Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Hidupkan Jalur KA Lumajang
mantab jaya brow stasiun gumukmasx...
Reply
Kemaren berkesempatan jalan2 di Lumajang. Benar juga, pasti susah jika mengaktifkan jalur ini lagi, karena jalur didalam kotanya sudah banyak bangunan permanen, kayak di jalan Rancagoong, Bandung (Petak Cikudapateuh - Ciwidey). Berikut fotonya (maaf hanya stasiun Lumajang, karena kalau lama2 gak enak sama teman2, karena pas itu tujuan utamanya mau ke pantai papuma)

[Image: 8192551799_e40a96ca0e_z.jpg]

[Image: 8193640258_cc7fd6c1f3_z.jpg]
Reply
(17-11-2012, 10:16 PM)dixtra Wrote: [spoiler]
Kemaren berkesempatan jalan2 di Lumajang. Benar juga, pasti susah jika mengaktifkan jalur ini lagi, karena jalur didalam kotanya sudah banyak bangunan permanen, kayak di jalan Rancagoong, Bandung (Petak Cikudapateuh - Ciwidey). Berikut fotonya (maaf hanya stasiun Lumajang, karena kalau lama2 gak enak sama teman2, karena pas itu tujuan utamanya mau ke pantai papuma)[/spoiler]

[Image: 8192551799_e40a96ca0e_z.jpg]

[Image: 8193640258_cc7fd6c1f3_z.jpg]

Bangunan dindingnya terlihat sangat kokoh dengan pilar2 yang besar
sungguh sangat disayangkan tak sebanding dengan type rel yang hanya menggunakan type R 25.
Reply
Gmana nih prend??
Prkmbangan jalur mati d lumajang?
Reply
Sorry bro, udah lama gak on...
STA. YWL
[spoiler=Kompleks Stasiun][Image: o72a75.jpg][/spoiler]
[spoiler=Tower Air][Image: v62bfc.jpg][/spoiler]
[spoiler=Bangunan Stasiun][Image: 2i9l98w.jpg][/spoiler]
[spoiler=Platname][Image: vrppwj.jpg][/spoiler]
[spoiler=Jembatan Putar][Image: 2cqclkg.jpg][/spoiler]
[spoiler=Dipo dari Barat][Image: 16c3rpw.jpg][/spoiler]
Menurut info warga sekitar, Stasiun Yosowilangun ini ditutup pada tahun 1974.
Dan yang cukup mengejutkan, ternyata panjang emplasemennya kira-kira 300 m.
Stasiun Yosowilangun juga sudah punya dipo dan jembatan putar sendiri.
Baru bisa nyumbang segitu bro... Makasih.
Reply
(07-08-2013, 10:03 PM)Gupt24 Wrote: Sorry bro, udah lama gak on...
STA. YWL
[spoiler=Tower Air][Image: v62bfc.jpg][/spoiler]
[spoiler=Bangunan Stasiun][Image: 2i9l98w.jpg][/spoiler]
[spoiler=Platname][Image: vrppwj.jpg][/spoiler]
[spoiler=Jembatan Putar][Image: 2cqclkg.jpg][/spoiler]
[spoiler=Dipo dari Barat][Image: 16c3rpw.jpg][/spoiler]
Menurut info warga sekitar, Stasiun Yosowilangun ini ditutup pada tahun 1974.
Dan yang cukup mengejutkan, ternyata panjang emplasemennya kira-kira 300 m.
Stasiun Yosowilangun juga sudah punya dipo dan jembatan putar sendiri.
Baru bisa nyumbang segitu bro... Makasih.

Top Banget
kemarin saya juga lewat situ,.tapi lupa gag bawa kamera.........
Reply
Salam kepada semua RF, ane orang baru diforum ini. Big Grin karena ada yang ngebahas soal Lumajang ane ikut nimbrung.hehe
Kebetulan rumah bude ane yang di Sukodono dari belakang rumahnya terlihat jelas bekas jalur KA. Bekas jalur itu masih nampak jelas karena memang posisinya ditengah persawahan namun selepas melintas Jl.Soekarno-Hatta tepatnya didepan Polsek Sukodono , bekas jalur KA sudah lenyap tertutup bangunan Rumah makan yg cukup besar, beberapa ruko yang baru di bangun,dan kantor salah satu parpol. Bethe.

Lalu di jalan Brigjen Katamso yang depan stadion juga udah dijadiin trotoar tapi masih ada bekas jembatannya sebelum pertigaan arah Jl. LetJen Sudandar.

