Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Soalan Keuangan Operator Kereta Api
#1
Railfaners...

Saya hanya pingin tau secara jelas, karena selama ini saya hanya mendapatkan informasi yang belum bisa dikonfirmasi soal pendanaan/pembiayaan operasioanl satu rangkaian kereta api. Memang kalo bicara soalan duwit pasti ribet dah... Big Grin

Okeh gini :
  1. Jika beli loko pake duwit operator kereta api, loko itu untuk DAOP mana? Perawatannya pake duwit DAOP mana? Apakah dari kode inventorinya (JAKK - DAOP I) kudu ngeluarin biaya kalo rusak ato untuk perawatan?
  2. Jika beli kereta ato gerbong perawatannya yang ngeluarin dananya siapa/DAOP mana?
  3. Kalo KA Komuter itu profitnya buat DAOP mana? Contoh KRDE Pramex.
  4. Kalo KA Lintas Propinsi ato DAOP, biaya operasionalnya dari mana dan profitnya ke mana? Contoh KA Argo Lawu.
  5. Perbaikan jalan, jembatan, sinyal dan yang lainnya itu dananya diambil dari DAOP tempat fasilitas itu berada ato bagaimana?
  6. Kalo ada loko ato gerbong ato kereta asal DAOP lain rusak di wilayah DAOP tertentu apakah ditarik ke DAOP asal dolo atau dibetulin di TKP? Kalo dibetulin di TKP biaya sapa dwong...

Kayaknya baru itu dolo deh yang terpikirkan...
Ato ada yang mo nambahin nanya?

Yoek berbagi .... :tos:

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#2
om gege yg lagi penasaran ....
sistem keuangan PTKA itu terpusat .. gak ada duit DAOP tp adanya duit PTKA ... setiap pendapatan (tiap hari) harus disetor ke rekening pusat via rekening daerah .... (bank nya BNI 46) ... nah untuk pembiayaan sudah di program per tahun tiap-tiap DAOP memiliki jatah berapa .... untuk pendapatan juga demikian masing2 sdh mendapat jatah target pendapatan .... sarana yg beredar (lok, kereta, gerbong) juga prasarana (sinyal, jalan rel dan telekomunikasi) juga milik PTKA yg pemeliharaannya diserahkan ke masing-2 DAOP sesuai batas wilayah dan jatahnya ....

secara legitimasinya parasarana dan sarana perkeretaapian adalah asset pemerintah / negara yang disisihkan untuk dijadikan modal usaha .... (njelasinnya agak susah) .... PTKA (saat ini) dititipkan asset negara tersebut untuk diusahakan dan dipelihara .... syukur bisa untung (provit) ... tp pas-pasan juga nggak apa-apa yg penting negara/pemerintah nggak perlu ngeluarin biaya besar untuk menyelamatkan dan melestarikan asset negara tersebut ....

Dengan itu maka Perkeretaapian Indonesia harus dipisahkan maknanya dari PTKA .... Perkeretaapian Indonesia tidak akan pernah hilang dari Bumi Pertiwi .. tapi PTKA bisa bangkut atw dilikuidasi bila tidak becus mengurus dan memelihara asset negara/pemerintah tersebut. Nah ... sebagai anak bangsa silahkan para RAILFAN menilai apakah PTKA masih sanggup mengemban amanat tersebut ???

Seyogyanya para RAILFAN harus mencintai dan lebih mengenal Perkeretaapian Indonesia (bukan perusahaan yg mengelola) ... karena itu adalah asset bangsa ... memiliki sejarah .. dan masa depan .... dan harus dilestatrikan .... (siapapun pengelolanya) .... sedangkan pengelola yg kebetulan ketitipan oleh negara/pemerintah ... tidak lebih sebagai 'sebagian kecil catatan panjang Perkeretaapian Indonesia' .

