Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Lokomotif Meluncur Tanpa Mass di Semarang
#41
(29-04-2013, 05:39 PM)Resdohra Wrote:
(29-04-2013, 04:41 PM)duanoltiga Wrote: yg bener argo bromo / argo sindoro sih?
kok infonya beda-beda..
Ya jelas Argo Sindoro, kalo argo bromo anggrek kan pake loko dari JNG atau SDT, dan gak mungkin juga Argo Bromo Anggrek lewat semarang jam segitu. Maklum, banyak berita suka ngasal infonya Ngeledek
BTT, ini loko udah dievakuasi belum yah Bingung

Kata koncinya: jgn semudah itu percaya dg karya pers
Kalo diluaran pers banyak melebaykan berita sbg ajang cari makannya mreka, di kita ditambah lg banyak pers di indonesia ga pake wawasannya smentara pendengaran mreka pun ga sempurna ato ga smua mreka denger live (biasa mreka via telpon, smentara kalo signal jelek suara keputus2 apa yg dikatakan disana ma yg didenger dia kan jd samar & ga sama) tp apa yg dia denger ga yakin cuma dia asumsikan bukan bner cari tau lg pake fakta, jd wawasan yg awalnya dah sempit malah ga dikembangkan lg ma mreka saat mreka ga jlas, hasilnya bginilah berita yg acak adut kita baca.

Td siang crew evakuasi uda ada yg angkat photo KLB terpal berisi si korban siap brangkat kaliwungu (KLN) & sekitar jam 7 tadi RF SLO uda angkat photo kumbokarno (kirow milik SLO) sudah tiba dg selamat di SLO persiapan masuk depo, artinya evakuasi uda selesai
Reply
#42
Proses evakuasi sudah selesai Tepuk Tangan
Crane milik DAOP 3 CN kembali ke kandangnya
[Spoiler=Rangkaian kereta penolong saat transit di TG (pukul 17:06)]

[Image: wartegkeretategalg.jpg][/Spoiler]
[Spoiler=Crane Gottwald]

[Image: wartegkeretategal.jpg][/Spoiler]
[Spoiler=Transit dulu sebelum pulang ke CN pasca evakuasi lokomotif]

[Image: wartegstasiuntegal.jpg][/Spoiler]
[Spoiler=Gerbong Penolong,, SN 0 79 08]

[Image: wartegstasiuntegal.jpg][/Spoiler]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#43
Perkembangan terakhir dikutip dr Suara Merdeka

Lalai Periksa Lokomotif, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Bebastugaskan Petugas


SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera membebastugaskan pegawai Depo Poncol yang terakhir bertugas memeriksa lokomotif CC 2039816 pada Minggu (28/4) pagi. Akibat kelalaiannya, lokomotif tersebut berjalan sendiri tanpa masinis dari Depo Poncol hingga Desa Nolokerto, Kaliwungu, Kendal.

Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang Totok Suryono mengatakan, kejadian ini murni akibat kelalaian petugas di Depo Poncol. Petugas yang terakhir bertugas memanasi mesin loko sebelum digunakan untuk menarik rangkaian KA Argo Sindoro tersebut, lupa mencopot handle pembalik arah. Akibatnya, loko yang sedang dalam keadaan hidup tersebut jalan sendiri tanpa masinis.

"Sesuai prosedur, seharusnya handle pembalik arah tidak boleh ditinggal tanpa ada petugas di dalam kabin masinis. Ketika petugas keluar, handle harus dilepas dan dibawa. Ini handle dtinggal keluar oleh petugas, sementara di dalam kabin tidak ada orang," katanya, Senin (27/4).

Handle pembalik arah dalam lokomotif berfungsi sebagai persneling otomatis. Sistem kerja loko yang seperti mobil matic, membutuhkan handle untuk maju atau mundur. Karena sistem matic itulah, loko akhirnya anjlok saat berada di tikungan karena kecepatan yang cukup tinggi.

Dijelaskan, sebelumnya loko buatan Amerika yang diproduksi General Electric tahun 1998 ini sudah dicek di Depo pukul 00.30 Wib, dan selesai pukul 01.15 Wib. Lalu pada pukul 03.50 Wib loko dihidupkan lagi untuk pemanasan dan pengecekan terakhir.

