Posts: 987
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
3
drpd cuma menyesalkan keberadaan kls premium lbh baik kita dukung, semoga okupansinya meningkat...
siapa tau satu saat indonesia punya kereta wisata reguler yg super mewah dgn rute JAKK - BW lanjut paket perjalanan wisata ke bali...
ya ala orient express....
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Menurut kesimpulan saya, kenapa KA premium ini menuai protes adalah:
-value for money tiketnya jelek.
-dijalankan secara reguler.
-mengurangi kemewahan gerbong Toraja.
-PT KA tidak melihat pangsa pasar.
Dan yang ini saya sudah tahu betul (entah apakah anda semua juga akan sependapat), yaitu PT KA tidak kompeten menjalankan KA mewah untuk rakyat biasa.
Jadi KA Premium ini tidak dikemas dengan benar, dan tidak ada pangsa pasar yang pasti.
Oleh karena itu, insyaallah dalam waktu dekat akan saya posting seperti apa konsep KA mewah yang benar.
Posts: 614
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
0
07-08-2009, 04:16 AM
(This post was last modified: 07-08-2009, 04:20 AM by sulovyo.)
[spoiler=OOT sama mas see bentar--->] (04-08-2009, 09:51 AM)see_204XX Wrote: Kang, kalo compare itu jgn yg pake roda karet & jalan aspal donx...Kurang fair bangetz...Coba gugling ke negara tetangga sebelah, harusnya kereta sekelas kyk gini disono dihargai brp...? Thanks.
lah kudune piye?
dimana letak ketidak fairannya?point yang saya mau garis bawahi adalah adalah kalau bis aja dengan harga tiket 180 bisa menyediakan seat 2-1 yang comfort masak ka premium ini gak bisa?padahal harganya lebih mahal 300%an lebih.
mau dicompare dengan apa?dengan eastern orient express (singapore-Thailand) atau maharaja express (India).wah ya malah gak cocok dong.
EO express atau Maharaja harganya emang selangit tapi fasilitasnya bener2 lux a la bintang 5.kalau saya compare KA premium kita sama punya negara tetangga ya malah njomplang toh mas see.kayak bumi dan langit.
mereka memang muahal tapi luxnya kelihatan.yah ono rego ono rupo lah.
ada sleeping coachnya,bar dan restoran,shower,room service,laundry,paket tiket masuk tempat wisata dll.
lagian kenapa saya compare dengan tunggal daya(ke wonogiri)?karena bermain di pasar yang sama.kan KA premium ini menggarap pasar solo dan sekitarnya.
yah ini kan namanya dunia bisnis mau gak mau kereta juga mesti bersaing dengan moda transportasi lain.jadi tidak ada masalah fair dan tidak fair disini.
begitu lho...[/spoiler]
@Brantas,gimana mau mendukung bung.lah begitu kita informasikan ke kolega dan teman-teman tanggapanya " hah mahal banget?" atau " lhoh katanya mewah kok joknya kayak sembrani?" atau " di masing2 kursinya ada TVnya ga?kayak garuda yang baru itu?".
nah loh gimana kita jawabnya.........
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Posts: 1,112
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
3
(06-08-2009, 04:41 PM)bonbon Wrote: (06-08-2009, 04:01 PM)see_204XX Wrote: (06-08-2009, 02:57 PM)CC_20413 Wrote: Kalo KA premium seharusnya jangan digabung ke KA reguler jadi rute perjalanannya punya sendiri dan KA itu berhentinya di stasiun tertentu syukur-syukur bisa BLB sesuai dengan permintaan konsumen, soalnya kalo KA premium itu digabung sama KA reguler gak kerasa bedanya lagian kan kalo KA premium gak digabung sama KA reguler kan kalo pas silang menang mulu jadi gak usah nunggu KA-KA yang lain tapi KA reguler yg nunggu neh KA lewat
BLB lagi...BLB lagi...Maunya BLB dimana, Kang...Di tengah sawah, terus foto2 ya...?
Saya rasa alasan dasar peluncuran KA Kelas Premium ini adalah utk mengoptimalkan kereta Bali & Toraja utk bisa nyari duit, ketimbang mangkrak cuma nungguin pesanan dr para pejabat yg melakukan perjalanan dinas pake kereta ini. Kalo bikin kereta ini independen (tdk digabung dgn K1), loko utk narik kereta ini ada apa nggak...?
@Rezza_Habibie : Terus dipantau okupansi penumpangnya, kalo dah mulai menurun coba didiskusikan lebih mateng. Kan ini produknya DAOP VI YK yak...? Hehehe...
wew makin hot neh trid gara2 BLB masa sih disawah, mau nyangkul mas...
