03-09-2012, 10:28 PM
"Bu, nanti kalo pulang dari Njombang, penjengan jangan beli karcis kereta api dari calo ya. Nanti penjengan mau balik ke Jakarta malah jadi rugi". "Loh kenapa", kata si ibu. Jawab saya, "sekarang kalo beli karcis kereta api identitas penumpang harus sesuai KTP penumpang yang berangkat bu. Kalo penjengan beli lewat calo berarti pake nama orang lain, bukan pake nama ibu, bapak dan anak ibu yang mau berangkat. Resikonya nanti di pintu masuk, penjengan bakal ditolak masuk, karcisnya angus"
Itulah percakapan saya dengan seorang ibu pemilik warung deket rumah saya beberapa minggu sebelum lebaran 2012. Setiap makan saya tanya, apa beliau sudah dapet karcis kereta keberangkatan dari Njombang, juga selalu saya ingatkan jangan beli dari calo.
Hari ini saat saya ketemu lagi pas makan di warung si ibu. Saya tanya, "kapan balik bu?" "Tgl 28 mas", kata si ibu. Dari obrolan kita, ternyata si ibu ini mengalami kerugian kira2 500rb karena karcis KA. Gaya Baru Malam Selatan yg beliau beli dari calo di Setasiun Njombang ditolak oleh penjaga pintu masuk.
Diceritakan bahwa si ibu sempat diinterogasi di ruang Kepala Setasiun. Si ibu pun terpaksa berbohong saat interogasi. Kata si ibu kepada saya, saat diinterogasi dia bilang "saya bilangnya, saya nitip dibelikan sama sodara tapi saya lupa kasih KTP"
Akhirnya diberi kebijakan bahwa tiket si ibu boleh ditukar. Begitulah bahasa yang dipergunakan petugas di Setasiun Njombang. Ditukar dalam prakteknya maksudnya adalah beli karcis baru untuk KA. yang sama untuk keberangkatan hari itu juga.
500 ribu terbuang percuma. Saya cuma bisa menarik napas panjang. Apa mau dikata, setidaknya saya sudah menjalankan kewajiban saya sebagai RF untuk memberitahu.
Katanya si ibu sih, calo ini adalah oknum petugas parkir di Setasiun Njombang, tapi mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya ya. Bukan mau melindungi calonya, tapi ini kewenangan daripada PT KA yang berhak mengetahui identitas calo tersebut.
Itulah percakapan saya dengan seorang ibu pemilik warung deket rumah saya beberapa minggu sebelum lebaran 2012. Setiap makan saya tanya, apa beliau sudah dapet karcis kereta keberangkatan dari Njombang, juga selalu saya ingatkan jangan beli dari calo.
Hari ini saat saya ketemu lagi pas makan di warung si ibu. Saya tanya, "kapan balik bu?" "Tgl 28 mas", kata si ibu. Dari obrolan kita, ternyata si ibu ini mengalami kerugian kira2 500rb karena karcis KA. Gaya Baru Malam Selatan yg beliau beli dari calo di Setasiun Njombang ditolak oleh penjaga pintu masuk.
Diceritakan bahwa si ibu sempat diinterogasi di ruang Kepala Setasiun. Si ibu pun terpaksa berbohong saat interogasi. Kata si ibu kepada saya, saat diinterogasi dia bilang "saya bilangnya, saya nitip dibelikan sama sodara tapi saya lupa kasih KTP"
Akhirnya diberi kebijakan bahwa tiket si ibu boleh ditukar. Begitulah bahasa yang dipergunakan petugas di Setasiun Njombang. Ditukar dalam prakteknya maksudnya adalah beli karcis baru untuk KA. yang sama untuk keberangkatan hari itu juga.
500 ribu terbuang percuma. Saya cuma bisa menarik napas panjang. Apa mau dikata, setidaknya saya sudah menjalankan kewajiban saya sebagai RF untuk memberitahu.
Katanya si ibu sih, calo ini adalah oknum petugas parkir di Setasiun Njombang, tapi mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya ya. Bukan mau melindungi calonya, tapi ini kewenangan daripada PT KA yang berhak mengetahui identitas calo tersebut.
![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.






![[Image: 9544964954_75d165f289_z.jpg]](http://farm4.staticflickr.com/3700/9544964954_75d165f289_z.jpg)


