Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Perlintasan KA Sebidang Sistem Otomatis
#1
Alhamdulillah setelah trit pertama saya mengenai Regu JJ, kini saya kembali membuat trit yang masih berhubungan dengan Regu JJ.
Yakni Perlintasan KA Sebidang.


[Image: 1422492_10200922855179965_965197955_n.jpg]

Langsung aja.

Seringkali dalam beberapa perjalan kita saat mengendarai kendaraan bermotor entah roda dua atau empat atau bahkan lebih, kita berjumpa yang namanya perlintasan KA sebidang.
Dimana perlintasan KA sebidang itu adalah ketika jalan raya dilewati oleh rel, jalan khusus untuk kereta api.
Dan di perlintasan sebidang tersebut kita banyak menjumpai unsur-unsur palang pintu yang mungkin teman-teman sudah banyak mengetahuinya.
Dan di trit ini saya ingin mengulas lebih dalam lagi apa saja yang dapat kita jumpai di perlintasan KA sebidang.

Pertama, dari segi singkatan. banyak yang mengatakan singkatan dari Perlintasan Sebidang adalah PJL. perlu diketahui bahwa singkatan PJL adalah singkatan untuk pegawainya yang berdinas, yang mana PJL adalah Penjaga Lintasan KA.
Sedangkan untuk perlintasannya sendiri biasa disingkat PLT yang artinya Perlintasan. namun beberapa versi juga menggunakan singkatan JPL yang artinya Penjaga Pintu dan Lintasan. biasanya untuk singkatan JPL diperuntukkan untuk perlintasan sebidang yang masih menggunakan sistem semi otomatis.
Sedangkan untuk singkatan PJL berarti perlintasannya sudah memakai sistem otomatis secara keseluruhan. nah dalam trit ini saya akan membahas mengenai perlintasan sebidang dengan sistem otomatis.

Dilihat dari segi pegawai yang berdinas.
Sebelumnya dalam postingan saya mengenai Regu JJ dikatakan bahwa didalam Regu JJ terdapat sub-unit yang salah satunya adalah Penjaga Lintasan Kereta Api.
PJL dari Regu JJ memiliki arti bahwa perlintasan sebidang tersebut dibawah kendali dan kontrol rutin Regu JJ. Maka dari itu, PJL yang ditempatkan bisa berasal dari anggota Regu JJ yang di rotasi.

Selain dari Regu JJ, PJL juga ada yang berasal dari stasiun. berasal dari stasiun berarti perlintasan sebidang tersebut dibawah kendali dan kontrol rutin serta masih mencakup di wilayah stasiun.
Pegawainya pun bisa berasal dari pihak stasiun, semisal PPKA stasiun bisa menjadi PJL atau sebaliknya.

Lalu saat ini, banyak juga perlintasan sebidang yang sudah dijaga oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan PT. KAI sendiri, atau yang biasa disebut pegawai non-organik. Yang mana petugas-petugas tersebut berasal dari cv-cv terkait atau dari satuan pengamanan.
Dibeberapa wilayah daop sudah banyak yang menerapkan sistem penjaga lintasan menggunakan pegawai non-organik ini.

Lalu ada sebutan PJL Heksa. PJL Heksa adalah sebutan untuk pegawai yang menggantikan PJL utama karena alasan terntentu seperti sakit atau keperluan mendesak.
Asal PJL Heksa tergantung dimana PLT tersebut bernaung. Jika dibawah naungan Regu JJ, maka Heksa-nya dari Regu JJ. Kalau dari stasiun maka Heksa-nya dari pihak stasiun.
Untuk PJL Heksa yang berasal dari Regu JJ, biasanya setiap PJL memiliki satu orang yang sudah ditetapkan untuk menggantikan yang utama jika yang utama berhalangan dinas.
Atau lebih dikenal dengan PJL "Serepan".

Sementara itu tugas dari PJL adalah mengawasi PLT dari gangguan kendaran-kendaraan ketika KA hendak melintas.
Ingat, tugas PJL adalah MENGAMANKAN PERJALANAN KA BUKAN MENYELAMATKAN KENDARAAN YANG MELINTASI PERLINTASAN SEBIDANG.

Masuk ke ulasan berikutnya mengenai sistem kerja palang pintu yang berada di perlintasan sebidang.
Karena saya tinggal dan sering mampir ke PLT otomatis maka saya akan membahas mengenai sistem PLT otomatis.

