Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Hidupkan Jalur KA Lumajang
(29-11-2013, 01:04 PM)Sundaka Wrote: [spoiler]
Salam kenal untuk semua,
ada beberapa kabar terbaru tentang reaktivasi jalur KA mati di Lumajang, ini beritanya :

1. 30 Oktober 2013, 15:16:56 | Laporan Sentral FM Lumajang
Pemprov Jatim Hidupkan Kembali Jalur KA Mati di Lumajang
suarasurabaya.net - Pemprov Jatim akan segera menghidupkan lagi jalur Kereta Api yang mati di Kabupaten Lumajang. Jalur itu antara Kecamatan Pasirian menuju Kecamatan Klakah.

Dihidupkannya lagi rel KA ini difungsikan sebagai jalur distribusi bahan tambang yang potensinya sangat besar, seperti pasir, kerikil, dan batu Semeru.

Kesiapan untuk menghidupkan kembali jalur Kereta Api ini, dibahas dalam Workshop Pengembangan Sistem Transportasi di Kabupaten Lumajang yang digelar Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang di Hotel Graha Mulia Jl. PB Sudirman Lumajang, Rabu (30/10/2013).

Arjani Yahputra Kasi Perkeretaapian Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim ketika dikonfirmasi Sentral FM mengungkapkan, kebijakan ini adalah bagian dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) terkait reaktivasi jalur kereta api yang mati secara nasional.

Di Jawa Timur, terang dia, ada 7 jalur mati yang salah satunya ada di Lumajang.

“Saat ini, pengiriman bahan tambang Semeru dari Lumajang, baik pasir, kerikil maupun batu ke berbagai daerah di Jawa Timur dikirim melalui angkutan truk besar. Moda transportasi pengiriman bahan tambang inilah yang menjadi salah-satu pemicu kemacetan di jalur antara Lumajang menuju Surabaya. Bahkan, juga berdampak terhadap kerusakan jalan,” urai Arjani Yahputra.

Keuntungan lainnya adalah melalui moda transportasi kereta api ini, pengiriman bahan tambang bisa dioptimalkan lebih banyak lagi. Jika saat ini tercatat 200 truk sampai 250 truk perhari yang mengirimkan bahan tambang ke luar Lumajang, nantinya bisa lebih besar lagi tanpa harus membawa dampak kemacetan.(her/edy)

Editor: Eddy Prastyo
link: http://jaringradio.suarasurabaya.net/new...i-Lumajang

2. 31 Oktober 2013, 13:00:32 | Laporan Sentral FM Lumajang
Jalur KA Lumajang Diaktifkan, Bisa Urai Kemacetan
suarasurabaya.net - Reaktivasi jalur Kereta Api di Lumajang sebagai moda transportasi alternatif bagi angkutan material bahan tambang Semeru segera direalisasikan, karena dinilai potensial untuk mengurai kemacetan di jalur antara Lumajang hingga Surabaya.

Hal ini disampaikan Agus Wijaya, SH. Mhum Kepala UPT Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim di Jember dalam Workshop Pengembangan Sistem Transportasi di Hotel Graha Mulia Lumajang, Kamis (31/10/2013).

Kepada Sentral FM, ia mengungkapkan, saat ini moda transportasi pengangkutan bahan tambang dengan menggunakan dump truk berskala tonase besar yang mengakut pasir, kerikil maupun batu dari Kabupaten Lumajang ke arah Surabaya setiap harinya, mencapai 200 unit hingga 250 unit.

“Belum terhitung dari truk berskala tonase 8 ton yang mencapai 100 unit hingga 150 unit perharinya. Tentunya dengan operasional truk-truk bermuatan material bahan tambang Semeru dari Lumajang ini, menjadikan jalanan jadi padat dan berpotensi macet,” kata Agus Wijaya.

Bahkan dari pemantauan Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim melalui UPT di Jember, dengan operasionalisasi truk pengangkut material bahan tambang Semeru ini, menyebabkan waktu tempuh menjadi semakin lama karena potensi kemacetan yang terjadi.

“Dulu untuk waktu tempuh dengan kendaraan dari Jember menuju Probolinggo salaam 2 jam, saat ini menjadi 3 jam karena potensi kemacetan akibat operasionalisasi truk pengangkut material tambang Semeru dari Lumajang ini. Termasuk, dari penyebab kemacetan di sejumlah titik rawan,” paparnya.