Mudah-2an penjelasan saya dapat dipahami ..... kekekekekekekek ....
Reply
#3
sebetulnya PT KA mampu merawat asset negara,krn anggaran yg diberikan negara pas2an ya beginilah jadinya....
saya turut prihatin juga Sad Blue

Reply
#4
he he he.. betul.. semua diatur oleh PT. KA (Persero) dan pemerintah yang menduduki jajaran komisionernya... jadi nanti kalo Mas Totok jadi KS Kalibaru, KSB Gambir, KaHumasda IV, Oscar V, D-III ... ya karena memang orang nya yang oke... **weleh.. gak nyambung ya***

Reply
#5
Seharusnya agar Perkeretaapian kita agar bisa lebih maju disarankan untuk melakukan pemisahan antara operator ( yang menjalankan Lokomotif dan Gerbong ) dan regulatornya adalah Dep hub . Jadi masalah prasarana dijadikan BUMN tersendidri kayak Angkasa Pura, PT Pelabuhan dll. Terus operatornya juga ada BUMN sendiri dan untuk swasta serahkan pada mekanisme pasar sehingga kalau swasta sudah dapat masuk maka anggaran pemeliharaan lokomotif dan gerbong sudah ditanggung pihak penyelenggara kayak sekarang di Garuda Indonesia serta perusahaan swasta yang lain. Kalau untuk angkutan udara dan laut sudah dipisah kenapa di Kereta Api belum. Nah ini saran aja and urun rembug untuk kelestarian kereta api.Mohon maaf kalau ada yang salah.
Reply
#6
Doni Wrote:Seharusnya agar Perkeretaapian kita agar bisa lebih maju disarankan untuk melakukan pemisahan antara operator ( yang menjalankan Lokomotif dan Gerbong ) dan regulatornya adalah Dep hub . Jadi masalah prasarana dijadikan BUMN tersendidri kayak Angkasa Pura, PT Pelabuhan dll. Terus operatornya juga ada BUMN sendiri dan untuk swasta serahkan pada mekanisme pasar sehingga kalau swasta sudah dapat masuk maka anggaran pemeliharaan lokomotif dan gerbong sudah ditanggung pihak penyelenggara kayak sekarang di Garuda Indonesia serta perusahaan swasta yang lain. Kalau untuk angkutan udara dan laut sudah dipisah kenapa di Kereta Api belum. Nah ini saran aja and urun rembug untuk kelestarian kereta api.Mohon maaf kalau ada yang salah.

maaf dl sama om momod mgkn materi nya agak OOT ...
yg mas Doni pikirkan sebenarnya dah termuat dalam UU 23 - 2007 .... masalahnya apakah operator yang sekarang 'legowo' utk membagi hak monopoli yg dilakukan sebelumnya .... yg saya takutkan adalah 'manajemen' memanfaatkan 'serikat pekerja' utk menolak UU 23-2007 tsb dgn memberikan informasi yg nggak lengkap .... kekekekekekekk

jadi saya usul begini .... kalo IRW (Indonesian Railway Watch) yg dimotori oleh TAUFIK HIDAYAT melakukan kontrol sosial terhadap manajemen perkeretaapian (khususnya PTKA dan DITJENKA) maka .... kita (IRPS dan para RAILFAN) melakukan kontrol sosial terhadap segala aktivitas atw perubahan yg berkaitan dengan pengembangan teknologi dan sistem .... sekaligus melakukan dokumentasi dalam melestarikan Perkeretaapian Indonesia agar bukti sejarah tidak pernah hilang ...

Yukkk ... kita lestarikan dan bangun Perkeretaapian Indonesia .... HIDUP KERETA API KITA ....
Reply
#7
Trims buat yang udah memberikan masukan. info, kritikan dan sarannya Big Grin
Ternyata soaln duwit ini teuteup sentitip dan njelimet, karena berhubungan dengan lintas instansi dan kepentingan...

Ngga apa Mas Totok,...
Soalan duwit biasanya berhubungan dengan manajemen, djadi yah kalo ngga ngomongin duwit yah ngomongin manajemen Big Grin

Trims yeh.. :tos:

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#8
untuk sekedar tahu sih gak papa, asal gk ikut campur..
memang rada sensitif kalo ngomongin soal keuangan..

Om momod, biarlah pihak yg terkait mengurusi hal ini.
yg penting kita masih peduli dg kereta api..

nyambung gak ya? :gembira:

salam KA.
Kepala Divisi Bangunan, Jembatan dan Rel MSTS
Reply
#9
Hitung...Hitung Bagaimana sistem setoran hasil penjualan tiket KA,langsung dipotong untuk biaya ops-har stasiun tersebut atau dikirim ke pusat? Bingung
Reply
#10
Setau gw sih setor ke pusat lah^^
kalau da baru dibagi2 Hitung...Hitung
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)