Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jejak2 Lori Misterius di Dau, Malang
#11
vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

bad_boy Wrote:Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.

stasiunkastephanie Wrote:Udah pernah ke daerah Batu belum? Apa cuman lewat jalan raya utamanya aja? Coba deh ente sekali2 treking ke Batu lewat jalan pintas Polsek Junrejo/Kantor Camat Junrejo, lihat deh gradien/kemiringannya, akan terlihat bahwa kemiringan tanah Dau-Batu hampir setara dg jalur CPD daop II BD, cuman yg ini gradiennya lebih rendah. Dg demikian, sangat mungkin membangun jalur KA di lintas ini, cuman yg jadi masalahnya utamanya adalah referensi ttg rel KA/lori yg menuju ke Dau ini sangat sedikit. Nah kalo soal rumah yg ada plang aset PT KA itu ada di Batu plus rel KAnya, berarti harusnya sepanjang jalur Malang-Batu pasti juga ditemukan plang yg sama. Pertanyaannya: kenapa di tempat lain belum ditemukan plang aset PT KA? Berarti mungkin rumah berplang aset itu bekas rumah pejabat SS di masa silam. (ingat, Batu sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai daerah wisata & perkebunan, makanya mungkin aja ada bekas rel di sekitaran Batu) CMIIW. Xie Xie

jeremiah I.H Wrote:Yang lalu pas lebaran ke batu sempat liat tanah kosong milik berplang PT.KA,trus agak di tengah kotanya(ga jauh dr hotel kartika) ada rumah kuno milik PT.KA,mungkin eks.rumah pegawai SS.
Tapi kalo diliat2 rasanya ga ada tanda2 dulu ada jalur KA di Batu.

stasiunkastephanie Wrote:Kalo rumah mungkin iya, mungkin dulu bekas rumah pegawai/pejabat SS, tapi kalo tanah kosong? Apalagi sudah 3 titik ditemukan plang aset PT KA di Batu. Berarti paling gak harusnya ada bekas rel KA ke Batu, cuman ya itu tadi, nyari jejaknya belum ketemu, referensi sangaaaa....tt... minim, deelel, pokoknya komplet dah masalahnya. Bethe

Saya bilang tidak ada rel KA di batu, baik itu gauge sempit atau 1067 mm, itu karena saya berpatokan pada peta lama saja. Ini peta pertama tahun 1938 yang saya post, diambil dari maps.kit.nl, menunjukkan Malang dan jalur2 KA di sekitarnya. Dapat dilihat bahwa jalur decauville Sf. Kebon Agoeng tidak sampe ke Batu, cuma ke Utara Kota Malang saja.

[spoiler="Peta Malang Utara tahun 1938 beserta jalur2 Kanya."][Image: 8257594689_e7d776a9ab_z.jpg][/spoiler]


[spoiler="Peta Batu tahun 1938"][Image: 8257595427_b57bd7de02_z.jpg][/spoiler]


Tuuuuhh kan? Mangkanya saya berani bilang kalo di Batu itu tidak ada jalur KAnya. Kalau melihat foto2 stephanie itu menurut saya ya semacam mess nginep pegawai2 KA jaman dulu (CMIIW).

Kalau masih tidak percaya link peta penuhnya ada dimarih.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply
#12
(10-12-2012, 01:47 AM)bad_boy Wrote:
vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

bad_boy Wrote:Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.

stasiunkastephanie Wrote:Udah pernah ke daerah Batu belum? Apa cuman lewat jalan raya utamanya aja? Coba deh ente sekali2 treking ke Batu lewat jalan pintas Polsek Junrejo/Kantor Camat Junrejo, lihat deh gradien/kemiringannya, akan terlihat bahwa kemiringan tanah Dau-Batu hampir setara dg jalur CPD daop II BD, cuman yg ini gradiennya lebih rendah. Dg demikian, sangat mungkin membangun jalur KA di lintas ini, cuman yg jadi masalahnya utamanya adalah referensi ttg rel KA/lori yg menuju ke Dau ini sangat sedikit. Nah kalo soal rumah yg ada plang aset PT KA itu ada di Batu plus rel KAnya, berarti harusnya sepanjang jalur Malang-Batu pasti juga ditemukan plang yg sama. Pertanyaannya: kenapa di tempat lain belum ditemukan plang aset PT KA? Berarti mungkin rumah berplang aset itu bekas rumah pejabat SS di masa silam. (ingat, Batu sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai daerah wisata & perkebunan, makanya mungkin aja ada bekas rel di sekitaran Batu) CMIIW. Xie Xie

jeremiah I.H Wrote:Yang lalu pas lebaran ke batu sempat liat tanah kosong milik berplang PT.KA,trus agak di tengah kotanya(ga jauh dr hotel kartika) ada rumah kuno milik PT.KA,mungkin eks.rumah pegawai SS.
Tapi kalo diliat2 rasanya ga ada tanda2 dulu ada jalur KA di Batu.