Titik rawan macet itu, diantaranya di Pertigan Kedungjajang depan Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) KM SBY 137.900 yang disebabkan adaya pertemuan jalan lingkar antara angkutan barang dari arah Jember dengan kedaraan dari Lumajang.

Di KM SBY 133 jalan menanjak dengan banyaknya truk besar pengangkut material Semeru dari Lumajang yang parkir di badan jalan. Di KM SBY 130.400 pertigaan SPBU Randuagung dan Klakah, KM SBY 128.200 perlintasan KA dengan Pasar Klakah, KM SBY 127 di jalur menanjak dan badan jalan yang sempit dekat SMP Negeri dan SMA Negeri Klakah.

“Potensi kemacetan lainnya terdapat di KM SBY 122 di kawasan Rasar Ranuyoso dan KM SBY 118.500 di Pasar Tumpah Wates Wetan. Potensi kemacetan untuk arus kendaraan ini bisa dikurangi jika direalisasikan moda transportasi alternatif, khususnya untuk angkutan material bahan tambang Semeru yang selama ini memenuhi jalanan,” urai Agus Wijaya, SH. Mhum.

Apalagi, lanjutnya, di jam-jam tertentu yang sibuk diantaranya mulai pukul 06.00 hingga pukul 08.00 dan sore harinya pada pukul 16.00 hingga pukul 19.00 rutin terjadi antrian-antrian yang panjang di jalur-jalur tertentu. Diantaranya di sekitar pasar Tumpah Ranunoyo maupun Klakah, di jalur menanjak Klakah dan sejumlah titik lainnya.

“Gradien dan kontur jalanan yang menanjak dan menikung bagi angkutan pasir tidak bisa melaju cepat. Akibatnya terjadi iring-iringan yang memicu kemacetan. Kondisi ini akan diperparah jika terjadi truk mogok, misalnya. Kondisi seperti itu yang rutin terjadi. Untuk itu, diperlukan moda transportasi alternatif agar jalanan bisa lebih leluasa dari potensi kemacetan,” jlentrehnya.

Sebagai soluasi alternatif, moda transportasi Kereta Api untuk memecah potensi kemacetan di jalur ini, diungkapkan Agus Wijaya, sangat potensial. “Moda transportasi Kereta Api bisa menjadi alternatif utama. Karena, pelaku utama perekonomian di Lumajang, tidak boleh terpaku pada satu moda transportasi jalan saja. Untuk mengoptimalkan potensinya, moda transportasi alternatif melalui kereta api bisa menjadi solusi. Karena potensi angkutan yang bisa dikirim besar, tidak terkendala macet, cepat dengan hitungan waktu yang tepat serta hemat penggunaan energi,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Agus Wijaya, prioritas saat ini yang dirintis Pemprov Jatim adalah railway untuk pengangkutan bahan tambang yang juga bisa dimanfaatkan untuk angkutan hasil pertanian dan hortikultura jalur Pasirian hingga Klakah yang nantinya bisa diteruskan hingga Surabaya.

“Sedangkan, untuk angkutan penumpang nantinya akan mengikuti, termasuk reaktivasi jalur selatan Lumajang dari Klakah menuju ke Rambipuji, Kabupaten Jember,” pungkas Agus Wijaya.(her/ipg)

Editor: Iping Supingah
Link: http://jaringradio.suarasurabaya.net/new...-Kemacetan

3. 6/11/2013 15:29 WIB
Jalur Kereta Api Mati Akan Digunakan Kembali

Effendi Moerdiono - Lumajang, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan menghidupkan kembali jalur kereta api yang mati, guna mengurai kepadatan lalulintas.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Winarno, Rabu (6/11).

Winarno mengatakan, dengan aktifnya kembali jalur kereta api di Lumjang memudahkan pengiriman pasir atau hasil bumi, karena jalur Kabupaten Lumajang sering dilewati truk-truk besar dan hal ini berdampak terhadap kendaraan lain yang hendak berkendara.[/spoiler]

Setiap hari truk tersebut melintas di Kabupaten Lumajang ke arah Surabaya mencapai 250 kendaraan.
[spoiler]
Dengan aktifnya jalur kereta api ini juga akan berimbas positif terhadap jalur yang ada di Jember bagian selatan, sehingga nantinya pengiriman barang dapat digunakan lewat jalur kereta api.

