Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sehari di Cipuja bersama Sang Arwah
#1
PROLOG

Di suatu sore yang indah, beberapa hari setelah saya jalan-jalan ke ujung barat pulau Jawa, tiba-tiba terbersit keinginan untuk jalan-jalan lagi ke jalur yang belum pernah saya jamah selama ini, yaitu jalur Bandung - Kroya.

Sebenarnya, keinginan ini sudah muncul sejak akhir 2012 yang lalu, namun karena satu dan lain hal, saya tidak bisa merealisasikan rencana itu. Kini, di awal 2013, mumpung ada waktu, ada kesempatan, dan ada (sedikit) uang, saya pun berniat merealisasikan rencana yang sudah terpendam sejak lama itu.

Oh ya, dalam melakukan kegiatan jalan-jalan naik kereta, saya termasuk golongan penganut paham yang oleh para backpacker dan blusukers dikenal sebagai paham Lone / Single / Solo Traveler, hehehe. Kali ini pun saya juga melakukan perjalanan sendirian dalam membelah paruh barat Pulau Jawa ...

AND THE STORY BEGIN....

SEHARI DI CIPUJA BERSAMA SANG ARWAH
PART 1: JAKARTA KOTA - NAGREG



Rabu, 27 Maret 2013, 04.50 AM.
Pagi yang cerah di Bumi Bintaro. Saya pun terbangun dan bersiap-siap untuk melakukan salah satu perjalanan refleksi kehidupan pengisi hari yang hampa di libur nan panjang tanpa bisa pulang ke kampung halaman ini (PREEET).

Ekspektasinya sih dari Bintaro saya mau naik KA Lokal Rangkas dan oper KRL Ekonomi ke Kampung Bandan serta lanjut ke Jakarta Kota. Sayang semesta (atau saya sendiri) menggagalkan rencana tersebut, ehehehehe. Memang sih jam 5 kurang dikit sudah bangun, lha tapi entah kenapa saya malah bengong dan ngumpulin nyawa agak lama dulu. Akhirnya pukul 05.30 saya baru masuk ke kamar mandi.

Keluar dari kamar mandi, dan saya liat jam. 06.00. Astaga .... mandi macem apa ini sampe setengah jam lebih? Zzzzz.... ya udah deh, dandan yang cakep dulu. Tidak lupa mempersiapkan segala tetekbengeknya, termasuk tiketnya, tentu saja...

[spoiler=my ticket]
[Image: img20130328120109.jpg][/spoiler]


Hihihi, iya, iya, saya tau. Itu tiketnya udah kena stempel dan udah bolong. Kelupaan moto pas masih perawan soalnya, ehehehe. Dan akhirnya semua persiapan-persiapan itu membuat saya baru benar-benar meninggalkan pintu kos pukul 06.15. It's ... something. Kayak Mbak-mbak dandan mau ke pesta aja yak, hihihihi.

Jadinya saya pun jalan kaki seperti biasa ke Pondok Ranji, sampe lah sekitar pukul 06.40. Karena rencana saya untuk hemat gagal, ya udah saya beli CL buat ke Jakarta Kota. Pukul 07.00, KRL CL yang dinanti pun tiba. Oh ya, ini hari kerja, jadinya ya KRL nya padet banget gitu deh.

Perjalanan memakan waktu 15 menitan seperti biasa. Dan begitu mendekati Tanah Abang, saya pun bersiaga. Ready, Set ... pintu terbuka ... dan GO!!!! Saya lari keluar dan mendekati tangga stasiun Tanah Abang bersama beberapa orang lainnya. Sayang saya hampir nabrak seseorang, jadinya saya nyampe di tangga kudu umpel-umpelan dulu sekitar 1 menitan.

Buat yang mungkin belum tahu kenapa saya harus lari-lari ... di hari kerja seperti ini, arus kedatangan manusia dari Serpong menuju Tanah Abang itu sangat tidak sebanding dengan luas peron dan tangga. Jadinya kalo telat dikit nyampe tangga, bisa ngantri 10 menit atau lebih deh sekedar untuk mencapai tangga. Makanya saya lari sekuat tenaga sebelum manusia-manusia di dalam kereta menjejali tangga.