Pada intinya, yang namanya mesin otomatis adalah mesin yang dapat bekerja sendiri tanpa bantuan tambahan lagi dari manusia. Hal ini juga berlaku untuk palang pintu di PLT dengan sistem otomatis.
Cara kerja palang otomatis tersebut ialah diletakkannya alat sensor sejauh 1-1.5km dari arah kereta melintas untuk menutup palang dan alat sensor sejauh 100-300m dari arah kereta melewati PLT untuk membuka palang.
Alat sensor tersebut mempunyai cara kerja yang mana akan bereaksi ketika terdapat beban yang telah ditentukan, dalam hal ini kereta api itu sendiri.
Dari alat sensor tersebut, maka arah penunjuk datangnya arah kereta yang terletak didalam Pos PJL akan menyala serta ke arah palang pintu untuk menutup dan membuka.
Dengan kata lain, palang pintu ditutup dan dibuka oleh kereta api itu sendiri.

Lalu akan muncul pertanyaan bagaimana jika ada pemberlakuan sepur kiri atau alat sensor tersebut mengalami gangguan semacam konslet??
Untuk menjawab bagaimana menutup dan membuka palang pintu saat pemberlakuan sepur kiri adalah dengan cara manual, yaitu ditutup dan dibuka oleh PJL.
Karena alat sensor hanya terletak di sepur yang dilewati KA secara normal.
Alat untuk menutup dan membuka palang terdapat didalam Pos PJL.
Untuk menjalankan prosedur tersebut, biasanya sudah mengontak atau dikontak oleh stasiun terdekat bahwa ada gangguan atau persiapan sepur kiri. PJL harus ekstra waspada seiring dengan warta perintah yang datang.
Penutupan dan pembukaan palang manual tersebut juga berlaku untuk gangguan alat sensor yang konslet atau juga KA yang tertahan Semboyan 7 dimana sinyal masuk stasiun berada sesudah PLT sebidang.

Salah satu contoh percakapan via TOKA antara PJL dengan PPKA ketika diberlakukan sepur kiri.
PPKA : "55 monitor, persiapan KA xx dari timur menggunakan sepur kiri dari Klender."
PJL : "ya cipinang, dikopi. siap menggunakan manual."
*PJL 55 Cipinang dan PPKA St. Cipinang

Dan yang dilakukan PJL adalah melihat ke sepur kiri dari arah timur sebelum menutup palang pintu. setelah kereta melintas, PJL kemudian membuka kembali palang pintu tersebut.

Kemudian darimanakah sumber listrik untuk menggerakkan palang pintu??
Tentu bukan berasal dari listrik pemerintah, karena hal tersebut dapat memungkinkan ikutnya mati daya ketika ada pemadaman listrik.
Maka dari itu, sumber daya yang didapat berasal dari accu yang diletakkan di sekitar Pos PJL.
Di Daop 1, sumber daya juga didapat dari arus LAA yang sudah diatur arus masuknya. Hal ini lebih menghemat penggunaan accu itu sendiri.

Perlu jadi catatan bahwa kelayakan palang pintu dalam beroperasi adalah tanggung jawab dari petugas SDK, yaitu Sinyal dan Komunikasi. PJL hanya sebatas merawat saja, untuk pemeriksaan rutin jatuh ke bagian tugas SDK.

Mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan, selebihnya jika ada masukkan atau saran bahkan kritik, saya tak segan menerima dan menjawab sesuai kemampuan saya.
Apabila banyak kekurangan dan kesalahan, mohon dimaafkan dan dikoreksi.

Sumber postingan saya berasal dari PJL 55 Cipinang dan juga Regu JJ Resort 1.4 Jatinegara.
Saya juga memberikan beberapa gambar seputar PLT 55 Cipinang.
Sekian dan terima kasih.
Salam


[Image: 995220_10200922854939959_2045709738_n.jpg]
Penjaga Lintasan KA


[Image: 1394082_10200922872060387_1811981363_n.jpg]
Rambu-rambu di Perlintasan KA


[Image: 1382097_10200922872660402_1150412307_n.jpg]
Sumber daya palang pintu


[Image: 1376381_10200922872020386_656197223_n.jpg]
Box mesin palang pintu

Quote:gak nolak kalau ada yang ngasih ijo-ijo secara ikhlas.
Xie Xie

Berikut keterangan alat yang terdapat didalam Pos PJL.


[Image: 1395437_10200928008668799_1356263463_n.jpg]

panah 1 : tombol yang berfungsi sebagai pengerem turunnya palang.
panah 2 : lampu indikator penunjuk datangnya arah kereta.
panah 3 : tombol yang berfungsi untuk menutup palang secara manual.
panah 4 : tombol yang berfungsi sebagai pembuka palang secara manual.
panah 5 : tombol yag berfungsi sebagai pembunyi sirine saat pemberlakuan pentupan palang secara manual.

*note : jika sedang diberlakukan penutupan palang secara manual maka urutan tombol yang dipencet adalah tombol di panah 4 lalu 5 kemudian 3 lalu di rem dgn tombol di panah 1.

