Posts: 1,184
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
13
(21-03-2013, 05:07 PM)Andrew_CN Wrote: (21-03-2013, 03:09 PM)tomrys Wrote: (21-03-2013, 01:38 PM)Andrew_CN Wrote: (21-03-2013, 01:20 PM)see_204XX Wrote: (20-03-2013, 09:54 PM)Andrew_CN Wrote: Nista amat si kudu luragungan, nyawa g cuma 1 jg
Ente sndiri disuru pake luragung jg ga mao say
[spoiler]
[/spoiler]
Ya nyarinya yg hot seat, kan lapang di kaki tuch, Om... Jgn lupa bawa bantal buat peredam benturan kalo drivernya ngeblong jaya... 
Maksud ane..
Apa ga ada yg lebi berkelas gt kang
Meong ngajarin yg kaga beres, luragung seatnya ja banyak yg sobek2 kek m91, mana pengalaman kalo ke kuningan mepet bokongnya luragung aja uda makasih bgt sesuatu pengalamannya, apalagi di dlmnya :v
yg berkelas palingan ya ikut muriaan oom..turun tengah jalan 
atau Pelangi Cibitung-Tegal..
Nah, disini masalahnya
Sama aja nyusahinnya ma ttp naek operator layar sobek buat nyampe ke rumah.
Stau gw kan brentinya masi pada ga masuk terminal tp masi skitaran perbatesan, problemnya spot brentinya jg gw ga tau dimana :v
Dasar nasib kota dg organda yg masi busuk
Bagian dulu papandayan tunggu waktu peresmian aja demonya gede abis, pdhl yg masuk terminal aja odonk smua

No offense ye
Kalo ternyata ada yg worthy, yg tau boleh whisp

kalo setia negara kayaknya agak mendingan om ketimbang si kuning :v
Posts: 453
Threads: 0
Joined: Oct 2012
Reputation:
2
(21-03-2013, 05:33 PM)megaloblast Wrote: (21-03-2013, 05:07 PM)Andrew_CN Wrote: (21-03-2013, 03:09 PM)tomrys Wrote: (21-03-2013, 01:38 PM)Andrew_CN Wrote: (21-03-2013, 01:20 PM)see_204XX Wrote: Ya nyarinya yg hot seat, kan lapang di kaki tuch, Om... Jgn lupa bawa bantal buat peredam benturan kalo drivernya ngeblong jaya... 
Maksud ane..
Apa ga ada yg lebi berkelas gt kang
Meong ngajarin yg kaga beres, luragung seatnya ja banyak yg sobek2 kek m91, mana pengalaman kalo ke kuningan mepet bokongnya luragung aja uda makasih bgt sesuatu pengalamannya, apalagi di dlmnya :v
yg berkelas palingan ya ikut muriaan oom..turun tengah jalan 
atau Pelangi Cibitung-Tegal..
Nah, disini masalahnya
Sama aja nyusahinnya ma ttp naek operator layar sobek buat nyampe ke rumah.
Stau gw kan brentinya masi pada ga masuk terminal tp masi skitaran perbatesan, problemnya spot brentinya jg gw ga tau dimana :v
Dasar nasib kota dg organda yg masi busuk
Bagian dulu papandayan tunggu waktu peresmian aja demonya gede abis, pdhl yg masuk terminal aja odonk smua

No offense ye
Kalo ternyata ada yg worthy, yg tau boleh whisp

kalo setia negara kayaknya agak mendingan om ketimbang si kuning :v
Pada mantap jaya neh ilmu perBISannya....
" Only an idiot people who driving on a sidewalk "
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
(21-03-2013, 07:37 PM)KinjengCilik Wrote: Pada mantap jaya neh ilmu perBISannya....
Kena doktrin Pak IJ mungkin 
"Silakan gunakan transportasi lain"
"Sumber Berita"
2012
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan pemberian subsidi pelayanan publik atau PSO untuk kereta api (KA) ekonomi kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) sejak 2000 dan baru tahun lalu, 2011 ditemukan ketidaksesuaian penggunaan rangkaian.
