Posts: 145
Threads: 0
Joined: Sep 2013
Reputation:
1
(17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.
1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54
Thanks Mas, lengkap banget.. Ane baru tau ada yang pake R50.. Ada beberapa pertanyaan sih:
1. Malang - Blitar dan Pasuruan - Probolinggo nampaknya masih R33, soalnya di petak itu KA-KA jalannya pelan sekali (Malang - Blitar mungkin cuma 40km/j; Pasuruan - Probolinggo sekitar 40-60 km/j dan berisiknya juara)
2. Kroya - Bandung yang R54 mungkin cuma BD - CCL saja, soalnya dari pengamatan saya kemarin sore/petang (habis naik Pasundan dari Jogja, hehe), dari Kroya - CCL mungkin masih R 42, soalnya rel-nya nampak lebih kecil dan kecepatan KA yang melintas relatif lebih lambat. Lagipula untuk petak TSM-CCL yang didominasi pegunungan rel tipe R42 masih mumpuni..
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 31
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
0
Untuk Lintas Blitar-Ngujang Rel Sudah R-54 Bantalan Beton. Taspat Max petak ini 60 Kpj.
Sedangkan Petak Ngujang-Kediri menggunakan R-42 campuran R-33(R33 hanya di berbagai titik) .malah diselatan st Kras Rel nya kebanyakan dibalik krna sudah Aus..
Untuk lintas Kediri-Kertosono menggunakan R-42 bantalan beton. Taspat petak ini max 70-80 km Kpj.
Nb : dipetak Ngujang-Kras(mulai dari sinyal muka NJG bagian utara) sudah ditebar Bantalan. Menunggu Pemasangan.
Petak NJG-KD kayak.nya mau diganti dari R-42 ke R-54
Posts: 1,292
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
17
(17-11-2013, 06:44 PM)paulus Wrote: Kayaknya udah gak ada yg bantalan kayu ya?
Jarang.. mungkin ada di petak BOO-SI.. sebagian masih ada yg bantalan kayu...
Posts: 3
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
0
KYA - KTA R54
KTA - YK R54
YK - SLO R54
SLO - MN R54
MN - KTS R54
KTS - WO R54
WO - SGU R50/R42
Posts: 1,292
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
17
Apakah ada tipe rel yg lebih tinggi lagi selain R54 yg digunakan di Indonesia????
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
Ada di divre, ga tau divre berapa
Coba buaka-buka subforum sumatera ajah Kang
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
3
(17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.
1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54
Utk Jalur Tnh Abang - Serpong kayaknya DT R54
Utk jalur Serpong - Maja jalur lamanya kayaknya pake R42
trus jalur barunya (DT) kayaknya pake R54.....
Karena kalo diliat rel jalur lama lebih kecil dari rel jalur baru.....
Posts: 389
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
1
[spoiler]
(17-11-2013, 08:38 PM)DiasWU Wrote: (17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.
1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54
Thanks Mas, lengkap banget.. Ane baru tau ada yang pake R50.. Ada beberapa pertanyaan sih:
1. Malang - Blitar dan Pasuruan - Probolinggo nampaknya masih R33, soalnya di petak itu KA-KA jalannya pelan sekali (Malang - Blitar mungkin cuma 40km/j; Pasuruan - Probolinggo sekitar 40-60 km/j dan berisiknya juara)
2. Kroya - Bandung yang R54 mungkin cuma BD - CCL saja, soalnya dari pengamatan saya kemarin sore/petang (habis naik Pasundan dari Jogja, hehe), dari Kroya - CCL mungkin masih R 42, soalnya rel-nya nampak lebih kecil dan kecepatan KA yang melintas relatif lebih lambat. Lagipula untuk petak TSM-CCL yang didominasi pegunungan rel tipe R42 masih mumpuni..  [/spoiler]
Sebenarnye data ini aye dapatin dari pdf-nya bappenas atau sypa gitu yang aye download, dan secara ngga sengaja ketemu peta penyebaran jaringan rel di Pulau Jawa, berhubung aye lupa naruh filenya dimane, jadi yang seinget-nya aja. Selain itu kalo naek kreta lebih sering ngga tidur sekalian ngrasain ni jalur pake tipe apa.
