Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dinasan Lokomotif
(12-10-2016, 06:18 AM)Dana Komuter Wrote: Ekonomi    Bisnis
Pertamina dan KAI Kembangkan Penggunaan LNG untuk Bahan Bakar Kereta Api
Selasa, 11 Oktober 2016 | 15:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada hari ini melakukan ujicoba penggunaan liquified natural gas (LNG) sebagai bahan bakar Kereta Api di, Balai Yasa Yogyakarta. Kegiatan yang merupakan bagian dari program konversi penggunaan high speed diesel (HSD) menjadi LNG dalam operasional kereta api ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan pihaknya telah melakukan studi dan riset bersama baik dari Pertamina dan KAI melalui uji statis dan dinamis kereta pembangkit di Balai Yasa Yogyakarta pada tahun ini. "Dan untuk dukungan LNG kami kirim dari Bontang ke Pulau Jawa, dengan isotank melalui perjalanan laut dan darat,"kata dia melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/10/2016).

Wianda menuturkan, ujicoba penggunaan LNG sebagai operasional kereta api yang dikembangan Pertamina dan KAI merupakan yang pertama kali di Asia. Hal ini sebagai bagian dari upaya dukungan kedua BUMN dalam mendorong pemanfaatan LNG untuk transportasi. "Sinergi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua perusahaan yang dilaksanakan pada 28 Agusuts 2015 lalu, di mana kerjasama tersebut meliputi berbagai bidang salah satunya program konversi penggunaan HSD menjadi LNG,"terangnya.

Wianda menambahkan, program diversifikasi penggunaan BBM ke LNG untuk transportasi ini telah sesuai dengan UU No 30 Tahun 2007 tentang energi yang mengamanatkan perlunya diversifikasi untuk pengurangan penggunaan minyak bumi. Dengan penggunaan LNG, Wianda memproyeksikan konversi ini akan memberikan penghematan belanja BBM serta lebih ramah lingkungan."Jika pilot project ini sukses maka perseroan akan menjual LNG untuk kereta api, secara komersial pada April 2018,"ucap Wianda.

Langkah terobosan yang ditempuh Pertamina dan KAI diharapkan dapat semakin menjadikan kereta api sebagai moda transportasi dan angkutan barang yang lebih efisien.

Penulis : Iwan Supriyatna
Editor : Aprillia Ika

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/20...kereta.api
Untuk proyek pertama digunakan pada kereta pembangkit terlebih dahulu dengan kode P 0 67 04 BD dan untuk saat ini masih berdinas sebagai pembangkit KA Lokal Bandung Raya Xie Xie
Pengen jadi Railpen  Ngakak
Reply
detikNews / Berita / Detail Berita

Follow detikcom

Jumat 18 Nov 2016, 15:33 WIB
Tambah Kenyamanan Masinis, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Pasang AC di Lokomotif
Edzan Raharjo - detikNews
Yogyakarta - Selama ini lokomotif kereta api tempat masinis mengatur gerakan kereta tidak memakai AC. Namun kini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mulai memasang AC di dalam lokomotif untuk membuat para masinis lebih nyaman. Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengatakan seluruh lokomotif akan dipasangi AC secara bertahap. Dengan adanya AC ruangan masinis diharapkan lebih nyaman dan fokus dalam bertugas. Pemasangan AC untuk lokomotif ini dikerjakan di Balai Yasa Yogyakarta. "Loko ini kan angkut kereta penumpang. Semua kereta penumpang ber-AC, masak loko enggak ber-AC? kasihan,"kata Edi Sukmoro saat mengecek lokomotif ber AC dan kereta Rail Clinic di Balai Yasa Yogyakarta, Jumat(18/11/2016).

Sementara untuk kereta rail clinic sebagai kereta yang berfungsi untuk kereta kesehatan untuk tahap ke 2 ini hampir selesai. Kereta kesehatan tahap ke 2 ini akan dioperasionalkan di Sumatra.  Kereta kesehatan akan di operasikan untuk melayani kesehatan warga yang di dalamnya terdapat klinik umum, gigi, mata dan lainnya.