Dikemukakan dia, pada tahun lalu pihaknya langsung melakukan audit kelapangan untuk mengawasi penggunaan dana PSO untuk KA Ekonomi. Ditemukan gerbong KA Ekonomi dipakai sebagai kereta aling-aling KA Eksekutif. “Inikan tidak benar, karena operasional KA ekonomi disubsidi pemerintah, dan harus digunakan sesuai peruntukkannya,†jelas Tundjung kemudian.
Sebab itu, katanya, pihaknya hanya memberikan PSO KA ekonomi pada 2011 Rp.623,4 miliar dari seharusnya Rp639,6 miliar. Artinya tidak terserap Rp16,2 miliar, dan dana ini dikembalikan ke pemerintah.
Disebutkan dia, untuk mengantisipasi pengoperasian KA ekonomi tidak sesuai kontrak, pihaknya akan memperketat pengawasan. “Kalau bisa satu staf kami ikut dalam setiap perjalanan KA ekonomi, sama seperti di Ditjen Perhubungan Laut yang menempatkan stafnya di setiap pelayaran perintis,†tutur dia pula.
Dikatakannya, pemerintah telah mengucurkan Rp3,53 triliun untuk subsidi kereta api ekonomi periode 2004-2011. Untuk tahun ini (2012) nilai PSO Rp.770,12 miliar dan merupakan yang terbesar atau naik 20,4% dari posisi tahun lalu. Padahal untuk PELNI, pemerintah mengucurkan sedikitnya Rp.1, 2 triliun dana PSO.
Sedangkan rincian PSO 2012 untuk kA ekonomi jarak jauh Rp254,70 miliar, KA ekonomi jarak sedang Rp119,61 miliar, KA ekonomi jarak dekat Rp226,70 miliar, Kereta Rel Diesel (KRD) Rp33,82 miliar, dan Kereta Rel Listrik (KRL) Rp135,28 miliar.
Humas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Muhartono mengatakan dalam rangka percepatan pemberian dana PSO tersebut, saat ini dilakukan penyiapan draft kontrak PSO antara Ditjen Perkeretaapian dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). “Diharapkan proses kontrak ini segera direalisasikan pada akhir bulan ini atau awal Mei 2012,†katanya.
Disebutkan, dalam Peraturan Menteri Perhubungan KM No.7/2009 tentang Tarif Angkutan Orang dengan KA Kelas Ekonomi, terdapat 22 kereta antar kota, kereta api perkotaan (45 KA lokal, 25 KRL Ekonomi) yang mendapat subsidi dari pemerintah.
Humas Ditjen Perkeretaapian mengatakan, subsidi pemerintah pada 2011 untuk KA Logawa (kereta ekonomi antar kota), relasi Purwokerto-Jember, berdasarkan perhitungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tarifnya Rp.90.001 per orang dan tarif ini sudah termasuk keuntungan 8%.
Dengan memperhatikan kemampuan masyarakat pengguna KA tersebut, pemerintah menetapkan tarif Rp.45.500, sehingga selisihnya merupakan subsidi PSO kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp.44.501 per orang. “Pemberian PSO setelah dilakukan verifikasi dari Ditjen Perkeretaapian, sehingga PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sama sekali tidak dirugikan tidak dirugikan,†jelasnya.
http://surabayawebs.com/index.php/2012/0...-ka-ganda/
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(21-03-2013, 09:32 PM)Warteg Wrote: Kena doktrin Pak IJ mungkin 
"Silakan gunakan transportasi lain"
"Sumber Berita"
2012
[spoiler=Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan pemberian subsidi pelayanan publik atau PSO untuk kereta api (KA) ekonomi kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) sejak 2000 dan baru tahun lalu, 2011 ditemukan ketidaksesuaian penggunaan rangkaian.]