Sementara di peron 2 sana sudah tersedia KRL ke Kampung Bandan. Sayangnya saya juga tersendat di tangga peron 2 karena banyak arus manusia yang naik tangga. Tapi tentu tidak seekstrim arus manusia dari Serpong. Yah, singkatnya saya berhasil masuk KRL itu. Saat berangkat menuju KPB, saya masih melihat lautan manusia di peron 5 dan 6 sana. See? Telat dikit, udah beda cerita itu, hehehe.

Dan bodohnya kok ya saya gak mengabadikan momen itu mumpung bawa kamera henpon dengan kualitas bener-bener seikhlasnya ini ... hahaha. Singkat cerita, setelah berbagai perjalanan panjang di atas, nyampe KPB dan lanjut feeder, sampailah saya di JAKK sekitar pukul 08.00.

Di sana langsung stempel tiket dan menuju peron tempat Serayu berada. Serayu nya dipoto dikit dengan kamera HP kualitas seikhlasnya ini boleh lah ya, hehehe ....

[spoiler=Cipuja]
[Image: img20130327082817.jpg][/spoiler]


Formasi tempur KA Serayu hari ini adalah Lok CC 201 51 (nomer alay: CC 201 83 13) + K3 0 64 07 + K3 0 65 08 + K3 0 93 40 + K3 0 93 05 + KMP3 0 65 14 + K3 0 93 23 (sebagai aling-aling).

Setelah sedikit menunggu, tepat pukul 08.40 Serayu berangkat meninggalkan Jakarta Kota dengan elegan. Di tengah perjalanan meninggalkan Jakarta, sudah ada Petugas Reska yang menawarkan bantal. Saya pun galau mau nyewa bantal atau tidak. Dan saya menghitung-hitung. Saya bakal di dalam Serayu 11 jam. Dan dari ingatan saya, si pantat sudah mulai rewel ndak karuan kalau duduk di kursi K3 itu. Masih teringat bagaimana ngenesnya nasib si pantat saat saya duduk di dalam Brantas belasan jam. Jadinya setelah sedikit mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi, maka saya memutuskan untuk tetap menyewa bantal. Mohon maaf sebelumnya kalau mungkin ini kurang berkenan, memang saya rada hipster, jadinya biasanya saya nyewa bantal kalo ndak buat alas duduk ala orang Jepang ya buat dipeluk pengganti guling.

Bantalnya sendiri terlihat cantik, dengan sarung bantal berwarna merah ...
[spoiler=si bantal]
[Image: img20130327085949.jpg][/spoiler]


Setelah pergumulan batin dengan bantal selesai, saya bisa mengamati perjalanan di luar kereta dengan tenang, hahaha. Serayu akhirnya LS Jatinegara oukul 09.03 dan berpapasan dengan KA Eksekutif. Ndak tau saya itu KA apa, hahaha.

09.11 di Klender bertemu KA Eksekutif juga
09.11 LS Bekasi ketemu KA Barang Ijo, entah Parcel entah ONS atau apalagi
09.26, di sekitar Tambun ketemu KA Barang Ijo lagi.
09.44, sekitar Karawang papasan dengan KA Barang Kontainer.
09.54 Sekitar Kosambi papasan lagi dengan KA Eksebis kalo ndak salah.

Akhirnya Pukul 10.03 Serayu mengurangi kecepatannya dan berjalan pelan di Cikampek ...

[spoiler=Cikampek]
[Image: img20130327100234.jpg][/spoiler]


Sementara di jalur sebelah utara sana saya melihat KA Ekonomi Jarak jauh melintas. Matarmaja mungkin? Kalau bener, berarti telat banget dia.

Lanjut dikit, lanskap di sekitar rel mulai berubah menjadi berbukit dan hijau penuh hutan yang tentu sangat menyegarkan mata.

