Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun Ambarawa (Willem I)
#1
Ada berita baik dari stasiun yng menjadi museum ini. Penambahan inventaris museum berupa 2 gerbong yang diambil dari ex-stasiun Kebonpolo Magelang dan dari Kudus. Berita selengkapnya ada di DI SINI.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
Reply
#2
Saya bantu keluarin ya

Quote:Gerbong Kereta Kebonpolo Akan Dijadikan Loket Karcis


[Image: 300x225xGerbong-Tua.jpg.pagespeed.ic.dDHx6J-ESi.jpg]

Laporan Reporter Tribun Jogja, Muhammad Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Monumen kereta api berupa satu buah gerbong kereta berusia 107 tahun yang berada di Sub Terminal Kebonpolo Kota Magelang sejak 1986, diangkut ke museum Kereta Api di Ambarawa, Rabu (9/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan truk trailer, dan tiba di Museum Kereta Api Ambarawa pada Kamis (10/11) pukul 05.00.

Kereta api ini dipindah ke Ambarawa karena selama berada di Magelang tidak memperoleh pemeliharaan yang berarti. Hal itu membuat kondisi gerbong kereta api memprihatinkan. Di bagian bawah kerusakan mencapai 30 persen, banyak yang berkarat dan komponen lepas. Sedangkan dibagian atas, kayu gerbong sudah keropos.

Gerbong kereta tua ini, dulunya digunakan untuk mengangkut penumpang jurusan Magelang-Yoyakarta.

Kepala Museum Kereta Api Ambarawa, Eko S Mulyanto kepada Tribun Jogja mengatakan, selain gerbong tua yang diangkut dari Magelang, berikutnya juga akan diangkut satu gerbong tua dari Kudus. "Selain dari Magelang, Gerbong juga akan diambil dari Kudus. Jadi nantinya kita mengambil dua gerbong yang tidak difungsikan dari dua daerah itu," katanya.

Eko mengatakan, gerbong-gerbong tersebut nantinya akan diperbaiki dan dimanfaatkan untuk untuk loket penjualan karcis masuk museum. "Nanti akan kita pasang di bagian depan dekat gerbang museum," ujarnya.

Sedangkan terkait kondisi gerbong tua yang sudah rusak. Eko menjelaskan, bahwa nantinya pada Bogie (konstruksi real dan rangka) tidak diganti, sedangkan pada dinding-dinding gerbong akan diganti yang baru dengan kayu jati. "Karena kalau melihat kondisinya yang sekarang sudah tidak mungkin untuk dipertahankan. Jadi nanti yang diganti hanya pada dinding dari kayu, atap gerbong, dan lantai gerbong. Sedangkan pada Bogie tidak," katanya.

Sebelumnya, secara terpisah, Manajer Program Konservasi non bangunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Esya Ibrahim mengatakan, akan melakukan restorasi gerbong tersebut dan ditempatkan di museum Ambarawa untuk kepentingan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Ersya juga mengatakan, gerbong buatan Belanda dengan berat 25 ton ini termasuk cagar budaya, sehingga keberadaannya harus dilindungi. "Setelah sampai Ambrawa, gerbong itu akan dibangun ulang dengan membersihkan karat dan mengganti gerbong kayu dengan kayu jati yang baru," katanya.

Pemindahan gerbong kereta api ke museum Ambarawa ini didukung penuh oleh komunitas pecinta kereta api. Antara lain dari PJL 99 Solo, IRPS Jogjakarta, dan komunitas Kota Toea Magelang.

Bagus Priyana, koordinator Komunitas Pecinta Kota Toea Magelang menyambut baik baik langkah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan gerbong tersebut. Menurutnya sebagai salah satu benda cagar budaya, kondisi gerbong tersebut tidak terawat dan sangat memprihatinkan.

Gerbong itu merupakan bagian sejarah perkeretaapian di Magelang, hanya sayangnya tidak dirawat. "Kami menyambut baik gerbong ini dibawa PT. Kereta Api Indonesia (Persero), nantinya pasti akan lebih terawat," harapnya.(*)

Reply
#3
[spoiler]
(13-11-2011, 09:17 AM)phepe_ph Wrote: Saya bantu keluarin ya

Quote:Gerbong Kereta Kebonpolo Akan Dijadikan Loket Karcis


[Image: 300x225xGerbong-Tua.jpg.pagespeed.ic.dDHx6J-ESi.jpg]

Laporan Reporter Tribun Jogja, Muhammad Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Monumen kereta api berupa satu buah gerbong kereta berusia 107 tahun yang berada di Sub Terminal Kebonpolo Kota Magelang sejak 1986, diangkut ke museum Kereta Api di Ambarawa, Rabu (9/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan truk trailer, dan tiba di Museum Kereta Api Ambarawa pada Kamis (10/11) pukul 05.00.

