Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA & Lemparan Batu (Diskusi, Pengalaman, Solusi)
#81
(10-01-2011, 06:45 PM)nikmuracell Wrote: Melihat kasus diatas emang salah besar ya yg melempar KA dengan batu, tapi melihat sisi lain PT KA salah juga lhoh bikin gerbongnya, kenapa...?? Kejadian seperti ini sebenarnya sudah ada sejak jaman PJKA tp dulu setiap gerbong kereta api windownya dobel (jendela),pertama adalah jendela yg biasa kita lihat (transparan terbuat dari kaca kita bisa lihat pemandangan dari balik kaca tersebut) dan yg kedua terbuat dari bahan keras (kurang tau ya saya materialnya) yg berada di sisi luar kaca, window yg kedua ini kalo kita mau menutup biasanya diatas jendela yg transparan (dr dalam KA) ada putarannya sehingga kalo kt turunkan makan kaca akan tertutup dan kita tdk bisa lihat pemandangan.

Fungsi dari pada jendela ke dua ini adalah sebagai protector jendela yg terbuat dari kaca sekaligus penumpang yg berada didalamnya, jika KA melewati jalur2 rawan (atau jalur yg sering dilempari batu), fungsi lainnya adalah sebagai penahan air hujan yg berasal dari arah samping gerbong sehingga air tidak masuk melalui sekat2 kacanya dan juga untuk menghindari penjambretan yg dilakukan melalui jendela yg terbuka terhadap tas penumpang / barang lain yg digantungkan di samping kaca (biasanya sering kan kt lihat di samping kaca ada seperti gantungan)

Tapi kenapa di gerbong2 sekarang ini tdk ada? silahkan PT KA meninjau ulang dan melihat fungsinya kembali keberadaan Window protector itu

setuju, saya juga pernah hampir jadi korban, kaca yg ada disebelah saya kena lemparan batu oleh oknum tidak bertanggung jawab, padahal kacanya udah sakaratul maut, untung ngga sampe pecah. Saya waktu itu lagi naik Fajar Utama Semarang di daerah Jatinegara
Reply
#82
Mata Bocah 10 Tahun Terancam Buta akibat Lemparan Batu Saat Naik KA
Rabu, 16 November 2011 15:15 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES - Mata kiri Azril Putra (10), pelajar kelas IV SD Menteng Atas, Jakarta, mengalami luka parah dan bahkan terancam buta. Luka-luka itu disebabkan oleh kelakukan iseng seseorang di pinggir rel KA, yang melempari gerbong KA yang ditumpangi Azril bersama orang tuanya.

Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, Surono, yang merasa prihatin dengan kejadian itu, menyebutkan, peristiwa itu terjadi Selasa (15/11) petang. Saat itu, Azril sedang menumpang KA ekonomi Kutojaya Jurusan Jakarta-Kutoarjo, bersama kedua orang tuanya. Rencananya, mereka akan turun di Stasiun Kebumen untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya di kota itu.

Ketika rangkaian KA memasuki wilayah perbatasan antara Cirebon-Brebes, penumpang di gerbong yang ditumpangi Azril dikejutkan dengan suara sangat keras yang diikuti dengan pecahnya salah satu kaca jendela di gerbong itu. Tak hanya kaca jendela kereta yang pecah, Azril yang kebetulan duduk di dekat jendela tersebut, menjadi korban. Mata kirinya terluka. ''Peristiwa pelemparan tersebut, kami perkirakan terjadi antara stasiun Karangcuwung - Stasiun Ciledug, Cirebon,'' kata Surono, Rabu (16/11).

Setelah kejadian tersebut, kondektur kereta langsung meminta masinis untuk menghentikan KA di stasiun terdekat, yaitu, Stasiun Ketanggungan. ''KA tersebut, harusnya tidak berhenti di Stasiun Ketangggungan. Namun karena kondisi darurat, maka KA dihentikan,'' jelasnya.

