Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dalam Tawang Alun bersama Sang Arwah
#1
THE PREMIERE


[Image: ohdq.jpg]

Minggu, 30 Juni 2013,

Dua hari sebelumnya, pada Jumat malam, saya berangkat menuju Banyuwangi menggunakan Mutiara Timur Malam, jenguk teman seperjuangan yang berdomisili di sana. Seharian penuh saya muter-muter di berbagai tempat di kota Banyuwangi. Dan tibalah hari ini, hari dimana saya melaksanakan misi utama saya ke Banyuwangi, yaitu mendokumentasikan perjalanan dan jalur sepanjang Banyuwangi - Bangil - Malang, sekaligus melengkapi dokumentasi pribadi saya untuk seluruh jalur kereta utama di Pulau Jawa. Ngiler

Sebenernya dari tempat nginep lebih dekat ke Stasiun Karangasem, tapi teman saya rela mengantarkan ke Banyuwangi Baru, katanya biar bisa full menikmati pemandangan, hahaha. Okelah, kami berangkat dari kosan dia sekitar pukul 04.30 gara-gara saya yang kelamaan mandi dan berdandan, hahaha. Kami tiba di stasiun pukul 05.00. Dipikir-pikir mepet juga sih, hahaha.

Dan di sinilah perjalanan saya dimulai .....

(TO BE CONTINUED)

===========================
P.S. Berhubung kesibukan saya yang luar biasa akhir-akhir ini, jadi TR nya cuma bisa saya cicil dikit-dikit, mungkin tiap hari hingga dua hari sekali tiap sore menjelang malam, hehehe. Tiap ada "episode" baru akan saya kasih link di sini kok, biar yang baca belakangan bisa gampang nyarinya, hehehe.


===========================
Link tiap "episode" (akan diupdate setiap ada posting baru):
THE PREMIERE
klik di sini

EPISODE 1: Kala Mentari Muncul dari Balik Peraduan
klik di sini

EPISODE 2: Argo, Halimun, dan Stasiun Internasional
klik di sini

EPISODE 3: Indahnya Alam Indonesiaku
klik di sini

EPISODE 4: And The Story Goes On ...
klik di sini
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#2
Wah, siap siap ngopi nih nunggui TRnya. Lanjut om!
Reply
#3
Theard nya sepi ni mari tunggu para RF lain
Reply
#4
tunggu TRnya ah... :menunggu:
Make yourself usefull to other.
Reply
#5
Wah Premier nih....
beli karcisnya dulu ah...Ngikik

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#6
Buah sirsak,
buah pir..

Setia nyimak sampe akhir..
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
#7
EPISODE 1
KALA MENTARI MUNCUL DARI BALIK PERADUAN


Saya sudah berdiri di depan stasiun Banyuwangi bersama teman saya sekitar pukul 05.00. Yap, ternyata saya memang terlalu lama berdandan, haha. Datang 15 menit sebelum kereta berangkat bagi saya sudah termasuk zona rawan. Untunglah perjalanan lancar. Tak lupa saya memfoto Banyuwangi Baru nya dulu ...

DISCLAIMER: Saya bukan fotografer ahli. Dan saya tidak memiliki gatget yang mumpuni. Jadi mohon dimaklumi dan dinikmati karya seadanya dari saya ini Ngiler

Quote:[spoiler=Banyuwangi Baru]
[Image: vlex.jpg]
[/spoiler]


Ah, sayang hasilnya mengecewakan karena memang kamera hape seikhlasnya ini hanya bisa memotret di siang hari, gak bakalan bisa dan gak bakalan bagus hasilnya kalo gak ada sumber cahaya alami. Maklum Made in China, hehehe ....

Okelah, saya ke petugas boarding pass dan dapet stempel di tiket. Di sini saya bersalaman dan berpisah dengan teman saya yang sudah rela memberi tumpangan dan kebaikan tak terhingga lainnya. Hiks hiks hiks ....