Pukul 10.18, Serayu berhenti di Purwakarta dan menaikkan beberapa penumpang di sini. Tentu tidak lupa saya mengabadikan "kuburan" legendaris kereta Rangkas itu berbekal kamera hape kualitas seikhlasnya ini ... hahaha ....

[spoiler=rest in peace]
[Image: img20130327102016.jpg][/spoiler]


Pukul 10.26, Kereta berangkat melanjutkan perjalanan meliuk-liuk mengitari Bumi Parahyangan. Pukul 11.10 saat melewati Stasiun Rendeh saya melihat sebuah KA ekonomi berhenti menunggu Serayu. KA Lokal Cibatu mungkin? Sampai pada akhirnya tiba di Padalarang pukul 11.42.

Selama perjalanan Purwakarta - Padalarang itu, tidak lupa saya mengabadikan beberapa pemandangan featuring Tol Cipularang "Sang Pembunuh KA Parahyangan" , wkwkwkwk. Kan ciri khasnya jalur ini salah satunya ya itu, hehehe ....

[spoiler=Tol Cipularang]

[Image: img20130327103437.jpg][/spoiler]


Oh ya, tidak lupa saya mengabadikan salah satu lembah dengan sungai dan air terjun di dalamnya, ada yang tahu apakah tempat ini dan air terjun itu punya nama? Hehehe. Sekali lagi, dengan kualitas kamera yang seikhlasnya, kiranya maafkanlah sang arwah ini ....

[spoiler=Lembah nan Hijau]
[Image: img20130327110128.jpg]



[Image: img20130327110135.jpg][/spoiler]


Sambil terus menikmati keindahan Bumi Parahyangan, tidak lupa saya memotret spot-spot dengan view "Sang Pembunuh Parahyangan", jepret, jepret, dan akhirnya sampailah kereta saya di salah satu spot terkenal DAOP 2, jembatan Tol Cipularang yang bersebelahan dengan jembatan Cikubang. HIks, sayang saya ndak bisa moto Jembatan Cikubang nya, hiks hiks hiks. Saya cukup males buat berdiri dan moto dari bordes sih ya, hahaha .... jadinya, here they are ... Parade Sang Pembunuh Parahyangan .... hehehe. Sadis yak namanya?

Parade Pembunuh Parahyangan Wrote:[spoiler]
[Image: img20130327112230.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: img20130327112257.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: img20130327112548.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: img20130327112906.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: img20130327113221.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: img20130327113236.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: img20130327113416.jpg][/spoiler]

Oh, sampai di mana kita tadi? Oh iya. Tadi sudah saya sebutkan bahwa Serayu tiba di Padalarang pukul 11.42. Tidak banyak pergerakan naik turun penumpang yang signifikan di sini, dan kereta berangkat sekitar 1 menit kemudian ...

[spoiler=Stasiun Padalarang]
[Image: img20130327114247.jpg][/spoiler]


Ngesot dikit lagi, akhirnya Kereta berjalan pelan memasuki stasiun Bandung pukul 12.08. Karena statusnya Serayu sebagai Kereta Jarak Jauh kelas rakyat jelantah, tentu saja dia tidak berhak berhenti di sini, jadinya dia cukup LS saja di sini, hahaha ...

[spoiler=(Papan) Stasiun Bandung]

[Image: img20130327120834.jpg][/spoiler]


Serayu terus melaju, dan tibalah dia di stasiun Kiaracondong pukul 12.15. Di stasiun Rakyat jelantah ini, banyak sekali penumpang naik, dan mulai di sinilah kereta bisa dikatakan penuh .... Bahkan bisa dibilang kantong penumpang utama Serayu Pagi Genap pagi ini ada di Stasiun Kiara Condong, hahaha ....

