Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka?
(22-05-2012, 08:50 AM)Joe_cn Wrote: Wah saya baru tau om ada juga modus calo seperti itu, kalo tiket baru dicetak kalo uda terjadi deal harga, tak pikir tiket uda di tangan dengan berbagai jurusan....
Wah bener2 luar biasa deh....

Saya beberapa kali ketemu curhatan di blog atau di forum tentang hal ini. Salah satunya kurang lebih begini: Saat dia ngantri di loket, kehabisan tiket, eh ada orang stasiun yang nawarin dengan "senyum setan"nya. Karena dia harus pulang hari itu, ya udah deh dia terpaksa deal. Si xxxx pun meminta KTP nya calon penumpang itu. Lalu Beberapa saat kemudian si xxxx sudah kembali membawa tiket dengan nama yang sama dengan nama si calon penumpang tersebut ..... Ngiler hebat kan? Hehehehe ..... Ngeledek
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
(22-05-2012, 01:42 PM)Hungry Soul Wrote:
(22-05-2012, 08:50 AM)Joe_cn Wrote: Wah saya baru tau om ada juga modus calo seperti itu, kalo tiket baru dicetak kalo uda terjadi deal harga, tak pikir tiket uda di tangan dengan berbagai jurusan....
Wah bener2 luar biasa deh....

Saya beberapa kali ketemu curhatan di blog atau di forum tentang hal ini. Salah satunya kurang lebih begini: Saat dia ngantri di loket, kehabisan tiket, eh ada orang stasiun yang nawarin dengan "senyum setan"nya. Karena dia harus pulang hari itu, ya udah deh dia terpaksa deal. Si xxxx pun meminta KTP nya calon penumpang itu. Lalu Beberapa saat kemudian si xxxx sudah kembali membawa tiket dengan nama yang sama dengan nama si calon penumpang tersebut ..... Ngiler hebat kan? Hehehehe ..... Ngeledek

Wah hebat juga ya, dari tahun ke tahun sepertinya calo2 semakin hebat aja, mereka bisa membuat sistem yang intinya membuat angka menjadi 0 sementara di dalam sendiri masih banyak tiket yang belum di jual.
Luar biasa, salut banget deh dengan hal ini....Bethe

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(22-05-2012, 01:27 PM)rapih_dhoho Wrote: cara yg paling ampuh memerangi calo KA Ekonomi:
- kembalikan sistem pembelian tiket seperti dulu, tiket hanya bisa dibeli pada hari keberangkatan.
Entah mengapa,saya lihat dengan pembatasan pax malah akan menyuburkan calo,karena pax punya waktu yg lebih sedikit,sementara kesempatan calo menawarkan tiket justru lebih besar (krn calo kerjasama dgn org dalam)
Quote:- plus harus sesuai nama penumpang, sebetulnya ini se ga terlalu ngaruh sepanjang pemeriksaan tiket d atas kereta ga konsisten
Tapi percuma saja dgn modus baru seperti ini.
Solusinya? vending machine isi railboxWek jadi kayak beli minuman lwt mesin,tapi ini ada komputernya.Pilih KA & jadwal dulu,bayar,tiket dicetakWek
Meskipun ujung2nya memaksa pax utk melek teknologi (dan mengubah kebiasaan & budaya jadi mirip di Eropa sono - semua dilakukan sendiri) tapi demi kebaikan pax sendiri (dari calo & percaloan) aku pikir sih gapapaNgakak
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(22-05-2012, 04:08 PM)Joe_cn Wrote: Wah hebat juga ya, dari tahun ke tahun sepertinya calo2 semakin hebat aja, mereka bisa membuat sistem yang intinya membuat angka menjadi 0 sementara di dalam sendiri masih banyak tiket yang belum di jual.
Luar biasa, salut banget deh dengan hal ini....Bethe

Wkwkwkwk, lagian di kebanyakan stasiun, layar komputernya kan menghadap petugas om, jadi kebanyakan pelanggan tetep aja gak tau itu tiket habis atau "habis", hahahahaha.

