31-03-2013, 06:28 AM
(This post was last modified: 31-03-2013, 06:30 AM by Hungry Soul.)
PROLOG
Di suatu sore yang indah, beberapa hari setelah saya jalan-jalan ke ujung barat pulau Jawa, tiba-tiba terbersit keinginan untuk jalan-jalan lagi ke jalur yang belum pernah saya jamah selama ini, yaitu jalur Bandung - Kroya.
Sebenarnya, keinginan ini sudah muncul sejak akhir 2012 yang lalu, namun karena satu dan lain hal, saya tidak bisa merealisasikan rencana itu. Kini, di awal 2013, mumpung ada waktu, ada kesempatan, dan ada (sedikit) uang, saya pun berniat merealisasikan rencana yang sudah terpendam sejak lama itu.
Oh ya, dalam melakukan kegiatan jalan-jalan naik kereta, saya termasuk golongan penganut paham yang oleh para backpacker dan blusukers dikenal sebagai paham Lone / Single / Solo Traveler, hehehe. Kali ini pun saya juga melakukan perjalanan sendirian dalam membelah paruh barat Pulau Jawa ...
AND THE STORY BEGIN....
SEHARI DI CIPUJA BERSAMA SANG ARWAH
PART 1: JAKARTA KOTA - NAGREG
Rabu, 27 Maret 2013, 04.50 AM.
Pagi yang cerah di Bumi Bintaro. Saya pun terbangun dan bersiap-siap untuk melakukan salah satu perjalanan refleksi kehidupan pengisi hari yang hampa di libur nan panjang tanpa bisa pulang ke kampung halaman ini (PREEET).
Ekspektasinya sih dari Bintaro saya mau naik KA Lokal Rangkas dan oper KRL Ekonomi ke Kampung Bandan serta lanjut ke Jakarta Kota. Sayang semesta (atau saya sendiri) menggagalkan rencana tersebut, ehehehehe. Memang sih jam 5 kurang dikit sudah bangun, lha tapi entah kenapa saya malah bengong dan ngumpulin nyawa agak lama dulu. Akhirnya pukul 05.30 saya baru masuk ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi, dan saya liat jam. 06.00. Astaga .... mandi macem apa ini sampe setengah jam lebih? Zzzzz.... ya udah deh, dandan yang cakep dulu. Tidak lupa mempersiapkan segala tetekbengeknya, termasuk tiketnya, tentu saja...
[spoiler=my ticket]
[/spoiler]
Hihihi, iya, iya, saya tau. Itu tiketnya udah kena stempel dan udah bolong. Kelupaan moto pas masih perawan soalnya, ehehehe. Dan akhirnya semua persiapan-persiapan itu membuat saya baru benar-benar meninggalkan pintu kos pukul 06.15. It's ... something. Kayak Mbak-mbak dandan mau ke pesta aja yak, hihihihi.
Jadinya saya pun jalan kaki seperti biasa ke Pondok Ranji, sampe lah sekitar pukul 06.40. Karena rencana saya untuk hemat gagal, ya udah saya beli CL buat ke Jakarta Kota. Pukul 07.00, KRL CL yang dinanti pun tiba. Oh ya, ini hari kerja, jadinya ya KRL nya padet banget gitu deh.
Perjalanan memakan waktu 15 menitan seperti biasa. Dan begitu mendekati Tanah Abang, saya pun bersiaga. Ready, Set ... pintu terbuka ... dan GO!!!! Saya lari keluar dan mendekati tangga stasiun Tanah Abang bersama beberapa orang lainnya. Sayang saya hampir nabrak seseorang, jadinya saya nyampe di tangga kudu umpel-umpelan dulu sekitar 1 menitan.
Buat yang mungkin belum tahu kenapa saya harus lari-lari ... di hari kerja seperti ini, arus kedatangan manusia dari Serpong menuju Tanah Abang itu sangat tidak sebanding dengan luas peron dan tangga. Jadinya kalo telat dikit nyampe tangga, bisa ngantri 10 menit atau lebih deh sekedar untuk mencapai tangga. Makanya saya lari sekuat tenaga sebelum manusia-manusia di dalam kereta menjejali tangga.
