Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
Monorel Buatan Dalam Negeri HeranHeran
BEKASI, KOMPAS.com - Monorel yang akan menjadi moda transportasi perkotaan, telah bisa dibuat di dalam negeri. Namun untuk menguji ketahanan dan kualitas monorel, dibutuhkan trek untuk uji coba dan standar nasional. Untuk itu pemerintah diminta segera menyiapkan semua keperluan tersebut.

Kusnan Nuryadi, Presiden Direktur PT Melu Bangun Wiweka (MBW), yang telah membuat monorel di bengkelnya di kawasan Cibitung, Bekasi, mengatakan, monorel buatannya ini telah memakai komponen lokal sebanyak 80 persen. Komponen yang masih impor adalah motor dan traksi.

Kapasitas monorel ini bisa sepanjang enam gerbong dan mengangkut 768 penumpang dengan konsumsi listrik 1.080 kilowatt. ”Biaya pembangunan monorel ini, termasuk infrastruktur sebesar Rp 150 miliar per kilometer,” kata Kusnan.

Namun monorel buatannya ini masih perlu diujicobakan keandalannya. Untuk itu dibutuhkan trek sepanjang dua kilometer dengan lintasan lurus sepanjang minimal 600 meter.

”Kami memiliki lahan yang cukup luas, namun tidak cukup panjang untuk lintasan lurus 600 meter,” kata Kusnan dalam paparannya di bengkel kerjanya, di Cibitung, Bekasi, Senin (11/2/2013).

Hadir dalam pemaparan itu Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A Iskandar. Selain itu hadir pula Masyarakat Transportasi Indonesia dan pengamat transportasi lainnya.

Menanggapi pemaparan Kusnan, Bambang Susantono mengatakan, telah menerima dua proposal untuk pembuatan monorel. ”Akan segera dibuat standar agar keamanan dan ketahanan moda angkutan ini. Namun kami masih memerlukan waktu untuk pembuatan peraturan dan standar itu. Mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan,” kata Bambang.

Sementara itu, Alex Retraubun mengungkapkan kegembiraannya karena produk MBW memakai 80 persen produk lokal. Diharapkan, semua produk yang dipakai memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). ”Demikian juga dengan monorelnya. SNI akan menjadi proteksi terhadap pemakainya,” tegas Alex.

Marzan mengatakan, BPPT telah memikirkan hal ini dan telah menyiapkan trek untuk uji coba monorel. ”Kami punya lahan yang sangat luas di Serpong. Sekarang sedang disiapkan. Trek uji coba ini penting karena monorel akan dipakai di banyak tempat di Indonesia,” kata Marzan

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengatakan, telah ada tujuh proposal pembuatan monorel, yakni pembuatan monorel di Jakarta (3 rute), Bandung, Palembang, Makassar, Tangerang.

”Palembang sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Korea,” kata Tundjung.

Menurut Tundjung, monorel bisa berkembang baik asalkan ditempatkan di kawasan-kawasan yang tepat dan tidak tumpang tindih dengan moda transportasi massal lainnya. ”Saat ini konsorsium badan usaha milik negara akan membangun monorel Bekasi Timur-Cawang dan Cibubur-Cawang serta Cawang-Kuningan. Jalur-jalur itu tidak akan bertumpuk dengan MRT dan justru ke depannya akan dibuat terintegrasi,” kata Tundjung.

Dalam pemaparan itu juga diujicobakan sebuah gerbong monorel yang sudah selesai dibuat. Monorel itu bisa bergerak maju mundur, dilengkapi pendingin udara, dan mampu mengangkut 128 penumpang.

Konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Adhi Karya Tbk, PT Telkom Indonesia Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Len, dan PT INKA, menganggarkan Rp 8,4 triliun untuk tiga rute monorel. Dana itu akan menggunakan dana sendiri sebanyak 30 persen dan 70 persen dari bank BUMN. ”Tarif kami akan sekitar Rp 10.000-Rp 15.000,” kata Kiswo Darmawan, Direktur Utama Adhi Karya.