Saya melangkah menuju jalur .... jalur 2 kalau gak salah. Tawang Alun sudah standby dengan gagah ... dengan susunan rangkaian sebagai berikut:

CC201 04 02
KP3 0 65 03
K3 0 65 37
K3 0 09 43
K3 0 09 41
K3 0 65 23
K3 0 09 39
KMP3 0 65 09

Saya duduk di K3-5, seat 3E. Kereta berangkat tepat waktu, 05.15. Kereta melaju meninggalkan Banyuwangi, dan saya melihat keindahan Pulau Dewata di horizon sebelah timur sana. Sayang cahaya matahari belum bisa membantu performa kamera hape seikhlasnya milik saya ini, sehingga saya hanya duduk termenung dan agak terharu melihat pulau yang pada hari sebelumnya sudah saya injak untuk pertama kali itu.

Setelah sudah agak siang dan (sayangnya) background pulau Dewata sudah tak terlihat, saya coba ngeyel ambil foto.... yah, tetep aja jelek hasilnya.

Quote:[spoiler=Coba-coba]
[Image: yf3f.jpg][/spoiler]


Ya sudahlah, saya memutuskan untuk bersabar beberapa saat. Sampai pada pukul 05.28, kereta ini telah sampai di Stasiun Karangasem. Kereta mulai terisi perlahan-lahan. Saya masih duduk di kursi dan cukup heran, kok masih gelap gini ya? Saya pun mencoba berjalan ke bordes setelah arus penumpang naik sudah habis. Dan ternyata .... loh, udah terang banget toh? Owalaaah, saya tertipu sama kacanya si Tawang yang udah dikasih ... apa sih namanya? Ray ban? Filter? Peredup? Yah gitu lah. Wah, jangan-jangan sebenernya tadi udah cukup terang untuk mengabadikan Pulau Dewata .... hiks hiks hiks ... ya sudahlah. Stasiun Karangasemnya saja yang saya dokumentasikan.

Quote:[spoiler=karangasem]
[Image: o8v3.jpg][/spoiler]


Kereta berangkat tepat pukul 05.30. Dan di sini saya memutuskan suatu hal. Saya akan NGEBORDES SAMPE BANGIL!! Oke sip! Saya ambil tas yang penuh berisi baju yang udah terlanjur saya taruh di rak, ke bordes, taruh kresek yang cukup besar sebagai alas, dan saya jadikan tas saya sebagai ganjel pantat biar bisa liat pemandangan di luar via jendela kereta dengan pintu yang tinggi dan mirip pintu brankas itu. Pintu apa ya itu namanya? hahaha ....

Dengan keadaan sekitar yang sudah sangat terang karena mentari sudah menampakkan sinarnya, saya mulai mengabadikan pemandangan favorit saya sejak 3 tahun belakangan, persawahan dengan latar belakang gunung. Harap maklum yaah, saya kan 3 tahun terakhir tinggal di ibukota. Pemandangan sawah dengan background gunung itu sulit sekali dilihat di sana Sedih

Quote:[spoiler=hutan, gunung, sawah, lautan]
[Image: irmb.jpg]


[Image: 1ydo.jpg]
[/spoiler]


Dan tak terasa, kereta mulai berjalan pelan lagi .... masuk stasiun mana sekarang yaaa?

Quote:[spoiler=masuk stasiun]
[Image: j4mc.jpg]


[Image: dpyp.jpg]
[/spoiler]


Oooh, Rogojampi. Si Alun masuk pukul 05.42, arus penumpang kembali datang, dan tiap hendak masuk stasiun serta kereta berjalan pelan, pasti saya langsung berdiri, manggul tas di pundak dan ngebuka pintu, ngeberi jalan penumpang yang lewat, dan baru moto-moto keadaan stasiun. Setelah itu, saya juga yang nutup dan ngunci pintunya. Si Alun berangkat lagi 05.44, dan kembali saya gelar "alas duduk" saya, dan mulai njepret beberapa pemandangan lagi

Quote:[spoiler=gunung lagi]
[Image: c10m.jpg]