Sementara di peron 2 sana sudah tersedia KRL ke Kampung Bandan. Sayangnya saya juga tersendat di tangga peron 2 karena banyak arus manusia yang naik tangga. Tapi tentu tidak seekstrim arus manusia dari Serpong. Yah, singkatnya saya berhasil masuk KRL itu. Saat berangkat menuju KPB, saya masih melihat lautan manusia di peron 5 dan 6 sana. See? Telat dikit, udah beda cerita itu, hehehe.
Dan bodohnya kok ya saya gak mengabadikan momen itu mumpung bawa kamera henpon dengan kualitas bener-bener seikhlasnya ini ... hahaha. Singkat cerita, setelah berbagai perjalanan panjang di atas, nyampe KPB dan lanjut feeder, sampailah saya di JAKK sekitar pukul 08.00.
Di sana langsung stempel tiket dan menuju peron tempat Serayu berada. Serayu nya dipoto dikit dengan kamera HP kualitas seikhlasnya ini boleh lah ya, hehehe ....
[spoiler=Cipuja]
[/spoiler]
Formasi tempur KA Serayu hari ini adalah Lok CC 201 51 (nomer alay: CC 201 83 13) + K3 0 64 07 + K3 0 65 08 + K3 0 93 40 + K3 0 93 05 + KMP3 0 65 14 + K3 0 93 23 (sebagai aling-aling).
Setelah sedikit menunggu, tepat pukul 08.40 Serayu berangkat meninggalkan Jakarta Kota dengan elegan. Di tengah perjalanan meninggalkan Jakarta, sudah ada Petugas Reska yang menawarkan bantal. Saya pun galau mau nyewa bantal atau tidak. Dan saya menghitung-hitung. Saya bakal di dalam Serayu 11 jam. Dan dari ingatan saya, si pantat sudah mulai rewel ndak karuan kalau duduk di kursi K3 itu. Masih teringat bagaimana ngenesnya nasib si pantat saat saya duduk di dalam Brantas belasan jam. Jadinya setelah sedikit mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi, maka saya memutuskan untuk tetap menyewa bantal. Mohon maaf sebelumnya kalau mungkin ini kurang berkenan, memang saya rada hipster, jadinya biasanya saya nyewa bantal kalo ndak buat alas duduk ala orang Jepang ya buat dipeluk pengganti guling.
Bantalnya sendiri terlihat cantik, dengan sarung bantal berwarna merah ...
[spoiler=si bantal]
[/spoiler]
Setelah pergumulan batin dengan bantal selesai, saya bisa mengamati perjalanan di luar kereta dengan tenang, hahaha. Serayu akhirnya LS Jatinegara oukul 09.03 dan berpapasan dengan KA Eksekutif. Ndak tau saya itu KA apa, hahaha.
09.11 di Klender bertemu KA Eksekutif juga
09.11 LS Bekasi ketemu KA Barang Ijo, entah Parcel entah ONS atau apalagi
09.26, di sekitar Tambun ketemu KA Barang Ijo lagi.
09.44, sekitar Karawang papasan dengan KA Barang Kontainer.
09.54 Sekitar Kosambi papasan lagi dengan KA Eksebis kalo ndak salah.
Akhirnya Pukul 10.03 Serayu mengurangi kecepatannya dan berjalan pelan di Cikampek ...
[spoiler=Cikampek]
[/spoiler]
Sementara di jalur sebelah utara sana saya melihat KA Ekonomi Jarak jauh melintas. Matarmaja mungkin? Kalau bener, berarti telat banget dia.
Lanjut dikit, lanskap di sekitar rel mulai berubah menjadi berbukit dan hijau penuh hutan yang tentu sangat menyegarkan mata.
Pukul 10.18, Serayu berhenti di Purwakarta dan menaikkan beberapa penumpang di sini. Tentu tidak lupa saya mengabadikan "kuburan" legendaris kereta Rangkas itu berbekal kamera hape kualitas seikhlasnya ini ... hahaha ....