Saya bilang tidak ada rel KA di batu, baik itu gauge sempit atau 1067 mm, itu karena saya berpatokan pada peta lama saja. Ini peta pertama tahun 1938 yang saya post, diambil dari maps.kit.nl, menunjukkan Malang dan jalur2 KA di sekitarnya. Dapat dilihat bahwa jalur decauville Sf. Kebon Agoeng tidak sampe ke Batu, cuma ke Utara Kota Malang saja.

[spoiler="Peta Malang Utara tahun 1938 beserta jalur2 Kanya."][Image: 8257594689_e7d776a9ab_z.jpg][/spoiler]


[spoiler="Peta Batu tahun 1938"][Image: 8257595427_b57bd7de02_z.jpg][/spoiler]


Tuuuuhh kan? Mangkanya saya berani bilang kalo di Batu itu tidak ada jalur KAnya. Kalau melihat foto2 stephanie itu menurut saya ya semacam mess nginep pegawai2 KA jaman dulu (CMIIW).

Kalau masih tidak percaya link peta penuhnya ada dimarih.

Memang, jika kita berpatok pada plang aset PT KA & peta jadul, rasanya gak mungkin ada jalur KA di Batu. Tapi jika kita hubungkan dg misi Belanda untuk mengeruk hasil bumi kita, maka saya bilang sangat mungkin rel di Batu dibangun. Pertanyaannya: kenapa tidak ada jalur Malang-Batu pada peta 1938-1939? Dugaan saya, karena pada tahun itulah rencana kompleks stasiun Batu (yg ada di foto saya) mulai dibangun beserta pondasi jembatan seperti foto di atas. Tau dari mana kalo itu rencananya buat stasiun, bukan buat mess pegawai SS/MlSM? Jawabannya: kalo Anda jeli melihat sekitar kompleks tsb., Anda akan menemukan rel di pinggir jalan raya itu, & di sekitar bangunan buntung itu ternyata ada semacam pondasi untuk peron. Pertanyaannya, kenapa pembangunannya berhenti hanya di sekitaran kompleks itu saja? Ada 3 kemungkinan alasan mengenai hal itu:
1. Masalah medan yg tidak cocok untuk dibangun jalur KA. Tapi alasan ini kurang masuk akal, mengingat maskapai KA Belanda kelas spoorweg dikenal mampu melibas medan yg paling curam sekalipun, bahkan kemiringan lintas Malang-Batu yg tercuram sekalipun masih di kisaran 25-33 permil, itu masih kalah dg kemiringan lintas Tagog Apu daop II. Kecuali kalo yg bangun maskapai sekelas stoomtram, baru alasan ini masuk akal.
2. Terjadi ketidaksepahaman antara pemerintah kolonial dg maskapai KA kolonial. Yg ini cukup mungkin, mengingat Batu sudah ditetapkan pemerintah kolonial Belanda hanya dibuat sebagai tempat peristirahatan & wisata, akan tetapi maskapai KA kolonial justru berniat membangun jalur KA dg alasan hasil perkebunannya sangat potensial sebagai komoditas dagang. Pemerintah kolonial menganggap, kalo ada jalur KA lintas Batu, dampaknya di kemudian hari Batu akan makin sesak & panas, mengingat kota yg sudah dibangun jalur KA malah makin pesat perkembangannya. Ketidaksepahaman inilah yg menyebabkan masalah yg makin panjang hingga terusirnya mereka oleh Jepang sehingga pembangunan jalur ini tidak pernah selesai.
3. Pada tahun itu, terjadi letusan Gunung Butak yg ada di dekatnya. Walaupun catatan internasional tidak mencatatkan bahwa gunung ini pernah meletus tahun 1939, akan tetapi dari catatan lokal & beberapa pejabat kompeni saat itu, Gunung Butak saat itu memang sedang meletus meskipun hanya letusan kecil & tidak menyebabkan bencana & korban jiwa di daerah Batu dst. Karena letusan gunung itulah, maka maskapai KA kompeni jadi takut untuk meneruskan pembangunan rel KA di daerah Batu, sehingga akhirnya terhenti pada pembangunan stasiunnya saja (itupun belum sepenuhnya jadi).
Jadi, kalo kita berpikir secara rasional, justru sangat mungkin jalur KA ke Batu bisa dibangun, akan tetapi karena bukti bekas2 peninggalannya hanya ditemukan di daerah Batu saja & tidak ditemukan sepanjang jalurnya, makanya jejak2 peninggalannya terkesan kontroversial.
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#13
woh....tiap hari jalan Malang-Batu, kantor di Batu, tapi jarang blusukan, jadi ga perhatian....mungkin pembangunan dihentikan?