Bukannya mau berburuk sangka sih, tapi saya menduga praktek "deal dan baru cetak" ini sudah berlangsung beberapa waktu di beberapa stasiun. Saya kasih contoh di stasiun kampung halaman saya ya om, Stasiun Kediri.

Kalo lagi long weekend atau even spesial kayak gini, yang paling umum terjadi sekarang tuw petugas ticketing membuka loket selama 10-20 menit hanya untuk kemudian berkata "habis".

Nah, saat orang-orang yang ngantri udah desperate dan berjalan gontai meninggalkan stasiun menuju tempat parkir, datanglah sang "pahlawan" kesiangan, dalam hal ini di stasiun KD adalah tukang becak, belagak sok akrab dan tanya-tanya mau cari tiket kemana tanggal berapa.

Nah kalau umpan sudah digigit, mulai deh "bidding" harga. Setelah terjadi "deal", apa yang terjadi? Si tukang becak bukannya ngerogoh saku ngeluarin tiket segepok om. Yang terjadi malah si tukang becak ngeloyor masuk ke dalam bangunan stasiun. Dan tau nggak dia pergi ke mana? Yup, diam-diam masuk ke ruang ticketing ..... Ngiler

Setelah nunggu beberapa saat, "klien" pun diajak bertransaksi di tempat agak tersembunyi. Dan taraaaaa, dengan wajah tanpa dosa sang "agen" menunjukkan tiket yang telah tercetak dengan jam yang melebihi saat petugas ticketing menyatakan bahwa tiket sudah habis.

========================================

Kenapa saya bisa bercerita begini? Ya karena saya termasuk salah satu ikan yang menggigit umpan sang "agen", wkwkwkwk. Ini terjadi pada tanggal 1 Januari 2012, saya nyari tiket Brantas buat tanggal 8 Januari 2012. Jadi awalnya saat itu sekitar pukul 07.20 kalau tidak salah. Orang ticketing, as always, menyatakan tiket Brantas habis.

Nah, saya pun menuju reservasi KA Komersial, niatnya mau pesen Senja Kediri. Saya sedang galau-galaunya itu, naik SenKed atau Argo Karet. Hahaha. Udah ngisi formulir, tapi masih gak rela nyerahin ke petugas dan malah bergeje di dalam ruang reservasi selama belasan menit Ngakak Di saat galau to the max itu, tiba-tiba temen saya ngajak nyari tiket Brantas ke xxxx.

Ya udah deh, kejadiannya kemudian mirip kronologis di atas. Deal pun terjadi pada harga Rp 90.000,00 , dua kali lipat tarif normal. Setelah nunggu bentar, Sekitar pukul 08.15, si "agen" ngajak transaksi, dan taraaaa ..... di tiket yang saya pegang itu tertulis dengan jelas di salah satu sudutnya :
4114 kd/81-01/01/2012 08:03

Pasti kurang lebih pada ngerti maksudnya itu apa kan?.... tiket itu tercetak pukul 08:03 .... lebih dari 30 menit sejak tiket dinyatakan habis .... hehehehe. Kurang canggih gimana coba mereka ini?? Ya waktu itu sih namanya masih "jual". Tapi tampaknya gak bakal terlalu susah juga mengganti "jual" dengan nama calon pelanggan kalau nanti kebijakan ngecek nama ini berlaku efektif ....

oh ya, tapi tampaknya gak semua "agen" di stasiun KD secanggih itu sih Om. Ada juga yang metode umum, deal dan sudah ada tiket tercetak (tapi persamaannya ya waktu pencetakannya tetep melebihi waktu saat tiket dinyatakan habis oleh ticketing Ngeledek )

Yah, Yang kebetulan saya temui mungkin bisa dibilang master nya di sono, hehehehe. Dan ini menunjukkan bahwa modus canggih semacem ini eksis di beberapa tempat di negeri ini ...... kata "orang bijak" kan, maling selalu selangkah lebih maju dari polisinya ..... Nyengir

Yang jelas, yang tentang calon penumpang diminta KTPnya dan tiket tercetak sesuai nama itu adalah salah satu pengalaman pribadi RF juga kalau saya tidak salah ingat, dan ceritanya bukan di semboyan35. Dan kalau saya ndak salah ingat (lagi), dia cerita di K*skus. Tapi saya rasa saksi hidup ini dapat dipercaya kok ceritanya ... hehehe.