Disini udah ada yg pernah mblusuk Jalur Lumajang - Pasirian??
Dijalur ini ada ada bekas jembatan besar yang sudah dihancurkan sekarang tepatnya setelah Tempeh. Dulu jembatan ini selain untuk KA juga untuk kendaraan bermotor.
Dulu sih pas tahun 2008(tahun pastinya lupa, klo ga salah sekitar 5/6tahun-an lalu) masih ada itu jembatan tapi sekarang udah ga ada tinggal tiang-tiang pondasinya saja. Denger-denger dihancurkan karena sudah tidak layak, karena penambang pasir suka lewat jembatan itu. Ane ada beberapa foto Stasiun Pasirian tapi lupa disimpen dimana. Nanti klo ketemu ane share disini.hehe
Xie Xie

Lok Merah Biru
Reply
(04-09-2013, 08:45 PM)vydee669 Wrote: Salam kepada semua RF, ane orang baru diforum ini. Big Grin karena ada yang ngebahas soal Lumajang ane ikut nimbrung.hehe
Kebetulan rumah bude ane yang di Sukodono dari belakang rumahnya terlihat jelas bekas jalur KA. Bekas jalur itu masih nampak jelas karena memang posisinya ditengah persawahan namun selepas melintas Jl.Soekarno-Hatta tepatnya didepan Polsek Sukodono , bekas jalur KA sudah lenyap tertutup bangunan Rumah makan yg cukup besar, beberapa ruko yang baru di bangun,dan kantor salah satu parpol. Bethe.

Lalu di jalan Brigjen Katamso yang depan stadion juga udah dijadiin trotoar tapi masih ada bekas jembatannya sebelum pertigaan arah Jl. LetJen Sudandar.

Disini udah ada yg pernah mblusuk Jalur Lumajang - Pasirian??
Dijalur ini ada ada bekas jembatan besar yang sudah dihancurkan sekarang tepatnya setelah Tempeh. Dulu jembatan ini selain untuk KA juga untuk kendaraan bermotor.
Dulu sih pas tahun 2008(tahun pastinya lupa, klo ga salah sekitar 5/6tahun-an lalu) masih ada itu jembatan tapi sekarang udah ga ada tinggal tiang-tiang pondasinya saja. Denger-denger dihancurkan karena sudah tidak layak, karena penambang pasir suka lewat jembatan itu. Ane ada beberapa foto Stasiun Pasirian tapi lupa disimpen dimana. Nanti klo ketemu ane share disini.hehe
Xie Xie

Lok Merah Biru


aku tunggu update pics nya bro...Wink
Reply
(08-09-2013, 05:59 AM)gerbong maud... Wrote:
(04-09-2013, 08:45 PM)vydee669 Wrote: Salam kepada semua RF, ane orang baru diforum ini. Big Grin karena ada yang ngebahas soal Lumajang ane ikut nimbrung.hehe
Kebetulan rumah bude ane yang di Sukodono dari belakang rumahnya terlihat jelas bekas jalur KA. Bekas jalur itu masih nampak jelas karena memang posisinya ditengah persawahan namun selepas melintas Jl.Soekarno-Hatta tepatnya didepan Polsek Sukodono , bekas jalur KA sudah lenyap tertutup bangunan Rumah makan yg cukup besar, beberapa ruko yang baru di bangun,dan kantor salah satu parpol. Bethe.

Lalu di jalan Brigjen Katamso yang depan stadion juga udah dijadiin trotoar tapi masih ada bekas jembatannya sebelum pertigaan arah Jl. LetJen Sudandar.

Disini udah ada yg pernah mblusuk Jalur Lumajang - Pasirian??
Dijalur ini ada ada bekas jembatan besar yang sudah dihancurkan sekarang tepatnya setelah Tempeh. Dulu jembatan ini selain untuk KA juga untuk kendaraan bermotor.
Dulu sih pas tahun 2008(tahun pastinya lupa, klo ga salah sekitar 5/6tahun-an lalu) masih ada itu jembatan tapi sekarang udah ga ada tinggal tiang-tiang pondasinya saja. Denger-denger dihancurkan karena sudah tidak layak, karena penambang pasir suka lewat jembatan itu. Ane ada beberapa foto Stasiun Pasirian tapi lupa disimpen dimana. Nanti klo ketemu ane share disini.hehe
Xie Xie

