Posts: 27
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
0
waaah..soal sinyal elektrik kereta..saya pgn tau. Ada yg bs kasih info??buat TA nie..sama kalo ada yg tau, sensor apa saja yg bs digunakan untuk mendeteksi adanya kereta? selain infra merah lho...trimss...
Posts: 46
Threads: 0
Joined: Apr 2008
Reputation:
0
Di Indonesia, mempunyai (klo g salah niy) 2 sistem persinyalan, mekanik & elektrikÂ….
Sistem Elektrik mempunyai beberapa perangkat yang satu sama lain saling mendukung, dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
1. Interlocking (kendali saling kunci)
basisnya bermacam-macam...awalnya dikenal dengan sistem relay, yaitu konfigurasi relay yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sistem kendali dan sistem pengunci yang aman, agar kereta tidak saling bentrok, baik itu head to head, head to rear ataupun side to side. dan juga menjaga agar kereta tidak anjlog pada saat melintasi wesel, dengan mengunci posisi wesel dengan posisi yang sudah di program.
Sistem ini kemudian ditinggalkan seiring dengan adanya kemajuan teknologi mikroposesor, maka lahir lah bermacam2 jenis interlocking berbasis mikroprosesor seperti VPI(Vital Prosesor Interlocking), SSI (Solid State Interlocking), SmartLock, ERTMS, ASCV dll.
Di dalam interlocking sendiri terdapat 2 macam software:
a. System Software, di kembangkan sendiri oleh si vendor dan selalu di sertakan sertifikasi SIL 4 (Safety Integrity Level).
b. Application Software, berisi program rangkaian rute, flank protection, pengkodean dari tabel kebenaran interlocking yang sudah di desain, dengan mencermati pada konfigurasi tata letak sinyal, dan layout dari sebuah lintas atau stasiun.
application software interlocking ini berfungsi sebagai:
a. akses pembentukan rute, pembatalan rute
b. akses kendali dan status wesel
c. akses kendali dan status sinyal
d. akses dari status okupansi track dalam suatu lintas
2. Peralatan lintas yang terdiri dari:
a. okupansi bakal pelanting (rolling stock)
berfungsi sebagai penanda bahwasannya ada bakal pelanting / gangguan di track tersebut
okupansi ini biasanya d deteksi dengan menggunakan rangkaian sirkuit track, rangkaian ini bermacam2, diantaranya:
-DC, tipe ini adalah circuit shunt
-AC, idem
-dengan menggunakan frekuensi (balise di singapura contohnya), tau doank..blom ada d indo
-dengan menggunakan TFM
-dengan menggunakan axle counter penghitung gandar
kayak di lintas luwung ke sono yah....
b, deteksi kendali wesel dan status
apabila wesel dalam keadaan tidak mendapat status(reverse atau normal), maka rute tidak akan bisa di bentuk(dan ada parameter lain yang mempengaruhi)
udah..segitu dulu yah......
ntar lanjut lagi
:wink:
masih depan victoria.......==CTC I, II, III, IV==
Posts: 46
Threads: 0
Joined: Apr 2008
Reputation:
0
oh iya..lupa..bagi rekan2 yang mo nanya or nambahi or koreksi..or..cacimaki...or.....silahken yah........
masih depan victoria.......==CTC I, II, III, IV==
Posts: 46
Threads: 0
Joined: Apr 2008
Reputation:
0
teknologinya biasa koq mas...cuma memang udah proven selama 30 tahun d sononya...
masih depan victoria.......==CTC I, II, III, IV==
Posts: 46
Threads: 0
Joined: Apr 2008
Reputation:
0
akeh mas...nganggo solenoid (axle counter) iso...nganggo DC track circuit yo iso (shunt TC)...nganggo TFM yo iso....(tp larang)....nganggo frekuensi yo iso....
tinggal sampeyan sing sreg sing ndi...
masih depan victoria.......==CTC I, II, III, IV==