Ketika mesin dihidupkan untuk dipanasi, petugas kemudian keluar kabin untuk memeriksa kondisi bahan bakar minyak dan air brake. Air brake adalah alat untuk menggabungkan loko dengan rangkaian gerbong. Di saat petugas keluar itulah, loko jalan sendiri.

"Pemanasan dan pengecekan loko itu wajib, karena ini SOP sebelum sebuah kereta berjalan mengangkut penumpang," terangnya.

Loko naas ini akan dibawa kembali ke Depo Poncol untuk dicek kerusakan terlebih dulu, sebelum diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta. Salah seorang mekanik Depo Poncol yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rem loko saat itu masih berfungsi, karena jika loko dalam posisi hidup, rem pasti berfungsi, sebab rem menggunakan sistem udara.

Soal kondisi jalur Semarang-Kaliwungu yang menurun, dia menyatakan tidak tahu. Namun bila melihat jalur KA yang datar, sangat kecil kemungkinan loko jalan sendiri karena jalan menurun, ebab selama ini roda loko tidak perlu diganjal saat sedang dipanasi atau diperbaiki.
( Fani Ayudea / CN38 / JBSM )
RF bambangwitjak, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
#44
kalo boleh tau, itu cara evakuasi dari kaliwungu ke smc bagaimana kan boogie nya rusak?? mohon pencerahannya hehe
Reply
#45
(29-04-2013, 04:33 PM)aatea_goparmania Wrote: apakah benar ada faktor "mistis"nya
mengingat kejadian masih dini hari???

Kok sampai mistis segala,,BingungBingung
Reply
#46
(30-04-2013, 09:12 AM)mustgoon Wrote:
(29-04-2013, 04:33 PM)aatea_goparmania Wrote: apakah benar ada faktor "mistis"nya
mengingat kejadian masih dini hari???

Kok sampai mistis segala,,BingungBingung

jangan dikaitkan dengan yg mistis dulu om..apalagi ini sudah ada penjelasannya kok
"Sesuai prosedur, seharusnya handle pembalik arah tidak boleh ditinggal tanpa ada petugas di dalam kabin masinis. Ketika petugas keluar, handle harus dilepas dan dibawa. Ini handle dtinggal keluar oleh petugas, sementara di dalam kabin tidak ada orang,"
info ini dipersembahkan oleh om bambangwitjak Xie Xie

[Image: 370i.jpg]
Penikmat Panorama Daop 2
Lihat Trip ku DISINI
Reply
#47
(29-04-2013, 05:39 PM)spoorboedeg Wrote: Yang ane tau di daerah situ gradien turunan nya kecil, gan. Tp apa waktu ditinggal mass nya reversernya posisi maju dan abar lok nya tidak terlayani?

(29-04-2013, 11:05 PM)bambangwitjak Wrote: Perkembangan terakhir dikutip dr Suara Merdeka
Quote:Lalai Periksa Lokomotif, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Bebastugaskan Petugas


SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera membebastugaskan pegawai Depo Poncol yang terakhir bertugas memeriksa lokomotif CC 2039816 pada Minggu (28/4) pagi. Akibat kelalaiannya, lokomotif tersebut berjalan sendiri tanpa masinis dari Depo Poncol hingga Desa Nolokerto, Kaliwungu, Kendal.

Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang Totok Suryono mengatakan, kejadian ini murni akibat kelalaian petugas di Depo Poncol. Petugas yang terakhir bertugas memanasi mesin loko sebelum digunakan untuk menarik rangkaian KA Argo Sindoro tersebut, lupa mencopot handle pembalik arah. Akibatnya, loko yang sedang dalam keadaan hidup tersebut jalan sendiri tanpa masinis.

"Sesuai prosedur, seharusnya handle pembalik arah tidak boleh ditinggal tanpa ada petugas di dalam kabin masinis. Ketika petugas keluar, handle harus dilepas dan dibawa. Ini handle dtinggal keluar oleh petugas, sementara di dalam kabin tidak ada orang," katanya, Senin (27/4).

