VAN_DER_SPOOR Wrote:
Gini aja dari Google Earth posisi Jembatan persis di selatan Kepanjen. Satu-satunya jembatan besar di selatan Kepanjen. 
Begini ceritanya, Mas. Saya hari Minggu kemarin sebenarnya bisa dikatakan sudah menemukan jalur Gondanglegi-Kepanjen yang selama ini menjadi "misteri". benar petunjuk Anda bahwa belokannya di depan "emplasemen" lori Krebet. Saksi-saksi dari Gondanglegi yang bisa saya tanyai semua memiliki cerita yang sama bahwa rel dari Stasiun Gondanglegi bercabang ke Timur (Dampit) dan Barat (Kepanjen) pada titik di sekitar Pasar. Selanjutnya rel arah pasar menyusur Jl. Diponegoro, Gondanglegi dan mulai berbelok ke arah Barat Daya di depan BCA Gdlegi atau tepat di sebelah barat toko meubel Kurnia.
Selanjutnya rel mengarah terus ke barat daya memasuki wilayah Kecamatan Pagelaran. Tepat di sebelah kantor Dinas Pengairan Gondanglegi (dan ini memang terletak di dekat emplasemen lori PG Krebet), rel memasuki kawasan yang sekarang populer dengan sebutan "Kampung Trem Banjarejo". Pintu masuk Kampung trem yang dulu dilalui rel ini nampak terlihat melengkung seperti lengkungan yang lazim ditemukan pada jalur KA.
Memasuki Kampuing trem, rel mengarah ke barat hingga melewati Brongkal dan Kanigoro (di mana saya menemukan lokasi yang menurut penduduk setempat merupakan bekas stasiun, namu tidak ada bekasnya).
Dari Kanigoro, penyusuran saya lakukan terus ke Barat hingga sampai ke jembatan "Afiat" yang menghubungkan Kanigoro dan Bumiayu. Jembatan gantung yang lebarnya kurang lebih 1,5 m inilah yang merupakan bekas jembatan KA dan menyeberangi Sungai Berantas (apakah ini jembatan yang Mas Van der Spoor lihat? Namun ini bukan satu-satunya jembatan besar di selatan Kepanjen lho). Di jembatan ini masih bisa kita temukan bekas pilar jembatan aslinya berikut sebagian dari besi jembatan. Bagi railfan, nampak jelas bahwa jembatan ini bekas KA jika dilihat dari besi-besi yang menyangga jembatan tersebut,terutama yang berada pada sisi Bumiayu.
Dari Bumiayu, rel menyusur terus ke barat melewati sawah-sawah hingga memasuki kawasan Sengguruh. Di Sengguruh ini berdasarkan keterangan seorang saksi mata (Pak Usman) dulu terdapat semacam stasiun pengangkutan hasil bumi. Di Sengguruh ini pula jalur trem selanjutnya berbelok ke utara menyusuri jalanan kawasan Sanggrahan hingga menuju stasiun trem yang menurut Pak Usman terdapat di sebelah selatan Masjid jami Kepanjen. Jadi Stasiun trem dulu tidak jadi satu dengan stasiun Kepanjen milik SS. Seorang pegawai KA yang berdinas di Stasiun Singosari juga pernah bercerita pada saya bahwa Stasiun Trem Kepanjen berbeda dengan Stasiun SS. Namun itu masih perlu dicek lagi.
Demikianlah cerita penulusuran rel Gondanglegi-Kepanjen yang selama ini menjadi misteri. Untuk lebih validnya, barangkali kita perlu telusuri ulang bersama-sama lagi jika ada waktu dan mungkin perlu juga kita cross check pada pejabat yang terkait di Stasiun Kotabaru, Malang.
Dalam penulusuran ini, saya juga memotret lokasi-lokasi yang saya anggap penting. Namun karena masalah teknis, foto belum bisa saya tampilkan di sini. Meski demikian, foto bekas jembatan tram yang melintasi Sungai Berantas dan menghubungkan Bumiayu-Kanigoro dapat dilihat di:
http://www.flickr.com/photos/23392902@N05/3407891512/
Salam 35,
(&) Toto