Setelah itu, Azril dan kedua orang tuanya turun di Stasiun Ketanggungan, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan di RS Sakit Bhakti Asih, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

Mengenai pelaku pelemparan, Surono menyebutkan, saat ini pihaknya telah memberi laporan ke kepolisian di lokasi sekitar kejadian. ''Kami berharap pelakunya bisa ditangkap," katanya.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: Eko Widiyanto


http://www.republika.co.id/berita/nasion...at-naik-ka
[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
#83
Ikut prihatin Sedih
Bagaimana mau marah,
biasanya, pelakunya juga masih dapat digolongkan, anak-anak,
17 tahun kebawah lah.

Yang jelas,
pelaku, biasanya pasti dari keluarga yang kurang sehat
dalam hubungan antar mereka dalam satu rumah.
Sehingga, anak-anak menjadi nakal dan liar.

Dalam keluarga yang sehat, baik secara jasmani maupun rohani,
biasanya selalu ditanamkan hal-hal kebaikkan dan norma-norma
beretika sejak dini.
Dan kedua orang tua, juga memberikan contoh yang baik.

Hal ini justru paling mudah,
dilakukan pada saat makan siang atau makan malam.
Makan dalam arti satu meja duduk bersama-sama,
bukan yang satu makan sambil nonton tv, yang lain duduk dikursi
ruang tamu, atau menyebar didalam rumah.

Sambil makan bersama, orang tua dapat menanamkan,
atau menceritakan tentang hal-hal yang baik dan benar.

Yang agak susah,
jika kedua orang tua terpaksa harus bekerja,
dan anak dititipkan kakek/ nenek/ saudara atau tetangga.
Ini yang menjadikan kurang pengawasan.

Pelemparan batu,
biasanya terjadi juga dilintasan yang padat penduduknya,
atau didekat sawah, dengan suasana pedesaan.
Dalam arti,
jarang terjadi didaerah perumahan yang sosek nya baik.


Sebenarnya,
didaerah yang sering terjadi pelemparan,
kereta api mungkin bisa lebih pro aktif lagi,
dengan mendatangi sekolah-sekolah
yang berada didekat daerah tersebut,
meminta sosialisasi agar para muridnya,
jika ada,
jangan ikut-ikutan melempar.


Bukan saja perbuatan tersebut melanggar hukum dan
dapat mengakibatkan masuk penjara,
tetapi ditanamkan bahwa perbuatan tersebut merugikan,
menyakitkan orang lain yang tidak bersalah,
dan dosa !
Jadi,
diajarkan norma takut akan Tuhan !


prihatin.com
Sakit





Reply
#84
Sebelumnya saya mohon ijin buat thread baru..
Semoga ga salah room..
[spoiler]
Saya udah search, dan ga nemu thread serupa..
Entah emang blm ada thread yang serupa atau saya nya aja yang kurang maksimal dalam menggunakan fitur search.
Bila ternyata ada thread yang serupa, silahkan thread ini di hapus aja..
Pliss jangan dibata..
Trims.
[/spoiler]


Sedikit cerita nih, waktu itu saya pulang dari SLO ke BD tgl 31 Des 2011 naik Lodaya Pagi.
Saat kereta mulai menikung di tikungan leles, tiba-tiba PRAAKK...
Sambutan selamat datang berupa batu batu kerikil dari bocah bocah sekitar.
Untungnya ga ada kaca yang pecah.

Nah, bicara soal kaca nih, saya perhatikan kaca di kereta saya (K2) sekilas tidak terlihat seperti terbuat dari kaca, namun seperti fiberglass..

Apakah itu emang fiberglass??
Tujuannya menggunakan fiberglass apa??
Agar tidak mudah pecah kah??
Klo emang agar tidak mudah pecah, mungkin ga ya kedepannya akan ada penerapan teknologi Kaca Anti Peluru di kereta??
Terutama klo udah berurusan ama supporter bola, ya you know lah..

Mungkin pertanyaan saya sangat ga penting, konyol dan sangat ga berbobot..
Tapi jujur, selama saya naik KA, saya emang ga pernah merhatiin tentang detail kaca jendela.
Semenjak kejadian itu aja, saya jadi pengen tahu tentang kaca jendela KA..
entah itu teknologinya, sejarah perkembangannya, seluk beluknya, dll..

Mohon pencerahaannya ya..
Xie Xie
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply
#85
Sepertinya,
pembahasan tentang kaca, sudah ada,
tapi saya lupa dimana, biar nanti [mungkin] digabung aja
oleh moderatornya.