Jalur kereta api bagian selatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang selama ini tidak digunakan, bahkan sebagian jalur tersebut diatasnya telah berdiri pertokoan atau perumahan. Keberadaanya akan kembali digunakan untuk mengurangi kepadatan lalulintas yang setiap hari terus meningkat. (anj)
Link: http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=129392

Semoga cepat terealisasi.....Lok Merah Biru[/spoiler]

250 Truk / hari Setara dengan 80 Gerbong PPCW
Seandainya ada realisas maka dalam sehari ada perjalanan KA Barang sbb :

1. 4 Trip CC 206 bawa 20 PPCW atau
2. 5 Trip CC 201 bawa 16 PPCW

Cukup 8ignifican

Kado
Reply
(29-11-2013, 03:16 PM)BAMBANG EKO Wrote:
(29-11-2013, 01:04 PM)Sundaka Wrote: [spoiler]
Salam kenal untuk semua,
ada beberapa kabar terbaru tentang reaktivasi jalur KA mati di Lumajang, ini beritanya :

1. 30 Oktober 2013, 15:16:56 | Laporan Sentral FM Lumajang
Pemprov Jatim Hidupkan Kembali Jalur KA Mati di Lumajang
suarasurabaya.net - Pemprov Jatim akan segera menghidupkan lagi jalur Kereta Api yang mati di Kabupaten Lumajang. Jalur itu antara Kecamatan Pasirian menuju Kecamatan Klakah.

Dihidupkannya lagi rel KA ini difungsikan sebagai jalur distribusi bahan tambang yang potensinya sangat besar, seperti pasir, kerikil, dan batu Semeru.

Kesiapan untuk menghidupkan kembali jalur Kereta Api ini, dibahas dalam Workshop Pengembangan Sistem Transportasi di Kabupaten Lumajang yang digelar Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang di Hotel Graha Mulia Jl. PB Sudirman Lumajang, Rabu (30/10/2013).

Arjani Yahputra Kasi Perkeretaapian Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim ketika dikonfirmasi Sentral FM mengungkapkan, kebijakan ini adalah bagian dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) terkait reaktivasi jalur kereta api yang mati secara nasional.

Di Jawa Timur, terang dia, ada 7 jalur mati yang salah satunya ada di Lumajang.

“Saat ini, pengiriman bahan tambang Semeru dari Lumajang, baik pasir, kerikil maupun batu ke berbagai daerah di Jawa Timur dikirim melalui angkutan truk besar. Moda transportasi pengiriman bahan tambang inilah yang menjadi salah-satu pemicu kemacetan di jalur antara Lumajang menuju Surabaya. Bahkan, juga berdampak terhadap kerusakan jalan,” urai Arjani Yahputra.

Keuntungan lainnya adalah melalui moda transportasi kereta api ini, pengiriman bahan tambang bisa dioptimalkan lebih banyak lagi. Jika saat ini tercatat 200 truk sampai 250 truk perhari yang mengirimkan bahan tambang ke luar Lumajang, nantinya bisa lebih besar lagi tanpa harus membawa dampak kemacetan.(her/edy)

Editor: Eddy Prastyo
link: http://jaringradio.suarasurabaya.net/new...i-Lumajang

2. 31 Oktober 2013, 13:00:32 | Laporan Sentral FM Lumajang
Jalur KA Lumajang Diaktifkan, Bisa Urai Kemacetan
suarasurabaya.net - Reaktivasi jalur Kereta Api di Lumajang sebagai moda transportasi alternatif bagi angkutan material bahan tambang Semeru segera direalisasikan, karena dinilai potensial untuk mengurai kemacetan di jalur antara Lumajang hingga Surabaya.

Hal ini disampaikan Agus Wijaya, SH. Mhum Kepala UPT Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim di Jember dalam Workshop Pengembangan Sistem Transportasi di Hotel Graha Mulia Lumajang, Kamis (31/10/2013).

Kepada Sentral FM, ia mengungkapkan, saat ini moda transportasi pengangkutan bahan tambang dengan menggunakan dump truk berskala tonase besar yang mengakut pasir, kerikil maupun batu dari Kabupaten Lumajang ke arah Surabaya setiap harinya, mencapai 200 unit hingga 250 unit.