Mulai di sini juga saya mendapat teman duduk. Ada mbak-mbak cantik yang baik banget yang duduk di sebelah saya, dan ada om-om yang asyik dengan BB nya hampir sepanjang jalan yang duduk di depan saya. Unik deh pokoknya rekan perjalanan saya kali ini, hahaha. Sayang kok yo gak kepikiran buat ngefoto si MBak to yo .... duuuh *tepok jidat*

Hiruk pikuk menaikkan penumpang berlangsung selama beberapa saat, dan relatif lancar. Saat proses menaikturunkan penumpang di Stasiun Kiaracondong selesai, KA Serayu pun bergerak pelan dan berangkat meninggalkan Kiaracondong sekitar pukul 12.20 ....

[spoiler=Leaving Kiaracondong]
[Image: img20130327122253.jpg][/spoiler]

Dan saya pun memandang kejauhan sana sambil berkata dalam hati .... akhirnya saya ada di sini juga ... jalur Bandung - Kroya ...

Kereta melaju dengan kencang membelah persawahan yang mulai terlihat mendominasi menggantikan pemandangan gedung-gedung di Kota Bandung. Setelah beberapa stasiun, Serayu berjalan pelan melewati Stasiun Gedebage.

Lepas stasiun Gedebage itu, saya melihat bangunan keren di kejauhan sana. Kalo gak salah namanya Stadion Gedebage (sekarang Bandung Lautan Api) ya? Oke deeh, saya mau njepret stadion itu dulu. Satu ... dua .... jepret!

Mari kita lihat hasilnya ....

[spoiler=Stadion Gedebage]
[Image: img20130327123255.jpg][/spoiler]


.... Ternyata Si Serayu lewat tepat di depan pohon itu saat saya menekan tombol capture. Duh, kena photobomb dari alam nih .... oke, oke. Mari kita ambil gambar lagi. Satu ... dua ... jepret!

Tidak sabar saya melihat hasilnya ....

[spoiler=Stadion Gedebage Take Two]
[Image: img20130327123258.jpg][/spoiler]


Astaganaga jiwa raga ... Demi Peeenguasa Buumi dan Surgaaaa~~~ *baca dengan nada Lagu Hikayat Cinta bagiannya Dewi Persik*. Wahai semesta, saya mohon izinkanlah anak manusia penuh dosa ini mengambil gambar struktur buatan anak manusia lain di kejauhan itu ... saya mohon, beri kesempatan sekaliiiii saja ....

Sekali lagi, saya mengarahkan kamera hp ke stadion itu lagi, jepret! Harap-harap cemas saya melihat hasilnya ....

[spoiler=Stadion Gedebage, take three]
[Image: img20130327123259.jpg][/spoiler]


Oooh .... akhirnya semesta mendukung dan mengizinkan saya mengambil gambar stadion itu .... terimakasih alam semestaaaa! Hehehehe.

Jadinya, setelah berkutat dan bernegosiasi dengan alam semesta, saya duduk manis dan tau-tau pukul 13.00 Serayu berhenti di Nagreg.

[spoiler=gambar ancur]
[Image: img20130327130001.jpg][/spoiler]


Tak lama kemudian ada Kereta api yang berjalan langsung. Saya lupa-lupa ingat, ini Serayu / Cipuja juga kayaknya yah? Yang jelas kereta hanya berhenti dua menit dan langsung melanjutkan perjalanan kembali. Beberapa saat kemudian pemandangan eksotis mulai tampak ....

[spoiler=Gunung mulai terlihat]
[Image: img20130327130709.jpg][/spoiler]

Wahai pegunungan selatan, here I come!!!!!!!!!!!!!!

TO BE CONTINUED...


Nah, biar gak bosen karena habis ngeliatin dan nungguin fotonya muncul sejak tadi, mari istirahat sejenak. Part 2 akan diupdate dalam waktu sekitar 1 x 24 jam. Sementara itu silakan dinikmati dulu perjalanan pembuka di atas, hehehee .... adios!
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#2
ditunggu kelanjutannya om Arwah...
*gelar tiker nyiapin kopi dan cemilan...
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
#3
sekedar info..yg jmbtan ada air terjun nya itu di cisomang om Xie Xie

saya ga sabar nih nunggu kelanjutannya ,apalagi pas di episode petak LBJ :ngiler:

[Image: 370i.jpg]
Penikmat Panorama Daop 2
Lihat Trip ku DISINI
Reply
#4
akhirnya mas arwah bikin TR lengkap dengan fotonya Ngeledek oh ya sedikit memberikan informasi stadion sepak bola yang ada di gede bage namanya Gelora Bandung Lautan Api
Reply
#5
Semoga gak ada cerita PHP TEH MANIS CIPUJA/CITRA JAYA/SERAYU Ngakak
Reply
#6
Oke deh, mari dilanjutin Part 2 nya yang setelah saya itung potonya jauh lebih banyak daripada part 1, hahahaha. Tapi..... silakan dibuka spoilernya kalo gak keberatan melihat bocoran jalan cerita .... Hehehehe.

[spoiler=Spoiler Cerita Alert] maap saya ndak bisa ngasih poto banyak-banyak pas Nagrek - Cipeundeuy, saya lagi rada error dan linglung di petak itu kayaknya, terhipnotis indahnya alam di sana, hahahaha .... maaf yah :'3 [/spoiler]


SEHARI DI CIPUJA BERSAMA SANG ARWAH
PART 2: NAGREK - KROYA

Sebelumnya dalam Avatar, eh, dalam TR Cipuja: Arwah dan Cipuja telah berangkat meninggalkan Nagrek. Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Perjalanan pun berlanjut dan momen berikutnya adalah saat Si Cipuja melintasi jembatan ... jembatan apa ini namanya? Citiis?

[spoiler=jembatan]
[Image: img20130327130910.jpg]


[Image: img20130327130915.jpg][/spoiler]


Kereta terasa semakin menanjak ... dan terhamparlah salah satu view spektakuler di sekitaran stasiun Lebakjero ....

[spoiler=ijo-ijo dan sawah]
[Image: img20130327130942.jpg]


[Image: img20130327131233.jpg]


[Image: img20130327131557.jpg]


[Image: img20130327131616.jpg][/spoiler]

Setelah meliuk-liuk mengitari bukit, kereta mulai terasa berjalan menurun dan terlihatlah rel di bawah sana .... wow, muter 180 derajat ... bener-bener keren, meliuk-liuk dan muter-muter bagaikan ular kobra *preet*.

[spoiler=mendaki gunung turuni lembah]
[Image: img20130327131814.jpg]


[Image: img20130327131817.jpg]


[Image: img20130327131821.jpg][/spoiler]


Sayang dengan kamera seikhlasnya ini, garis yang menunjukkan bahwa itu ada rel di kejauhan sana tidak terlalu terlihat ... hiksu hiksu.

Setelah meliuk-liuk dengan elok, tibalah dia dan berhenti di Stasiun CIbatu pukul 13.36 dan berangkat tidak lama kemudian.

[spoiler=Stasiun Cibatu]
[Image: img20130327133710.jpg][/spoiler]


Sementara nun jauh di angkasa sana, mulai terlihat mendung tebal yang menggelayut dan seolah mengincar Sang Cipuja ....

[spoiler=kegalauan langit]
[Image: img20130327134946.jpg][/spoiler]


Pelan dan pasti, Serayu berjalan dan memasuki Stasiun Bumiwaluya pukul 13.59. Kalo gak salah ingat bersilang dengan Kutojaya Selatan di sini. Nunggu lumayan lama, baru berangkat lagi pukul 14.10. Akhirnya tiba di Stasiun "Cabe Rawit" Cipendeuy pukul 14.24. Entah apa saya lagi error karena lapar atau apa, sepanjang Bumiwaluya dan Cipeundeuy yang eksotis itu gak saya abadikan dalam kamera .... dooooh *tepok jidat*

Yang kena dokumentasi malah Cipeundeuy nya ... itupun dengan kualitas yang ngenes, wkwkwkwk ....