(rvk/rvk)

Sumber :
http://news.detik.com/berita/3348724/tam...cms+socmed

Reply
Home / Berdinas Kembali / Berita KA / Indonesia / Kereta Api / Lokomotif CC2061355 dan CC2061369 Beroperasi Kembali
Lokomotif CC2061355 dan CC2061369 Beroperasi Kembali
Muhammad Pascal Fajrin 25.12.16 Berdinas Kembali , Berita KA , Indonesia , Kereta Api
[25/12] - Lebih dari 2 tahun tertidur di dalam Balai Yasa Yogyakarta, 2 unit lokomotif CC 206 generasi pertama yaitu CC 206 13 55 dan CC 206 13 69 akhirnya pulang ke dipo asalnya dan berdinas kembali tidak lama setelahnya. Proses perbaikan pada 2 lokomotif tersebut dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta yang meliputi perbaikan mesin dan suku cadang yang lalu dilanjutkan dengan perbaikan badan lokomotif dan penggantian kabin yang rusak hingga akhirnya pengecatan ulang.

CC2061355 merupakan lokomotif milik Dipo Induk Bandung yang mengalami laka pada tanggal 4 April 2014 di antara Stasiun Cirahayu dan Cipeundeuy saat berdinas KA Malabar tujuan Malang Kotabaru akibat longsornya jalur di titik tersebut. Lokomotif ini terperosok ke jurang bersama dengan 2 unit kereta eksekutif, yaitu K1 0 67 22 dan K1 0 67 27. Kejadian ini me-makan korban jiwa dan perjalanan KA lintas selatan sempat dialihkan ke utara selama beberapa hari. Lokomotif ini sempat sulit untuk dievakuasi karena sulitnya medan dan kerusakan lokomotif yang tadinya tidak terlalu parah pun akhirnya bertambah parah karena sulitnya evakuasi. Namun, lokomotif ini beruntung karena masih dalam masa garansi dari General Electric, sedangkan 2 unit kereta eksekutif yang juga rusak harus diafkirkan karena kerusakannya.

Sedangkan CC 206 13 69 merupakan lokomotif milik Dipo Induk Yogyakarta yang mengalami laka di perlintasan dengan truk di daerah Ciledug, Cirebon, pada tahun yang sama. Saat itu, lokomotif ini sedang berdinas KA Bogowonto dari Jakarta tujuan Yogyakarta. Akibat dari kejadian ini, lokomotif CC 206 13 69 terguling dan kereta pembangkit P 0 08 01 anjlok. Setelah evakuasi, P 0 08 01 dibawa ke Balai Yasa Tegal untuk perbaikan dan CC 206 13 69 dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta. Kerusakan yang dialami lokomotif ini sebenarnya tidak terlalu parah, namun akibat dari tergulingnya lokomotif ini, komponen mesin mengalami kerusakan sehingga harus diganti.

Selesai perbaikan, lokomotif CC 206 13 55 dan CC 206 13 69 langsung diujikan bersama dengan CC 206 13 94 sebagai KLB Jenar Ekspres yang terdiri dari 6 kereta dan 3 lokomotif. Perbaikan kedua lokomotif ini memakan waktu lebih lama dari 2 lokomotif CC206 lain yang juga mengalami laka, yaitu CC 206 13 68 dan CC 206 13 97 yang hanya mengalami kerusakan pada bagian kabin saat mengalami laka di perlintasan saat berdinas sebagai KA Argo Bromo Anggrek dan KA Harina. Namun, berbeda dengan CC 206 13 68 dan CC 206 13 97, CC 206 13 55 dan CC 206 13 69 tidak lagi menggunakan tralis di kedua kabin lokomotif. Kemungkinan, kedua lokomotif ini sudah menggunakan polycarbonate solid sheet sebagai bahan kaca kabin, seperti pada mayoritas lokomotif CC 201, CC 203 dan CC 204 yang sudah menjalani perawatan akhir di Balai Yasa Yogyakarta.

CC2061355 dikirimkan ke Bandung sebagai lokomotif traksi ganda KA Mutiara Selatan beberapa hari yang lalu, dan baru hari ini berdinas sebagai KLB Lokal Bandung Raya Tambahan. Sedangkan CC2061369 sudah berdinas KA angkutan BBM Rewulu-Madiun PP sejak beberapa hari yang lalu. Dengan kembali berdinasnya kedua lokomotif ini, maka tinggal CC2061313 (PLH Cilebut), CC2061323 (PLH Waruduwur), dan CC2061395 (PLH Sragen) saja yang masih menjalani perbaikan di Balai Yasa Yogyakarta.

RED | MPSCLFJRN

Sumber :
http://www.re-digest.web.id/2016/12/loko...61369.html

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)