Handle pembalik arah dalam lokomotif berfungsi sebagai persneling otomatis. Sistem kerja loko yang seperti mobil matic, membutuhkan handle untuk maju atau mundur. Karena sistem matic itulah, loko akhirnya anjlok saat berada di tikungan karena kecepatan yang cukup tinggi.

Dijelaskan, sebelumnya loko buatan Amerika yang diproduksi General Electric tahun 1998 ini sudah dicek di Depo pukul 00.30 Wib, dan selesai pukul 01.15 Wib. Lalu pada pukul 03.50 Wib loko dihidupkan lagi untuk pemanasan dan pengecekan terakhir.

Ketika mesin dihidupkan untuk dipanasi, petugas kemudian keluar kabin untuk memeriksa kondisi bahan bakar minyak dan air brake. Air brake adalah alat untuk menggabungkan loko dengan rangkaian gerbong. Di saat petugas keluar itulah, loko jalan sendiri.

"Pemanasan dan pengecekan loko itu wajib, karena ini SOP sebelum sebuah kereta berjalan mengangkut penumpang," terangnya.

Loko naas ini akan dibawa kembali ke Depo Poncol untuk dicek kerusakan terlebih dulu, sebelum diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta. Salah seorang mekanik Depo Poncol yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rem loko saat itu masih berfungsi, karena jika loko dalam posisi hidup, rem pasti berfungsi, sebab rem menggunakan sistem udara.

Soal kondisi jalur Semarang-Kaliwungu yang menurun, dia menyatakan tidak tahu. Namun bila melihat jalur KA yang datar, sangat kecil kemungkinan loko jalan sendiri karena jalan menurun, sebab selama ini roda loko tidak perlu diganjal saat sedang dipanasi atau diperbaiki.
( Fani Ayudea / CN38 / JBSM )

Ini tindakan akhir setelah ditarik kesimpulan dr knkt apa tindakan sementara dr direksi doank?

Iya juga yak
Tdnya sempet ranchu gw sendiri, kata PPKA sta besar PK dinas pagi itu dia denger dr radio OC laporan si awak depo bilang smua tuas dlm keadaan netral (laporannya si ranchu bgitu) tp akhirnya lok mblandang & dikabarin emank blom diikat abarnya & uda jd kebiasaan kalo depo sana ga pake stop block kayak yg ditulis berita.

Dpt berita lg saat crew evakuasi pertama nyampe lokasi ditemukan kalo ada 1 tuas yg berada di notch 5 (awalnya sempet di poto ma team, sempet di share & sempet naek di grup FB, tak kira itu notch throtle saat liat cuma sekilas) yaitu tuas reverser. Sempet spekulasi diantara pihak R6 soal dead man peddal (DMP) knapa koq ga berfungsi?

Jujur, ini pertanyaan menggelitik gw jg. Tadinya gw berpikir bahwa 3 28 itu sperti yg dikabarkan ngglondor karna daya dorong beban lok itu sendiri terkait gradien track yg menurun disana lebi banyak jumlahnya dibandingkan yg ga stabil (dlm 1 petak block ada elevasi kecil langsung menurun lg gradiennya), kemungkinan yg terpikir sama gw awal2 adl itu murni ngglondor aja sperti hukum fisika rasanya faktor dr DMP otomatis tereliminasi. Karna sejauh yg gw pernah diajari DMP berfungsi secara otomatis (saat ga diinjek oleh mass/stocker) melumpuhkan tenaga throtle & memberikan tekanan hanya pada abar rangkaian hingga terikat, bukan mengikat abar lok & baru akan berhenti berfungsi saat GPS mendeteksi kecepatan lok sudah kembali berada di angka nol. Tp gw berpikir ulang rasanya apa yg ditanya di komen fb bner "masa sih cuma ngglondor aja bisa sampe 145 km/h dg track bgitu?" & gw berpikir kalo emank keadaan notch throtle saat ditemukan di lokasi berbeda dg yg dikabarkan awak depo yg bertugas berbeda mungkin berpindah saat lok berguncang karna over speed & krn benturan saat terguling.

