Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kisah mas Nardi di PKL
#1
Masih ada sepertiga lahan rumput lagi yang harus di "babat" oleh pak Nardi disekitar stasiun PKL dan beruntung tadi dia sempat dibantu oleh para pencari rumput untuk makanan ternak sehingga penat dan lelahnya hari itu agak berkurang. Minggu malam 01 Juni 2002 sekitar pukul 22.15 wib mas Nardi masih mengkalkulasikan dan merencanakan apa yang akan dia lakukan esok hari terkait dengan pekerjaannya sebagai karyawan kecil pada sebuah perusahaan kontraktor yang dikontrak Perumka untuk menangani perbaikan Jalan dan Bangunan KA..

Mas Nardi (37) kelahiran Cepu dan saat ini telah menikah dan mempunyai 2 anak (paling "mbarep" seorang lanang dan yang perempuan si bungsu), teringat ditahun 1996 kali pertama ia bekerja bergabung atau ikut menangani Jalan dan Bangunan KA. Sekarang ia berada di stasiun PKL menempati sebuah bedeng berdinding tripleks bersama seorang temannya dan kelak dalam beberapa minggu kedepan bedeng itu akan menjadi kantor (perwakilan perusahaannya) operasional Jalan dan Bangunan KA.

Setelah rumput dibabat habis maka direncanakan semua tipe rel R32 dan R45 akan diganti dan diremajakan dengan tingkatan tipe rel yang bagus dan dengan level tipe rel yang diatasnya. Untuk stasiun PKL lintasan jalur utama mengunakan R54. Direncanakan rel-rel bekasnya akan digunakan untuk kondisi darurat pun bantalan kayu juga wesel akan diganti dengan yang baru dan "barang bekas" sama juga dengan nasib "rel bekas" akan dipergunakan untuk keadaan darurat dan digunakan distasiun-stasiun lainnya pula. Tentunya ini semua tidak sembarangan karena harus mengalami uji coba dan uji kelayakan, kelaikan dan keamanan tinggi sebelum dipergunakan oleh Perumka. Mas Nardi membayangkan bahwa satu batang rel itu adalah 25 meter dan jarak untuk tiap sambungan rel adalah 100 meter ini bererti ada 4 batang rel yang harus disambung secara las cor dan setelah itu akan diletakan diatas bantalan rel yang jarak bantalan rel satu dengan lainnya adalah 60 cm berdasar sumbu vertikal bantalan dan untuk pekerjaan tersebut dia menggunakan waktu sekitar 1,5 jam persatu sisi rel dengan lebar 1,067 meter terhitung sejak membongkar rel hingga siap dipergunakan kembali oleh rangkaian KA yang akan melintas.

Daerah Kedung Jati Purwodadi tahun 1999 adalah kondisi yang paling "enak bekerja" mengingat masa lalu dimana saat bertugas mengganti rel berikut bantalannya (dari kayu menjadi beton) dimana segala kebutuhan sehari-harinya terpenuhi dan kebalikannya, daerah sebelum jembatan sungai Serayu dari arah timur termasuk jembatan sungai Serayu adalah medan yang paling "berat" yang ia rasakan sehubungan dengan berpacunya dengan waktu dalam mengganti rel KA berikut bantalannya (kayu untuk di jembatan dan beton untuk yang diluar jembatan) karena kondisi "sibuk" jam lintasan KA yang lewat juga bekerjanya diatas sungai Serayu, bayangkan....

Terkadang kesal marahnya timbul apabila ada segelintir "joki" Lokomotif alias masinis yang tidak tanggap dan tidak memperhatikan rambu atau sinyal yang ada ketika memasuki "area" perbaikan/penggantian rel dan bantalan dan umumnya yang diabaikan adalah semboyan 2A dan 2B dan S35 itu sendiri.

Akan tetapi semua kesal dan marahnya itu akan hilang apabila pekerjaan telah selesai dengan baik, benar dan aman serta nyaman untuk dilintasi oleh rangkaian KA. Sekali waktu ada satu tetes air mata apabila semua itu sukses tepat pada watu yang telah direncanakan dengan harapan ia dapat kembali kekeluarganya setelah berhari-hari pergi bekerja.

ah... besok pagi mas Nardi berharap semoga setiap lintasan KA yang dia kerjakan akan selalu dan selalu aman dan nyaman sehingga rangkaian Kereta Api akan tetap selalu melintasi tanpa henti dan bosan seperti "peluit KA" yang tak pernah bosan untuk mengingatkan dan yang tak pernah hilang "S35"-nya.


== seperti yang dikisahkan oleh mas Nardi, stasiun PKL ==


slam,

== Lok Bima Kunting ==
hunting dengan KA 36 dan KA 35.
Reply


Messages In This Thread
Kisah mas Nardi di PKL - by Agus Budhy Nugroho - 04-06-2008, 12:45 PM
Re: Kisah mas Nardi - by 88nobita - 14-06-2008, 02:07 AM
RE: Kisah mas Nardi di PKL - by nistra_cakep_deh - 06-05-2009, 05:42 PM
RE: Kisah mas Nardi di PKL - by dhika_railfans - 11-08-2010, 09:56 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)