Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Ganda SB-BW
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berit...89cc14862c

Reply
saya kutip sebagian berita diatas:

Quote:Menurutnya, pembangunan double track Surabaya-Banyuwangi itu akan meningkatkan perekonomian di Jatim. Sebab, dengan adanya jalur tersebut perjalanan kereta api yang biasanya memakan waktu 6 jam bisa dipangkas menjadi 3 jam saja. “Pembangunan ini sebagai alternatif angkutan untuk penumpang dan barang. Jarak tempuh dari Surabaya ke Banyuwangi jika ada jalur double track diharapkan hanya bisa memakan waktu 3 jam,” jelas anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

omongannya ngawur jaya Big Grin
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Ya kalo menurut opini saya, sebaiknya SGU-JR di double track, sementara JR-BW gak usah dulu karena medannya lumayan gila.

At least, kalo waktu tempuh SGU-JR bisa dipotong jadi cuma 2,5 jam kan bisa lebih cepet.

Just my 5 cents.

Regards,
Al Ghifari
Terus belajar tentang kehidupan dengan Lok Merah Biru , terjun ke masyarakat dengan kereta api adalah cara belajar terbaik.
Reply
SGU-JR dobel track? apa ada justifikasi yg kuat buat jalur sepi ini di dobel trek?
Reply
Jalur SGU-BW ini sepi loh, hanya ada 18 kereta yang lewat tiap hari. Rinciannya Mutiara Timur 4 kali, Pandanwangi 4 kali, Sri Tanjung 2 kali, Tawang Alun 2 kali, Probowangi 2 kali, dan Logawa 2 kali. Ada KLB semen tiap minggu, tapi cuma jalan pada weekend.

Apa dasarnya membangun double track? Saya kira dengan kondisi single track masih mumpuni untuk menampung kereta yang lewat di jalan ini. Fokus dulu aja pada perbaikan track yang udah tinggal dikit lagi. Petak pasuruan-leces, sempolan-kalibaru adalah petak yang perlu perbaikan, khususnya pergantian rel dari R33 menjadi R42/R54. Selain itu pula fokus dlu pada aktifasi jalur kalisat-panarukan atau pemberdayaan angkutan barang, karena belakangan ini stasiun yang ada gudang barang mengalami perbaikan, kelihatannya bakal ada KA Barang yang lewat di jalur ini
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
(19-12-2013, 08:37 PM)cc 204 18 Wrote: Jalur SGU-BW ini sepi loh, hanya ada 18 kereta yang lewat tiap hari. Rinciannya Mutiara Timur 4 kali, Pandanwangi 4 kali, Sri Tanjung 2 kali, Tawang Alun 2 kali, Probowangi 2 kali, dan Logawa 2 kali. Ada KLB semen tiap minggu, tapi cuma jalan pada weekend.

Apa dasarnya membangun double track? Saya kira dengan kondisi single track masih mumpuni untuk menampung kereta yang lewat di jalan ini. Fokus dulu aja pada perbaikan track yang udah tinggal dikit lagi. Petak pasuruan-leces, sempolan-kalibaru adalah petak yang perlu perbaikan, khususnya pergantian rel dari R33 menjadi R42/R54. Selain itu pula fokus dlu pada aktifasi jalur kalisat-panarukan atau pemberdayaan angkutan barang, karena belakangan ini stasiun yang ada gudang barang mengalami perbaikan, kelihatannya bakal ada KA Barang yang lewat di jalur ini

coba jawab ya Mas .
Manfaat terbesar Double Track adalah menekan PLH terutama : Tabrakan antar KA
OK ?


Bye ByeBye Bye
Reply
(20-12-2013, 02:20 AM)BAMBANG EKO Wrote:
(19-12-2013, 08:37 PM)cc 204 18 Wrote: Jalur SGU-BW ini sepi loh, hanya ada 18 kereta yang lewat tiap hari. Rinciannya Mutiara Timur 4 kali, Pandanwangi 4 kali, Sri Tanjung 2 kali, Tawang Alun 2 kali, Probowangi 2 kali, dan Logawa 2 kali. Ada KLB semen tiap minggu, tapi cuma jalan pada weekend.