[spoiler=rest in peace]
[/spoiler]
Pukul 10.26, Kereta berangkat melanjutkan perjalanan meliuk-liuk mengitari Bumi Parahyangan. Pukul 11.10 saat melewati Stasiun Rendeh saya melihat sebuah KA ekonomi berhenti menunggu Serayu. KA Lokal Cibatu mungkin? Sampai pada akhirnya tiba di Padalarang pukul 11.42.
Selama perjalanan Purwakarta - Padalarang itu, tidak lupa saya mengabadikan beberapa pemandangan featuring Tol Cipularang "Sang Pembunuh KA Parahyangan" , wkwkwkwk. Kan ciri khasnya jalur ini salah satunya ya itu, hehehe ....
[spoiler=Tol Cipularang]
[/spoiler]
Oh ya, tidak lupa saya mengabadikan salah satu lembah dengan sungai dan air terjun di dalamnya, ada yang tahu apakah tempat ini dan air terjun itu punya nama? Hehehe. Sekali lagi, dengan kualitas kamera yang seikhlasnya, kiranya maafkanlah sang arwah ini ....
[spoiler=Lembah nan Hijau]
![[Image: img20130327110128.jpg]](http://imageshack.us/a/img189/2978/img20130327110128.jpg)
[/spoiler]
Sambil terus menikmati keindahan Bumi Parahyangan, tidak lupa saya memotret spot-spot dengan view "Sang Pembunuh Parahyangan", jepret, jepret, dan akhirnya sampailah kereta saya di salah satu spot terkenal DAOP 2, jembatan Tol Cipularang yang bersebelahan dengan jembatan Cikubang. HIks, sayang saya ndak bisa moto Jembatan Cikubang nya, hiks hiks hiks. Saya cukup males buat berdiri dan moto dari bordes sih ya, hahaha .... jadinya, here they are ... Parade Sang Pembunuh Parahyangan .... hehehe. Sadis yak namanya?
Oh, sampai di mana kita tadi? Oh iya. Tadi sudah saya sebutkan bahwa Serayu tiba di Padalarang pukul 11.42. Tidak banyak pergerakan naik turun penumpang yang signifikan di sini, dan kereta berangkat sekitar 1 menit kemudian ...
[spoiler=Stasiun Padalarang]
[/spoiler]
Ngesot dikit lagi, akhirnya Kereta berjalan pelan memasuki stasiun Bandung pukul 12.08. Karena statusnya Serayu sebagai Kereta Jarak Jauh kelas rakyat jelantah, tentu saja dia tidak berhak berhenti di sini, jadinya dia cukup LS saja di sini, hahaha ...
[spoiler=(Papan) Stasiun Bandung]
[/spoiler]
Serayu terus melaju, dan tibalah dia di stasiun Kiaracondong pukul 12.15. Di stasiun Rakyat jelantah ini, banyak sekali penumpang naik, dan mulai di sinilah kereta bisa dikatakan penuh .... Bahkan bisa dibilang kantong penumpang utama Serayu Pagi Genap pagi ini ada di Stasiun Kiara Condong, hahaha ....
Mulai di sini juga saya mendapat teman duduk. Ada mbak-mbak cantik yang baik banget yang duduk di sebelah saya, dan ada om-om yang asyik dengan BB nya hampir sepanjang jalan yang duduk di depan saya. Unik deh pokoknya rekan perjalanan saya kali ini, hahaha. Sayang kok yo gak kepikiran buat ngefoto si MBak to yo .... duuuh *tepok jidat*
Hiruk pikuk menaikkan penumpang berlangsung selama beberapa saat, dan relatif lancar. Saat proses menaikturunkan penumpang di Stasiun Kiaracondong selesai, KA Serayu pun bergerak pelan dan berangkat meninggalkan Kiaracondong sekitar pukul 12.20 ....