Tp setelah baca warta perkembangannya & menyadari notch itu bukan notch throtle melainkan reverser, pertanyaan soal fungsi DMP makin kuat dikepala gw dikejadian itu, karna reverser kan fungsinya sama ma throtle (stau gw) koq ga terlumpuhkan sama DMP? Smentara ketentuan soal pengoperasian DMP saat ini diperketat, hanya boleh off saat engine off. Pertanyaan ini mengganggu gw si.
Maap, bukan untuk mendahului wewenang & CMIIW
Reply
#48
Jadi inget PLH di ML, tapi bedanya di ML masih agak masuk akal dia nggolondor karena gak diganjel dan ML. Ini luar biasa sekali akibat throttle ditinggal jadinya tambah cepat lokonya ._.

Yang saya penasaran pas loknya ngglondor ampe kecepatan hampir 150km/h, tuh stasiun pada dilaporin gak? Kok Kaliwungu gak nyoba nganjlokin loknya ya? Apa gak ada sepur badug disana?

Ama tuh kira2 yang lapor ke JPL kalau ada lok sruntulan luar biasa cepat gitu gimana ya?

Reply
#49
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menerjunkan 5 investigator bidang kereta api menyelidiki kereta api misterius yang berjalan sendiri sepanjang 17,2 km dari Semarang ke Kendal. KNKT menganggap kejadian ini aneh.

"Ya ini aneh ya kalau bisa jalan sendiri," jelas Ketua Sub Komite Kereta Api (KA) KNKT, Eddy Sasongko ketika dihubungi detikcom, Selasa (30/4/2013).

Eddy mengatakan, lokomotif yang sedianya diperuntukkan untuk menarik KA Argo Sindoro itu saat itu sedang dipanasi. Tapi lokomotif itu, jika disamakan dengan mobil, masih dalam posisi netral.

"Hidup mesinnya, tanpa masuk gigi. Dia nol, jalan sendiri," jelas Eddy, yang tak ikut menginvestigasi ke lokasi karena sedang tidak fit ini.

Dugaan awal, lintasan tempat lokomotif berada itu tidak datar alias miring sehingga lokomotif bisa menggelinding sendiri. Hal itu tidak akan terjadi bila lintasannya datar.

5 Investigator KNKT rencananya akan mengambil data sekitar sepekan.

"Mungkin selesai dalam waktu 3 bulan. Penyebabnya apa, kan susah karena harus akurat," jelas Eddy.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) belum mengetahui bagaimana lokomotif bisa meluncur tanpa masinis sejauh 17,2 km. Lima petugas yang mengoperasikan lokomotif tersebut diperiksa. Dimungkinkan ada kesalahan prosedur dalam kejadian tersebut.

"Hasil pemeriksaan sementara karena kesalahan prosedur dari petugas sehingga lokomotif bisa jalan sendiri," kata Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV, Surono, kepada detikcom, Senin (29/4).

Kesalahan prosedur seperti apa, Surono tak merinci. Ia hanya menyatakan prosedur lokomotif cukup banyak. Bisa jadi ada beberapa teknis yang tidak sesuai. "Kami sudah dan masih periksa 5 teknisi depo Poncol," jelasnya.
sumberBig Grinetik.com
Menanti sebuah jawaban
Reply
#50
(30-04-2013, 12:51 PM)PJL_Hunter Wrote: Jadi inget PLH di ML, tapi bedanya di ML masih agak masuk akal dia nggolondor karena gak diganjel dan ML. Ini luar biasa sekali akibat throttle ditinggal jadinya tambah cepat lokonya ._.

Yang saya penasaran pas loknya ngglondor ampe kecepatan hampir 150km/h, tuh stasiun pada dilaporin gak? Kok Kaliwungu gak nyoba nganjlokin loknya ya? Apa gak ada sepur badug disana?

Ama tuh kira2 yang lapor ke JPL kalau ada lok sruntulan luar biasa cepat gitu gimana ya?