Beberapa perlengkapan penunjang di Perlintasan KA Sebidang


[Image: 1391851_10200922872620401_868336737_n.jpg]
Palang Pintu


[Image: 1383454_10200922871140364_1677511672_n.jpg]
Genta PJL
*Genta PJL digunakan sebelum sirine dipakai. Hingga saat ini sudah banyak Genta PJL yang tidak dipakai karena sudah ada beberapa perlintasan KA sebidang yang memakai sistem otomatis.


[Image: 1425649_10200922870620351_397571586_n.jpg]
TOKA
Reply
#2
Sorry nih mau tanya,
Tombol kuning / panah 1 , fungsinya untuk mengerem palang kan..
Apakah agar palangnya diturunkan secara perlahan? Agar tidak membahayakan dan menjebak pengguna jalan ya?
Apakah dapat diberlakukan juga disaat palang dalam keadaan otomatis?
Trims..
Reply
#3

[Image: 1382097_10200922872660402_1150412307_n.jpg]

Kalau tidak salah, sumber daya palang ini menggunakan sistem sel surya, jadi battry yang berada di dalam gambar tersebut digunakan untuk menggerakan palang pintu itu sendiri. Btw sumber listriknya menggunakan arus DC ya ?
belum pernah lihat palang pintu yang menggunakan arus AC.

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
#4
Quote:Sorry nih mau tanya,
Tombol kuning / panah 1 , fungsinya untuk mengerem palang kan..
Apakah agar palangnya diturunkan secara perlahan? Agar tidak membahayakan dan menjebak pengguna jalan ya?
Apakah dapat diberlakukan juga disaat palang dalam keadaan otomatis?
Trims..

turun naiknya palang udh diatur oleh rotor penggerak palang gan.
yg bisa dilakukan cuma ngerem.
bisa aja kok kalo mau dibuat perlahan, semisal dgn melakukan pengereman sedikit demi sedikit saat palang turun.
Tersenyuum

Quote:Kalau tidak salah, sumber daya palang ini menggunakan sistem sel surya, jadi battry yang berada di dalam gambar tersebut digunakan untuk menggerakan palang pintu itu sendiri. Btw sumber listriknya menggunakan arus DC ya ?
belum pernah lihat palang pintu yang menggunakan arus AC.

kalau di daop 1, dimana LAA sdh menyeluruh hampir di semua wilayahnya, jg dimanfaatkan utk sumber penggerak palang bro.
tegangannya sdh diatur kok.
kalo permasalahan listriknya ane krg paham bro.
Tersenyuum
Reply
#5
waduh,makasih banyak mas bro atas penjelasannya..nambah ilmu ni Ngiler d dl cuman lihat penjaga lintasan dipos,tp ane gak tau fungsi2nya buat apaan tu tombol2 didalam pos Ngakak
Reply
#6
(16-01-2014, 12:12 AM)Sinichikudo Wrote: waduh,makasih banyak mas bro atas penjelasannya..nambah ilmu ni Ngiler d dl cuman lihat penjaga lintasan dipos,tp ane gak tau fungsi2nya buat apaan tu tombol2 didalam pos Ngakak

sama2 masbro.
semoga dapat bermanfaat dan disebarkan ke rekan2.
biar gak salah paham dan bersabar ketika melintasi Perlintasan KA.
Tersenyuum
Reply
#7
(16-01-2014, 12:19 AM)penjagalintasan Wrote:
(16-01-2014, 12:12 AM)Sinichikudo Wrote: waduh,makasih banyak mas bro atas penjelasannya..nambah ilmu ni Ngiler d dl cuman lihat penjaga lintasan dipos,tp ane gak tau fungsi2nya buat apaan tu tombol2 didalam pos Ngakak

sama2 masbro.
semoga dapat bermanfaat dan disebarkan ke rekan2.
biar gak salah paham dan bersabar ketika melintasi Perlintasan KA.
Tersenyuum

makasih mas bro Ngiler
tetep sabar..ane kalau ada kereta malah berhenti duluan,padahal sama penjaga perlintasan sukarela disuruh jalan terus soale Kereta masih dlm radius 2 kilo dr perlintasan sebidang Ngakak
Reply
#8
(16-01-2014, 01:34 AM)Sinichikudo Wrote:
(16-01-2014, 12:19 AM)penjagalintasan Wrote:
(16-01-2014, 12:12 AM)Sinichikudo Wrote: waduh,makasih banyak mas bro atas penjelasannya..nambah ilmu ni Ngiler d dl cuman lihat penjaga lintasan dipos,tp ane gak tau fungsi2nya buat apaan tu tombol2 didalam pos Ngakak

