04-01-2014, 05:47 AM
Koridor MN - PO kpn kembali dibuka?
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
|
Yang punya usul,untuk DAOP VII Madiun
|
|
04-01-2014, 05:47 AM
Koridor MN - PO kpn kembali dibuka?
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
02-09-2016, 10:12 PM
(This post was last modified: 02-09-2016, 10:12 PM by Dana Komuter.)
Home Kota Madiun Peristiwa
Kantor Daop VII ‘Kobong’ Redaksi 02 September 2016 12:29:58 PM views : 14 Peristiwa MADIUN – Suasana kantor PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun mendadak diwarnai kepanikan. Mengetahui si jago merah berkobar di salah satu titik, puluhan karyawan berlarian menuju sumber api sambil membawa karung goni basah. Sebagian lagi sengaja mengusung alat pemadam api ringan (APAR) 3,5 kilogram. Jangan keliru, keriuhan di halaman kantor PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun itu hanyalah bagian dari simulasi kebakaran yang digelar perusahaan sepur itu. ‘’Idealnya memang menggunakan APAR. Tapi kalau tidak ada bisa menggunakan APAT (alat pemadam api tradisional, Red),’’ungkap Suyanto trainer pemadam kebakaran dari BPBD Kota Madiun, kemarin (1/9). Dia mengatakan, metode pemadamaan titik api dengan cara tradisional bisa memanfaatkan karung goni, handuk atau kain tebal basah. ‘’Tutupkan ke titik api. Kalau api masih belum padam ambil kain basah lainnya dan tumpukkan di atasnya. Jika kain pertama diambil untuk dibasahi lagi, ada potensi api membakar anggota badan,’’paparnya. Metode pemadaman tradisional, lanjut Suyanto, dapat diterapkan di lokasi yang belum tersedia APAR maupun akses menuju peralatan itu sulit dijangkau. ‘’Untuk bangunan perkantoran atau fasilitas umum idealnya memang harus ada APAR dan hidran kelas II,’’ungkapnya. Terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII Madiun Supriyanto menyebut simulasi itu diberikan kepada sekitar 60 personel. Mulai petugas stasiun di seluruh Daop VII, polisi khusus kereta api (polsuska) hingga supervisor klinik di lingkup BUMN bidang transportasi darat tersebut. Simulasi tersebut, kata dia, digelar rutin setahun sekali. ‘’Antisipasi tetap harus dilakukan. Apalagi, perusahaan ini merupakan penjual layanan jasa ke khalayak. Para petugas harus siap dan terampil jika sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran,’’ tegasnya. (rgl/isd) Sumber : http://www.re-digest.web.id/2016/07/kere...uskan.html |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|