Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
saran kalian semua apa untuk COMMUTER JABODETABEK ?
#11
di jepang mah kayak begitu..diatas pintu ada LCD nya,kalo lagi perjalanan dia nayangin iklan,kalo udah mau masuk stasiun n mau berangkat dari stasiun,dia akan nampilin peta lintas...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#12
Klo kata saya mending bkin jalur baru sndiri supa lalu lintas ka...Jakk-gmr-jng atw jakk-senen-jng lancar meskipun jalur tsb padat tp klo krl memiliki jalur sndiri d jalur tsb..Maka lalu lintas ka akan lancar2 saja...
Reply
#13
(14-05-2009, 12:12 PM)Irsan Wrote: Klo kata saya mending bkin jalur baru sndiri supa lalu lintas ka...Jakk-gmr-jng atw jakk-senen-jng lancar meskipun jalur tsb padat tp klo krl memiliki jalur sndiri d jalur tsb..Maka lalu lintas ka akan lancar2 saja...

Wah kl masalah jalur sy ada usul lg ney...

Kl DDT MRI - CKR udh jd, KA Eksekutif difokuskan di JNG saja agar lintas BOO - JAKK bersih dr kereta jarak jauh. Sementara dr JNG ke MRI, GMR, JAKK, TNB, PSE disediakan KRL yg layak.
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#14
kalau rencana besarnya mah..nanti yang jadi pusat itu MRI..jadi semua KA berakhir disitu...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#15
(14-05-2009, 04:20 PM)katyusha Wrote: kalau rencana besarnya mah..nanti yang jadi pusat itu MRI..jadi semua KA berakhir disitu...

Iya.. Seperti yang ada di peta rencana "Terminal Terpadu Manggarai". Nantinya ada interkoneksi antara PT.KAI, PT.KCJ, Transjakarta Busway, Bus Kota, dan PT.Rail Link bandara. Dengan begitu berlaku sistem pemisahan jalur..
BOO - MRI = Jalur Selatan (Khusus KRL)
MRI - JAKK = Jalur Tengah (khusus KRL)
MRI - THB - DU - KPB - PSE - JNG - MRI = Jalur Lingkar (khusus KRL)
THB - SRP = Jalur Barat
JAKK - TPK = Jalur Utara
MRI - JNG - BKS = Jalur Timur
DU - TNG = Jalur Tangerang

Disini yang berperan paling penting adalah KRL Ciliwung Lingkar, dimana dari titik-titik pertemuan jalur Utara, Jalur Barat, Jalur Tangerang, dan Jalur Timur bisa dengan mudah pergi ke Manggarai bagi yang ingin menyambung naik KA Luar Kota maupun jalur Tengah dan jalur Selatan. Jadi belajarlah dari peranan Yamanote Line dalam berkontribusi terhadap jalur Keihintohoku, Sobu, Chuo, Yokosuka, Tokaido, dan bahkan jalur-jalur milik perusahaan lain.
Download konten BVE Indonesia di
http://gm-marka.web.id

Balai Yasa BVE GM-MarKA
Migrasi ke website baru...


[Image: 8807060_orig.jpg]
Reply
#16
(14-05-2009, 05:45 PM)Balai Yasa BVE Wrote:
(14-05-2009, 04:20 PM)katyusha Wrote: kalau rencana besarnya mah..nanti yang jadi pusat itu MRI..jadi semua KA berakhir disitu...

Iya.. Seperti yang ada di peta rencana "Terminal Terpadu Manggarai". Nantinya ada interkoneksi antara PT.KAI, PT.KCJ, Transjakarta Busway, Bus Kota, dan PT.Rail Link bandara. Dengan begitu berlaku sistem pemisahan jalur..
BOO - MRI = Jalur Selatan (Khusus KRL)
MRI - JAKK = Jalur Tengah (khusus KRL)
MRI - THB - DU - KPB - PSE - JNG - MRI = Jalur Lingkar (khusus KRL)
THB - SRP = Jalur Barat
JAKK - TPK = Jalur Utara
MRI - JNG - BKS = Jalur Timur
DU - TNG = Jalur Tangerang

Disini yang berperan paling penting adalah KRL Ciliwung Lingkar, dimana dari titik-titik pertemuan jalur Utara, Jalur Barat, Jalur Tangerang, dan Jalur Timur bisa dengan mudah pergi ke Manggarai bagi yang ingin menyambung naik KA Luar Kota maupun jalur Tengah dan jalur Selatan. Jadi belajarlah dari peranan Yamanote Line dalam berkontribusi terhadap jalur Keihintohoku, Sobu, Chuo, Yokosuka, Tokaido, dan bahkan jalur-jalur milik perusahaan lain.