coba nanti cari2 referensi juga.
[Image: 4465346396_1def117691_o.jpg]
Reply
#14
(09-12-2012, 05:30 PM)stasiunkastephanie Wrote: OK, dongeng kita lanjut lagi...Cup..Cup


Ternyata, plang ini dibangun di tanah kosong yg jadi kebun sayuran, & ternyata di situ juga ada bangunan tua yg kepotong separonya, dugaan saya dulunya itu bekas stasiun, kemungkinan stasiun Batu.
[spoiler=Bekas bangunan Belanda, diduga itu merupakan kompleks stasiun Batu (kalo bener)][Image: 8257518182_fdcedc98ab.jpg]
Bangunan Peninggalan Belanda (jangan2 bekas stasiun) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
[Image: 8256445671_6ec3464e55.jpg]
Tanah Kosong (apa bekas stasiun, ya) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr[/spoiler]


Selesai.

Kesimpulan: diduga kuat di Batu pernah ada jalur KA juga, cuman masih perlu ditelusuri apakah pada masa itu KA yg lewat berupa stoomtram atau spoorweg. Mungkin ada yg bisa bantu mencari referensi ttg jalur KA Malang-Batu ini? Ditunggu jawabannya, thx.Xie Xie

satu halaman dengan wisma Indrakila...yang memang milik PT KA jika kita berpatokan dengan planknya...
di foto yang kedua..bangunan putih genteng kecoklatan itu wisma/villa Indrakila...CMIIW
INDONESIA dan Soerabaia tidak akan pernah mati didalam hatiku

my pictures at http://www.flickr.com/photos/34328266@N07/


Visit us at LIMA MATA PHOTOGRAPHY
Reply
#15
[spoiler=Bekas bangunan Belanda, diduga itu merupakan kompleks stasiun Batu (kalo bener)][Image: 8257518182_fdcedc98ab.jpg][/spoiler]
Kalo diliat2 mengingatkan stasiun2 kecil milik MS(Gondanglegi,Bululawang,dsb) bahkan SS(Wonokerto,Blimbing,dsb) yg dibelah(hilang ruang tunggu). Coba bandingkan dng foto disini Jangan2 beneran stasiun.Itu jendela yg disampingnya kira2 apa ya?Bingung kalo bisa dibuka apa ada bekas loket(?)
Trnyata ini jalur KA(?) kalo diikuti ditarik garis bisa menghubungkn jalur MS di per3an Oro2 Dowo Malang(Toko Avia).Bisa jadi ini milik maskapai MS, untuk urusan tanjakan medannya kayaknya trem MS bisa melibas.

Ngomong2 disebelah mananya Batu ini letaknya.Soalnya plang aset PT.KA ada juga di per4an ujung selatan Jl.Hasanudin Batu dekat gerbang masuk wana wisata panderman yg berupa tanah kosong juga.
Trainz Art Picture - jual & terima order lukisan KA unik & berseni tinggi klik disini
Roda Tebang
Reply
#16
(11-12-2012, 05:50 PM)jeremiah I.H Wrote: [spoiler=Bekas bangunan Belanda, diduga itu merupakan kompleks stasiun Batu (kalo bener)][Image: 8257518182_fdcedc98ab.jpg][/spoiler]
Kalo diliat2 mengingatkan stasiun2 kecil milik MS(Gondanglegi,Bululawang,dsb) bahkan SS(Wonokerto,Blimbing,dsb) yg dibelah(hilang ruang tunggu). Coba bandingkan dng foto disini Jangan2 beneran stasiun.Itu jendela yg disampingnya kira2 apa ya?Bingung kalo bisa dibuka apa ada bekas loket(?)
Trnyata ini jalur KA(?) kalo diikuti ditarik garis bisa menghubungkn jalur MS di per3an Oro2 Dowo Malang(Toko Avia).Bisa jadi ini milik maskapai MS, untuk urusan tanjakan medannya kayaknya trem MS bisa melibas.

