Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
Quote:Menteri-menteri Jokowi Direncanakan Akan Naik Kereta ke Istana Bogor


Jakarta - Presiden Jokowi mulai rutin beraktivitas di Istana Bogor, Jawa Barat. Pemerintah sedang mengkaji agar menteri-menteri Kabinet Kerja lebih efektif dalam mengikuti kegiatan di Istana Bogor. Salah satunya menggunakan kereta api secara bersama-sama.

"Ya opsinya banyak lah. Ada kereta api juga, terus jalan dari Istana Bogor ke stasiun sekitar 15 menit katanya begitu. Sebetulnya itu kemarin ide yang diidentifikasi opsi-opsinya," ujar Mensesneg Pratikno di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Menurut Pratikno semua opsi masih dikaji. Sebab, dilihat juga dari kegiatan menteri-menteri yang memiliki jadwal padat di Jakarta.
"Kan waktu menteri juga sangat padat. Nanti kita lihat implementasinya seperti apa," tuturnya.

Pratikno mengaku sejauh ini belum disosialisikan kepada menteri-menteri. Sebab, belum dilakukan pengkajian secara mendalam.

"Belum ada pembicaraan itu. Bahwa identifikasi opsi transportasi aja," tutupnya.

Sebelumnya Walikota Bogor Bima Arya mengatakan Presiden Jokowi juga sempat meminta pihak Pemkot Bogor untuk mengajukan konsep untuk penataan parkir yang nantinya dipesiapkan untuk tamu-tamu negara.
"Tapi saya sampaikan, untuk tamu-tamu Presiden bisa memilih untuk naik kereta api, Pak Presiden sepakat dan akan meyampaikan hal itu ke tamu-tamu Presiden. Dari stasiun bisa jalan kaki, atau naik seatle bus," kata Bima.

Hmm, kalau terwujud bakal naik KLB Kawis, KLB CL (?), atau CL reguler?
Semisal pake KLB, bakal diamuk ga ya gegara ada risiko ganggu perka?
Ngikik
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
Palingan perkumpulan Kaleng Listrik Mania pd ngamuk di webnya....Ngikik Yg anehnya rata2 keluhannya cuma "KA sy telat, gak dingin, dll" tnp nyebutin kronologinya scr detail misal KRL ke mana, stasiun apa, jam brapa, kalo perlu KRL no brapa (bukan serinay maksud aku), dll...   Bye Bye Isinya makian....

Reply
Kalau walikota bilang pakai CL biasa.. namun 1 gerbong tertutup saja dijaga oleh petugas...
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
(21-02-2015, 07:11 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: Kalau walikota bilang pakai CL biasa.. namun 1 gerbong tertutup saja dijaga oleh petugas...

Kemudian pengguna kaleng komplain, gagara menteri naik CL kapasitas angkut jadi berkurang Haha..
Kalau yang naik 1 gerbong CL itu rombongan menteri keknya lumayan worthed, soalnya 1 menteri biasanya bawa beberapa staf, ajudan & pengawal 
Mikir Dulu
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
^^mending cl sekalian berhenti GMR lagi deh,daripada cuma blb naikin pejabat?
kalo sampe pake klb kemungkinan ganggu perka sangat besar,wong kalo Argo Galon kesiangan atau pangrango langsir aja antriannya Pasrah Aja Dah petak BOO-CLT aja bisa 3 keretaBethe
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
(21-02-2015, 06:37 PM)Ardhani Muhad Wrote:
(21-02-2015, 07:11 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: Kalau walikota bilang pakai CL biasa.. namun 1 gerbong tertutup saja dijaga oleh petugas...

Kemudian pengguna kaleng komplain, gagara menteri naik CL kapasitas angkut jadi berkurang Haha..
Kalau yang naik 1 gerbong CL itu rombongan menteri keknya lumayan worthed, soalnya 1 menteri biasanya bawa beberapa staf, ajudan & pengawal 
Mikir Dulu
Gini aja pak bu Presiden, Dubes n apapun itu jabatannya... Berpikir scr matang aja... Tersenyuum Pagi Anda - anda sekalian berada di hotel, jamuan sarapan dulu pastinya > Katakan spt kebykana turis, jam 8an pagi siap bergegas pake kendaraan dinas misal menuju st Gambir > Jam 9an pagi barulah KLB berjalan menuju Bogor...
Nah... di jam 9an ke atas udah sedikit khan org kantoran, anak sekolah dan kuliahan yg msh seliweran di luar tmp dinas masing2? Masa anak2 sekolah jam 9an msh keluyuran di luar sekolah...

Reply
Gak ada pejabat pun, sitkon di BOO baik di loket, tempat parkir, di pintu masuknya, atau pun di jalanan sekitarnya, sudah sangat crowded jika di waktu2 tertentu.. Gimana kalau akan sering di lalu lalangi oleh para pejabat? Pasrah Aja Dah #gakkebayangdeh

Tapi yg bikin sya bingung itu, ada wacana ini:

Quote:"...terus jalan dari Istana Bogor ke stasiun sekitar 15 menit katanya begitu"

pertanyaannya:
emang mereka mau? sya aja gempor jalan kaki dri pintu keluar stasiun ke pertigaan lampu merahnya (gereja zebaoth).. Sad
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
wah, desas desus pejabat mau ke bogor udah rame lagi ajah Big Grin

pejabat dari jakarta ke bogor sih masih mending, gak terlalu rame.
lah coba di arah sebaliknya. mbok ya sesekali mereka merasakan penderitaan kita.
kita masih mending bayar, lah mereka mah dibayar sama kita malah dapat perlakuan khusus? gimana perasaan mu tong Wek

nantinya bakalan ada "pintu alternatif" dari samping musola yang langsung nembus ke jalan tatos. jadi ya mereka gak bakalan muter-muter lewat pintu keluar atau melewati JPO :d
Reply
[spoiler]JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah beberapa bulan terakhir, Putri (26) memanfaatkan stasiun untuk bertemu dengan Fika (28), kawan sekantornya. Gerai makanan di Stasiun Manggarai menjadi meeting point. Dengan KRL dari dua arah yang berbeda, mereka dengan mudah menjangkau lokasi ini sebelum ke kantor.