[spoiler=Dokumentasi ngenes]
[Image: img20130327142514.jpg][/spoiler]

Berangkat dari CPD pukul 14.32. Dan error saya berlanjut selepas Cipeundeuy ... pemandangan pegunungan yang terhampar itu hanya saya pandangi dengan bengong dan takjub tanpa menggerakkan itu hape sama sekali .... hiks hiks hiks


Dan pada akhirnya, sekonyong-konyong kereta sudah menuruni bukit dan masuk di stasiun Ciawi pukul 14.53.

[spoiler=stasiun Ciawi]
[Image: img20130327145838.jpg][/spoiler]


Di sini berhenti agak lama juga, berarti sudah pasti ada silangan juga. Sambil nunggu silangan, iseng-iseng saya poto-potoin ....

[spoiler=Ehem]
[Image: img20130327150111.jpg][/spoiler]


Wah, makin error saja si Arwah ini, hahahha.

Dan saya pun beralih ke jalur 2, melihat apa sinyal untuk kereta dari arah seberang sana sudah ijo atau belum. Dan sementara di ujung barat sana, jelas terlihat mendung sudah berubah menjadi hujan dan dapat saya pastikan mendung itu "mengejar" dan akan segera "menyusul" kereta saya yang masih berhenti menunggu ...

[spoiler=Langit Galau]
[Image: img20130327150452.jpg][/spoiler]


Siapa sih sebenernya yang ditunggu? Owalaaah, ternyata si Cipuja sedang nungguin Si Macan Lodaya. Akhirnya lewat juga itu si macan ... hehehe.

[spoiler=Si Macan]
[Image: img20130327150624.jpg]


[Image: img20130327150629.jpg]
[/spoiler]


Tidak lama setelah Si Macan lewat, Si Cipuja berangkat lagi pukul 15.07. Lanskap di sekitar Rel selepas Ciawi pun berubah menjadi lebih datar (namanya juga sudah turun gunung) dan kecepatan rata-rata si Cipuja mulai meningkat. Dengan kecepatan yang sudah meningkat itu, akhirnya sampailah dia di pos pemberhentian berikutnya, Stasiun Tasikmalaya pada pukul 15.30. Beberapa penumpang turun di sini, dan kereta melanjutkan perjalanan 9 menit kemudian. Entah kenapa berhentinya agak lama di sini.

[spoiler=Tasikmalaya]
[Image: img20130327152952.jpg][/spoiler]

Setelah berjalan beberapa saat, kereta melewati salah satu jembatan yang terkenal juga, Jembatan Cirahong, jembatan yang unik karena bagian atasnya dilewatin kereta sementara bagian bawahnya bisa dilewati mobil ..

[spoiler=Di atas Jembatan Cirahong]
[Image: img20130327155345.jpg]


[Image: img20130327155348.jpg][/spoiler]


Dan pada akhirnya, pukul 16.00 tiba dengan selamat di stasiun Ciamis.

[spoiler=Ciamis]
[Image: img20130327160544.jpg]


[Image: img20130327160956.jpg][/spoiler]


Di sini lagi-lagi berhenti agak lama. Sudah pasti sedang menunggu kereta misterius dari timur sana melintas, hehehe. Lumayan lama sih nunggunya. Dan selama nunggu itu, ada kambing yang muncul ....

[spoiler=kambing]
[Image: img20130327160734.jpg][/spoiler]


Yap, kambing secara harfiah, ehehehehe. Asli ganteng banget itu kambing kayaknya kalo jadi manusia. Bulunya putih bersih bercorak hitam. Mungkin kalo dia manusia, gantengnya udah selevel sama saya, hahahahai .... loh kok malah ngomongin kambing .... #plakkkk

Setelah nunggu sekitar 15 menit, sang kereta misterius pun mulai terkuak identitasnya. PPKA mengatakan segera melintas Argo Wilis Sang Raja Lintas Selatan tujuan Bandung.

Dan akhirnya yang ditunggu pun datang juga. Tampak PPKA sedang berdiri di Pintu Kereta "menyambut" Argo Wilis yang melintas ....