[Image: g703.jpg]
[/spoiler]

Kereta berjalan dengan gagah, membelah persawahan dengan bermandikan cahaya mentari pagi berwarna kejinggaan yang entah kenapa sangat saya sukai dan begitu menyejukkan mata (halah). Dan tak terasa, kembali kereta mulai berjalan pelan, tandanya akan masuk stasiun. Kereta pun berhenti di stasiun berikutnya, Stasiun Temuguruh pada pukul 05.55.... sebenernya inilah stasiun kampung halaman teman saya tadi. Tapi dia bela-belain gak pulang kampung demi nemenin saya di Banyuwangi dan biar saya bisa melihat pemandangan pagi sejak Stasiun Banyuwangi baru coba .... so sweet banget kan?? Hiks :'3

Quote:[spoiler=Temuguruh]
[Image: l5ri.jpg]


[Image: u3q5.jpg]
[/spoiler]


Kereta terasa berhenti agak lama, dan saya juga melihat penumpang sudah pada berdiri di peron tapi tidak menaiki Tawang Alun. Nunggu apa ya mereka ini?

Quote:[spoiler=Nunggu apa yaa?]
[Image: u3q5.jpg][/spoiler]


Pertanyaan saya terjawab tidak lama kemudian. Terdengar pengumuman, "hati-hati di jalur 1, segera masuk Kereta Api Probowangi tujuan Banyuwangi". Saya segera mengarahkan kamera hape saya ke ujung jalur sambil memanjang-manjangkan leher, karena belum keliatan juga itu keretanya. Di mana yaaa?? Oh, itu dia, Probowangi berjalan dengan pelan dan gagah memasuki Stasiun Temuguruh...

Quote:[spoiler=Probowangi]

[Image: 8x97.jpg]


[Image: thgc.jpg]


[Image: qi2w.jpg]


[Image: thd6.jpg]


[Image: o428.jpg]

[/spoiler]


Begitu Probowangi masuk Stasiun, tidak lama Tawang Alun kembali melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 06.01, Alun berangkat meninggalkan stasiun Temuguruh diiringi cerahnya sinar mentari. Dan saya pun semakin penasaran untuk menanti apa lagi yang akan terjadi hari ini .....

(BERSAMBUNG....)
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#8
(08-07-2013, 02:20 PM)Hungry Soul Wrote: Pertanyaan saya terjawab tidak lama kemudian. Terdengar pengumuman, "hati-hati di jalur 1, segera masuk Kereta Api Probowangi tujuan Banyuwangi". Saya segera mengarahkan kamera hape saya ke ujung jalur sambil memanjang-manjangkan leher, karena belum keliatan juga itu keretanya. Di mana yaaa?? Oh, itu dia, Probowangi berjalan dengan pelan dan gagah memasuki Stasiun Temuguruh...

Quote:[spoiler=Probowangi]

[Image: 8x97.jpg]


[Image: thgc.jpg]


[Image: qi2w.jpg]


[Image: thd6.jpg]


[Image: o428.jpg]

[/spoiler]


Begitu Probowangi masuk Stasiun, tidak lama Tawang Alun kembali melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 06.01, Alun berangkat meninggalkan stasiun Temuguruh diiringi cerahnya sinar mentari. Dan saya pun semakin penasaran untuk menanti apa lagi yang akan terjadi hari ini .....

(BERSAMBUNG....)


Wah sampai di stasiun asal saya ini...
Revisi dikit..
KA yang bersilang dengan Tawang Alun di Temuguruh adalah KA Pandanwangi dari Kalibaru menuu Banyuwangi Baru Playboy

Lanjut...
|warm up|


[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]
Reply
#9
Ijin nyimak sambil ngebayang bulan agustus, saya akan ke banyuwangi dengan tiket ceban. Mimisan

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
#10
Gw tanggal segitu malah naek STnya, padahal kalo kehabisan tiket bisa ambil TA turun BG sambung bumel Ngakak
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)