"Sumber Berita"

[Spoiler=Pekerja tengah mengecek prototipe monorel milik PT MBW di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/2/2013). Monorel tersebut diharapkan bisa menjadi moda transportasi masyarakat Jakarta.]

[Image: 0729238-monorel-jakarta-620X310.JPG][/Spoiler]

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/20...2/07320267

UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Reply
dari http://news.detik.com/comment/2013/02/16...ang-bagasi

Jakarta - - Seorang penumpang KRL, Hasvita Nora (25) terkejut saat menaiki KRL jurusan Kota-Depok, dirinya diminta uang lebih oleh petugas KAI. Hanya karena membawa sebuah barang seukuran kardus mie instan, Hasvita harus membayar biaya untuk kelebihan barang sebesar Rp 50 ribu.

"Baru kali ini kejadiannya. Saya sudah sering KRL, tapi nggak pernah kayak ini diminta uang kelebihan barang. Padahal barangnya mau saya taruh di atas," ujar Hasvita saat menuturkannya kepada detikcom, Sabtu (16/2/2013).

Hasvita menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu dirinya baru saja belanja bunga di kawasan Kota. Agar tidak rusak, bunga itu dia kemas dalam kardus seukuran kardus mie instan. Selesai berbelanja, Hasvita lalu pergi membeli tiket KRL di stasiun Kota.

Tidak ada yang aneh dengan pelayanan KRL, karena dia sudah biasa menggunakan jasa angkutan massal ini. Namun keanehan terjadi saat KRL sudah melaju dari stasiun Kota, tiba-tiba 3 petugas KAI menghampiri Hasvita yang duduk di gerbong 4. Tidak banyak penumpang saat itu.

"Saya yakin mereka adalah petugas, karena berpakaian seragam biru dongker, pakai penutup kepala seperti helm warna putih, dan bersepatu seperti sepatu provost. Mereka tanya ini barang siapa. Saya bilang ini punya saya. Katanya saya harus bayar 50 ribu, karena kelebihan barang," tutur Hasvita.

Hasvita sempat menolak. Namun oknum petugas itu menyebut jika sudah ada peraturannya. "Kata dia, kalau mbak nggak setuju, mba turun," ungkap Hasvita.

Setelah membayar dengan terpaksa, ketiga oknum petugas itu lalu pergi menuju gerbong lainnya.

Anehnya menurut Hasvita, hanya dirinya yang diperiksa tiket dan diminta uang lebih barena membawa barang. Sementara penumpang lainnya di gerbong yang sama tidak dimintakan. Bahkan ada yang membawa barang lebih banyak dari dirinya.

"Saya nggak tahu apakah ini resmi atau bukan. Karena pas beli tiket, kok saya nggak dikasih tahu petugas," ujar karyawati swasta ini.

Sementara itu Kepala Humas KAI Mateta yang dikonfirmasi mempersilakan menghubungi Humas Daops I.

(rmd/ndr)
<a target='_blank' title='ImageShack - Image And Video Hosting' href='http://imageshack.us/photo/my-images/513/signatureduw.jpg/'><img src='http://img513.imageshack.us/img513/5100/signatureduw.jpg' border='0'/></a>

Reply
Pemkab Bekasi Bangun Stasiun Kereta Baru Rp 16 Miliar

Feby Dwi Sutianto - detikfinance

Jakarta - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menandatangani kesepakatan pembangunan stasiun kereta di Desa Telaga Murni, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Pembangunan stasiun Telaga Murni dimulai tahun ini. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengungkapkan, pembangunan stasiun Rp 16 miliar ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pengguna jasa kereta api yang melalui lintasan Jakarta-Cikampek.

"Selain itu, pembangunan stasiun ini untuk menyediakan transportasi KA bagi masyarakat perumahan di wilayah Telaga Murni untuk memobilisasi dari Bekasi ke Jakarta atau sebaliknya. Dengan demikian, masyarakat akan beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi KA," tutur Neneng saat penandatanganan kesepakatan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (18/2/2013).