[spoiler=Argo Wilis]
[Image: img20130327161609.jpg]


[Image: img20130327161623.jpg][/spoiler]


Dan Cipuja berangkat  meninggalkan Ciamis pukul 16.17. Baru jalan sebentar, berhentilah dia sejenak di Bojong pukul 16.27. Dan pukul 16.43, tibalah dia di stasiun Banjar. Lumayan juga yang turun di sini, sedikit lebih banyak dari yang di Tasikmalaya tadi. Dipoto dulu ah stasiunnya .... 

[spoiler=Banjar]
[Image: img20130327164259.jpg][/spolier]


err ... dan saya kena photobomb oleh semesta lagi .... tapi Kereta saya keburu menjauh dari papan nama itu, jadinya ya udahlah ya, hanya ini bukti papan stasiun yang saya punya di stasiun Banjar. Dan lagi-lagi saya error ketika Kereta meninggalkan Banjar pukul 16.47. Di sisi kiri sana ada tulisan bersambung "Banjar" yang bisa nyala kayak stasiun Cibatu tadi. Tapi saya malah bengong dulu dan gak segera mengarahkan kamera. Nah begitu kamera udah siap, tulisan banjar nya udah ilang dari pandangan, ahahahahai .... melas banget daah ....

Berikutnya berhentilah si Kereta di Langen walau cuma sebentar. kali ini dapet bukti dokumentasi, tapi kualitasnya ngenes. Makin malam malah makin error aja si arwah kayaknya, hihihihi ....

[spoiler=Langen]
[Image: img20130327170020.jpg][/spoiler]

Oh ya, saya gak ingat ngambil beberapa foto di bawah ini di petak mana, sebelum atau sesudah Langen. Yang jelas ngambil poto di bawah ini ya karena udah mulai mati gaya aja gak tau mesti ngambil foto-foto apalagi, hahahaha. Beberapa pun cukup ngenes kualitasnya, hihihihi ....

[spoiler=Pemandangan]
[Image: img20130327164942.jpg]


[Image: img20130327165323.jpg]


[Image: img20130327165238.jpg]


[Image: img20130327154216.jpg]


[Image: img20130327163554.jpg][/spoiler]


Pukul 17.10, berhentilah dia di Meluwung. Lagi-lagi kesulitan dapet dokumentasi karena pintu dijejali asongan. Yang jelas cukup lama berhenti di sini, dan ternyata sedang menunggu Pasundan yang baru lewat sekitar 15 menit kemudian. Kereta melanjutkan perjalanan  ....

Hari sudah mulai gelap. Kamera Hape saya juga sudah mulai tidak berkutik karena tidak punya flashlight. Begitu juga dengan mata saya yang punya sedikit masalah dengan keadaan malam hari *halah*. Sehingga saya memutuskan untuk mengistirahatkan kamera saya dan hanya menikmati perjalanan.

Yang dapat saya beritahukan adalah pukul 17.34 berhenti sejenak di Cipari. Lalu sampai di Sidareja pukul 17.44. Gelombang penumpang yang turun berangsur-angsur mulai meningkat. Pada akhirnya sampailah dia di Gandrungmangun pukul 17.55, bersilang dengan saudaranya si Serayu malam / Citrajaya. Terlihat stasiun Gandrungmangun sangat ramai karena memang menanti Sang Citrajaya.

dan selanjutnya adalah ...
18.13 tiba di Kawunganten
18.27 Jeruklegi
18.36 Lebeng
18.46 Berhenti di Maos, Banyak sekali yang turun di sini, kereta sudah hampir kosong saat Cipuja berangkat kembali. Sayup-sayup juga terdengar pengumuman bahwa Purwojaya akan segera masuk stasiun Maos.

Lalu, 18.55 berhenti sejenak di Sikampuh.

Pada akhirnya, setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam lebih, Cipuja berjalan pelan dan perlahan, memasuki stasiun akhir, Stasiun Kroya, pada pukul 19.06. Dengan kamera ini, hanya ini yang bisa saya abadikan saat penumpang mulai mengemasi barang mereka dan turun. Itupun kualitasnya sudah ancur, ahahaha.

