Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
pengintegrasian jalan raya dan jalur kereta api
#1
hey... postingan pertama nich

tentang ide penghematan dan efisiensi buat pemerintah... terutama bidang perhubungan dan transportasi...

ide simpel dan saya pikir bisa memaksimalkan transportasi kereta di pulau jawa ini... yaitu dengan memaksimalkan stasiun yang ada di kota-kota yang di lalui kereta api aktif,salah satu cara dengan memaksimalkan terminal barang (selama ini yang saya amati hanya pupuk dan semen, padahal jenis komoditas lainnya sangat memungkinkan di angkut ke kota2 tersebut dengan kereta api). misal dengan pengadaan kereta pengankut mobil, mobil2 dari pabrikan di angkut secara massal ke kota-kota tersebut, praktisnya contoh: dari jakarta ada 25 gerbong mengangkut sedan versi terbaru, di cirebon di tinggal 2 gerbong berisi mobil itu, lanjut ke tegal sekian gerbong di tinggal dst. nah di stasiun2 tersebut komoditas di angkut dengan truk ke dealer2, termasuk ke dealer daerah pegunungan yang tidak terjangkau jaringan rel kereta api.

intinya volume kendaraan besar di jalur utama (PANTURA, Pantai Selatan atau jalur2 lainnya) berkurang. otomatis biaya perbaikan jalur2 utama tersebut (yang nilainya sekian T per tahun) bisa di kurangi. awalnya memang perlu penyempurnaan sarana dan prasarana penunjang perkeretaapian tapi apa salahnya untuk efektifitas dan efisiensi.

ada masukan dan tambahan????
Reply
#2
ide bagus gan,
tinggal kesepakatan 2 prshaan menjalin kontrak krjasama ,
sprtinya pernah ada post tntang kereta pembawa mobil tp lupa dimana.
bawah saya bisa melanjutkan :malu:
Reply
#3
Ide bagus tapi nampaknya salah forum / maksudnya salah nempatin judul thread mas... Mungkin cocoknya di forum yg khusus PPKA...

Kalau ide masing2 dealer perusahaan otomotif nampaknya sulit terwujud krn terminal peti kemas seperti Kamp. Bandan, Tj. Priok, Gede Bage, Tj. Perak, Tj. Mas, dll pasti akan kebanjiran truk2 dari berbagai macam perusahaan otomotif... Mending truk2 khusus PT. KA disewa masing2 perusahaan otomotif utk ngangkut semisal dalam walktu sebulan dikontrak utk angkut sekian jumlah mobil dan motor.
Contoh : Perusahaan otomotif namanya Dana Mobil (hehe... maksa yah... ^_^) mengontrak PT. KA sejumlah Rp 1milyar utk angkut 300 mobil merk Danz Benz dan 500 motor merk Dana Lion 2000. Itu berarti 1 truk kemungkinan gak cuma ngangkut mobil2 dan motor2 dari perusahaan Dana Mobil, tapi juag perusahaan otomotif lainnya juga. Pokoknya dalam 1 bulan dikontrak harus kekirmin 800 mobil dan motor. Kalau terjadi musibah atau keterlambatan pengiriman semisal macet di jalan tol atau pun gangguan rinja, maka ada persoalan sedikit ganti rugi lagi dr PT. KA yang menanggung. Tapi sanggup gak menanggung kerugian ke semua perusahaan otomotif???

Reply
#4
salah kamar nih..

mestinya di PPKA..

Kambing ke moderator deh supaya di pindah ke forum yang tepat..

