Posts: 377
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
0
DAHLAN MARAHI JONAN LAGI....meski beberapa kali diminta oleh Menteri BUMN, agar menjaga ucapan dan sikap, tampaknya masih belum mengubah sikap Jonan untuk ukuran seoarang pejabat. Dalam sebuah rapat, Menteri BUMN tanya soal perkembangan pembenahan KRL . Dahlan pertama tanya setiap tahun KAI bisa impor gerbong kereta api bekas dari Jepang berapa (jonan pilih impor kereta bekas dari Jepang karena harga buatan PT Inka lebih mahal) ? Jonan dengan lantang menjawab, "setiap tahun 180 gerbong pak. ini mulai tahun 2012 , jadi kalau dihitung sampai rencana tahun 1400 gerbong tambahnya pak," kata Jonan. Dahlan manggut sambil menjawab, " ohh cukup banyak, tapi saya rasa itu masih kurang, " mendengar jawaban Dahlan yg meminta terus ditambah gerbong KRL-nya, Jonan menyahuti lagi " Ya mau ditambah berapapun kurang pak. Karcisnya murah, coba karcis diterapkan Bogor _jakarta Rp 50 ribu nanati pasti gak ada yg naik kereta Api,"...mendengar jawaban yg seperti itu wajah Dahlan sudah mulai mengernyit"....lantas Jonan pun mengusulkan kenaikkan tarif namun Dahlan diam saja...kemudian Jonan cerita dia sudah ke DPR dan Menteri Perhubungan, bahwa nanti pemerintah tdk subsidi lagi, karena akan diterapkan tarif mahal, sedangakn untuk rakyat miskin akan diterapakan karcis khusus, dahlan hanya manggut-manggut, sambil mengatakan, " subsidi itu meang harus pada orangnya , bukan papada perusahaannya"....lantas Dahlan menayakan soal instruksi agar semua KRL Jabodetabek dipasangi WIFI..." ohh sudah pak.." jawan Jonan..." Sudah semua?" tanya Dahlan.." oh ya belum semua pak, tapi sebentar lagi akan semua pak," jawab Jonan ..selanjutnya Dahlan pesan berbagai hal yg berkait dengan pembenahan KRL..terus Dahlan tanya tarif Bogor_ jakarta , Jonan jawab Rp 9 ribu. ..tiba-tiba Jonan nyambung..." Wong karcis Rp 9 ribu aja lho kok minta macam-macam"....dahaln langsung menatap tajam Jonan .."Anda tidak boleh menatakan seperti itu<' ujar Dahlan sambil nahan amarah...eh Jonan sepertinya belum tau kalau Dahlan marah ..sambil berdiri selesai rapt ngomong lagi.."Wong tarif 9 ribu kok minta enak" ..kemarahan Dahlan mulai tak terbendung .."Anda tidak boleh bicara seperti itu," wajah Dahlan pun nampak gusar , beberapa direksi BUMN lain yg ikut rapat saling pandang....saat rapat selsai dan semua salaman, dengan muka dingin Dahlan mengulang lagi pesannya ke Jonan .." Jangan pernah ngomong seperti itu. Tidak pantas untuk rakyat yg masih susah," dahlan pun langsung pergi dng memebawa kejengkelan.....
Sumber : staf Menteri BUMN
Posts: 553
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
14
nah lalu pak Jonan bilang apalagi om setelah dibilangin gitu?
Apa diem aja?
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...
Posts: 377
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
0
(17-03-2013, 07:53 PM)sonyazis Wrote: nah lalu pak Jonan bilang apalagi om setelah dibilangin gitu?
Apa diem aja?
Diem aja, kayaknya beliau gak nyadar kalau pak DI itu bener2 marah...
Posts: 465
Threads: 0
Joined: Jan 2013
Reputation:
4
pak menteri bisa marah juga dan akhirnya jonan kena semprot  jangan2 nantinya bakal dicopot oleh pak Dahlan, ini cuman bercanda loh yah
Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(17-03-2013, 09:01 PM)Achmad BD Wrote: pak menteri bisa marah juga dan akhirnya jonan kena semprot jangan2 nantinya bakal dicopot oleh pak Dahlan, ini cuman bercanda loh yah 
Untung Bukan Ahok, kalau Ahok yang jadi Mentri/ Wapres dalam hitungan jam bisa Sport jantung dirutnya
bahkan bilang "SAYA MINTA,SETIAP SEN(1 Rupiah)! BAPAK BERTANGGUNGJAWAB atas Kesejahteraan Nirlaba+ Pelayanan Penumpang atau cara kedua saya pakai gelontorkan PSO 9 T TAPI SELURUH STAFF SAYA COPOT!
coba aja macam2 sama rakyat, mau tembak saya OK Saja kapan lagi.