“Belum terhitung dari truk berskala tonase 8 ton yang mencapai 100 unit hingga 150 unit perharinya. Tentunya dengan operasional truk-truk bermuatan material bahan tambang Semeru dari Lumajang ini, menjadikan jalanan jadi padat dan berpotensi macet,” kata Agus Wijaya.

Bahkan dari pemantauan Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim melalui UPT di Jember, dengan operasionalisasi truk pengangkut material bahan tambang Semeru ini, menyebabkan waktu tempuh menjadi semakin lama karena potensi kemacetan yang terjadi.

“Dulu untuk waktu tempuh dengan kendaraan dari Jember menuju Probolinggo salaam 2 jam, saat ini menjadi 3 jam karena potensi kemacetan akibat operasionalisasi truk pengangkut material tambang Semeru dari Lumajang ini. Termasuk, dari penyebab kemacetan di sejumlah titik rawan,” paparnya.

Titik rawan macet itu, diantaranya di Pertigan Kedungjajang depan Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) KM SBY 137.900 yang disebabkan adaya pertemuan jalan lingkar antara angkutan barang dari arah Jember dengan kedaraan dari Lumajang.

Di KM SBY 133 jalan menanjak dengan banyaknya truk besar pengangkut material Semeru dari Lumajang yang parkir di badan jalan. Di KM SBY 130.400 pertigaan SPBU Randuagung dan Klakah, KM SBY 128.200 perlintasan KA dengan Pasar Klakah, KM SBY 127 di jalur menanjak dan badan jalan yang sempit dekat SMP Negeri dan SMA Negeri Klakah.

“Potensi kemacetan lainnya terdapat di KM SBY 122 di kawasan Rasar Ranuyoso dan KM SBY 118.500 di Pasar Tumpah Wates Wetan. Potensi kemacetan untuk arus kendaraan ini bisa dikurangi jika direalisasikan moda transportasi alternatif, khususnya untuk angkutan material bahan tambang Semeru yang selama ini memenuhi jalanan,” urai Agus Wijaya, SH. Mhum.

Apalagi, lanjutnya, di jam-jam tertentu yang sibuk diantaranya mulai pukul 06.00 hingga pukul 08.00 dan sore harinya pada pukul 16.00 hingga pukul 19.00 rutin terjadi antrian-antrian yang panjang di jalur-jalur tertentu. Diantaranya di sekitar pasar Tumpah Ranunoyo maupun Klakah, di jalur menanjak Klakah dan sejumlah titik lainnya.

“Gradien dan kontur jalanan yang menanjak dan menikung bagi angkutan pasir tidak bisa melaju cepat. Akibatnya terjadi iring-iringan yang memicu kemacetan. Kondisi ini akan diperparah jika terjadi truk mogok, misalnya. Kondisi seperti itu yang rutin terjadi. Untuk itu, diperlukan moda transportasi alternatif agar jalanan bisa lebih leluasa dari potensi kemacetan,” jlentrehnya.

Sebagai soluasi alternatif, moda transportasi Kereta Api untuk memecah potensi kemacetan di jalur ini, diungkapkan Agus Wijaya, sangat potensial. “Moda transportasi Kereta Api bisa menjadi alternatif utama. Karena, pelaku utama perekonomian di Lumajang, tidak boleh terpaku pada satu moda transportasi jalan saja. Untuk mengoptimalkan potensinya, moda transportasi alternatif melalui kereta api bisa menjadi solusi. Karena potensi angkutan yang bisa dikirim besar, tidak terkendala macet, cepat dengan hitungan waktu yang tepat serta hemat penggunaan energi,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Agus Wijaya, prioritas saat ini yang dirintis Pemprov Jatim adalah railway untuk pengangkutan bahan tambang yang juga bisa dimanfaatkan untuk angkutan hasil pertanian dan hortikultura jalur Pasirian hingga Klakah yang nantinya bisa diteruskan hingga Surabaya.