Dikemukakan dia, pada tahun lalu pihaknya langsung melakukan audit kelapangan untuk mengawasi penggunaan dana PSO untuk KA Ekonomi. Ditemukan gerbong KA Ekonomi dipakai sebagai kereta aling-aling KA Eksekutif. “Inikan tidak benar, karena operasional KA ekonomi disubsidi pemerintah, dan harus digunakan sesuai peruntukkannya,†jelas Tundjung kemudian.
Sebab itu, katanya, pihaknya hanya memberikan PSO KA ekonomi pada 2011 Rp.623,4 miliar dari seharusnya Rp639,6 miliar. Artinya tidak terserap Rp16,2 miliar, dan dana ini dikembalikan ke pemerintah.
Disebutkan dia, untuk mengantisipasi pengoperasian KA ekonomi tidak sesuai kontrak, pihaknya akan memperketat pengawasan. “Kalau bisa satu staf kami ikut dalam setiap perjalanan KA ekonomi, sama seperti di Ditjen Perhubungan Laut yang menempatkan stafnya di setiap pelayaran perintis,†tutur dia pula.
Dikatakannya, pemerintah telah mengucurkan Rp3,53 triliun untuk subsidi kereta api ekonomi periode 2004-2011. Untuk tahun ini (2012) nilai PSO Rp.770,12 miliar dan merupakan yang terbesar atau naik 20,4% dari posisi tahun lalu. Padahal untuk PELNI, pemerintah mengucurkan sedikitnya Rp.1, 2 triliun dana PSO.
Sedangkan rincian PSO 2012 untuk kA ekonomi jarak jauh Rp254,70 miliar, KA ekonomi jarak sedang Rp119,61 miliar, KA ekonomi jarak dekat Rp226,70 miliar, Kereta Rel Diesel (KRD) Rp33,82 miliar, dan Kereta Rel Listrik (KRL) Rp135,28 miliar.
Humas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Muhartono mengatakan dalam rangka percepatan pemberian dana PSO tersebut, saat ini dilakukan penyiapan draft kontrak PSO antara Ditjen Perkeretaapian dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). “Diharapkan proses kontrak ini segera direalisasikan pada akhir bulan ini atau awal Mei 2012,†katanya.
Disebutkan, dalam Peraturan Menteri Perhubungan KM No.7/2009 tentang Tarif Angkutan Orang dengan KA Kelas Ekonomi, terdapat 22 kereta antar kota, kereta api perkotaan (45 KA lokal, 25 KRL Ekonomi) yang mendapat subsidi dari pemerintah.
Humas Ditjen Perkeretaapian mengatakan, subsidi pemerintah pada 2011 untuk KA Logawa (kereta ekonomi antar kota), relasi Purwokerto-Jember, berdasarkan perhitungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tarifnya Rp.90.001 per orang dan tarif ini sudah termasuk keuntungan 8%.
Dengan memperhatikan kemampuan masyarakat pengguna KA tersebut, pemerintah menetapkan tarif Rp.45.500, sehingga selisihnya merupakan subsidi PSO kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp.44.501 per orang. “Pemberian PSO setelah dilakukan verifikasi dari Ditjen Perkeretaapian, sehingga PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sama sekali tidak dirugikan tidak dirugikan,†jelasnya.
http://surabayawebs.com/index.php/2012/0...-ka-ganda/
[/spoiler]
Itu berita lama ya, Kang...? Sekarang dah tahun 2013 lho, DJKA (DitJend KA) udah mikirin PSO buat tahun ini.
Posts: 2,632
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
31
waduh jojon jojon ... bener2 revolusi nih ...
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(21-03-2013, 10:48 PM)Logawa_ATB Wrote: (21-03-2013, 09:32 PM)Warteg Wrote: Kena doktrin Pak IJ mungkin 
"Silakan gunakan transportasi lain"
"Sumber Berita"
2012
[spoiler=Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan pemberian subsidi pelayanan publik atau PSO untuk kereta api (KA) ekonomi kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) sejak 2000 dan baru tahun lalu, 2011 ditemukan ketidaksesuaian penggunaan rangkaian.]