[spoiler=Leaving Kiaracondong]
[/spoiler]
Dan saya pun memandang kejauhan sana sambil berkata dalam hati .... akhirnya saya ada di sini juga ... jalur Bandung - Kroya ...
Kereta melaju dengan kencang membelah persawahan yang mulai terlihat mendominasi menggantikan pemandangan gedung-gedung di Kota Bandung. Setelah beberapa stasiun, Serayu berjalan pelan melewati Stasiun Gedebage.
Lepas stasiun Gedebage itu, saya melihat bangunan keren di kejauhan sana. Kalo gak salah namanya Stadion Gedebage (sekarang Bandung Lautan Api) ya? Oke deeh, saya mau njepret stadion itu dulu. Satu ... dua .... jepret!
Mari kita lihat hasilnya ....
[spoiler=Stadion Gedebage]
[/spoiler]
.... Ternyata Si Serayu lewat tepat di depan pohon itu saat saya menekan tombol capture. Duh, kena photobomb dari alam nih .... oke, oke. Mari kita ambil gambar lagi. Satu ... dua ... jepret!
Tidak sabar saya melihat hasilnya ....
[spoiler=Stadion Gedebage Take Two]
[/spoiler]
Astaganaga jiwa raga ... Demi Peeenguasa Buumi dan Surgaaaa~~~ *baca dengan nada Lagu Hikayat Cinta bagiannya Dewi Persik*. Wahai semesta, saya mohon izinkanlah anak manusia penuh dosa ini mengambil gambar struktur buatan anak manusia lain di kejauhan itu ... saya mohon, beri kesempatan sekaliiiii saja ....
Sekali lagi, saya mengarahkan kamera hp ke stadion itu lagi, jepret! Harap-harap cemas saya melihat hasilnya ....
[spoiler=Stadion Gedebage, take three]
[/spoiler]
Oooh .... akhirnya semesta mendukung dan mengizinkan saya mengambil gambar stadion itu .... terimakasih alam semestaaaa! Hehehehe.
Jadinya, setelah berkutat dan bernegosiasi dengan alam semesta, saya duduk manis dan tau-tau pukul 13.00 Serayu berhenti di Nagreg.
[spoiler=gambar ancur]
[/spoiler]
Tak lama kemudian ada Kereta api yang berjalan langsung. Saya lupa-lupa ingat, ini Serayu / Cipuja juga kayaknya yah? Yang jelas kereta hanya berhenti dua menit dan langsung melanjutkan perjalanan kembali. Beberapa saat kemudian pemandangan eksotis mulai tampak ....
[spoiler=Gunung mulai terlihat]
[/spoiler]
Wahai pegunungan selatan, here I come!!!!!!!!!!!!!!
TO BE CONTINUED...
Nah, biar gak bosen karena habis ngeliatin dan nungguin fotonya muncul sejak tadi, mari istirahat sejenak. Part 2 akan diupdate dalam waktu sekitar 1 x 24 jam. Sementara itu silakan dinikmati dulu perjalanan pembuka di atas, hehehee .... adios!
Di suatu sore yang indah, beberapa hari setelah saya jalan-jalan ke ujung barat pulau Jawa, tiba-tiba terbersit keinginan untuk jalan-jalan lagi ke jalur yang belum pernah saya jamah selama ini, yaitu jalur Bandung - Kroya.
Sebenarnya, keinginan ini sudah muncul sejak akhir 2012 yang lalu, namun karena satu dan lain hal, saya tidak bisa merealisasikan rencana itu. Kini, di awal 2013, mumpung ada waktu, ada kesempatan, dan ada (sedikit) uang, saya pun berniat merealisasikan rencana yang sudah terpendam sejak lama itu.
Oh ya, dalam melakukan kegiatan jalan-jalan naik kereta, saya termasuk golongan penganut paham yang oleh para backpacker dan blusukers dikenal sebagai paham Lone / Single / Solo Traveler, hehehe. Kali ini pun saya juga melakukan perjalanan sendirian dalam membelah paruh barat Pulau Jawa ...
AND THE STORY BEGIN....
