01-10-2009, 06:48 PM
Kalau kawan - kawan perhatikan semakin banyak rangkaian KRD dioperasikan untuk jarak dekat. Itu berarti semakin banyak jalur komuter. Tidak terkecuali untuk wilayah Jabodetabek yang dikuasai armada KRL dan juga wacana elektrifikasi rel Padalarang - Bandung - Cicalengka. Tidak peduli masih rel tunggal KRD pun semakin bermunculan. Memang sih KRD komuter lebih banyak di wilayah bentangan rel yang tergolong ganda.
Tapi apakah kawan - kawan menyadari, semakin banyak wacana pengaktifan KRD terlebih penggandaan rel akan banyak mengoperasikan jadwal perjalanan kekosongan yang biasanya dilalui rangkaian KA jarak jauh? Sebut saja itu bentangan rel antara stasiun Tegal - Semarang yang dilaluin Kaligung, komuter Surabaya, Kutoarjo - Palur dilaluin Prameks dan masih banyak lagi.
Kalau untuk penon aktifan beberapa stasiun kecil yang dahulu dijadiin persinggahan beberapa KA karena terjadi susul - menyusul dan persilangan seakan2 menjadi urung yah?[/font]
Tapi apakah kawan - kawan menyadari, semakin banyak wacana pengaktifan KRD terlebih penggandaan rel akan banyak mengoperasikan jadwal perjalanan kekosongan yang biasanya dilalui rangkaian KA jarak jauh? Sebut saja itu bentangan rel antara stasiun Tegal - Semarang yang dilaluin Kaligung, komuter Surabaya, Kutoarjo - Palur dilaluin Prameks dan masih banyak lagi.
Kalau untuk penon aktifan beberapa stasiun kecil yang dahulu dijadiin persinggahan beberapa KA karena terjadi susul - menyusul dan persilangan seakan2 menjadi urung yah?[/font]



![[Image: NQma0.jpg]](http://i.imgur.com/NQma0.jpg)
![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)
![[Image: 21kkvba.jpg]](http://i57.tinypic.com/21kkvba.jpg)
tanpa harus bongkar muat dan ketinggalan kereta 

![[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]](http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/418089_2580690805272_1494496598_32011478_1302882663_n.jpg)