Posts: 3,387
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
2
Lho...
Khan yang mau dibagi adalah peran serta swasta dalam PELAYANAN loh mas...
Bukan membangun infrastruktur kereta api (sinyal, jembatan, stasiun, rel, dipo, LAA).
IMHO, semua infrastruktur tadi dibuat, dibiayai dan dirawat oleh negara.
Operator Kereta api boleh memakainya dengan melewati beberapa ijin dan metode pengujian khusus untuk itu.
Gambaranya kayak Mayasari Bakti (pemerintah) dan Taksi (Swasta), apakah mereka diminta untuk membangun jalan? Membuat lampu merah? Atau memperbaiki jalan yang rusak? Mereka hanya perlu membayar pajak. Sisanya pemerintah yang menanggung. Prinsip yang sama dengan kereta api.
Saya rasa hal ini perlu...
Untuk menambah persaingan usaha yang sehat dan mengutamakan segi pelayanan kepada masyarakat.
Gitu....
Posts: 915
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
1
Bisa saja salah 1 perusahaan swasta KA menghidupkan jlr mati.. Misal jalur mati Ciwidey, walaupun sulit.. Kalo saya pikir, jalur ke ciwidey itu lumayn bagus untuk wisata, karena daerah ciwidey sendiri adalah daerah sasaran wisata.. kalo jlr tsb dihidupkan bisa jadi banyak wisatawan yang memilih KA untuk berkunjung ke Ciwidey, ga perlu KA yg bagus2lah... KA wisata juga sudah cukup.. Hal itu bisa membuat sukses perusahaan swasta KA dengan pmilik/pengelola wisata didaerah ciwidey..
ada lagi jalu pangandaran..(yg ini sulit bgt sih). Tapi kao niat dan bisa menghidupkan, mungkin akan makin banyak orang yang berwisata ke pangandaran. mereka bisa menggunakan jasa KA. membuat pantai pangandaran sbg tempa wisata yang mudah dijangkau.. tidak perlu lama2 naik mobil.. tinggal naik ka... coba bisa bikin ka JAK-BD-BJR-Pangandaran.. K1, K2 n K3.. bisa saja perusahaan KA & wisata untung...
Posts: 619
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
8
Privatisasi PTKA ala JNR sebenernya baik loh... jadi bisa lebih konsentrasi di wilayah masing-masing...
Dulu JNR itu sering sekali bermasalah, tapi setelah diprivatisasi jadi JR kini pelayanannya tambah baik...
(Walau memang karena orientasinya bisnis, pastinya jalur yang kurang menguntungkan akan dimatikan... dalam kasus privatisasi JNR sendiri JR East dan JR Central tidak benar-benar menjadi milik swasta sampai awal 2000an)
Posts: 451
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
1
Monopoli dan privatisasi adalah dua topik yang berbeda. Privatisasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjamin hilangnya monopoli perkeretaapian di Indonesia, terutama kalo dia tetap satu2nya perusahaan KA di sini.
Posts: 347
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
0
mudah2n cpet keluar uu-nya. sya juga pengen bgd punya prushan KA sendiri.amiinn..... klo masalah untung rugi kan tinggal masalah niat,mau untung banyak,dikit ato malah impas.eh tempo hari dapat bocoran dari pegawai oprasi KA,sebenarnya bisnis KA tuh UNTUNG...klo bilang rugi tuh cuma akal2n ptinggi biar gak diambil deviden
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
big bro Wrote:setubuh sama kang bagus...
kalo mau servis ditingkatkan, pasti KA menang...
kan orang naik kereta buat nyari tenang...
kalo nyari cepat ya silahkan naik pesawat....
btw, kok kang bagus mencontoh Aussie ya...
kalo gak salah pernah baca tulisannya kang bagus juga, KA di Aussie itu lebih buruk dari KA di Indo.... :mikir:
Ampun mas! Saya jangan disetubuhi! Saya masih lelaki normal dan masih jatuh cinta dengan cewek!
Justru itu, kalau belajar dari yang lebih buruk, kita bisa tahu apa yang seharusnya tidak dilakukan. Tetapi ada beberapa aspek yang mesti kita contoh juga dari Australia.
Saya mau menjabarkan sedikit konsep KA penumpang versi saya, yang akan saya buat kalau punya duit. Tapi nanti setelah saya selesai mengunyah, atau selesai melihat cewek cakep di meja samping.
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Nah kalau saya punya perusahaan KA penumpang, kelasnya tetap akan saya buat 3, yaitu K1,K2 dan K3. Hanya yang pasti akan saya buat berbeda dan lebih baik. Dan keretanya tentunya terdiri dari 2: kereta duduk dan kereta tidur.
Kalau kereta duduk:
Kelas 3: Akan saya buat mirip KA bisnis, hanya ber-AC dan jendela solid.
Kelas 2: mirip KA Argo atau eksekutif satwa.
Kelas 1: konfigurasi 2+1 dengan kursi yang bisa dibuat full reclining.
Untuk kelas 1 & 2 mungkin juga TVnya dibuat ada di tiap-tiap kursi, dengan channel ikut Indovision, plus ada game-gamenya juga. Hanya meja makannya dibuat sistem lipat kaya di pesawat, kecuali di ujung gerbong (dan kelas 1), dimana sistemnya seperti di KA Argo sekarang.
Lantai sudah pasti karpet semua. Tetapi di bordes, lantainya akan dibuat seperti materialnya keset.
Kelas tidur juga akan dibuat 3 kelas:
Kelas 3: Satu kamar 4-6 tempat tidur. Untuk yang empat ranjang bisa dilipat, tapi yang 6 paten. Pintunya mungkin dibuat yang ada jendelanya, atau mungkin tirai, untuk mencegah "problem sosial".
Kelas 2: Satu kamar 2 tempat tidur yang beringkat yang melintang terhadap arah KA.
Kelas 1: Satu kamar 1 tempat tidur, dengan posisi searah KA. Mungkin juga ada TV personal yang bisa diubah-ubah channelnya.
Mungkin kelas duduk dan kelas tidur 1 & 2 akan dikasih colokan listrik.
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Restorasinya juga akan saya buat lebih baik. Bukan lebih mewah, hanya lebih bernuansa restoran daripada kafe pinggiran yang ada di gerbong makan KA sekarang. Tempat duduk makan juga lebih representatif, bukan kursi bar yang tinggi seperti ada sekarang.
Gerbong pembangkit mungkin juga akan berfungsi sebagai ruang kompartemen untuk istirahat awak, entah ber-Ac atau tidak, karena barangnya sudah pasti akan ditaruh di gerbong barang.
Posts: 987
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
3
Telkom BUMN bisa maju...
Kpn PTKA maju???
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...