Dikemukakan dia, pada tahun lalu pihaknya langsung melakukan audit kelapangan untuk mengawasi penggunaan dana PSO untuk KA Ekonomi. Ditemukan gerbong KA Ekonomi dipakai sebagai kereta aling-aling KA Eksekutif. “Inikan tidak benar, karena operasional KA ekonomi disubsidi pemerintah, dan harus digunakan sesuai peruntukkannya,†jelas Tundjung kemudian.
Sebab itu, katanya, pihaknya hanya memberikan PSO KA ekonomi pada 2011 Rp.623,4 miliar dari seharusnya Rp639,6 miliar. Artinya tidak terserap Rp16,2 miliar, dan dana ini dikembalikan ke pemerintah.
Disebutkan dia, untuk mengantisipasi pengoperasian KA ekonomi tidak sesuai kontrak, pihaknya akan memperketat pengawasan. “Kalau bisa satu staf kami ikut dalam setiap perjalanan KA ekonomi, sama seperti di Ditjen Perhubungan Laut yang menempatkan stafnya di setiap pelayaran perintis,†tutur dia pula.
Dikatakannya, pemerintah telah mengucurkan Rp3,53 triliun untuk subsidi kereta api ekonomi periode 2004-2011. Untuk tahun ini (2012) nilai PSO Rp.770,12 miliar dan merupakan yang terbesar atau naik 20,4% dari posisi tahun lalu. Padahal untuk PELNI, pemerintah mengucurkan sedikitnya Rp.1,2 triliun dana PSO.
Sedangkan rincian PSO 2012 untuk kA ekonomi jarak jauh Rp254,70 miliar, KA ekonomi jarak sedang Rp119,61 miliar, KA ekonomi jarak dekat Rp226,70 miliar, Kereta Rel Diesel (KRD) Rp33,82 miliar, dan Kereta Rel Listrik (KRL) Rp135,28 miliar.
Humas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Muhartono mengatakan dalam rangka percepatan pemberian dana PSO tersebut, saat ini dilakukan penyiapan draft kontrak PSO antara Ditjen Perkeretaapian dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). “Diharapkan proses kontrak ini segera direalisasikan pada akhir bulan ini atau awal Mei 2012,†katanya.
Disebutkan, dalam Peraturan Menteri Perhubungan KM No.7/2009 tentang Tarif Angkutan Orang dengan KA Kelas Ekonomi, terdapat 22 kereta antar kota, kereta api perkotaan (45 KA lokal, 25 KRL Ekonomi) yang mendapat subsidi dari pemerintah.
Humas Ditjen Perkeretaapian mengatakan, subsidi pemerintah pada 2011 untuk KA Logawa (kereta ekonomi antar kota), relasi Purwokerto-Jember, berdasarkan perhitungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tarifnya Rp.90.001 per orang dan tarif ini sudah termasuk keuntungan 8%.
Dengan memperhatikan kemampuan masyarakat pengguna KA tersebut, pemerintah menetapkan tarif Rp.45.500, sehingga selisihnya merupakan subsidi PSO kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp.44.501 per orang. “Pemberian PSO setelah dilakukan verifikasi dari Ditjen Perkeretaapian, sehingga PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sama sekali tidak dirugikan tidak dirugikan,†jelasnya.
http://surabayawebs.com/index.php/2012/0...-ka-ganda/
[/spoiler]
Itu berita lama ya, Kang...? Sekarang dah tahun 2013 lho, DJKA (DitJend KA) udah mikirin PSO buat tahun ini.
Nah bner kan kejadian yg dulu emank ada
Tp pertanyaannya skarang itu 80% K3 di ACin itu skedar sabotase operator kayak K3 dijadiin tameng, apa bner2 mengikuti wacana dr regulaator & sesuai penjatahan PSOnya?
