Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Buat teman2 sekalian....
Terutama yang bermukim di Jabodetabek... perlu gak kalau KRL diluncurin lagi Klas Bisnis? Apa alasan yang membuat teman2 semua setuju dan tidak setuju? Attaukah cukup ada KRL Ekonomi Patas yg cuma berhenti di beberapa stasiun saja? Kalau setuju dengan adanya KRL Bisnis cocoknya tarifnya di bawah KRL AC atau di atas KRL AC? Atau mungkin di atas Ekonomi AC atau di bawah Ekonomi AC? Buat perinciannya saja :
- KRL AC Jakarta - Bogor Rp 11.000,00. Kecuali naik dari stasiun UI 9ribu.
- KRL Ekonomi AC Jakarta - Bogor Rp 5.500,00.
- KRL Ekonomi Jakarta - Bogor Rp 2.000,00. Kalau cuma Jkt - Dpk 1500 saja.
Nah... buat yg setuju diadain KRL Bisnis atau pun Patas Ekonomi.... setujunya tarifnya berapa? Kalau aku pribadi lebih setuju berada ditarif Rp 4.000,00. Jadi intinya di bawah tarif KRL Ekonomi AC. Gimana?
Ma'af asumsi aku ini gak berlaku di luar Jabodetabek karena sampai sekarang blom ada ceritanya khan PT. KA berwacana bakal ngeluncurin KRD AC?
Posts: 3,691
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
17
Kalo saya sih udah cocok sama service yang udah ada skarang ini, dulu juga kan pernah ada semi express tapi begitu diresmiin Ekonomi AC langsung dihapus, jadi saya sih agak kurang setuju kalo ada KRL Bisnis/KRD AC. Tapi kalau nanti diluncurkan KRD/KRL Bisnis oleh PT. KCJ ya saya sebagai pengguna ya terima aja
Posts: 3,295
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
23
mnurut ane ga stuju. coz udh bs diakomodasi eco ac. terlalu banyak kasta malah ga efisien, otomatis butuh armada baru maka jadwalnya akan semakin padat, terutama sore hari diantara gambir-manggarai.
Keep Fighting Never Give
Posts: 178
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
2
Gak setuju.
1. Sepengetahuan saya, angkutan komuter itu harusnya gak ada perbedaan kelas. Lebih penting kecepatan ulang-alik dan kapasitasnya. Kenyamanan bukan yang paling penting. Itu sebabnya hampir semua angkutan komuter lebih banyak nyediain ruang buat berdiri, bukan tempat duduk. Tapi karena disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi Indonesia, jadi dibagi 3 kelas.. Rentang antara kaya dan miskin di Indonesia jauh banget, dan ada kecenderungan golongan atas "males" untuk gabung dengan golongan bawah. Kalo yang disediain cuma KRL dengan kondisi pas-pasan, semua golongan memang mampu beli tiket, tapi apa iya golongan atas berkemeja rapi jali wangi mau gabung sama tukang sayur dan tukang peuyeum? Trus kalo yang disediain cuma KRL dengan kondisi bagus, apa iya golongan bawah sanggup beli tiketnya? Mangkanya di Indonesia angkutan komuter pun dibagi kelas-kelasnya, agar semua bisa menikmati. ---> asli ini ogut dapet dari mata kuliah pengelolaan transportasi dulu.
2. Sekarang di Indonesia (Jabodetabek) sudah ada 3 kelas KA komuter. Kalo nambah satu kelas lagi, malah jadi gak efisien. Performa waktu tempuh lebih baik dari Ekonomi AC (karena hanya berhenti di beberapa stasiun), tapi harga dibawah Ekonomi AC. Bisa2 ya orang pada pindah entar. Apalagi dengan banyaknya keluhan AC di KRL Ekonomi AC yang gak dingin. Mending angin gelebug aja sekalian, yang penting cepet. Lagian sebagai penumpang malah jadi pusing bo, mbedain mana Pakuan mana EkoAC aja bingung. Hahaha..
Dah ah, itu IMHO lo ya
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(04-02-2010, 04:47 PM)ajathooo Wrote: Gak setuju.
1. Sepengetahuan saya, angkutan komuter itu harusnya gak ada perbedaan kelas. Lebih penting kecepatan ulang-alik dan kapasitasnya. Kenyamanan bukan yang paling penting. Itu sebabnya hampir semua angkutan komuter lebih banyak nyediain ruang buat berdiri, bukan tempat duduk. Tapi karena disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi Indonesia, jadi dibagi 3 kelas.. Rentang antara kaya dan miskin di Indonesia jauh banget, dan ada kecenderungan golongan atas "males" untuk gabung dengan golongan bawah. Kalo yang disediain cuma KRL dengan kondisi pas-pasan, semua golongan memang mampu beli tiket, tapi apa iya golongan atas berkemeja rapi jali wangi mau gabung sama tukang sayur dan tukang peuyeum? Trus kalo yang disediain cuma KRL dengan kondisi bagus, apa iya golongan bawah sanggup beli tiketnya? Mangkanya di Indonesia angkutan komuter pun dibagi kelas-kelasnya, agar semua bisa menikmati. ---> asli ini ogut dapet dari mata kuliah pengelolaan transportasi dulu.