SEHARI DI CIPUJA BERSAMA SANG ARWAH
PART 1: JAKARTA KOTA - NAGREG
Rabu, 27 Maret 2013, 04.50 AM.
Pagi yang cerah di Bumi Bintaro. Saya pun terbangun dan bersiap-siap untuk melakukan salah satu perjalanan refleksi kehidupan pengisi hari yang hampa di libur nan panjang tanpa bisa pulang ke kampung halaman ini (PREEET).
Ekspektasinya sih dari Bintaro saya mau naik KA Lokal Rangkas dan oper KRL Ekonomi ke Kampung Bandan serta lanjut ke Jakarta Kota. Sayang semesta (atau saya sendiri) menggagalkan rencana tersebut, ehehehehe. Memang sih jam 5 kurang dikit sudah bangun, lha tapi entah kenapa saya malah bengong dan ngumpulin nyawa agak lama dulu. Akhirnya pukul 05.30 saya baru masuk ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi, dan saya liat jam. 06.00. Astaga .... mandi macem apa ini sampe setengah jam lebih? Zzzzz.... ya udah deh, dandan yang cakep dulu. Tidak lupa mempersiapkan segala tetekbengeknya, termasuk tiketnya, tentu saja...
[spoiler=my ticket]
[/spoiler]Hihihi, iya, iya, saya tau. Itu tiketnya udah kena stempel dan udah bolong. Kelupaan moto pas masih perawan soalnya, ehehehe. Dan akhirnya semua persiapan-persiapan itu membuat saya baru benar-benar meninggalkan pintu kos pukul 06.15. It's ... something. Kayak Mbak-mbak dandan mau ke pesta aja yak, hihihihi.
Jadinya saya pun jalan kaki seperti biasa ke Pondok Ranji, sampe lah sekitar pukul 06.40. Karena rencana saya untuk hemat gagal, ya udah saya beli CL buat ke Jakarta Kota. Pukul 07.00, KRL CL yang dinanti pun tiba. Oh ya, ini hari kerja, jadinya ya KRL nya padet banget gitu deh.
Perjalanan memakan waktu 15 menitan seperti biasa. Dan begitu mendekati Tanah Abang, saya pun bersiaga. Ready, Set ... pintu terbuka ... dan GO!!!! Saya lari keluar dan mendekati tangga stasiun Tanah Abang bersama beberapa orang lainnya. Sayang saya hampir nabrak seseorang, jadinya saya nyampe di tangga kudu umpel-umpelan dulu sekitar 1 menitan.
Buat yang mungkin belum tahu kenapa saya harus lari-lari ... di hari kerja seperti ini, arus kedatangan manusia dari Serpong menuju Tanah Abang itu sangat tidak sebanding dengan luas peron dan tangga. Jadinya kalo telat dikit nyampe tangga, bisa ngantri 10 menit atau lebih deh sekedar untuk mencapai tangga. Makanya saya lari sekuat tenaga sebelum manusia-manusia di dalam kereta menjejali tangga.
Sementara di peron 2 sana sudah tersedia KRL ke Kampung Bandan. Sayangnya saya juga tersendat di tangga peron 2 karena banyak arus manusia yang naik tangga. Tapi tentu tidak seekstrim arus manusia dari Serpong. Yah, singkatnya saya berhasil masuk KRL itu. Saat berangkat menuju KPB, saya masih melihat lautan manusia di peron 5 dan 6 sana. See? Telat dikit, udah beda cerita itu, hehehe.
Dan bodohnya kok ya saya gak mengabadikan momen itu mumpung bawa kamera henpon dengan kualitas bener-bener seikhlasnya ini ... hahaha. Singkat cerita, setelah berbagai perjalanan panjang di atas, nyampe KPB dan lanjut feeder, sampailah saya di JAKK sekitar pukul 08.00.
Di sana langsung stempel tiket dan menuju peron tempat Serayu berada. Serayu nya dipoto dikit dengan kamera HP kualitas seikhlasnya ini boleh lah ya, hehehe ....