Reply
#5
Sebetulnya ide pengangkutan kendaraan jalan raya ke atas kereta api telah diaplikasikan di beberapa negara.
- Di Amerika ada yang disebut PIGGYBACK TRAIN
- Di India ada TRUCKS-TRAIN RORO (Roll On Roll Off)

Saya kira yang di India sangat aplikatif untuk Indonesia. Kereta ini memakai jenis gerbong datar atau PPCW. Lihat gambarnya di link berikut:

http://www.team-bhp.com/forum/attachment...-roro3.jpg

Benar-benar kereta api ini mengatasi masalah, karena:
- Angkutan barang pindah ke atas rel
- Tidak menghilangkan kesempatan kerja bagi sopir dan kenek
- Menghilangkan ongkos bahan bakar untuk truk
- Menghindari pungli, yang mungkin jumlahnya lebih banyak daripada ongkos angkut truk ke atas kereta api
- Tidak perlu crane atau derek, cukup peron yang pas untuk naiknya truk
- Fleksibilitas terjamin, bisa naik-turun di setasiun dengan gampang cukup dengan menyediakan jalan akses.

Biar puas, coba simak link berikut:

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co...a/RoRo.jpg
http://home.kpn.nl/~roelof.hamoen/w_IA498max.jpg

Di jalur utara Pulau Jawa, Di Sumatera Selatan sampai Lampung, serta di Sumatera utara cara ini sangat cocok.
Hanya sedikit modifikasi yang perlu dilakukan, terutama peninggian jembatan dan ruang bebas lain.



Salam kami
Nurcahyo
*******

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
#6
Terima kasih mas nurcahyo sangat informatif
Reply
#7
(02-01-2012, 09:11 AM)nurcahyoms Wrote: Benar-benar kereta api ini mengatasi masalah, karena:
- Angkutan barang pindah ke atas rel
- Tidak menghilangkan kesempatan kerja bagi sopir dan kenek
- Menghilangkan ongkos bahan bakar untuk truk
- Menghindari pungli, yang mungkin jumlahnya lebih banyak daripada ongkos angkut truk ke atas kereta api
- Tidak perlu crane atau derek, cukup peron yang pas untuk naiknya truk
- Fleksibilitas terjamin, bisa naik-turun di setasiun dengan gampang cukup dengan menyediakan jalan akses.

Biar puas, coba simak link berikut:

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co...a/RoRo.jpg
http://home.kpn.nl/~roelof.hamoen/w_IA498max.jpg

Di jalur utara Pulau Jawa, Di Sumatera Selatan sampai Lampung, serta di Sumatera utara cara ini sangat cocok.
Hanya sedikit modifikasi yang perlu dilakukan, terutama peninggian jembatan dan ruang bebas lain.



Salam kami
Nurcahyo
*******

selain itu faedah bagi sopir/kernet adalah bisa meminimalisir resiko pekerjaan mereka seperti kejahatan dan/atau kecelakaan yg mngkin ditemui pada perjalanan panjang di jalan raya serta mengurangi kelelahan sopir/kernet...
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#8
Kayaknya piggy back cukup realistis untuk truk engkel. Mengingat fisiknya yang tidak terlalu besar, sehingga bisa dilewatkan di infrastruktur dengan loading gauge existing yang bisa memuat kontainer 40ft.
Reply
#9
Kayaknya jaman Belanda dulu sistem pendistribusian komoditas sudah diintegrasikan dengan jalan raya dimana pengangkutan komoditas antar kota menggunakan kereta api sedangkan begitu sampai di stasiun pendistribusian untuk daerah lokal yg bersangkutan dialihkan ke truk. Di Amerika pun juga menggunakan sistem ini, coba kalo kita lihat di foto2 kereta api di sana kereta barang lebih dominan. Cuma kebijakan pemerintah kita yg lebih mementingkan roda karet walaupun sekarang sudah mulai dibuat pusing oleh rusaknya jalan dan kemacetan. Bye Bye
Reply
#10
nimbrung bro. Bagaimana kalo dari pelabuhan sekalian, jadi dari kapal langsung ke rel hehe. kayaknya kalo gak salah yg di priok mau dibuat gitu tapi tersandung makam mbah priok, gimana perkembangnnya nih gak tau? terus integrasi dengan bandara juga, katanya yg di soetta mo dibuat.

[Image: 6795473923_d3e89295b7.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)