“Sedangkan, untuk angkutan penumpang nantinya akan mengikuti, termasuk reaktivasi jalur selatan Lumajang dari Klakah menuju ke Rambipuji, Kabupaten Jember,” pungkas Agus Wijaya.(her/ipg)

Editor: Iping Supingah
Link: http://jaringradio.suarasurabaya.net/new...-Kemacetan

3. 6/11/2013 15:29 WIB
Jalur Kereta Api Mati Akan Digunakan Kembali

Effendi Moerdiono - Lumajang, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan menghidupkan kembali jalur kereta api yang mati, guna mengurai kepadatan lalulintas.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Winarno, Rabu (6/11).

Winarno mengatakan, dengan aktifnya kembali jalur kereta api di Lumjang memudahkan pengiriman pasir atau hasil bumi, karena jalur Kabupaten Lumajang sering dilewati truk-truk besar dan hal ini berdampak terhadap kendaraan lain yang hendak berkendara.[/spoiler]

Setiap hari truk tersebut melintas di Kabupaten Lumajang ke arah Surabaya mencapai 250 kendaraan.
[spoiler]
Dengan aktifnya jalur kereta api ini juga akan berimbas positif terhadap jalur yang ada di Jember bagian selatan, sehingga nantinya pengiriman barang dapat digunakan lewat jalur kereta api.

Jalur kereta api bagian selatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang selama ini tidak digunakan, bahkan sebagian jalur tersebut diatasnya telah berdiri pertokoan atau perumahan. Keberadaanya akan kembali digunakan untuk mengurangi kepadatan lalulintas yang setiap hari terus meningkat. (anj)
Link: http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=129392

Semoga cepat terealisasi.....Lok Merah Biru[/spoiler]

250 Truk / hari Setara dengan 80 Gerbong PPCW
Seandainya ada realisas maka dalam sehari ada perjalanan KA Barang sbb :

1. 4 Trip CC 206 bawa 20 PPCW atau
2. 5 Trip CC 201 bawa 16 PPCW

Cukup 8ignifican

Kado

Menghemat beban jalan raya.. dan pasti klo menggunakan kereta akan lebih cepat dan efisien waktu.. Xie Xie
Reply
Tambahan berita lagi:
31 Oktober 2013, 18:58:35 | Laporan Sentral FM Lumajang

KA Tambang Lumajang Butuh Dana Besar

suarasurabaya.net - Rencana Pemprov Jatim menghidupkan lagi jalur Kereta Api di Lumajang untuk pengangkut bahan tambang, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Diperkirakan dana yang dibutuhkan sampai trilyunan rupiah.

Drs Wisu Wasono Adi, Msi Asisten Administrasi Pemkab Lumajang mengatakan proyek ini sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan dari Kecamatan Pasirian menuju Klakah.

“Kalau saya bilang, dana yang dibutuhkan nolnya itu berderet-deret sampai 13 digit. Untuk itu, Pemkab Lumajang jelas tidak sanggup membiayaninya. Lha wong APBD-nya saja baru mencapai 1,3 Trilyun. Yang jelas proyek ini harus ditangani Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat,” kata Drs Wisu Wasono Adi, MSi.

Tidak hanya itu saja, untuk merealisasikan jalur Kereta Api pengangkut bahan bahan tambang ini tidak mudah, sebab jalur yang tersedia sudah berubah fungsi.

Diantara perubahan fungsi ini terjadi karena sistem sewa-menyewa antara masyarakat dengan pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (Kereta Api Indonesia) yang kemudian dialih-fungsikan menjadi bangunan rumah, pertokoan bahkan ditanami pohon keras seperti sengon.

Drs Wisu Wasono Adi, Msi, jalur Kereta Api mengatakan dari Kecamatan Pasirian menuju Klakah dibeberapa titik, terutama di wilayah Kecamatan Kota Lumajang hingga Kecamatan Sukodono sudah berubah fungsi sejak puluhan tahun.

“Jalur Kereta Api ini kalau tidak salah sudah mati atau tidak dipergunakan sejak akhir Tahun 1970-an. Sejak saat itu, jalur ini sedikit demi sedikit banyak yang berubah fungsi. Bisa di cek di sepanjang jalur yang melintas di wilayah Kota Lumajang hingga Kecamatan Sukodono. Tentuya tidak mudah untuk mengembalikan jalur ini dan membutuhkan kerja keras nantinya,” terang Asisten Administrasi Pemkab Lumajang ini.