========================================

Wah, maaf, kebiasaan saya yang suka cerita panjang lebar kumat lagi, hehehehehe ..... Ngikik
Reply
(22-05-2012, 05:55 PM)Hungry Soul Wrote:
(22-05-2012, 04:08 PM)Joe_cn Wrote: Wah hebat juga ya, dari tahun ke tahun sepertinya calo2 semakin hebat aja, mereka bisa membuat sistem yang intinya membuat angka menjadi 0 sementara di dalam sendiri masih banyak tiket yang belum di jual.
Luar biasa, salut banget deh dengan hal ini....

Wkwkwkwk, lagian di kebanyakan stasiun, layar komputernya kan menghadap petugas om, jadi kebanyakan pelanggan tetep aja gak tau itu tiket habis atau "habis", hahahahaha.

Bukannya mau berburuk sangka sih, tapi saya menduga praktek "deal dan baru cetak" ini sudah berlangsung beberapa waktu di beberapa stasiun. Saya kasih contoh di stasiun kampung halaman saya ya om, Stasiun Kediri.

Kalo lagi long weekend atau even spesial kayak gini, yang paling umum terjadi sekarang tuw petugas ticketing membuka loket selama 10-20 menit hanya untuk kemudian berkata "habis".

Nah, saat orang-orang yang ngantri udah desperate dan berjalan gontai meninggalkan stasiun menuju tempat parkir, datanglah sang "pahlawan" kesiangan, dalam hal ini di stasiun KD adalah tukang becak, belagak sok akrab dan tanya-tanya mau cari tiket kemana tanggal berapa.

Nah kalau umpan sudah digigit, mulai deh "bidding" harga. Setelah terjadi "deal", apa yang terjadi? Si tukang becak bukannya ngerogoh saku ngeluarin tiket segepok om. Yang terjadi malah si tukang becak ngeloyor masuk ke dalam bangunan stasiun. Dan tau nggak dia pergi ke mana? Yup, diam-diam masuk ke ruang ticketing ..... Ngiler

Setelah nunggu beberapa saat, "klien" pun diajak bertransaksi di tempat agak tersembunyi. Dan taraaaaa, dengan wajah tanpa dosa sang "agen" menunjukkan tiket yang telah tercetak dengan jam yang melebihi saat petugas ticketing menyatakan bahwa tiket sudah habis.

========================================

Kenapa saya bisa bercerita begini? Ya karena saya termasuk salah satu ikan yang menggigit umpan sang "agen", wkwkwkwk. Ini terjadi pada tanggal 1 Januari 2012, saya nyari tiket Brantas buat tanggal 8 Januari 2012. Jadi awalnya saat itu sekitar pukul 07.20 kalau tidak salah. Orang ticketing, as always, menyatakan tiket Brantas habis.

Nah, saya pun menuju reservasi KA Komersial, niatnya mau pesen Senja Kediri. Saya sedang galau-galaunya itu, naik SenKed atau Argo Karet. Hahaha. Udah ngisi formulir, tapi masih gak rela nyerahin ke petugas dan malah bergeje di dalam ruang reservasi selama belasan menit Ngakak Di saat galau to the max itu, tiba-tiba temen saya ngajak nyari tiket Brantas ke xxxx.

