Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
data LAA tanya ke siapa ya?
#21
(06-10-2009, 06:20 AM)Taufik GM-MarKA Wrote: Dadah serpongNgeledekNgeledek

Untungnya gwe nggak tinggal di serpong tapi di bogor wkwkwkwk
BOBOTOH PERSIB
Reply
#22
kyaaa...
tembakan si TAP meleset...

[Image: photo.php?pid=379024&id=100000253048256&ref=fbx_album]

KCJ 7000 series-7117F
Reply
#23
(06-10-2009, 06:08 PM)jadrians Wrote: INKA kalo gak salah kebagian bikin bogie,body dan interior. Kalau TM,dan hal2 lain yg berhubungan dengan kelistrikan dari Bombardier.

Ini proyek kan punya DEPHUB, harusnya pihak DEPHUB sebagai owner dan INKA sebagai pabrikan berkoordinasi dengan KAI selaku operator.
Agar kasus Holec tidak terulang..Ingat ini dana untuk pengadaan krl bantuan dari Pemerintah Jerman loh...buka hibah

Wah gw harus request ke INKA pake Body dan interior KRLI ajah
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#24
interior jangan krl-i,masa pake korsi plastik,pake jok kyk 8500 ajah lebih bagus

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
#25
kali kalo plastik lebih awet pak, bebas perawatan dibanding jok 8500
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#26
Back on Topic soalan LAA yah....

trims.

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#27
Coba ini Mas Logawa...

Quote:STANDARD DESAIND SUBSTATION

  1. TEGANGAN INPUT ± 10% TEGANGAN NOMINAL.
  2. TEGANGAN OUT PUT :
    • - MAKSIMUM : 1800 V DC
      - NOMINAL : 1500 V DC
      - MINIMUM : 1100 V DC
  3. RELAY PROTECSI – HARUS BERFUNGSI
    • - SISI AC : 50, 51, 51G, 27, 59, 52
      - SISI KONVERSI : 26T, 63,32 SURGE ARESTER
      - SISI DC : 50F, 54, 64P, LBD CIRCUIT BREAKER HARUS BEROPERASI SECARA ELEKTRIK EMERGENCI STOP HARUS BERFUNGSI TEGANGAN CONTROL HARUS TERSEDIA SECARA CONTINIU URUTAN PENGOPERASIAN HARUS DARI SISI INPUT DAN PEMADAMAN DARI SISI OUTPUT TEGANGAN OUTPUT DC HARUS RATA TIDAK MENIMBULKAN HARMONISA YANG MENGGANGGU ALAT KOMUNIKASI

Standard Operasi
  1. Substation
    1. Substation harus dapat mengubah / mengkonversi arus bolak balik (AC) menjadi menjadi arus searah (DC) dari sumber PLN agar bisa digunakan untuk operasional kereta api bertenaga listrik.
    2. Substation harus mempunyai daya yang cukup untuk memikul beban sesuai beban yang direncanakan.
    3. Substation harus dapat beroperasi dengan fluktuasi tegangan input : ± 10% tegangan nominal.
    4. Tegangan output : nominal 1500 V DC, maksimal 1800 V DC dan minimal 1100 V DC
    5. Substation harus dilengkapi dengan relay2 proteksi yang dengan segera dapat bekerja jika menerima indikasi/sinyal gangguan untuk segera mengeksekusi / memerintahkan semua circuit breaker untuk menghentikan pengoperasiannya.
    6. Tegangan control untuk substation harus tersedia continiu dari main line , auxiliary dan battery
    7. Rated Overload : 100% continius , 150% 2 jam , 200% 5 menit , 300% 1 menit
    8. Proteksi, interlocking dan control system berfungsi dengan baik.
    9. Circuit breaker harus beroperasi secara elektrik.
    10. Pengopersian substation harus berurutan dari incoming ke outgoing dan sebaliknya jika memadamkan.
    11. Tersedia fasilitas emergency stop.
    12. Material yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi tehnik yang disyaratkan
  2. Remote Supervisory Control
    1. Remote Supervisory Control Master (RSCM) harus dapat mengolah data input dari remote supervisory control lokal dan memberikan indikasi-indikasi yang terjadi serta memerintah ke RSC Lokal untuk melakukan perintah-perintah pemutusan / pemasukan ke circuit-circuit breaker pada substation dan sinyal cabin /hut
    2. Harus dapat memantau dan mengendalikan circuit breaker di substation
    3. Harus dapat memonitor peralatan substation sesuai indikasi yang muncul
    4. Harus dilengkapi dengan emergency stop dalam hal terjadi gangguan besar.
    5. Harus tersedia tegangan control yang continiu dan back up batery selama 5 jam

  3. Jaringan Aliran Atas
    1. Jaringan Aliran Atas harus dapat menyalurkan daya yang dihasilkan oleh substation dan merupakan jaringan over head ( jaringan atas )
    2. Jaringan Aliran Atas harus mampu menyuplai daya listrik secara kontinyu sesuai kapasitas daya yang dibutuhkan
    3. Jaringan Aliran Atas sebagai jaringan terbuka harus dilindungi dari gangguan petir / surge voltage.
    4. . Jaringan Aliran Atas harus terpasang sesuai dengan ketinggian , deviasi dan gradient yang disyaratkan
    5. Jaringan Aliran Atas harus terpasang bebas dari bangunan / kontruksi / benda2 sesuai ruang bebas listrik.
    6. Jaringan Aliran Atas harus mempunyai penggal2 section guna pengamanan / pemeliharaan.
    7. . Jaringan Aliran Atas harus terpasang dengan kokoh pada lintasan yang dielektrifikasi dan mampu menahan tekanan pantograph kereta listrik
  4. Power Distribution
    1. Power distribusi harus dapat menyalurkan daya listrik yang bertegangan 6 kV AC dari substation yang dilengkapi transfomer distribusi untuk menurunkan tegangan dari 6 kV AC menjadi 380/220 V AC untuk keperluan persinyalan , telekomunikasi dan alat pendukung lain.
    2. . Urutan phase tidak boleh terbalik dan terinterupsi
    3. Power Distribusi harus dilengkapi dengan relay2 proteksi yang dengan segera dapat bekerja mengeksekusi / memerintahkan circuit breaker-circuit breaker untuk menghentikan pengoperasiannya
    4. Harus mampu secara kontinyu menyalurkan daya listrik
    5. Deviasi tegangan 6 k V AC ± 5 %

Sumber
Cukup lengkap, ilmiah karena diisi oleh orang yang memang mempelajari ilmu tersebut (Taruna Perhubungan Darat)

Happy reading...

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#28
kalo LAA dari St Maja sampe St Merak kapan rencana mau di bangunnya yaa...?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)