisa diterima pegawai yang kaya begini di bagian loket lagi....
apalagi itu mungkin di loketnya stasiun sekelas GMR lagi....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#96
(27-01-2012, 02:44 PM)Joe_cn Wrote:
(27-01-2011, 08:27 PM)MasRafif Wrote: Saya hampir tidak pernah ketinggalan kereta. Tapi nenek saya pernah ketinggalan kereta. Tahun 2006, nenek saya membeli tiket gajayana ke Malang. Di tiket tertulis jam keberangkatan pukul 18:30 atau jam setengah tujuh. Tumben, biasanya berangkat jam 17:30 kok malah jadi jam 18:30. Pada hari keberangkatan, Saya sekeluarga yang mengantar tenang2 saja. Beli oleh2 dulu buat sanak saudara di Malang, terus pamitan sama keluarga di Jakarta dan Depok. Nah, jam 17:45 atau 45 menit sebelum jam keberangkatan yang tertera di tiket, kami datang di stasiun besar Gambir. Langsung saya memanggil seorang porter. Nah, porternya bilang "Waduh mas, gajayana mau berangkat tuh. Udah ada pengumumannya". "Lho kok? kan di tiket di tulisnya 18:30?". Terus ayah saya bicara "Udah, jangan mikirin jam. Ayo cepet ke atas, kamu tuntun nenek". Kami semua dalam keadaan panik tergesa-gesa berlari menuju peron. Saat sudah mencapai peron, Gajayana telah berjalan, sekitar 20 km per jam. Langsung saja, nenek saya yang saat itu kakinya pincang karena osteoporosis terpaksa berlari. Untung saja saat itu kereta makan tengah terbuka pintunya. Barang oleh2 3 dus langsung dilempar oleh ayah saya. Mungkin keripik di dalam dus itu hancur. Nah, keesokan harinya, ayah saya telpon nomor pengaduan ka. Ternyata eh ternyata.... Mbak2 penjual tiket BELUM PAHAM cara penulisan pukul setengah enam. Dia mikirnya jam 6=18 dan setengah=30. Jadi dia tulis 18:30. Akhirnya pelayanan pengaduan itu meminta maaf. Kejadian itu tidak menyurutkan minat saya terhadap kereta. Tapi membuat saya makin CINTA dengan yang namanya kereta apiPlayboy

Eh ada ya peristiwa yang kayagini?Heran
Wah koq bisa diterima pegawai yang kaya begini di bagian loket lagi....
apalagi itu mungkin di loketnya stasiun sekelas GMR lagi....
wuaduh.... terus sang nenek dimana naeknya tu....
saya aja yang pernah naek KRL ekonomi yang dah berjalan pelan gara2 mass-nya buru2 jalanin KRL-nya, padahal yang naek banyak(paling baru 5 km/jam), rasanya mau jatuh tuh....

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#97
Iya bener 20 Km itu lumayan cepet lho, masa iya seh bisa masuk ke KA?
Secara untuk turun aja dalam kecepatan 20 Km, kalo ga jatuh ya pasti jatuh kecuali memang sudah terlatih seperti para pedagang asongan atau juga para porter ketika kereta belum berhenti mereka sudah naek duluan.....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#98
pernah waktu jalan2 ke Blitar ketinggalan naik Matarmaja pas mau pulang ke Jakarta...
gara2 kartu HP (microSD) kena virus di warnet, jadi harus recovery...

terpaksa ke Malang naik Penataran, nginep di tempat teman di sana...
MY DREAMS:
- All STD gauge & electrified Sumatera-Java-Bali, Trans-Asian, Pan-African, Pan-American Railways
- Bridges of Bali, Sunda, Malacca, Gibraltar, and Bering Straits

Mau beli tiket KA??? Klik di sini
Reply
#99
ketinggalan KA 355!apes bener
Reply
Rainbow 
pengen ke THBtpi ktinggalan Rangkas Jaya. nunggu KRL ktingalan jga krna lgi di WC umum.nungguin langsam ketnggalan lgi krna ketiduran.akhirnya gak jadi krna dah malem n males jln ke mna2.sial bgt ye?!
mBrebes Mili
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)