Ya udah deh, kejadiannya kemudian mirip kronologis di atas. Deal pun terjadi pada harga Rp 90.000,00 , dua kali lipat tarif normal. Setelah nunggu bentar, Sekitar pukul 08.15, si "agen" ngajak transaksi, dan taraaaa ..... di tiket yang saya pegang itu tertulis dengan jelas di salah satu sudutnya :
4114 kd/81-01/01/2012 08:03

Pasti kurang lebih pada ngerti maksudnya itu apa kan?.... tiket itu tercetak pukul 08:03 .... lebih dari 30 menit sejak tiket dinyatakan habis .... hehehehe. Kurang canggih gimana coba mereka ini?? Ya waktu itu sih namanya masih "jual". Tapi tampaknya gak bakal terlalu susah juga mengganti "jual" dengan nama calon pelanggan kalau nanti kebijakan ngecek nama ini berlaku efektif ....

oh ya, tapi tampaknya gak semua "agen" di stasiun KD secanggih itu sih Om. Ada juga yang metode umum, deal dan sudah ada tiket tercetak (tapi persamaannya ya waktu pencetakannya tetep melebihi waktu saat tiket dinyatakan habis oleh ticketing Ngeledek )

Yah, Yang kebetulan saya temui mungkin bisa dibilang master nya di sono, hehehehe. Dan ini menunjukkan bahwa modus canggih semacem ini eksis di beberapa tempat di negeri ini ...... kata "orang bijak" kan, maling selalu selangkah lebih maju dari polisinya ..... Nyengir

Yang jelas, yang tentang calon penumpang diminta KTPnya dan tiket tercetak sesuai nama itu adalah salah satu pengalaman pribadi RF juga kalau saya tidak salah ingat, dan ceritanya bukan di semboyan35. Dan kalau saya ndak salah ingat (lagi), dia cerita di K*skus. Tapi saya rasa saksi hidup ini dapat dipercaya kok ceritanya ... hehehe.

========================================

Wah, maaf, kebiasaan saya yang suka cerita panjang lebar kumat lagi, hehehehehe ..... Ngikik

Justru cerita tentang calo yang panjang lebar seperti ini sangat bagus bila dimuat di media cetak....
penasaran gimana reaksi pejabat KAI ngeliat berita ini...
terutama , yang patut ditunggu-tunggu , reaksinya Pak Menteri BUMN...
Tersenyuum
Reply
(22-05-2012, 05:55 PM)Hungry Soul Wrote: [spoiler]

Wkwkwkwk, lagian di kebanyakan stasiun, layar komputernya kan menghadap petugas om, jadi kebanyakan pelanggan tetep aja gak tau itu tiket habis atau "habis", hahahahaha.

Bukannya mau berburuk sangka sih, tapi saya menduga praktek "deal dan baru cetak" ini sudah berlangsung beberapa waktu di beberapa stasiun. Saya kasih contoh di stasiun kampung halaman saya ya om, Stasiun Kediri.

Kalo lagi long weekend atau even spesial kayak gini, yang paling umum terjadi sekarang tuw petugas ticketing membuka loket selama 10-20 menit hanya untuk kemudian berkata "habis".

Nah, saat orang-orang yang ngantri udah desperate dan berjalan gontai meninggalkan stasiun menuju tempat parkir, datanglah sang "pahlawan" kesiangan, dalam hal ini di stasiun KD adalah tukang becak, belagak sok akrab dan tanya-tanya mau cari tiket kemana tanggal berapa.

Nah kalau umpan sudah digigit, mulai deh "bidding" harga. Setelah terjadi "deal", apa yang terjadi? Si tukang becak bukannya ngerogoh saku ngeluarin tiket segepok om. Yang terjadi malah si tukang becak ngeloyor masuk ke dalam bangunan stasiun. Dan tau nggak dia pergi ke mana? Yup, diam-diam masuk ke ruang ticketing ..... Ngiler

Setelah nunggu beberapa saat, "klien" pun diajak bertransaksi di tempat agak tersembunyi. Dan taraaaaa, dengan wajah tanpa dosa sang "agen" menunjukkan tiket yang telah tercetak dengan jam yang melebihi saat petugas ticketing menyatakan bahwa tiket sudah habis.