Kereta api ini dipindah ke Ambarawa karena selama berada di Magelang tidak memperoleh pemeliharaan yang berarti. Hal itu membuat kondisi gerbong kereta api memprihatinkan. Di bagian bawah kerusakan mencapai 30 persen, banyak yang berkarat dan komponen lepas. Sedangkan dibagian atas, kayu gerbong sudah keropos.

Gerbong kereta tua ini, dulunya digunakan untuk mengangkut penumpang jurusan Magelang-Yoyakarta.

Kepala Museum Kereta Api Ambarawa, Eko S Mulyanto kepada Tribun Jogja mengatakan, selain gerbong tua yang diangkut dari Magelang, berikutnya juga akan diangkut satu gerbong tua dari Kudus. "Selain dari Magelang, Gerbong juga akan diambil dari Kudus. Jadi nantinya kita mengambil dua gerbong yang tidak difungsikan dari dua daerah itu," katanya.

Eko mengatakan, gerbong-gerbong tersebut nantinya akan diperbaiki dan dimanfaatkan untuk untuk loket penjualan karcis masuk museum. "Nanti akan kita pasang di bagian depan dekat gerbang museum," ujarnya.

Sedangkan terkait kondisi gerbong tua yang sudah rusak. Eko menjelaskan, bahwa nantinya pada Bogie (konstruksi real dan rangka) tidak diganti, sedangkan pada dinding-dinding gerbong akan diganti yang baru dengan kayu jati. "Karena kalau melihat kondisinya yang sekarang sudah tidak mungkin untuk dipertahankan. Jadi nanti yang diganti hanya pada dinding dari kayu, atap gerbong, dan lantai gerbong. Sedangkan pada Bogie tidak," katanya.

Sebelumnya, secara terpisah, Manajer Program Konservasi non bangunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Esya Ibrahim mengatakan, akan melakukan restorasi gerbong tersebut dan ditempatkan di museum Ambarawa untuk kepentingan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Ersya juga mengatakan, gerbong buatan Belanda dengan berat 25 ton ini termasuk cagar budaya, sehingga keberadaannya harus dilindungi. "Setelah sampai Ambrawa, gerbong itu akan dibangun ulang dengan membersihkan karat dan mengganti gerbong kayu dengan kayu jati yang baru," katanya.

Pemindahan gerbong kereta api ke museum Ambarawa ini didukung penuh oleh komunitas pecinta kereta api. Antara lain dari PJL 99 Solo, IRPS Jogjakarta, dan komunitas Kota Toea Magelang.

Bagus Priyana, koordinator Komunitas Pecinta Kota Toea Magelang menyambut baik baik langkah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan gerbong tersebut. Menurutnya sebagai salah satu benda cagar budaya, kondisi gerbong tersebut tidak terawat dan sangat memprihatinkan.

Gerbong itu merupakan bagian sejarah perkeretaapian di Magelang, hanya sayangnya tidak dirawat. "Kami menyambut baik gerbong ini dibawa PT. Kereta Api Indonesia (Persero), nantinya pasti akan lebih terawat," harapnya.(*)
[/spoiler]hah, cuma jadi loket karcis, kirain mo d buat satu rangkaian sama lok B51 yg mo di idupin lagi
maaf klo oot
SAYANGILAH MEMBER ANDA!, TAATI PERATURAN, JIKA TIDAK RASAKAN SENDIRIBye Bye
Reply
#4
(13-11-2011, 09:36 AM)m.rizal Wrote: [spoiler]
(13-11-2011, 09:17 AM)phepe_ph Wrote: Saya bantu keluarin ya

Quote:Gerbong Kereta Kebonpolo Akan Dijadikan Loket Karcis


[Image: 300x225xGerbong-Tua.jpg.pagespeed.ic.dDHx6J-ESi.jpg]

Laporan Reporter Tribun Jogja, Muhammad Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Monumen kereta api berupa satu buah gerbong kereta berusia 107 tahun yang berada di Sub Terminal Kebonpolo Kota Magelang sejak 1986, diangkut ke museum Kereta Api di Ambarawa, Rabu (9/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan truk trailer, dan tiba di Museum Kereta Api Ambarawa pada Kamis (10/11) pukul 05.00.