mmm....Kl gag salah nnti akan dbuat jalur elektrisasi sampe cikampek...Malahan yg sy dngr tuh kreta jarak jauh smwx brhnti d cikampek...Untuk slanjutnya pnumpang dlanjutkan pake krl dr cikampek...
Reply
#17
(15-05-2009, 09:00 AM)Irsan Wrote:
(14-05-2009, 05:45 PM)Balai Yasa BVE Wrote:
(14-05-2009, 04:20 PM)katyusha Wrote: kalau rencana besarnya mah..nanti yang jadi pusat itu MRI..jadi semua KA berakhir disitu...

Iya.. Seperti yang ada di peta rencana "Terminal Terpadu Manggarai". Nantinya ada interkoneksi antara PT.KAI, PT.KCJ, Transjakarta Busway, Bus Kota, dan PT.Rail Link bandara. Dengan begitu berlaku sistem pemisahan jalur..
BOO - MRI = Jalur Selatan (Khusus KRL)
MRI - JAKK = Jalur Tengah (khusus KRL)
MRI - THB - DU - KPB - PSE - JNG - MRI = Jalur Lingkar (khusus KRL)
THB - SRP = Jalur Barat
JAKK - TPK = Jalur Utara
MRI - JNG - BKS = Jalur Timur
DU - TNG = Jalur Tangerang

Disini yang berperan paling penting adalah KRL Ciliwung Lingkar, dimana dari titik-titik pertemuan jalur Utara, Jalur Barat, Jalur Tangerang, dan Jalur Timur bisa dengan mudah pergi ke Manggarai bagi yang ingin menyambung naik KA Luar Kota maupun jalur Tengah dan jalur Selatan. Jadi belajarlah dari peranan Yamanote Line dalam berkontribusi terhadap jalur Keihintohoku, Sobu, Chuo, Yokosuka, Tokaido, dan bahkan jalur-jalur milik perusahaan lain.

mmm....Kl gag salah nnti akan dbuat jalur elektrisasi sampe cikampek...Malahan yg sy dngr tuh kreta jarak jauh smwx brhnti d cikampek...Untuk slanjutnya pnumpang dlanjutkan pake krl dr cikampek...

Tp kl stasiun sentralnya Cikampek t'lalu jauh dgn Jakarta, sekedar informasi keuntungan kereta api dibandingkan dengan moda transportasi lain (termasuk pesawat) di Jepang dan Eropa adalah stasiunnya tepat berada di pusat kota.

Sy lbh setuju kl stasiun pusat kls eksekutif di JNG jd langsirannya tdk terlalu menggangu KRL Lingkar MRI - JNG...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#18
Kl st sntralnya jng...Syang dong jakk n gmr cuma jd pmbrhntian krl...Tp kl krl qt udh ky d jepang seh gpp...Hehe..
Reply
#19
(15-05-2009, 12:02 PM)Irsan Wrote: Kl st sntralnya jng...Syang dong jakk n gmr cuma jd pmbrhntian krl...Tp kl krl qt udh ky d jepang seh gpp...Hehe..

Emang JAKK sayang ya punya 12spoor tp nantinya cuma buat Stasiun sentarnya KRL. Tp kl GMR memang udh ga layak sbg stasiun sentral kls eksekutif, abis setiap ada langsiran KA pasti antrian KRL memanjang di sinyal masuk GMR baik dr arah Juanda maupun Gondangdia.

Kl stasiun sentralnya JNG kan PT KA Comuter Jabotabek bisa lbh fokus di jalurnya (sapa tau KRL komuter kita bisa jd backbone tranportasi massal seperti d Tokyo). Kabarnya JR East itu keuntungan dr KRL Komuternya udh lbh besar dibandingkan Shinkansen (tp hrs dicek lg datanya coz br katanya)
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#20
Saran saya sih:

1. Segera ACkan seluruh KRL Jabotabek, dan berlakukan sistem tarif zonasi (jangan dipukul rata kayak begini, dari bogor-kota atau depok-citayam sama harga Rp 5500, nyesek)
2. Pindahkan stasiun sentral dari Gambir
3. Kalau bisa, tiket elektronik...

Mudah-mudahan suatu hari nanti kita bisa bangga, punya KRL Indonesia yang jauh lebih bagus daripada KRL di negeri tetangga kita (ex. Timor Leste, PNG, India, dkk)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)