Terkait kendala ini, Arjani Yahputra Kasi Perkeretaapian Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim menyampaikan, kendala itu diakui menjadi permasalahan tersendiri. “Masyarakat yang telah merubah fungsi lahan Negara milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero), selama ini seolah telah memiliki hak. Padahal itu tanah Negara hingga sulit. Kalau tidak sekarang dilakukan, bisa dibayangkan dengan 20 tahun lagi, langkah yang bisa kami lakukan adalah mengambil lagi,” kata Arjani. (her/rst)

Editor: Restu Indah
Link: http://jaringradio.suarasurabaya.net/new...Dana-Besar

Lok Merah Biru
Reply
Harus buka lahan baru lagi. Bethe
Reply
sekalian lumajang-rambipuji buat distribusi barang ke arah timur Ngiler

[spoiler=OOT]tahun ini setidaknya udah ada 3 isu reaktivasi jalur mati di Jawa Timur yang pernah saya denger : Tuban, Ponorogo & Lumajang ini, +sambungan dari daop 4 Rembang-Jatirogo-Bojonegoro, & yang terealisir adalah Gresik Ngakak
Situbondo-Panarukan yang udah program DED malah udah ngga ada beritanya lagi Ngeledek [/spoiler]
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .


[Image: new2copy.jpg]
Reply
Saya urunan foto ex St.Pasirian yang kini berubah fungsi.
foto kiriman dari saudara yang di Pasirian.
Ex St.Pasirian Sekarang jadi tempat berkumpulnya para penggemar burung sekitaran pasirian.

[spoiler][Image: 1235909_613772311979473_1813766330_n.jpg][/spoiler]
[spoiler]
[Image: 999462_613772368646134_390543003_n.jpg][/spoiler]
klo ini foto ex PJL yang tidak jauh dari tasiun
[spoiler]
[Image: 1004538_613772405312797_1596686329_n.jpg][/spoiler]

sebenernya masih ada pipa buat ngisi air masih ada cuma ga ada fotonya.
ke Pasirian 1 tahun sekali soalnya pas mudik. Ngeledek
Reply
Sudah dapat konfirmasi dari PT. KAI, bahwa jalur ka pasirian - lumajang - klakah jadi dihidupkan kembali. semoga cepat terealisasi

[Image: 1525357_10201338456731996_1223249263_n.jpg]
Reply
Coba saya bantu dengan foto jadulnya lagi. Foto ini adalah foto udara Stasiun Klakah tahun 1947, diambil dari KITLV, dimana disini lah letak percabangan ke Lumajang. Posisi fotografer menghadap ke Timur. Rel belok pertama atas foto itu kearah Lumajang. Rel belok kedua atas foto itu mengarah ke Jember. Sedangkan rel lurus kearah bawah foto kearah Probolinggo.

[spoiler][Image: 12024579566_249286d9c3_c.jpg][/spoiler]


Sekali lagi maaf hanya bisa bantu dengan foto jadulnya saja.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply
(30-01-2014, 06:13 PM)bad_boy Wrote: Coba saya bantu dengan foto jadulnya lagi. Foto ini adalah foto udara Stasiun Klakah tahun 1947, diambil dari KITLV, dimana disini lah letak percabangan ke Lumajang. Posisi fotografer menghadap ke Timur. Rel belok pertama atas foto itu kearah Lumajang. Rel belok kedua atas foto itu mengarah ke Jember. Sedangkan rel lurus kearah bawah foto kearah Probolinggo.

[spoiler][Image: 12024579566_249286d9c3_c.jpg][/spoiler]


Sekali lagi maaf hanya bisa bantu dengan foto jadulnya saja.

Awalnya saya kira rel sempat menyatu kembali setelah stasiun sebelum percabangan,.

setelah melihat pics ini saya baru tau bahwa rel sudah bercabang sejak stasiun....

Lok Merah Biru
[Image: WAHYOKO5.JPG]
Reply
gerbong maud... Wrote:Awalnya saya kira rel sempat menyatu kembali setelah stasiun sebelum percabangan,.

setelah melihat pics ini saya baru tau bahwa rel sudah bercabang sejak stasiun....

Iya mas, kalau dilihat dari foto memang ada dua jalur yg terpisah, tapi kedua jalur ini terhubung dengan wesel. Terus kalau dilihat secara cermat, di Klakah juga terdapat turntable.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)