Lok Merah Biru


aku tunggu update pics nya bro...Wink


ini hasil blusukan lebaran kemaren. Foto-fotonya bikinan temen yang satunya:

https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Sukodono

https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Lumajang

https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Tempeh

https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Pasirian

dan

https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Yosowilangun

Enjoy, gitu deh..
Btw, itu jembatan yang dimaksud yang di Kali Mujur. Kemaren kami ke sana juga, tapi ngga bisa masuk; jalanannya penuh jemuran padi dan jagung. Jadi ngga sempet bikin foto. Beberapa setasiun laen yang dicari juga belom ketemu, karena waktunya sempit; ..sambil ngabuburit atau sambil silaturahim. Ngiler
[Image: 2ztakn6.jpg]
Reply
Salam kenal untuk semua,
ada beberapa kabar terbaru tentang reaktivasi jalur KA mati di Lumajang, ini beritanya :

1. 30 Oktober 2013, 15:16:56 | Laporan Sentral FM Lumajang
Pemprov Jatim Hidupkan Kembali Jalur KA Mati di Lumajang
suarasurabaya.net - Pemprov Jatim akan segera menghidupkan lagi jalur Kereta Api yang mati di Kabupaten Lumajang. Jalur itu antara Kecamatan Pasirian menuju Kecamatan Klakah.

Dihidupkannya lagi rel KA ini difungsikan sebagai jalur distribusi bahan tambang yang potensinya sangat besar, seperti pasir, kerikil, dan batu Semeru.

Kesiapan untuk menghidupkan kembali jalur Kereta Api ini, dibahas dalam Workshop Pengembangan Sistem Transportasi di Kabupaten Lumajang yang digelar Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang di Hotel Graha Mulia Jl. PB Sudirman Lumajang, Rabu (30/10/2013).

Arjani Yahputra Kasi Perkeretaapian Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim ketika dikonfirmasi Sentral FM mengungkapkan, kebijakan ini adalah bagian dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) terkait reaktivasi jalur kereta api yang mati secara nasional.

Di Jawa Timur, terang dia, ada 7 jalur mati yang salah satunya ada di Lumajang.

“Saat ini, pengiriman bahan tambang Semeru dari Lumajang, baik pasir, kerikil maupun batu ke berbagai daerah di Jawa Timur dikirim melalui angkutan truk besar. Moda transportasi pengiriman bahan tambang inilah yang menjadi salah-satu pemicu kemacetan di jalur antara Lumajang menuju Surabaya. Bahkan, juga berdampak terhadap kerusakan jalan,” urai Arjani Yahputra.

Keuntungan lainnya adalah melalui moda transportasi kereta api ini, pengiriman bahan tambang bisa dioptimalkan lebih banyak lagi. Jika saat ini tercatat 200 truk sampai 250 truk perhari yang mengirimkan bahan tambang ke luar Lumajang, nantinya bisa lebih besar lagi tanpa harus membawa dampak kemacetan.(her/edy)

Editor: Eddy Prastyo
link: http://jaringradio.suarasurabaya.net/new...i-Lumajang

2. 31 Oktober 2013, 13:00:32 | Laporan Sentral FM Lumajang
Jalur KA Lumajang Diaktifkan, Bisa Urai Kemacetan
suarasurabaya.net - Reaktivasi jalur Kereta Api di Lumajang sebagai moda transportasi alternatif bagi angkutan material bahan tambang Semeru segera direalisasikan, karena dinilai potensial untuk mengurai kemacetan di jalur antara Lumajang hingga Surabaya.

Hal ini disampaikan Agus Wijaya, SH. Mhum Kepala UPT Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim di Jember dalam Workshop Pengembangan Sistem Transportasi di Hotel Graha Mulia Lumajang, Kamis (31/10/2013).

Kepada Sentral FM, ia mengungkapkan, saat ini moda transportasi pengangkutan bahan tambang dengan menggunakan dump truk berskala tonase besar yang mengakut pasir, kerikil maupun batu dari Kabupaten Lumajang ke arah Surabaya setiap harinya, mencapai 200 unit hingga 250 unit.

“Belum terhitung dari truk berskala tonase 8 ton yang mencapai 100 unit hingga 150 unit perharinya. Tentunya dengan operasional truk-truk bermuatan material bahan tambang Semeru dari Lumajang ini, menjadikan jalanan jadi padat dan berpotensi macet,” kata Agus Wijaya.

Bahkan dari pemantauan Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim melalui UPT di Jember, dengan operasionalisasi truk pengangkut material bahan tambang Semeru ini, menyebabkan waktu tempuh menjadi semakin lama karena potensi kemacetan yang terjadi.

“Dulu untuk waktu tempuh dengan kendaraan dari Jember menuju Probolinggo salaam 2 jam, saat ini menjadi 3 jam karena potensi kemacetan akibat operasionalisasi truk pengangkut material tambang Semeru dari Lumajang ini. Termasuk, dari penyebab kemacetan di sejumlah titik rawan,” paparnya.