Apa dasarnya membangun double track? Saya kira dengan kondisi single track masih mumpuni untuk menampung kereta yang lewat di jalan ini. Fokus dulu aja pada perbaikan track yang udah tinggal dikit lagi. Petak pasuruan-leces, sempolan-kalibaru adalah petak yang perlu perbaikan, khususnya pergantian rel dari R33 menjadi R42/R54. Selain itu pula fokus dlu pada aktifasi jalur kalisat-panarukan atau pemberdayaan angkutan barang, karena belakangan ini stasiun yang ada gudang barang mengalami perbaikan, kelihatannya bakal ada KA Barang yang lewat di jalur ini

coba jawab ya Mas .
Manfaat terbesar Double Track adalah menekan PLH terutama : Tabrakan antar KA
OK ?


Bye ByeBye Bye

Mungkin yg dimaksud apa dasar prioritas bangun DT di jalur Daop 9.

Emang dirasa belum prioritas se, prioritas untuk sekarang upgrade rel, n syukur2 hidupkan lagi jalur Kalisat-Panarukan dan jalur cabang ke pelabuhan.

Dan jangan lupa pengamanan aset, khususnya tanah dan bangunan, supaya ntar kalo mau buat DT n juga hidupkan jalur mati ga kesulitan.

(30-12-2009, 08:07 AM)ady_mcady Wrote: dulu cerita pak dhe saya jalur ini pernah dt sampai bangil ya? lha kok trus dicabuti kenapa?

betul kata adolph. yang penting dt sampai sda saja dulu. trus jumlah stasiun/halte diperbanyak kayak di jabotabek, rata2 1,5-2 km ada stasiun. baru armadanya diperbanyak.

DT nya dulu sampe SDA aja, waktu jaman Jepang dipretelin, katanya dibawa ke Burma. Senasib ama DT WO-TRK yg dicabut waktu jaman Jepang.
Reply
Mengangkat lg trit ini...

Klo boleh tau, kira2 perlu gak ya saat ini lintas SGU-BW dibuat DT (walau hanya sampe KLT)? Mengapa demikian? Sebab kalo jalur KLT-PNR altif lagi, tentu akan ada peningkatan traffic KA di sini, khususnya KA barang. Nah, kalo dibuat DT, tentu akan lebih banyak mengundang investor maupun industri untuk menggunakan jasa KA barang sebagai angkutan barang mereka. Ingat jalur ban karet Surabaya-Panarukan-Banyuwangi juga penuh dengan truk2 barang loh...
Stuju atau tidak kira2?
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(10-02-2016, 06:43 PM)stasiunkastephanie Wrote: Mengangkat lg trit ini...

Klo boleh tau, kira2 perlu gak ya saat ini lintas SGU-BW dibuat DT (walau hanya sampe KLT)? Mengapa demikian? Sebab kalo jalur KLT-PNR altif lagi, tentu akan ada peningkatan traffic KA di sini, khususnya KA barang. Nah, kalo dibuat DT, tentu akan lebih banyak mengundang investor maupun industri untuk menggunakan jasa KA barang sebagai angkutan barang mereka. Ingat jalur ban karet Surabaya-Panarukan-Banyuwangi juga penuh dengan truk2 barang loh...
Stuju atau tidak kira2?

Kayaknya masih belum mendesak buat DT SGU-BW..... Mending reaktifasi jalur Tulangan-Gunung Gangsir dulu buat ngereplace jalur Sidoarjo-Porong yang sekarang kena banjir......

[Image: 15620049065_16949137b2_o.jpg]
Reply
(12-02-2016, 06:25 PM)LufthansaPilot Wrote:
(10-02-2016, 06:43 PM)stasiunkastephanie Wrote: Mengangkat lg trit ini...

Klo boleh tau, kira2 perlu gak ya saat ini lintas SGU-BW dibuat DT (walau hanya sampe KLT)? Mengapa demikian? Sebab kalo jalur KLT-PNR altif lagi, tentu akan ada peningkatan traffic KA di sini, khususnya KA barang. Nah, kalo dibuat DT, tentu akan lebih banyak mengundang investor maupun industri untuk menggunakan jasa KA barang sebagai angkutan barang mereka. Ingat jalur ban karet Surabaya-Panarukan-Banyuwangi juga penuh dengan truk2 barang loh...
Stuju atau tidak kira2?

Kayaknya masih belum mendesak buat DT SGU-BW..... Mending reaktifasi jalur Tulangan-Gunung Gangsir dulu buat ngereplace jalur Sidoarjo-Porong yang sekarang kena banjir......

Di LPSE Dephub baru masuk tahap lelang untuk studi kelayakan jalur ganda WO - BW
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)