Kereta api ini dipindah ke Ambarawa karena selama berada di Magelang tidak memperoleh pemeliharaan yang berarti. Hal itu membuat kondisi gerbong kereta api memprihatinkan. Di bagian bawah kerusakan mencapai 30 persen, banyak yang berkarat dan komponen lepas. Sedangkan dibagian atas, kayu gerbong sudah keropos.

Gerbong kereta tua ini, dulunya digunakan untuk mengangkut penumpang jurusan Magelang-Yoyakarta.

Kepala Museum Kereta Api Ambarawa, Eko S Mulyanto kepada Tribun Jogja mengatakan, selain gerbong tua yang diangkut dari Magelang, berikutnya juga akan diangkut satu gerbong tua dari Kudus. "Selain dari Magelang, Gerbong juga akan diambil dari Kudus. Jadi nantinya kita mengambil dua gerbong yang tidak difungsikan dari dua daerah itu," katanya.

Eko mengatakan, gerbong-gerbong tersebut nantinya akan diperbaiki dan dimanfaatkan untuk untuk loket penjualan karcis masuk museum. "Nanti akan kita pasang di bagian depan dekat gerbang museum," ujarnya.

Sedangkan terkait kondisi gerbong tua yang sudah rusak. Eko menjelaskan, bahwa nantinya pada Bogie (konstruksi real dan rangka) tidak diganti, sedangkan pada dinding-dinding gerbong akan diganti yang baru dengan kayu jati. "Karena kalau melihat kondisinya yang sekarang sudah tidak mungkin untuk dipertahankan. Jadi nanti yang diganti hanya pada dinding dari kayu, atap gerbong, dan lantai gerbong. Sedangkan pada Bogie tidak," katanya.

Sebelumnya, secara terpisah, Manajer Program Konservasi non bangunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Esya Ibrahim mengatakan, akan melakukan restorasi gerbong tersebut dan ditempatkan di museum Ambarawa untuk kepentingan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Ersya juga mengatakan, gerbong buatan Belanda dengan berat 25 ton ini termasuk cagar budaya, sehingga keberadaannya harus dilindungi. "Setelah sampai Ambrawa, gerbong itu akan dibangun ulang dengan membersihkan karat dan mengganti gerbong kayu dengan kayu jati yang baru," katanya.

Pemindahan gerbong kereta api ke museum Ambarawa ini didukung penuh oleh komunitas pecinta kereta api. Antara lain dari PJL 99 Solo, IRPS Jogjakarta, dan komunitas Kota Toea Magelang.

Bagus Priyana, koordinator Komunitas Pecinta Kota Toea Magelang menyambut baik baik langkah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan gerbong tersebut. Menurutnya sebagai salah satu benda cagar budaya, kondisi gerbong tersebut tidak terawat dan sangat memprihatinkan.

Gerbong itu merupakan bagian sejarah perkeretaapian di Magelang, hanya sayangnya tidak dirawat. "Kami menyambut baik gerbong ini dibawa PT. Kereta Api Indonesia (Persero), nantinya pasti akan lebih terawat," harapnya.(*)
[/spoiler]hah, cuma jadi loket karcis, kirain mo d buat satu rangkaian sama lok B51 yg mo di idupin lagi
maaf klo oot

Paling enggak kan ada gunanya, daripada ga dirawat....
Reply
#5
(13-11-2011, 11:24 AM)phepe_ph Wrote:
(13-11-2011, 09:36 AM)m.rizal Wrote: [spoiler]
(13-11-2011, 09:17 AM)phepe_ph Wrote: Saya bantu keluarin ya

Quote:Gerbong Kereta Kebonpolo Akan Dijadikan Loket Karcis


[Image: 300x225xGerbong-Tua.jpg.pagespeed.ic.dDHx6J-ESi.jpg]

Laporan Reporter Tribun Jogja, Muhammad Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Monumen kereta api berupa satu buah gerbong kereta berusia 107 tahun yang berada di Sub Terminal Kebonpolo Kota Magelang sejak 1986, diangkut ke museum Kereta Api di Ambarawa, Rabu (9/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan truk trailer, dan tiba di Museum Kereta Api Ambarawa pada Kamis (10/11) pukul 05.00.

Kereta api ini dipindah ke Ambarawa karena selama berada di Magelang tidak memperoleh pemeliharaan yang berarti. Hal itu membuat kondisi gerbong kereta api memprihatinkan. Di bagian bawah kerusakan mencapai 30 persen, banyak yang berkarat dan komponen lepas. Sedangkan dibagian atas, kayu gerbong sudah keropos.