[spoiler=Cipuja]
[/spoiler]Formasi tempur KA Serayu hari ini adalah Lok CC 201 51 (nomer alay: CC 201 83 13) + K3 0 64 07 + K3 0 65 08 + K3 0 93 40 + K3 0 93 05 + KMP3 0 65 14 + K3 0 93 23 (sebagai aling-aling).
Setelah sedikit menunggu, tepat pukul 08.40 Serayu berangkat meninggalkan Jakarta Kota dengan elegan. Di tengah perjalanan meninggalkan Jakarta, sudah ada Petugas Reska yang menawarkan bantal. Saya pun galau mau nyewa bantal atau tidak. Dan saya menghitung-hitung. Saya bakal di dalam Serayu 11 jam. Dan dari ingatan saya, si pantat sudah mulai rewel ndak karuan kalau duduk di kursi K3 itu. Masih teringat bagaimana ngenesnya nasib si pantat saat saya duduk di dalam Brantas belasan jam. Jadinya setelah sedikit mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi, maka saya memutuskan untuk tetap menyewa bantal. Mohon maaf sebelumnya kalau mungkin ini kurang berkenan, memang saya rada hipster, jadinya biasanya saya nyewa bantal kalo ndak buat alas duduk ala orang Jepang ya buat dipeluk pengganti guling.
Bantalnya sendiri terlihat cantik, dengan sarung bantal berwarna merah ...
[spoiler=si bantal]
[/spoiler]Setelah pergumulan batin dengan bantal selesai, saya bisa mengamati perjalanan di luar kereta dengan tenang, hahaha. Serayu akhirnya LS Jatinegara oukul 09.03 dan berpapasan dengan KA Eksekutif. Ndak tau saya itu KA apa, hahaha.
09.11 di Klender bertemu KA Eksekutif juga
09.11 LS Bekasi ketemu KA Barang Ijo, entah Parcel entah ONS atau apalagi
09.26, di sekitar Tambun ketemu KA Barang Ijo lagi.
09.44, sekitar Karawang papasan dengan KA Barang Kontainer.
09.54 Sekitar Kosambi papasan lagi dengan KA Eksebis kalo ndak salah.
Akhirnya Pukul 10.03 Serayu mengurangi kecepatannya dan berjalan pelan di Cikampek ...
[spoiler=Cikampek]
[/spoiler]Sementara di jalur sebelah utara sana saya melihat KA Ekonomi Jarak jauh melintas. Matarmaja mungkin? Kalau bener, berarti telat banget dia.
Lanjut dikit, lanskap di sekitar rel mulai berubah menjadi berbukit dan hijau penuh hutan yang tentu sangat menyegarkan mata.
Pukul 10.18, Serayu berhenti di Purwakarta dan menaikkan beberapa penumpang di sini. Tentu tidak lupa saya mengabadikan "kuburan" legendaris kereta Rangkas itu berbekal kamera hape kualitas seikhlasnya ini ... hahaha ....
[spoiler=rest in peace]
[/spoiler]Pukul 10.26, Kereta berangkat melanjutkan perjalanan meliuk-liuk mengitari Bumi Parahyangan. Pukul 11.10 saat melewati Stasiun Rendeh saya melihat sebuah KA ekonomi berhenti menunggu Serayu. KA Lokal Cibatu mungkin? Sampai pada akhirnya tiba di Padalarang pukul 11.42.
Selama perjalanan Purwakarta - Padalarang itu, tidak lupa saya mengabadikan beberapa pemandangan featuring Tol Cipularang "Sang Pembunuh KA Parahyangan" , wkwkwkwk. Kan ciri khasnya jalur ini salah satunya ya itu, hehehe ....
[spoiler=Tol Cipularang]
[/spoiler]Oh ya, tidak lupa saya mengabadikan salah satu lembah dengan sungai dan air terjun di dalamnya, ada yang tahu apakah tempat ini dan air terjun itu punya nama? Hehehe. Sekali lagi, dengan kualitas kamera yang seikhlasnya, kiranya maafkanlah sang arwah ini ....