========================================

Kenapa saya bisa bercerita begini? Ya karena saya termasuk salah satu ikan yang menggigit umpan sang "agen", wkwkwkwk. Ini terjadi pada tanggal 1 Januari 2012, saya nyari tiket Brantas buat tanggal 8 Januari 2012. Jadi awalnya saat itu sekitar pukul 07.20 kalau tidak salah. Orang ticketing, as always, menyatakan tiket Brantas habis.

Nah, saya pun menuju reservasi KA Komersial, niatnya mau pesen Senja Kediri. Saya sedang galau-galaunya itu, naik SenKed atau Argo Karet. Hahaha. Udah ngisi formulir, tapi masih gak rela nyerahin ke petugas dan malah bergeje di dalam ruang reservasi selama belasan menit Ngakak Di saat galau to the max itu, tiba-tiba temen saya ngajak nyari tiket Brantas ke xxxx.

Ya udah deh, kejadiannya kemudian mirip kronologis di atas. Deal pun terjadi pada harga Rp 90.000,00 , dua kali lipat tarif normal. Setelah nunggu bentar, Sekitar pukul 08.15, si "agen" ngajak transaksi, dan taraaaa ..... di tiket yang saya pegang itu tertulis dengan jelas di salah satu sudutnya :
4114 kd/81-01/01/2012 08:03

Pasti kurang lebih pada ngerti maksudnya itu apa kan?.... tiket itu tercetak pukul 08:03 .... lebih dari 30 menit sejak tiket dinyatakan habis .... hehehehe. Kurang canggih gimana coba mereka ini?? Ya waktu itu sih namanya masih "jual". Tapi tampaknya gak bakal terlalu susah juga mengganti "jual" dengan nama calon pelanggan kalau nanti kebijakan ngecek nama ini berlaku efektif ....

oh ya, tapi tampaknya gak semua "agen" di stasiun KD secanggih itu sih Om. Ada juga yang metode umum, deal dan sudah ada tiket tercetak (tapi persamaannya ya waktu pencetakannya tetep melebihi waktu saat tiket dinyatakan habis oleh ticketing Ngeledek )

Yah, Yang kebetulan saya temui mungkin bisa dibilang master nya di sono, hehehehe. Dan ini menunjukkan bahwa modus canggih semacem ini eksis di beberapa tempat di negeri ini ...... kata "orang bijak" kan, maling selalu selangkah lebih maju dari polisinya ..... Nyengir

Yang jelas, yang tentang calon penumpang diminta KTPnya dan tiket tercetak sesuai nama itu adalah salah satu pengalaman pribadi RF juga kalau saya tidak salah ingat, dan ceritanya bukan di semboyan35. Dan kalau saya ndak salah ingat (lagi), dia cerita di K*skus. Tapi saya rasa saksi hidup ini dapat dipercaya kok ceritanya ... hehehe.

========================================

Wah, maaf, kebiasaan saya yang suka cerita panjang lebar kumat lagi, hehehehehe ..... Ngikik[/spoiler]

wah good share om....
Gile dah tukang becak bisa masuk ke ruang ticketing...
hebat banget nih tukang becak, ntar lama2 kuli stasiun juga bisa masuk ke ruang ticketing lagi jangan2...Ngakak