Gerbong kereta tua ini, dulunya digunakan untuk mengangkut penumpang jurusan Magelang-Yoyakarta.

Kepala Museum Kereta Api Ambarawa, Eko S Mulyanto kepada Tribun Jogja mengatakan, selain gerbong tua yang diangkut dari Magelang, berikutnya juga akan diangkut satu gerbong tua dari Kudus. "Selain dari Magelang, Gerbong juga akan diambil dari Kudus. Jadi nantinya kita mengambil dua gerbong yang tidak difungsikan dari dua daerah itu," katanya.

Eko mengatakan, gerbong-gerbong tersebut nantinya akan diperbaiki dan dimanfaatkan untuk untuk loket penjualan karcis masuk museum. "Nanti akan kita pasang di bagian depan dekat gerbang museum," ujarnya.

Sedangkan terkait kondisi gerbong tua yang sudah rusak. Eko menjelaskan, bahwa nantinya pada Bogie (konstruksi real dan rangka) tidak diganti, sedangkan pada dinding-dinding gerbong akan diganti yang baru dengan kayu jati. "Karena kalau melihat kondisinya yang sekarang sudah tidak mungkin untuk dipertahankan. Jadi nanti yang diganti hanya pada dinding dari kayu, atap gerbong, dan lantai gerbong. Sedangkan pada Bogie tidak," katanya.

Sebelumnya, secara terpisah, Manajer Program Konservasi non bangunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Esya Ibrahim mengatakan, akan melakukan restorasi gerbong tersebut dan ditempatkan di museum Ambarawa untuk kepentingan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Ersya juga mengatakan, gerbong buatan Belanda dengan berat 25 ton ini termasuk cagar budaya, sehingga keberadaannya harus dilindungi. "Setelah sampai Ambrawa, gerbong itu akan dibangun ulang dengan membersihkan karat dan mengganti gerbong kayu dengan kayu jati yang baru," katanya.

Pemindahan gerbong kereta api ke museum Ambarawa ini didukung penuh oleh komunitas pecinta kereta api. Antara lain dari PJL 99 Solo, IRPS Jogjakarta, dan komunitas Kota Toea Magelang.

Bagus Priyana, koordinator Komunitas Pecinta Kota Toea Magelang menyambut baik baik langkah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan gerbong tersebut. Menurutnya sebagai salah satu benda cagar budaya, kondisi gerbong tersebut tidak terawat dan sangat memprihatinkan.

Gerbong itu merupakan bagian sejarah perkeretaapian di Magelang, hanya sayangnya tidak dirawat. "Kami menyambut baik gerbong ini dibawa PT. Kereta Api Indonesia (Persero), nantinya pasti akan lebih terawat," harapnya.(*)
[/spoiler]hah, cuma jadi loket karcis, kirain mo d buat satu rangkaian sama lok B51 yg mo di idupin lagi
maaf klo oot

Paling enggak kan ada gunanya, daripada ga dirawat....

kalo bisa jalan akan lebih bagus lagi, buat nambah armada kereta wisata Tersenyuum
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#6
Kalau di gagas lebih baik dan bermanfaat di perbaiki untuk dinas wisata sehingga akan menambah koleksi yang sangat tinggi nilainya..Top Banget
Kalau hanya untuk tempat loket kok kesannya tidak bernilai...kalau memang di inginkan mending untuk loket pakai K3 yang masa operasionalnya habis..Kapan ya...
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#7
kalau bisa lagi nih mending semua gerbong gerbong tua yang berkeliaran diman mana di restorasi kembali karena mempunyai sejareah yang tinggi dan masuk benda cagar budaya yang harus di rawat dan di lindungi
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#8
yang kira2 bisa dijadiin koleksi museum ambarawa selanjutnya apa ya?

eks krd kudaputih yg ada di dipo solobalapan bisa gak ya?
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#9
sebenarnya bukan untuk loket karcis, tetapi dioptimalkan sbg sarana aktif, namun keputusan akhir masih melihat hasil pengecekan dari rekan2 dipo ambarawa...
Reply
#10
(15-11-2011, 07:53 AM)Rezza Habibie Wrote: sebenarnya bukan untuk loket karcis, tetapi dioptimalkan sbg sarana aktif, namun keputusan akhir masih melihat hasil pengecekan dari rekan2 dipo ambarawa...

semoga dipake buat tambahan kereta wisata ABR...amien
INDONESIA dan Soerabaia tidak akan pernah mati didalam hatiku

my pictures at http://www.flickr.com/photos/34328266@N07/


Visit us at LIMA MATA PHOTOGRAPHY
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)