[spoiler=Lembah nan Hijau]
![[Image: img20130327110128.jpg]](http://imageshack.us/a/img189/2978/img20130327110128.jpg)
[/spoiler]Sambil terus menikmati keindahan Bumi Parahyangan, tidak lupa saya memotret spot-spot dengan view "Sang Pembunuh Parahyangan", jepret, jepret, dan akhirnya sampailah kereta saya di salah satu spot terkenal DAOP 2, jembatan Tol Cipularang yang bersebelahan dengan jembatan Cikubang. HIks, sayang saya ndak bisa moto Jembatan Cikubang nya, hiks hiks hiks. Saya cukup males buat berdiri dan moto dari bordes sih ya, hahaha .... jadinya, here they are ... Parade Sang Pembunuh Parahyangan .... hehehe. Sadis yak namanya?
Parade Pembunuh Parahyangan Wrote:[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
Oh, sampai di mana kita tadi? Oh iya. Tadi sudah saya sebutkan bahwa Serayu tiba di Padalarang pukul 11.42. Tidak banyak pergerakan naik turun penumpang yang signifikan di sini, dan kereta berangkat sekitar 1 menit kemudian ...
[spoiler=Stasiun Padalarang]
[/spoiler]Ngesot dikit lagi, akhirnya Kereta berjalan pelan memasuki stasiun Bandung pukul 12.08. Karena statusnya Serayu sebagai Kereta Jarak Jauh kelas rakyat jelantah, tentu saja dia tidak berhak berhenti di sini, jadinya dia cukup LS saja di sini, hahaha ...
[spoiler=(Papan) Stasiun Bandung]
[/spoiler]Serayu terus melaju, dan tibalah dia di stasiun Kiaracondong pukul 12.15. Di stasiun Rakyat jelantah ini, banyak sekali penumpang naik, dan mulai di sinilah kereta bisa dikatakan penuh .... Bahkan bisa dibilang kantong penumpang utama Serayu Pagi Genap pagi ini ada di Stasiun Kiara Condong, hahaha ....
Mulai di sini juga saya mendapat teman duduk. Ada mbak-mbak cantik yang baik banget yang duduk di sebelah saya, dan ada om-om yang asyik dengan BB nya hampir sepanjang jalan yang duduk di depan saya. Unik deh pokoknya rekan perjalanan saya kali ini, hahaha. Sayang kok yo gak kepikiran buat ngefoto si MBak to yo .... duuuh *tepok jidat*
Hiruk pikuk menaikkan penumpang berlangsung selama beberapa saat, dan relatif lancar. Saat proses menaikturunkan penumpang di Stasiun Kiaracondong selesai, KA Serayu pun bergerak pelan dan berangkat meninggalkan Kiaracondong sekitar pukul 12.20 ....
[spoiler=Leaving Kiaracondong]
[/spoiler]Dan saya pun memandang kejauhan sana sambil berkata dalam hati .... akhirnya saya ada di sini juga ... jalur Bandung - Kroya ...
Kereta melaju dengan kencang membelah persawahan yang mulai terlihat mendominasi menggantikan pemandangan gedung-gedung di Kota Bandung. Setelah beberapa stasiun, Serayu berjalan pelan melewati Stasiun Gedebage.
Lepas stasiun Gedebage itu, saya melihat bangunan keren di kejauhan sana. Kalo gak salah namanya Stadion Gedebage (sekarang Bandung Lautan Api) ya? Oke deeh, saya mau njepret stadion itu dulu. Satu ... dua .... jepret!
Mari kita lihat hasilnya ....
[spoiler=Stadion Gedebage]
[/spoiler].... Ternyata Si Serayu lewat tepat di depan pohon itu saat saya menekan tombol capture. Duh, kena photobomb dari alam nih .... oke, oke. Mari kita ambil gambar lagi. Satu ... dua ... jepret!
Tidak sabar saya melihat hasilnya ....