sama2 masbro.
semoga dapat bermanfaat dan disebarkan ke rekan2.
biar gak salah paham dan bersabar ketika melintasi Perlintasan KA.
Tersenyuum

makasih mas bro Ngiler
tetep sabar..ane kalau ada kereta malah berhenti duluan,padahal sama penjaga perlintasan sukarela disuruh jalan terus soale Kereta masih dlm radius 2 kilo dr perlintasan sebidang Ngakak

wah itu lumayan bahaya ya itu kalo yg sukarela malah nyuruh2 jln.
keliatannya msh jauh, tp kan kereta bergerak cepat, nnti tau2 lg nyebrang malah udh deket.
hati2 masbro.
Tersenyuum
Reply
#9
saya sangat senang dengan adanya trit yang seperti ini karena dapat meberikan pencerahan kepada semua orang. saya sangat salut dengan petugas pjl 56 ya kalau tidak salah. pjl ini termasuk yang sangat ramai dengan lalu lintas ka dan pengguna jalan raya. hampir setiap hari saya lewat sini. kenapa saya sangat salut dengan petugas pjl sini karena di samping menjaga lalu lintas perjalan ka juga ikut mengatur ke tengah tengah jalan agar jangan sampai ada kendaraan yang terjebak macet di tengah lintasan. saya pernah melihat sendiri petugas benar benar mengeluarkan seluruh energinya untuk mengatur dan mengarah kan sedikit demi sedikit agar maju kepada kendaraan yang terjebak di rel yang dari arah jng . karena badan kendaraan bagian belakang masih belum menjauh dari rel karena terjebak antrian kendaraan di depanya yang terhalang oleh arus kendaraan dari arah barat / jatinegara padahal sebentar lagi ka dari jng mau lewat. dengan sigapnya petugas tersebut ikut membantu agar badan kendaraan bagian belakang menjauh dai rel. tidak lama kemudian lewat ka jarak jauh yang hanya berjarak setengah meter dari sisi ka dari bagian belakang kendaraan tadi dengan kecepatan tinggi karena memang baru trotel abis setelah mengurangi kecepatan masuk / melintas pelan stasiun jng. kalau saja petugas tidak ikut membantu pasti wasalam kendaraan tadi.

disinilah saya baru merasakan betap beratnya penjaga lintasan di cipinang lontar ini . bravo petugas pjl cipinang lontar.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#10
(16-01-2014, 12:47 PM)dedy vh Wrote: saya sangat senang dengan adanya trit yang seperti ini karena dapat meberikan pencerahan kepada semua orang. saya sangat salut dengan petugas pjl 56 ya kalau tidak salah. pjl ini termasuk yang sangat ramai dengan lalu lintas ka dan pengguna jalan raya. hampir setiap hari saya lewat sini. kenapa saya sangat salut dengan petugas pjl sini karena di samping menjaga lalu lintas perjalan ka juga ikut mengatur ke tengah tengah jalan agar jangan sampai ada kendaraan yang terjebak macet di tengah lintasan. saya pernah melihat sendiri petugas benar benar mengeluarkan seluruh energinya untuk mengatur dan mengarah kan sedikit demi sedikit agar maju kepada kendaraan yang terjebak di rel yang dari arah jng . karena badan kendaraan bagian belakang masih belum menjauh dari rel karena terjebak antrian kendaraan di depanya yang terhalang oleh arus kendaraan dari arah barat / jatinegara padahal sebentar lagi ka dari jng mau lewat. dengan sigapnya petugas tersebut ikut membantu agar badan kendaraan bagian belakang menjauh dai rel. tidak lama kemudian lewat ka jarak jauh yang hanya berjarak setengah meter dari sisi ka dari bagian belakang kendaraan tadi dengan kecepatan tinggi karena memang baru trotel abis setelah mengurangi kecepatan masuk / melintas pelan stasiun jng. kalau saja petugas tidak ikut membantu pasti wasalam kendaraan tadi.

disinilah saya baru merasakan betap beratnya penjaga lintasan di cipinang lontar ini . bravo petugas pjl cipinang lontar.

ralat om bro, mngkin kalau lokasinya di Cipinang Lontar maka PLT nya nomor 55.
krna kalau PLT 56 itu disebelah Stasiun Klender.
Tersenyuum

kejadian yg om bro ceritakan memang benar adanya.
ditambah seringkali lalu lintas macet disekitar perlintasan, peran PJL jd ganda, mengamankan perjalanan KA jg mengatur lalu lintas.
pdhl kalau mau mengacu pd tgs pokok, seharusnya PJL membiarkan kesemrawutan lalu lintas disekitaran PLT.
namun guna mengurangi resiko terjadinya kecelakaan, dgn ikhlas mereka kerjakan.
Tersenyuum
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)