Gw jg bgitu terima berita saat uda terguling, ga butuh waktu lama sampe pertanyaan itu muncul dikepala, tp meliat jadwal & kbiasaan lintas WLR-SMC jam sgitu gw menemukan asumsi penyebab knapa ga dianjlokin di spoor badug.
Jam sgitu ada 2 slot kontener tambahan yg 1 nya di perka skarang jd reguler, posisi nya jg masi berdekatan sama KA 46 barang parcel ONS, bahkan kadang KA 90 barang parcel pun bisa disusul ma KA 4 jd posisi KA 90 di blakang KA 46, itu waktu yg sama dg kejadian perkara.
Asumsi gw terkonfirmasi dg apa yg dikatakan pa surono, skalipun dia bilang tindakan pertama adl mensterilkan jalan (3 28 diberikan spoor lurus) untungnya jam sgitu lintasan kosong, maksud dia kosong disini bukan berarti bner2 ga ada KA yg masi lewat, tp untuk KA penumpang uda lewat smua, bukan kontex nya KA barang yg ga bisa menghilangkan nyawa diluar tubuh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (persero)

Nah otomatis artinya kan itu KA barang pada dikasi spoor belok smua, sementara JRK cuma punya 1 spoor belok tanpa badug, MKG punya 2 spoor belok & spoor badug tp kemungkinan besar disitu spoor belok dipake salah 1 KA barang itu, sementara lokasi kejadian itu tepat sebelum signal masuk kaliwungu (KLN), blom sampe masuk stasiunnya, jd gw rasa wajar si pertanyaan itu ga muncul seheboh spekulasi yg laennya, karna kemungkinan besar OC sendiri beremcana nganjlokin di KLN tp ternyata uda terguling dlan sblom masuk lokasi, JRK & MKG ga bisa melakukan tindak darurat buat lok, sementara PJL sbnernya ga tau menau soal perka, jd job desk mreka emank dr awalnya cuma tutup perlintasan kalo ada KA lewat & catet waktunya, sperti itu aja, wajar mreka ga tau itu bukan lok yg kehilangan kendali, dipikir bisa aja lokpen.

(30-04-2013, 03:25 PM)stoker Wrote: Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menerjunkan 5 investigator bidang kereta api menyelidiki kereta api misterius yang berjalan sendiri sepanjang 17,2 km dari Semarang ke Kendal. KNKT menganggap kejadian ini aneh.

"Ya ini aneh ya kalau bisa jalan sendiri," jelas Ketua Sub Komite Kereta Api (KA) KNKT, Eddy Sasongko ketika dihubungi detikcom, Selasa (30/4/2013).

Eddy mengatakan, lokomotif yang sedianya diperuntukkan untuk menarik KA Argo Sindoro itu saat itu sedang dipanasi. Tapi lokomotif itu, jika disamakan dengan mobil, masih dalam posisi netral.

"Hidup mesinnya, tanpa masuk gigi. Dia nol, jalan sendiri," jelas Eddy, yang tak ikut menginvestigasi ke lokasi karena sedang tidak fit ini.

Dugaan awal, lintasan tempat lokomotif berada itu tidak datar alias miring sehingga lokomotif bisa menggelinding sendiri. Hal itu tidak akan terjadi bila lintasannya datar.

5 Investigator KNKT rencananya akan mengambil data sekitar sepekan.

"Mungkin selesai dalam waktu 3 bulan. Penyebabnya apa, kan susah karena harus akurat," jelas Eddy.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) belum mengetahui bagaimana lokomotif bisa meluncur tanpa masinis sejauh 17,2 km. Lima petugas yang mengoperasikan lokomotif tersebut diperiksa. Dimungkinkan ada kesalahan prosedur dalam kejadian tersebut.

"Hasil pemeriksaan sementara karena kesalahan prosedur dari petugas sehingga lokomotif bisa jalan sendiri," kata Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IV, Surono, kepada detikcom, Senin (29/4).

Kesalahan prosedur seperti apa, Surono tak merinci. Ia hanya menyatakan prosedur lokomotif cukup banyak. Bisa jadi ada beberapa teknis yang tidak sesuai. "Kami sudah dan masih periksa 5 teknisi depo Poncol," jelasnya.
sumberBig Grinetik.com

Tumben beritanya berbobot
Kmaren gw nyari berita soal ini di detik ada artikelnya tp isinya bualan konyol dg judul mistis
Ngakak
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)