Yah namanya jg usulan, BLB di stasiun utk kelas Premium sepertinya unik, ga ada bedanya di K1 atau K2 BLB di stasiun kecil cmn naikin 1-2 penumpang, yg penting pendapatan naik dan sukses tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan ber KA ria, oke coy ..peace
Bener bos..... maksud ane juga gitu, BLBnya KA Premium itu bukan di sawah gara-gara orang-orang kelas jetset mo ngerasain nyangkul di sawah tp karena ada permintaan konsumen yg ingin turun di stasiun tertentu yg mana neh KA seharusnya gak berhenti. pastinya konsumen udah membayar dengan harga yg premium berarti pelayanannya juga harus premium donk. dengan konsekuensi tiket harga premium dengan mendapatkan pelayanan yg premium mudah-mudahan okupansinya juga akan meningkat
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(07-08-2009, 04:16 AM)sulovyo Wrote: [spoiler=OOT sama mas see bentar--->] (04-08-2009, 09:51 AM)see_204XX Wrote: Kang, kalo compare itu jgn yg pake roda karet & jalan aspal donx...Kurang fair bangetz...Coba gugling ke negara tetangga sebelah, harusnya kereta sekelas kyk gini disono dihargai brp...? Thanks.
lah kudune piye?
dimana letak ketidak fairannya?point yang saya mau garis bawahi adalah adalah kalau bis aja dengan harga tiket 180 bisa menyediakan seat 2-1 yang comfort masak ka premium ini gak bisa?padahal harganya lebih mahal 300%an lebih.
mau dicompare dengan apa?dengan eastern orient express (singapore-Thailand) atau maharaja express (India).wah ya malah gak cocok dong.
EO express atau Maharaja harganya emang selangit tapi fasilitasnya bener2 lux a la bintang 5.kalau saya compare KA premium kita sama punya negara tetangga ya malah njomplang toh mas see.kayak bumi dan langit.
mereka memang muahal tapi luxnya kelihatan.yah ono rego ono rupo lah.
ada sleeping coachnya,bar dan restoran,shower,room service,laundry,paket tiket masuk tempat wisata dll.
lagian kenapa saya compare dengan tunggal daya(ke wonogiri)?karena bermain di pasar yang sama.kan KA premium ini menggarap pasar solo dan sekitarnya.
yah ini kan namanya dunia bisnis mau gak mau kereta juga mesti bersaing dengan moda transportasi lain.jadi tidak ada masalah fair dan tidak fair disini.
begitu lho...[/spoiler]
@Brantas,gimana mau mendukung bung.lah begitu kita informasikan ke kolega dan teman-teman tanggapanya "hah mahal banget?" atau "lhoh katanya mewah kok joknya kayak sembrani?" atau "di masing2 kursinya ada TVnya ga?kayak garuda yang baru itu?".
nah loh gimana kita jawabnya.........
Thanks utk informasinya, Kang...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 4,120
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
1
barusan inpo dari milis sebelah....
Quote:Dear railfans ,
Barusan mau pesen Dwipangga premium via travel tanggal 15 Agustus tapi ternyata 2 kereta udah abis ( toraja dan bali ) alias sold out dari ahir juli kata nya.
bener juga prakiraan mas Bowo , jalur Yk - Solo merupakan jalur gemuk nya PT KA , kereta apapun juga penuh aja saat high season.
mudah mudahan gak cuman high season aja penuh nya, apa cuman awal2 nya aja jadi banyak peminat karena penasaran ,
harga karcis montor mabur Cgk - Jog rata2 dibawah harga dwipangga premium , kalo dibilang ini indikasi bagus belum bisa juga dikatakan bagus sih,
tinggal sekarang PT KA yg memaintenance pelayanan dan kenyamanan KA wisata supaya tetep banyak peminatnya.
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
artinya kelas premium disini terlalu nanggung ya atau cmn "daripada ga jalan nih kereta, yg penting ada duitnya"
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Jadi menghilangkan kesakralan sebuah KA jadinya...
Posts: 987
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
3
memang kereta yg sakral itu gmn??
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
(07-08-2009, 09:40 PM)brantas Wrote: memang kereta yg sakral itu gmn??
Yang saya maksud sakral adalah...sesuatu yang sifatnya "wah". Jadi imagenya hebat, mewah, super bagus, jadi hampir sempurna begitu.
Contohnya, jaman dulu kalau orang menyebut KA Bima, yang terlintas di pikiran orang adalah sebuah KA yang bagus, yang terbaik diantara yang lain. Jadi sebuah KA yang nomor satu karena memang the best.
Tapi coba jaman sekarang kalau anda mendengar "KA Bima" anda pasti tidak menganggap itu sesuatu yang istimewa.
Nah proses transformasi dari yang The Best jadi yang biasa-biasa itu dalam bahasa Inggris disebut "desecrating" atau secara harafiah berarti "menghilangkan kesakralan".
Selain KA Bima, contoh lainnya adalah pada tahun 1980an, KA kelas "Eksekutif" itu kelasnya diatas Kelas 1. Sekarang tidak.
|