Ya seperti kaca mobil,
harus memenuhi standart safety glass,
sehingga jika pecah, berbentuk kristal, jadi tidak tajam
yang dapat mengakibatkan luka gores atau justru lebih fatal lagi.

Juga dilapisi film,
untuk menahan sinar UV dan panas.
Ini yang kadang tampak seperti ada lapisan plastiknya,
jika telah dilepas dari bingkai jendelanya.

S4.
Xie Xie

Reply
#86
(29-03-2012, 11:01 PM)Adi Sutjipto Wrote: Sepertinya,
pembahasan tentang kaca, sudah ada,
tapi saya lupa dimana, biar nanti [mungkin] digabung aja
oleh moderatornya.

Ya seperti kaca mobil,
harus memenuhi standart safety glass,
sehingga jika pecah, berbentuk kristal, jadi tidak tajam
yang dapat mengakibatkan luka gores atau justru lebih fatal lagi.

Juga dilapisi film,
untuk menahan sinar UV dan panas.
Ini yang kadang tampak seperti ada lapisan plastiknya,
jika telah dilepas dari bingkai jendelanya.

S4.
Xie Xie


Ooh sudah ada ya?
Barusan saya cari lagi tetep ga nemu..
Paling cuma pembahasan tentang kaca film di krl.
wah wah, hrus nunggu om moderator turun tangan nih..
hehe..

nice info om..
baru tau saya kaca saja ada standar safety nya.. hehe..
Btw, klo kaca anti peluru kan kaca yang ga mudah pecah tuh, mungkin ga ya diaplikasikan di kereta api nantinya??
ya untuk meningkatkan standar safety penumpang didalemnya lah tentunya..
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply
#87
Sebagus2nya kaca jendela kereta tetapi kalo masyarakat yang di luar sana melemparinya ya apa daya?
Aneh juga koq seneng ya ngelempari kaca jendela kereta begitu?

Mungkin bagi mereka terutama anak2 akan sangat senang apabila batu yang mereka lempar mengenai kaca dan pecah...Bethe

sependapat dengan om christianto ketika saya naek Lodaya memang di sekitaran Gedebage sampe Kiaracondong memang marak aksi2 pelemparan kepada kereta, untungnya pada saat itu tak ada satupun lemparan mereka yang mengenai kaca...
memang sungguh menggenaskan hal yang seperti ini...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#88
wah ternyata thread saya dipindah kesini toh..
haha, makasih om moderator.

(30-03-2012, 09:03 AM)Joe_cn Wrote: Sebagus2nya kaca jendela kereta tetapi kalo masyarakat yang di luar sana melemparinya ya apa daya?
Aneh juga koq seneng ya ngelempari kaca jendela kereta begitu?

Mungkin bagi mereka terutama anak2 akan sangat senang apabila batu yang mereka lempar mengenai kaca dan pecah...Bethe

sependapat dengan om christianto ketika saya naek Lodaya memang di sekitaran Gedebage sampe Kiaracondong memang marak aksi2 pelemparan kepada kereta, untungnya pada saat itu tak ada satupun lemparan mereka yang mengenai kaca...
memang sungguh menggenaskan hal yang seperti ini...

Klo seperti yang saya bilang sebelumnya, kan jaman sekarang udah ada kaca anti peluru, ditembak juga ga pecah, paling retak doang..
nah, tuh kaca klo sama peluru aja kuat, ama batu harusnya jg kuat donk..
hehehe...

ga kebayang klo lagi asik liat pemandangan, tiba-tiba ada batu melayang kearah jendela tempat kita memandang..
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply
#89
[Image: Kaca01.jpg]
Yang ini aneh,
entah pakai kaca jenis apa,
pola pecahan tidak berbentuk kristal,
tetapi dilapisi film didua sisi
.

[Image: Kaca02.jpg]
Kaca yang ini agak tipis,
letak film berada ditengah.
Reply
#90
tetangga saya dan temannya dlu suka nimpukin krl didaerah depok. Suatu ketika, batu yg dilempar temannya ga kena kaca tp kena badan kereta dan memantul mengenai kepalanya sendiri. Xie Xie Dan merekapun kapok, ga mau nimpukin kereta lg Ngakak
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)