2. Sekarang di Indonesia (Jabodetabek) sudah ada 3 kelas KA komuter. Kalo nambah satu kelas lagi, malah jadi gak efisien. Performa waktu tempuh lebih baik dari Ekonomi AC (karena hanya berhenti di beberapa stasiun), tapi harga dibawah Ekonomi AC. Bisa2 ya orang pada pindah entar. Apalagi dengan banyaknya keluhan AC di KRL Ekonomi AC yang gak dingin. Mending angin gelebug aja sekalian, yang penting cepet. Lagian sebagai penumpang malah jadi pusing bo, mbedain mana Pakuan mana EkoAC aja bingung. Hahaha..
Dah ah, itu IMHO lo ya
Memang mestinya 1 jenis rangkaian dikhususkan untuk 1 kelas tertentu, sehingga mempermudah calon penumpang mengenali rangkaian (misalnya seri 6000 seluruhnya jadi eko AC, seri 8500 jadi ekspres dsb).
Saya pribadi sebenarnya kurang setuju (bukan tidak setuju sama sekali) dengan penambahan 1 kelas baru, karena sistem yang ada saat ini pun masih kurang terkoordinasi dan bisa mengurangi efisiensi dari armada yang tersedia karena perbedaan okupansi, yang akhirnya kelas yang baru tersebut malah berangsur-angsur mengurangi okupansi penumpang dari kelas yang lebih tinggi karena faktor perbedaan tarif dan fasilitas (bayangkan jika kelas yang baru ini fasilitasnya setara ekspres tapi tarifnya lebih murah Rp 1000-2000 dari ekspres, otomatis KRL ekspres semakin sepi penumpang).
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
harusnya komuter itu tidak ada perbedaan kelas. jadi kelasnya sama semua, berhenti di setiap stasiun, dan tarifnya jangan flat tapi berdasarkan jarak.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 785
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
8
saya lebih setuju kalo KRL AC dibagi 3 service:
Lokal (Eko AC), Semi Ekspres, dan Ekspres.
dengan catatan, harga 3 service itu SAMA RATA.
orang kan tinggal milih.
kalo mau cepet bisa naek ekspres, kalo mau cepet tapi ekspres ga berhenti di tujuannya bisa naek Semi Ekspres atau Lokal sekalian.
tidak ada kesenjangan harga, semua bisa menikmati.
Sistem tarifnya Tokyu.
bagaimana menurut teman-teman.
KCJ 7000 series-7117F
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
(05-02-2010, 09:02 AM)Faris GM-MarKA Wrote: saya lebih setuju kalo KRL AC dibagi 3 service:
Lokal (Eko AC), Semi Ekspres, dan Ekspres.
dengan catatan, harga 3 service itu SAMA RATA.
orang kan tinggal milih.
kalo mau cepet bisa naek ekspres, kalo mau cepet tapi ekspres ga berhenti di tujuannya bisa naek Semi Ekspres atau Lokal sekalian.
tidak ada kesenjangan harga, semua bisa menikmati.
Sistem tarifnya Tokyu.
bagaimana menurut teman-teman.
Seharusnya memang begitu, jadi tidak ada perbedaan tarif yang mana semua penumpang bisa menikmati fasilitas yang sama sesuai keinginan.
Permasalahannya, bagaimana dengan KRL ekonomi yang non AC? Apakah harus dijadikan AC juga agar sistem "sama rata" ini bisa terlaksana?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 144
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
5
05-02-2010, 10:51 AM
(This post was last modified: 05-02-2010, 11:32 AM by peseg5.)
Kalau saya tidak setuju ada penambahan kelas lagi.
Sebaiknya layanan KCJ cukup dibagi 2 jenis.
-Local (berhenti semua stasiun)
-Express (berhenti di stasiun2 besar)
Dan dua layanan itu sudah sepantasnya ber-AC.
Harga, sepatutnya Express lebih mahal, tetapi keuntungnya pnp express boleh transfer ke KRL local tanpa bayar/tiket lagi. Konsekuensinya layanan express hanya berhenti di stasiun yg peronnya lebih dari 2, karena harus dipisahkan peron express dan local supaya ada barrier lagi yg membatasi penumpang local & express.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Posts: 4
Threads: 0
Joined: Jan 2010
Reputation:
0
Om Dana,
kalo sy pribadi sich pola operasi KA Komuter mau nya sbb :
1.Kelas Komuter hanya ada 2 kelas, yaitu Ekpres dan Ekonomi AC, Untuk Ekpres hanya BLB di Stasiun Besar sedang ekonomi ac berhentinya berselingan, misalnya Start BOO-CLT-CTM-DPB-UI- dan seterusnya, headway 5 menit.
2. Tarif untuk Ekpres tetap, untuk ekonomi AC jarak terjauh Rp. 3500,- dan terdekat Rp. 2500,-
3. kalo bisnis sich sebaiknya ditetakan jarak terjauh dan terdekat juga,
cuma yg mas dana maksud KRL bisnis itu seperti apa..?
tks
|