Titik rawan macet itu, diantaranya di Pertigan Kedungjajang depan Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) KM SBY 137.900 yang disebabkan adaya pertemuan jalan lingkar antara angkutan barang dari arah Jember dengan kedaraan dari Lumajang.

Di KM SBY 133 jalan menanjak dengan banyaknya truk besar pengangkut material Semeru dari Lumajang yang parkir di badan jalan. Di KM SBY 130.400 pertigaan SPBU Randuagung dan Klakah, KM SBY 128.200 perlintasan KA dengan Pasar Klakah, KM SBY 127 di jalur menanjak dan badan jalan yang sempit dekat SMP Negeri dan SMA Negeri Klakah.

“Potensi kemacetan lainnya terdapat di KM SBY 122 di kawasan Rasar Ranuyoso dan KM SBY 118.500 di Pasar Tumpah Wates Wetan. Potensi kemacetan untuk arus kendaraan ini bisa dikurangi jika direalisasikan moda transportasi alternatif, khususnya untuk angkutan material bahan tambang Semeru yang selama ini memenuhi jalanan,” urai Agus Wijaya, SH. Mhum.

Apalagi, lanjutnya, di jam-jam tertentu yang sibuk diantaranya mulai pukul 06.00 hingga pukul 08.00 dan sore harinya pada pukul 16.00 hingga pukul 19.00 rutin terjadi antrian-antrian yang panjang di jalur-jalur tertentu. Diantaranya di sekitar pasar Tumpah Ranunoyo maupun Klakah, di jalur menanjak Klakah dan sejumlah titik lainnya.

“Gradien dan kontur jalanan yang menanjak dan menikung bagi angkutan pasir tidak bisa melaju cepat. Akibatnya terjadi iring-iringan yang memicu kemacetan. Kondisi ini akan diperparah jika terjadi truk mogok, misalnya. Kondisi seperti itu yang rutin terjadi. Untuk itu, diperlukan moda transportasi alternatif agar jalanan bisa lebih leluasa dari potensi kemacetan,” jlentrehnya.

Sebagai soluasi alternatif, moda transportasi Kereta Api untuk memecah potensi kemacetan di jalur ini, diungkapkan Agus Wijaya, sangat potensial. “Moda transportasi Kereta Api bisa menjadi alternatif utama. Karena, pelaku utama perekonomian di Lumajang, tidak boleh terpaku pada satu moda transportasi jalan saja. Untuk mengoptimalkan potensinya, moda transportasi alternatif melalui kereta api bisa menjadi solusi. Karena potensi angkutan yang bisa dikirim besar, tidak terkendala macet, cepat dengan hitungan waktu yang tepat serta hemat penggunaan energi,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Agus Wijaya, prioritas saat ini yang dirintis Pemprov Jatim adalah railway untuk pengangkutan bahan tambang yang juga bisa dimanfaatkan untuk angkutan hasil pertanian dan hortikultura jalur Pasirian hingga Klakah yang nantinya bisa diteruskan hingga Surabaya.

“Sedangkan, untuk angkutan penumpang nantinya akan mengikuti, termasuk reaktivasi jalur selatan Lumajang dari Klakah menuju ke Rambipuji, Kabupaten Jember,” pungkas Agus Wijaya.(her/ipg)

Editor: Iping Supingah
Link: http://jaringradio.suarasurabaya.net/new...-Kemacetan

3. 6/11/2013 15:29 WIB
Jalur Kereta Api Mati Akan Digunakan Kembali

Effendi Moerdiono - Lumajang, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan menghidupkan kembali jalur kereta api yang mati, guna mengurai kepadatan lalulintas.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Winarno, Rabu (6/11).

Winarno mengatakan, dengan aktifnya kembali jalur kereta api di Lumjang memudahkan pengiriman pasir atau hasil bumi, karena jalur Kabupaten Lumajang sering dilewati truk-truk besar dan hal ini berdampak terhadap kendaraan lain yang hendak berkendara.

Setiap hari truk tersebut melintas di Kabupaten Lumajang ke arah Surabaya mencapai 250 kendaraan.

Dengan aktifnya jalur kereta api ini juga akan berimbas positif terhadap jalur yang ada di Jember bagian selatan, sehingga nantinya pengiriman barang dapat digunakan lewat jalur kereta api.

Jalur kereta api bagian selatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang selama ini tidak digunakan, bahkan sebagian jalur tersebut diatasnya telah berdiri pertokoan atau perumahan. Keberadaanya akan kembali digunakan untuk mengurangi kepadatan lalulintas yang setiap hari terus meningkat. (anj)
Link: http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=129392

Semoga cepat terealisasi.....Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)