”Bertemu di stasiun ini menyenangkan. Stasiun sudah nyaman. Kalau dengan KRL, tidak macet sampai ke tujuan. Sayangnya, jadwal KRL masih suka telat,” ujar Putri.

Dari rumahnya di Bekasi, Putri butuh waktu 2 jam untuk mencapai Jakarta pada jam sibuk. Pun dia harus menanggung BBM dan kelelahan jika bersepeda motor. Karena itu, sejak 2013, dia memilih memakai KRL. Beberapa kali dia juga bertemu klien di stasiun.

Adapun Fika baru tiga bulan terakhir menggunakan KRL untuk ke kantor. ”Saya diajak Putri untuk pakai KRL ke kantor. Ternyata memang lebih nyaman,” kata warga Tangerang ini.

Vini (27), karyawan swasta di Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, juga beberapa kali bertemu kawan di salah satu gerai minuman di Stasiun Manggarai.

”Saya pakai KRL dari Pondok Ranji, lalu nyambung kereta ke Manggarai. Kawan saya dari Depok langsung sampai Manggarai,” katanya.

Dengan gerai modern yang memiliki meja-kursi, mereka bisa tenang mendiskusikan rencana pembuatan buku. Tidak ada batasan waktu menempati meja-kursi, asalkan membeli produk di gerai itu. Fasilitas isi ulang baterai ponsel atau komputer (•︡益︠•) juga disediakan di banyak gerai.

Untuk menikmati makanan atau minuman, sedikitnya pengunjung merogoh kocek Rp 9.000. Ada juga segelas kopi seharga Rp 30.000.



Diburu

Senior Manager Unit Pengusahaan Aset PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta Myrna Fitria membenarkan adanya perubahan wajah stasiun. Wajah stasiun yang beberapa tahun silam kumuh, kini segar dan modern.

”Beberapa stasiun menjadi tempat pertemuan orang karena banyak stasiun kami berada di tengah kota atau di tengah pusat bisnis,” katanya.

Strategisnya lokasi seperti di Stasiun Manggarai dan Sudirman, gerai yang disewakan sudah terisi semua. Gerai yang tersedia di Stasiun Jatinegara sudah terisi 99 persen, di Jakarta Kota 80 persen, dan di Juanda 60 persen. Harga sewa berbeda-beda di setiap stasiun. Di Stasiun Juanda, misalnya, harga sewa dipatok Rp 650.000 per meter persegi per bulan.

Stasiun yang merupakan bangunan cagar budaya tetap diminati meskipun persyaratan untuk menggunakan ruangan di stasiun ini cukup ketat. ”Ada syarat yang kami tetapkan. Sejauh ini, penyewa bersedia,” kata Manajer Museum Management PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sapto Hartoyo.

Manajer Marketing Communication and CSR Starbucks Indonesia Yuti Resani mengatakan, tiga stasiun yang dilengkapi gerai Starbucks, yakni di Jakarta Kota, Manggarai, dan Sudirman. ”Ketiganya dibuka pada 2014,” ujarnya.

Pemilihan stasiun, menurut Yuti, tidak lepas dari prediksi pemilik Starbucks Indonesia yang melihat stasiun sebagai masa depan transportasi di Jakarta. ”Sekarang saja banyak orang yang memilih KRL untuk moda transportasinya,” katanya.


Kelas menengah

Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, MH Yudhistira, melihat perubahan wajah stasiun merupakan bagian dari upaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menjadikan stasiun nyaman untuk masyarakat kelas menengah.

”Stasiun yang nyaman mendorong orang Bodetabek meninggalkan kendaraan pribadi di tempat parkir stasiun, ke Jakarta dengan KRL,” ujarnya.

Masyarakat kelas menengah ini juga berdaya beli untuk mengonsumsi tawaran makanan di gerai-gerai stasiun. Upaya ini turut mengurangi kepadatan lalu lintas di jalanan karena orang tidak perlu keluar stasiun untuk saling bertemu dan beraktivitas.

Namun, Yudhistira melihat, manajemen stasiun belum memberikan ruang bagi pedagang kaki lima.

Myrna mengatakan, pihaknya membuka tangan untuk semua pihak yang ingin menggunakan ruangan di stasiun sejauh mematuhi persyaratan.

”Ada beberapa usaha kecil menengah yang sudah membuka gerai di stasiun antara lain di Stasiun Bogor dan Gambir,” katanya. (ART)[/spoiler]

Source: http://megapolitan.kompas.com/read/2015/...abodetabek

*Ternyata bukan cuma buyer & seller kaskus doank yg COD an di stasiun... Big Grin
Reply
Maka itu aku pernah usul ke webnya kaleng listrik ini spy yg naek dr stasiun A utk ktemuan di stasiun B dan kembali lg ke stasiun A gak perlu kena pinaltiii.... Masa cm krn gak tap out di stasiun B mesti byr Rp 50.000 sekembalinya ke stasiun A??? Mending cukup Rp 2.000 aja... sesuai tarif 5 stasiun pertama yg kita lewatin / singgahin.... Tp blom ada tanggapan sih dr pihak pt sepur kaleng listrik...

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)