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tata Ruang Pemerintah Kabupaten Bekasi Jamary Tarigan mengatakan, bekerjasama pembangunan stasiun ini juga dilakukan dengan menggaet delapan pengembang, termasuk untuk pendanaan.

"Para pengembang berkontribusi untuk membangun, termasuk penyediaan lahan," kata Jamary.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mendukung pembangunan stasiun tersebut tanpa public service obligation (PSO) atau subsidi dari pemerintah.

Tundjung menyatakan, saat ini pemerintah sedang membangun 'double track' antara Stasiun Manggarai-Stasiun Cikarang. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kapasitas melalui pemisahan lalu lintas kereta api antar kota dan kereta api perkotaan Jabodetabek.

"Proyek ini diharapkan mampu bersinergi dengan pengembangan kawasan di Kabupaten Bekasi," kata Tundjung.

sumber
------

MoU Pembangunan Stasiun Telaga Murni Bekasi Ditandatangani

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat segera akan membangun stasiun kereta api di lintasan Jakarta- Cikampek, yakni antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang, tepatnya di Desa Telaga Murni, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan dilakukan oleh delapan pengembang perumahan di wilayah Bekasi dengan biaya sekitar Rp16 miliar .

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tunjung Inderawan, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, dan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan, di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (18/2).

“Ditjen Perkeretaapian akan memberikan bimbingan teknis yang dibutuhkan dalam pembangunan, memberikan perizinan dan persetujuan yang dibutuhkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Tundjung Inderawan.

Bertindak sebagai operator adalah PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sedangkan Pemkab Bekasi bertanggung jawab dalam penyediaan lahan dan pembangunan serta penyediaan dokumen serta data dan informasi untuk mendukung kesepakatan bersama tersebut.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengatakan, rencana awal pembangunan stasiun tersebut bermula dari usulan masyarakat yang kemudian disetujui oleh pemerintah setempat. Usulan itu diteruskan ke Kementerian Perhubungan yang juga menyambut baik rencana itu sampai akhirnya pembangunan stasiun baru itu ditetapkan dalam Perda. Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi perlu menyediakan pelayanan transportasi maksimal kepada masyarakat karena meningkatnya jumlah penduduk dan mobilisasi masyarakat Bekasi dari dan ke Jakarta,” kata Neneng.

Ia berharap, dalam kurun waktu satu tahun ke depan pembangunan stasiun bisa rampung dan warga bisa menikmati langsung akses kereta api tanpa terlebih dulu ke Cikarang atau Lemahabang. Adapun salah satu pengembang perumahan yang berkomitmen membangun stasiun tersebut adealah PT Metropolitan Land Tbk.

“Dengan adanya stasiun baru ini mempermudah masyarakat Bekasi menjangkau fasilitas kereta api,” kata Neneng. (Fauzi)

sumber
693-5073-893-673
Reply
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
http://www.bisnis.com/articles/angkutan-...oldstorage

JAKARTA--Mulai bulan ini PT Kereta Api Indonesia (KA) menyiapkan gerbong khusus yang dilengkapi pendingin untuk mengangkut daging sapi dari sentra produksi ke daerah distribusi Jakarta.

Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro di Jakarta mengatakan peternak mendistribusikan pasokan ke Jakarta sudah berbentuk daging sapi beku.

"PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan gerbong khusus untuk mengangkut daging beku menggunakan 'coldstorage' (pendingin berkapasitas 20 ton)," tuturnya, Jumat (1/3) sore.

Di sela-sela acara Gelar Teknologi Sarjana Membangun Desa (SMD), Syukur mengatakan biaya angkut yang dibebankan ke peternak sebesar Rp300 per kg. "Saya rasa, biaya sebesar itu masih relevan"

Dia menjelaskan daging sapi beku yang diangkut diambil dari daerah sentra produsen seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Keuntungan menggunakan transportasi kereta api, lanjutnya, membuat standar mutu daging sapi tetap terjaga.