Karna pertama denger, bilangnya K3 yg di ACin ga sampe seluruh rangkean, paling ga 50:50
Potensial ribut lg ni gw rasa.
Posts: 30
Threads: 0
Joined: Mar 2013
Reputation:
0
Gimana kalau RF Semboyan 35 aja tuh yang mimpin PT. Sepur(ngimpi). 
Sekedar angin...kira-kira keuntungan dari munculnya kebijakan seperti kenaikan tarif, K3 AC dsb. itu masuknya kemana ya?. Apa mungkin ke PT KA atau hanya sekedar untuk biaya operasional?. Nah kalau kereta ekonomi sekarang jadi gak berhenti di st-st kecil itu kira-kira kenapa ya?. Padahal okupansi juga lumayan loh. Contohnya aja kutut sekarang dah gak berhenti di st. Prembun.
 ya...
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(22-03-2013, 10:20 AM)Andrew_CN Wrote: Nah bner kan kejadian yg dulu emank ada
Tp pertanyaannya skarang itu 80% K3 di ACin itu skedar sabotase operator kayak K3 dijadiin tameng, apa bner2 mengikuti wacana dr regulaator & sesuai penjatahan PSOnya?
Karna pertama denger, bilangnya K3 yg di ACin ga sampe seluruh rangkean, paling ga 50:50
Potensial ribut lg ni gw rasa.
Saya terus terang masih bingung aturan main yg sekarang berlaku utk kepemilikan aset ini, Kang... Dulu ada yg bilang aset2 warisan Perumka adalah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero), namun mulai tahun 2007 aset2 yg dibiayai dari APBN adalah milik Ditjend KA. Lha sekarang K3 yg dipasangi AC Split itu apa bener2 milik korporasi perseroan atau masih milik Ditjend ? Biasanya kalo setelah BASTO (Berita Acara Serah Terima Operasi) aset milik DJKA akan langsung dikelola operator KA dan apakah akan jd milik operator kalo udah balik modal atau masih tetap milik Ditjend seterusnya ini yg saya masih blm nemu jawabannya.
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(22-03-2013, 11:08 PM)Logawa_ATB Wrote: (22-03-2013, 10:20 AM)Andrew_CN Wrote: Nah bner kan kejadian yg dulu emank ada
Tp pertanyaannya skarang itu 80% K3 di ACin itu skedar sabotase operator kayak K3 dijadiin tameng, apa bner2 mengikuti wacana dr regulaator & sesuai penjatahan PSOnya?
Karna pertama denger, bilangnya K3 yg di ACin ga sampe seluruh rangkean, paling ga 50:50
Potensial ribut lg ni gw rasa.
Saya terus terang masih bingung aturan main yg sekarang berlaku utk kepemilikan aset ini, Kang... Dulu ada yg bilang aset2 warisan Perumka adalah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero), namun mulai tahun 2007 aset2 yg dibiayai dari APBN adalah milik Ditjend KA. Lha sekarang K3 yg dipasangi AC Split itu apa bener2 milik korporasi perseroan atau masih milik Ditjend ? Biasanya kalo setelah BASTO (Berita Acara Serah Terima Operasi) aset milik DJKA akan langsung dikelola operator KA dan apakah akan jd milik operator kalo udah balik modal atau masih tetap milik Ditjend seterusnya ini yg saya masih blm nemu jawabannya.
Nah, tepat skali
Itu yg gw maksud
Sementara kalo ditanyain orang ditjen bilang itu kpemilikan masi punya mreka, tp kalo nanya pihak operator mreka jg bilang kalo kepemilikannya ditangan mreka
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(23-03-2013, 06:40 PM)Andrew_CN Wrote: Nah, tepat skali
Itu yg gw maksud
Sementara kalo ditanyain orang ditjen bilang itu kpemilikan masi punya mreka, tp kalo nanya pihak operator mreka jg bilang kalo kepemilikannya ditangan mreka
Mesti nanya Dirut buat dpt jawaban pastinya, Kang...
|