Posts: 444
Threads: 0
Joined: Nov 2012
Reputation:
12
"Wong tarif 9 ribu kok minta enak"
kalo ga salah , Pa Dahlan kan pengguna KRL juga mana enak dibilang gitu ya...
"Dahlan Iskan Naik KRL Ekonomi ke Sidang Kabinet di Bogor"
Sumber detik.com
Posts: 406
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
3
Meskipun Mr Dirut KA ngomong ga ngenakin, tapi apa yang dikatakan ada benarnya juga.
Dia baru bisa dicela kalau misalnya infrastruktur perkeretaapian yang sudah maju dan memadai, dan dia bilang "murah kok mau enak". Pantaslah kalau dia dimaki2 oleh para pengguna
Tetapi dengan keadaan seperti ini, dengan kondisi sekarang yang sudah anda ketahui masih kurang, ya bagaimana lagi. Misalnya anda mengendarai sebuah mobil, kemudian para penumpang yang rewel memaksa anda untuk mengendarai layaknya pembalap dengan kecepatan tinggi, dengan tetap membuat mereka aman dan nyaman, permasalahannya adalah, anda sedang mengendarai mobil yang tidak beratap, bermesin kurang prima, dan bannya kempes, meskipun anda sudah memiliki keahlian sebagai pembalap. Itulah yang dialami oleh PT KA sekarang ini jika saya nilai.
Jadi saya rasa untuk masalah sopan santun Mr Dirut, DI sudah tepat, tetapi untuk masalah bisnis, kurang tepat...
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(17-03-2013, 09:40 PM)ardial Wrote:
Untung Bukan Ahok, kalau Ahok yang jadi Mentri/ Wapres dalam hitungan jam bisa Sport jantung dirutnya
bahkan bilang "SAYA MINTA,SETIAP SEN(1 Rupiah)! BAPAK BERTANGGUNGJAWAB atas Kesejahteraan Nirlaba+ Pelayanan Penumpang atau cara kedua saya pakai gelontorkan PSO 9 T TAPI SELURUH STAFF SAYA COPOT!
coba aja macam2 sama rakyat, mau tembak saya OK Saja kapan lagi.
 
Kalo Ahok jd Menteri BUMN, paling2 sama IJ diajak ngobrol layaknya di pasar Glodog, Kang...
IJ bilang, "Haiya..., loe olang nggak tau apa pelusahaan gw kayak apa...? Udah dijempet sana dijempet sini, tarif pingine mulah full selvis...."
Posts: 444
Threads: 0
Joined: Nov 2012
Reputation:
12
Permasalahan dari perbincangan di atas juga ada pada perbedaan pola pikir antara orang perbankan/ekonomi dengan orang teknik, satu sisi berbicara tentang untung/rugi perusahaan disisi lain berbicara pengembangan industri KA dalam negeri dan jg rakyat pengguna KA yang ke depannya dapat memajukan pertumbuhan ekonomi secara global berkat moda transportasi ini.
Dan inilah Indonesia yg kita cintai  .
Bhineka Tunggal Ika
Berbeda-beda tp tetap satu jua
Posts: 406
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
3
(17-03-2013, 11:01 PM)ayoenx_mtr-selatan Wrote: Permasalahan dari perbincangan di atas juga ada pada perbedaan pola pikir antara orang perbankan/ekonomi dengan orang teknik, satu sisi berbicara tentang untung/rugi perusahaan disisi lain berbicara pengembangan industri KA dalam negeri dan jg rakyat pengguna KA yang ke depannya dapat memajukan pertumbuhan ekonomi secara global berkat moda transportasi ini.
Dan inilah Indonesia yg kita cintai .
Bhineka Tunggal Ika
Berbeda-beda tp tetap satu jua
Perbedaan pola pikir inilah yang menjadikan "pertentangan" antar keduanya, dan sebenarnya Mr Dirut tahu betul harus ngapain, kecuali advisornya ga ngasih tau ya 
Nah, menurut saya ya DI ga mau tau masalah kayak gituan, yang penting nie BUMN sesuai standarnya (DI), di sisi lain Mr Dirut juga tidak mengetahui apa yang diinginkan oleh DI, yang penting nie perusahaan yang dipimpinnya menangguk untung (jelaslah, PT, kalau koperasi atau Perum baru deh dipertanyakan)
|