Menurut Syukur, selama ini belantik atau pedagang ternak mengirimkan sapi hidup menggunakan truk ke Jakarta yang lamanya waktu tempuh tidak jarang membuat sapi menjadi stres dan sakit. “Selain itu biaya distribusinya juga lebih mahal.”

Selain kereta api, lanjutnya, pengangkutan daging sapi beku juga akan menggunakan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dengan kapasitas angkut setiap penerbangan mencapai 3 ton. (Antara/if)

apa skrg udh ada penampakan gerbong nya?????
Reply
Persoalan Kereta ber-pendingin udara,Pak Dirut mau cuap2 nih..

Bos KAI "Curhat" Kondisi Kereta


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Ignasius Jonan mengatakan keprihatinannya terhadap kondisi kereta api jarak jauh di Indonesia. Sejak Indonesia merdeka 68 tahun yang lalu, kereta api jarak jauh khususnya jenis ekonomi tetap tidak memakai pendingin udara atau air conditioner (AC).

"Ini tidak kreatif, masa kereta api kita sejak 68 tahun sudah merdeka, tetap tidak memakai AC," kata Jonan saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (4/3/2013).

Jonan mengaku ingin meningkatkan pelayanan kualitas kereta api jarak jauh tersebut. Sampai saat ini, pihaknya menganggap hanya mengurus masalah tersebut sendiri. Padahal sesuai Peraturan Presiden nomor 53/2012 pasal 27 ayat 3 dikemukakan bahwa biaya untuk investasi di kereta api dibiayai terlebih dahulu oleh PT Kereta Api Indonesia dan menjadi kewajiban pemerintah.

Namun hingga saat ini, dana tersebut tidak pernah dicairkan ke perseroan. "Sampai saat ini, kami tidak pernah mendapat dana operasional dari negara. Ini semua kami biayai sendiri," tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, perseroan memilih untuk membebankan biaya operasional kepada penumpang. Contohnya yaitu menaikkan tarif tiket commuter line di Jabodetabek dari semula Rp 6.000 menjadi Rp 8.000. Sementara kereta api ekonomi naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 2.000 per sekali jalan. "Sebab, tarif ini sudah tidak naik sejak 12 tahun lalu," katanya.

Sementara untuk tiket kereta jarak jauh antar kota antarprovinsi, harganya tergantung jarak dan tetap tidak memakai pendingin udara (AC). Jonan mengatakan hal tersebut karena ketiadaan dana operasional untuk menambah AC tersebut di kereta.

"Sekarang 60-70 persen kereta sudah pakai AC. Tahun ini semua armada kereta akan dipasang AC, dengan atau tanpa anggaran dari negara," jelasnya.

Koresponden : Didik Purwanto Editor :Erlangga Djumena

DIMARIH
693-5073-893-673
Reply
DIrjen perkeretaapian mengusulkan kebutuhan anggaran penyelenggaraan perawatan dan pengoperasiaan prasarana perkeretaapian TA. 2013 kepada pemerintah sebesar RP. 1.712.351.451.000.

bisa cair ga y...
Reply
(07-03-2013, 05:59 PM)PAYWTS Wrote: DIrjen perkeretaapian mengusulkan kebutuhan anggaran penyelenggaraan perawatan dan pengoperasiaan prasarana perkeretaapian TA. 2013 kepada pemerintah sebesar RP. 1.712.351.451.000.

bisa cair ga y...

padahal untuk transportasi masal ini termasuk murah lho.
saya lebih ikhlas BBM dinaikin, daripada tuh subsidi kebakar di jalanan, lebih baik buat angkutan masal untuk kereta ini.
1triliun angka yg kecil untuk transportasi masal.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Tadi saya lihat di running text tvone : "PT. Kereta Api Indonesia (Persero) STOP OPERASIONAL LOKOMOTIF UAP DI AMBARAWA MULAI 1 APRIL" benarkah demikian? Sedih
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)