Ngomong2 disebelah mananya Batu ini letaknya.Soalnya plang aset PT.KA ada juga di per4an ujung selatan Jl.Hasanudin Batu dekat gerbang masuk wana wisata panderman yg berupa tanah kosong juga.

Yg di-bold:Ya yg situ sebutin ya itulah lokasinya, ada di per4an Jl. Hasanuddin Batu, dekat gapura Panderman di Pesanggrahan.

Saran untuk moderator: Sebaiknya judulnya diganti saja menjadi: "Kontroversi Jejak Perkeretaapian (KA/Lori) di Malang Barat-Batu", biar tidak keliatan rancu pembahasannya.Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#17
Batu tidak pernah ada ka. Yang ada rel pabrik gula kebon agung hanya sampai Dinoyo. Jalur MS tidak ada yang kesana. Jakur MS hanya dari Jagalan nyebrang alun2 terus lewat Kayutangan, celaket terus ke Utara sampai Singosari.,

setatiun Jagalan dulu bukan setatiun akhir. Ke Selatan ke kotalama, ke Utara ke Singosari. Thn 50an setatiun Jagalan rame banyak kereta uap mondar mandir.

jalur yang dari PG Kebonagung thn 60an juga rame sering kereta uap mondar mandir bawak tebu. Rumah ane dulu jln Simpang Ijen pas didepan rumah jalur PG yang kearah Blimbing. Siang2 pulang sekolah sering kelihatan ka uap bawak tebu.
Reply
#18
Kalau boleh kasih saran, teman - teman RF Malang bisa tanya ke bagian aset di Stasiun Malang. Saya rasa disana ada datanya tentang jalur ini,karena sudah ada papan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di temapt yang di diduga stasiun tadi...
Reply
#19
Di daerah, setidaknya landung sari, memang pernah ada jalur rel, tapi itu hanya rel lori pengangkut tebu PG Kebon Agung.
Jalur ini merupakan cabang dari PG Kebon Agung. Kita tahu, selepas PG Kebon Agung, rel yg ke arah utara bercabang, satu ke arah timur(Gadang), satunya lagi terus ke utara menyelusuri tepian jalan raya, menuju arah kota. Singkat kata, jalur rel sampai ke sisi barat GOR Pulosari. Setelah melewati GOR, rel bercabang, yg ke arah utara terus melalui Jl. Dempo, samping Jl. Jakarta (sekarang sdh diurug), dan berlanjut ke arah Griya Shanta dan Blimbing.
Cabang satunya lagi berbelok ke arah barat, memotong Jl. Surabaya, melintas di depan Kantor Pusat (lama) IKIP Malang (UM). Terus kearah utara, belok ke arah barat, sepanjang Jl. Veteran, Jl. Bend. Sigura-Gura, terus belok utara, melewati belakang IAIN (STAIN), depan pasar mertojoyo. Kira 500m selepas pasar Mertojoyo, rel bercabang(tepat sebelum masjid di ujung jalan). Yang satu terus ke utara, dan berakhir di Pasar Dinoyo lama (Mall sedang dibangun). Yg satu belok kearah barat, berbelok lagi ke arah utara. Tepat menuju Sekolah Perawat (dahulu ITP). Di depan kampus ini, rel belok ke arah barat, lewat depan UNITRI, menuju Landungsari melewati jembatan Kali Metro. Kira2 setahun yg lalu, bekas pondasi batu jembatan rel ini masih ada, atau mungkin sekarang masih ada, walaupun di atasnya sudah dibangun jembatan untuk jalan.
Cuma ini yg ada di benak saya........
Reply
#20
(09-12-2012, 02:30 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(08-12-2012, 07:20 PM)jeremiah I.H Wrote:
(08-12-2012, 04:11 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(05-12-2012, 02:53 AM)bad_boy Wrote: Saya setuju sama antonius_123 dan vanmoll, bahwa rel yang dipake untuk batangan jembatan itu rel eks decauville Sf. Kebon Agoeng. Dulu Sf. Kebon Agoeng relnya lewat tengah kota Malang dan ada yang belok ke Barat ke Blimbing soalnya wilayah afdeelingya (ladang tebu) berada di Barat kota Malang. Kalo sekarang yang kearah Utara Sf. Kebon Agoeng semuanya sudah jadi perkampungan padat.

vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.