[spoiler=Persiapan Penumpang]
[Image: img20130327181322.jpg][/spoiler]

EPILOG
Keluar dari Stasiun Kroya, saya menghirup udara Kroya dan menikmati suasana Sekitar Stasiun Kroya sejenak. Begitu sepi dan tenang, jauh dari hiruk pikuk ibukota yang biasanya saya dengar. Entah kenapa hati rasanya jadi damai saat itu. Sayang saya tidak punya banyak waktu, hahaha.

Saya melihat ada Toilet umum di seberang Stasiun Kroya. Saya pun mandi dan ganti pakaian di situ. Toiletnya enak dan bersih, airnya segar. Selanjutnya saya ke mushola yang terletak tidak jauh dari situ melaksanakan ibadah. Setelah semua itu selesai, saya kembali ke Stasiun dan menanti Kereta yang membawa saya kembali ke hiruk pikuk Ibukota, Kutojaya Utara.... *silakan putar lagu "Kembali Ke Jakarta" nya Koes Plus sebagai background music, hihiihi*

Sebenarnya saya benar-benar menikmati suasana damai dan tenang di Kroya ini. Ingin rasanya bermalam di sini. Sayang dompet tidak mengizinkan, sehingga membuat saya harus segera kembali ke Ibukota. Pukul 19.48, petugas menginformasikan Kutojaya Utara segera masuk Kroya.

Saya dan calon penumpang lain masuk ke Peron. Dari jauh terlihat lampu lok mendekat. Saya coba mengabadikannya walau saya tahu gak bakal bagus hasilnya. Dan tibalah dia di Kroya, Kereta yang akan membawa saya kembali ke Jakarta, Kutojaya Utara ..... 

[spoiler=Kutojaya]
[Image: img20130327194934.jpg][/spoiler]

Kutojaya meninggalkan Kroya pukul 19.54. See you later, Cipuja and Kroya. May we meet again, someday ....

THE END

P.S: Bagi yang ingin tau perjalanannya Kutojaya Utara yang saya naiki kayak gimana, diliat di tridnya langsung aja ya, di subforum lintas selatan. Sama sekali gak ngambil foto soalnya, kameranya gak berkutik sih, hahahaha .... Nyengir
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#7
ijin menyimak sambil chattingan sama yang punya trit,.... Ngikik

trip repot yang nais...

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#8
kwakwkawkakwkaw asli malah ngakak liat TR ini...hahhaha keyeeen

[Image: 370i.jpg]
Penikmat Panorama Daop 2
Lihat Trip ku DISINI
Reply
#9
(01-04-2013, 11:16 AM)UIZ-SenjutKade Wrote: ijin menyimak sambil chattingan sama yang punya trit,.... Ngikik

trip repot yang nais...

(01-04-2013, 11:24 AM)RickyDwiS Wrote: kwakwkawkakwkaw asli malah ngakak liat TR ini...hahhaha keyeeen

Hehehehe, makasih Mas-mas semuanya .... Ngikik

Ya gara-gara saya lagi error dan linglung di Nagrek - Ciawi itulah, saya sudah merencanakan untuk naik Cipuja pada Jumat malam dan memulai perjalanan Cipuja pada Sabtu paginya dari Jawa Tengah sana. Tanggalnya masih belum ditentukan, tapi yang jelas udah diniatin mau ngebordes sepanjang Ciawi - Nagrek ... semoga PKD nya ndak galak Ngikik Beneran masih belum puas, masih kurang banyak fotonya Ngakak

Btw Hal yang sama juga terjadi di petak Cikampek - Bandung. Sejak punya alat dokumentasi seadanya ini, saya baru bisa dapet seluruh dokumentasi yang melegakan hati setelah melalui perjalanan 3 kali ke Bandung dan 2 kali ke arah Jakarta Ngakak
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#10
Bwakakakakakakaka...
saking erornya tuh spoiler di banjar berantakan kang, dibenerin dah ah....Ngikik

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)