Oh ya kalo tiket ekonomi gada layar ya, yang bisa melihat berapa sisa tempat duduk yang tersedia seperti di reservasinya kelas bis dan eks.....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
cara meminimalisir praktek percaloan:
menurut sy
1. nama pada karcis harus = nama penumpang yg naik ka tersebut dan harus ada tindakan monitoring nyata dan tegas dan continuous dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
2. monitor komputer harus terlihat jelas dari luar /tidak sepihak
3. ada kamera cctv didalam/didepan loket penjualan
4. di tayangkan di tv/ dinding stasiun wajah calo internal/ekternal sehingga ada efek jera dan diberikan sangsi yg tegas nyata
5. monitor informasi update sisi tempat dududk online 24 jam dan di tambahin keterangan dari stasiun mana saja/dstnya terjadi penjualan karcis pada detik tsb.
...dll
cmiiw Bye Bye
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
(23-05-2012, 09:43 AM)slamtrack Wrote: cara meminimalisir praktek percaloan:
menurut sy
1. nama pada karcis harus = nama penumpang yg naik ka tersebut dan harus ada tindakan monitoring nyata dan tegas dan continuous dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
2. monitor komputer harus terlihat jelas dari luar /tidak sepihak
3. ada kamera cctv didalam/didepan loket penjualan
4. di tayangkan di tv/ dinding stasiun wajah calo internal/ekternal sehingga ada efek jera dan diberikan sangsi yg tegas nyata
5. monitor informasi update sisi tempat dududk online 24 jam dan di tambahin keterangan dari stasiun mana saja/dstnya terjadi penjualan karcis pada detik tsb.
...dll
cmiiw Bye Bye
Betul pernah saya memikirkan loket stasiun seperti RM siap saji "MCD" yang layarnya 2, jadi pesanan kita bisa terlihat langsung ke arah kita...
kalo sudah begitu kan enak, mau ngmg abis juga gmana?Ngakak

Maksimalkan situs kereta api, jadi display sisa tempat duduk bisa diakses juga dari situs tsb, agar mereka yang berdaerah jauh dari stasiun bisa melihat terlebih dahulu sisa tempat duduk, daripada mereka menyesal sampe stasiun tiket sudah habis....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(23-05-2012, 09:51 AM)Joe_cn Wrote:
(23-05-2012, 09:43 AM)slamtrack Wrote: cara meminimalisir praktek percaloan:
menurut sy
1. nama pada karcis harus = nama penumpang yg naik ka tersebut dan harus ada tindakan monitoring nyata dan tegas dan continuous dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
2. monitor komputer harus terlihat jelas dari luar /tidak sepihak
3. ada kamera cctv didalam/didepan loket penjualan
4. di tayangkan di tv/ dinding stasiun wajah calo internal/ekternal sehingga ada efek jera dan diberikan sangsi yg tegas nyata
5. monitor informasi update sisi tempat dududk online 24 jam dan di tambahin keterangan dari stasiun mana saja/dstnya terjadi penjualan karcis pada detik tsb.
...dll
cmiiw Bye Bye
Betul pernah saya memikirkan loket stasiun seperti RM siap saji "MCD" yang layarnya 2, jadi pesanan kita bisa terlihat langsung ke arah kita...
kalo sudah begitu kan enak, mau ngmg abis juga gmana?Ngakak

Maksimalkan situs kereta api, jadi display sisa tempat duduk bisa diakses juga dari situs tsb, agar mereka yang berdaerah jauh dari stasiun bisa melihat terlebih dahulu sisa tempat duduk, daripada mereka menyesal sampe stasiun tiket sudah habis....
Saya sangat setuju dari tulisan yang saya bold
kalau perlu bisa langsung pesan tiket di internet
cuma usulan saja Tersenyuum
<a href="http://www.totalleh.com" target="_blank"><img src="http://www.totalleh.com/beta153.gif" border="0" alt="www.totalleh.com - click to visit"></a>

Cat and train lovers
Reply
(23-05-2012, 09:51 AM)Joe_cn Wrote: Betul pernah saya memikirkan loket stasiun seperti RM siap saji "MCD" yang layarnya 2, jadi pesanan kita bisa terlihat langsung ke arah kita...
kalo sudah begitu kan enak, mau ngmg abis juga gmana?Ngakak

Maksimalkan situs kereta api, jadi display sisa tempat duduk bisa diakses juga dari situs tsb, agar mereka yang berdaerah jauh dari stasiun bisa melihat terlebih dahulu sisa tempat duduk, daripada mereka menyesal sampe stasiun tiket sudah habis....

Meskipun situs kereta api nggak maksimal kan bisa reservasi di agen2 resmi semacam Indoma**t & Alfam**t di dekat2 rumah kan, Om...?
Bagi saya nambah 7500 rupiah & dpt tiketnya masih fair ketimbang jauh2 ke stasiun, sampai sana tiket dibilang "habis" oleh petugas tiketnya. Xie Xie
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)