1. Malang - Blitar, aye sih ragu2 antara R33/R42 tapi kemungkinan besar bener pake R33, tahun 2007 dulu ketika masih bantalan kayu / besi kecepatan kreta juga ngga jauh beda sama sekarang yang bantalan beton. Waktu tempuhnya juga 2 jam (ekspress). Kalo Pasuruan - Probolinggo, aye udah lama ga naek kreta daerah ini, tapi di thread sebelah masih nyebutin kalo pake R33 beton, wajar berisik soalnya kreta ngebut.
2. Kalo lintas Kroya - Bandung, aye terakhir tahun 2008 dlu, mngkin skrang sudah ada pergantian ke R54 di beberapa petak, aye liatnya di DIPA-nya Kemenhub taun 2008 / 2009, ada peningkatan R42 besi / kayu ke R42 beton dan R54 beton, tapi secara parsial dan acak, rute tepatnya kalo ngga salah sekitaran Gandrungmangun. Sama seperti petak Madiun - Solo, lepas stasiun Madiun R54 tapi beberapa km kemudian R42, kliatan banget dari goncangan ama suaranya, mungkin baru Walikukun / Barat baru R54.
Posts: 247
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
10
(19-11-2013, 07:49 AM)bramoy Wrote: [spoiler]
(17-11-2013, 08:38 PM)DiasWU Wrote: (17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.
1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54
Thanks Mas, lengkap banget.. Ane baru tau ada yang pake R50.. Ada beberapa pertanyaan sih:
1. Malang - Blitar dan Pasuruan - Probolinggo nampaknya masih R33, soalnya di petak itu KA-KA jalannya pelan sekali (Malang - Blitar mungkin cuma 40km/j; Pasuruan - Probolinggo sekitar 40-60 km/j dan berisiknya juara)
2. Kroya - Bandung yang R54 mungkin cuma BD - CCL saja, soalnya dari pengamatan saya kemarin sore/petang (habis naik Pasundan dari Jogja, hehe), dari Kroya - CCL mungkin masih R 42, soalnya rel-nya nampak lebih kecil dan kecepatan KA yang melintas relatif lebih lambat. Lagipula untuk petak TSM-CCL yang didominasi pegunungan rel tipe R42 masih mumpuni..  [/spoiler]
Sebenarnye data ini aye dapatin dari pdf-nya bappenas atau sypa gitu yang aye download, dan secara ngga sengaja ketemu peta penyebaran jaringan rel di Pulau Jawa, berhubung aye lupa naruh filenya dimane, jadi yang seinget-nya aja. Selain itu kalo naek kreta lebih sering ngga tidur sekalian ngrasain ni jalur pake tipe apa.
1. Malang - Blitar, aye sih ragu2 antara R33/R42 tapi kemungkinan besar bener pake R33, tahun 2007 dulu ketika masih bantalan kayu / besi kecepatan kreta juga ngga jauh beda sama sekarang yang bantalan beton. Waktu tempuhnya juga 2 jam (ekspress). Kalo Pasuruan - Probolinggo, aye udah lama ga naek kreta daerah ini, tapi di thread sebelah masih nyebutin kalo pake R33 beton, wajar berisik soalnya kreta ngebut.
2. Kalo lintas Kroya - Bandung, aye terakhir tahun 2008 dlu, mngkin skrang sudah ada pergantian ke R54 di beberapa petak, aye liatnya di DIPA-nya Kemenhub taun 2008 / 2009, ada peningkatan R42 besi / kayu ke R42 beton dan R54 beton, tapi secara parsial dan acak, rute tepatnya kalo ngga salah sekitaran Gandrungmangun. Sama seperti petak Madiun - Solo, lepas stasiun Madiun R54 tapi beberapa km kemudian R42, kliatan banget dari goncangan ama suaranya, mungkin baru Walikukun / Barat baru R54.
maaf oot untuk lintasan ML -BL, kapan ya di upgrade ke R54?
|