[spoiler=Stadion Gedebage Take Two]
[/spoiler]Astaganaga jiwa raga ... Demi Peeenguasa Buumi dan Surgaaaa~~~ *baca dengan nada Lagu Hikayat Cinta bagiannya Dewi Persik*. Wahai semesta, saya mohon izinkanlah anak manusia penuh dosa ini mengambil gambar struktur buatan anak manusia lain di kejauhan itu ... saya mohon, beri kesempatan sekaliiiii saja ....
Sekali lagi, saya mengarahkan kamera hp ke stadion itu lagi, jepret! Harap-harap cemas saya melihat hasilnya ....
[spoiler=Stadion Gedebage, take three]
[/spoiler]Oooh .... akhirnya semesta mendukung dan mengizinkan saya mengambil gambar stadion itu .... terimakasih alam semestaaaa! Hehehehe.
Jadinya, setelah berkutat dan bernegosiasi dengan alam semesta, saya duduk manis dan tau-tau pukul 13.00 Serayu berhenti di Nagreg.
[spoiler=gambar ancur]
[/spoiler]Tak lama kemudian ada Kereta api yang berjalan langsung. Saya lupa-lupa ingat, ini Serayu / Cipuja juga kayaknya yah? Yang jelas kereta hanya berhenti dua menit dan langsung melanjutkan perjalanan kembali. Beberapa saat kemudian pemandangan eksotis mulai tampak ....
[spoiler=Gunung mulai terlihat]
[/spoiler]Wahai pegunungan selatan, here I come!!!!!!!!!!!!!!
TO BE CONTINUED...
Nah, biar gak bosen karena habis ngeliatin dan nungguin fotonya muncul sejak tadi, mari istirahat sejenak. Part 2 akan diupdate dalam waktu sekitar 1 x 24 jam. Sementara itu silakan dinikmati dulu perjalanan pembuka di atas, hehehee .... adios!
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013


[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]

![[Image: 370i.jpg]](http://imageshack.us/a/img856/2983/370i.jpg)
oh ya sedikit memberikan informasi stadion sepak bola yang ada di gede bage namanya Gelora Bandung Lautan Api

![[Image: img20130327130910.jpg]](http://img4.imageshack.us/img4/325/img20130327130910.jpg)
[/spoiler]![[Image: img20130327130942.jpg]](http://imageshack.us/a/img228/3130/img20130327130942.jpg)
![[Image: img20130327131233.jpg]](http://imageshack.us/a/img526/3969/img20130327131233.jpg)
![[Image: img20130327131557.jpg]](http://imageshack.us/a/img801/6499/img20130327131557.jpg)
[/spoiler]![[Image: img20130327131814.jpg]](http://imageshack.us/a/img145/8352/img20130327131814.jpg)
![[Image: img20130327131817.jpg]](http://imageshack.us/a/img14/6422/img20130327131817.jpg)
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]![[Image: img20130327150624.jpg]](http://imageshack.us/a/img844/5919/img20130327150624.jpg)
![[Image: img20130327150629.jpg]](http://imageshack.us/a/img14/5317/img20130327150629.jpg)
[/spoiler]![[Image: img20130327155345.jpg]](http://imageshack.us/a/img195/4210/img20130327155345.jpg)
[/spoiler]![[Image: img20130327160544.jpg]](http://imageshack.us/a/img221/6868/img20130327160544.jpg)
[/spoiler]
[/spoiler]![[Image: img20130327161609.jpg]](http://imageshack.us/a/img138/4389/img20130327161609.jpg)
[/spoiler]
[/spolier]
[/spoiler]![[Image: img20130327164942.jpg]](http://imageshack.us/a/img834/3913/img20130327164942.jpg)
![[Image: img20130327165323.jpg]](http://imageshack.us/a/img853/5554/img20130327165323.jpg)
![[Image: img20130327165238.jpg]](http://imageshack.us/a/img849/9223/img20130327165238.jpg)
![[Image: img20130327154216.jpg]](http://imageshack.us/a/img402/9928/img20130327154216.jpg)
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]

![[Image: oldpatent_1937525c.jpg]](http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01937/oldpatent_1937525c.jpg)