Udah pernah ke daerah Batu belum? Apa cuman lewat jalan raya utamanya aja? Coba deh ente sekali2 treking ke Batu lewat jalan pintas Polsek Junrejo/Kantor Camat Junrejo, lihat deh gradien/kemiringannya, akan terlihat bahwa kemiringan tanah Dau-Batu hampir setara dg jalur CPD daop II BD, cuman yg ini gradiennya lebih rendah. Dg demikian, sangat mungkin membangun jalur KA di lintas ini, cuman yg jadi masalahnya utamanya adalah referensi ttg rel KA/lori yg menuju ke Dau ini sangat sedikit. Nah kalo soal rumah yg ada plang aset PT KA itu ada di Batu plus rel KAnya, berarti harusnya sepanjang jalur Malang-Batu pasti juga ditemukan plang yg sama. Pertanyaannya: kenapa di tempat lain belum ditemukan plang aset PT KA? Berarti mungkin rumah berplang aset itu bekas rumah pejabat SS di masa silam. (ingat, Batu sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai daerah wisata & perkebunan, makanya mungkin aja ada bekas rel di sekitaran Batu) CMIIW.Xie Xie

Yang lalu pas lebaran ke batu sempat liat tanah kosong milik berplang PT.KA,trus agak di tengah kotanya(ga jauh dr hotel kartika) ada rumah kuno milik PT.KA,mungkin eks.rumah pegawai SS.
Tapi kalo diliat2 rasanya ga ada tanda2 dulu ada jalur KA di Batu.

Kalo rumah mungkin iya, mungkin dulu bekas rumah pegawai/pejabat SS, tapi kalo tanah kosong? Apalagi sudah 3 titik ditemukan plang aset PT KA di Batu. Berarti paling gak harusnya ada bekas rel KA ke Batu, cuman ya itu tadi, nyari jejaknya belum ketemu, referensi sangaaaa....tt... minim, deelel, pokoknya komplet dah masalahnya.Bethe

(09-12-2012, 02:30 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(08-12-2012, 07:20 PM)jeremiah I.H Wrote:
(08-12-2012, 04:11 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(05-12-2012, 02:53 AM)bad_boy Wrote: Saya setuju sama antonius_123 dan vanmoll, bahwa rel yang dipake untuk batangan jembatan itu rel eks decauville Sf. Kebon Agoeng. Dulu Sf. Kebon Agoeng relnya lewat tengah kota Malang dan ada yang belok ke Barat ke Blimbing soalnya wilayah afdeelingya (ladang tebu) berada di Barat kota Malang. Kalo sekarang yang kearah Utara Sf. Kebon Agoeng semuanya sudah jadi perkampungan padat.

vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.

Udah pernah ke daerah Batu belum? Apa cuman lewat jalan raya utamanya aja? Coba deh ente sekali2 treking ke Batu lewat jalan pintas Polsek Junrejo/Kantor Camat Junrejo, lihat deh gradien/kemiringannya, akan terlihat bahwa kemiringan tanah Dau-Batu hampir setara dg jalur CPD daop II BD, cuman yg ini gradiennya lebih rendah. Dg demikian, sangat mungkin membangun jalur KA di lintas ini, cuman yg jadi masalahnya utamanya adalah referensi ttg rel KA/lori yg menuju ke Dau ini sangat sedikit. Nah kalo soal rumah yg ada plang aset PT KA itu ada di Batu plus rel KAnya, berarti harusnya sepanjang jalur Malang-Batu pasti juga ditemukan plang yg sama. Pertanyaannya: kenapa di tempat lain belum ditemukan plang aset PT KA? Berarti mungkin rumah berplang aset itu bekas rumah pejabat SS di masa silam. (ingat, Batu sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai daerah wisata & perkebunan, makanya mungkin aja ada bekas rel di sekitaran Batu) CMIIW.Xie Xie

Yang lalu pas lebaran ke batu sempat liat tanah kosong milik berplang PT.KA,trus agak di tengah kotanya(ga jauh dr hotel kartika) ada rumah kuno milik PT.KA,mungkin eks.rumah pegawai SS.
Tapi kalo diliat2 rasanya ga ada tanda2 dulu ada jalur KA di Batu.

Kalo rumah mungkin iya, mungkin dulu bekas rumah pegawai/pejabat SS, tapi kalo tanah kosong? Apalagi sudah 3 titik ditemukan plang aset PT KA di Batu. Berarti paling gak harusnya ada bekas rel KA ke Batu, cuman ya itu tadi, nyari jejaknya belum ketemu, referensi sangaaaa....tt... minim, deelel, pokoknya komplet dah masalahnya.Bethe
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)