Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prameks dan Senja Utama Solo tabrak pemotor
#1

[Image: Papan_nama_KA_Argo_Dwipangga.jpg]
Reply
#2
Palang Pintu Diduga Terbuka Saat Kecelakaan Kereta Api

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Kecelakaan kereta api (KA) yang terjadi di perlintasan KA Tegalyoso, Banyuraden, Gamping, Sleman, Kamis (23/1/2014) melibatkan KA Senja Solo dan KA Prameks.Saat itu, KA Senja Solo dari arah barat dan KA Prameks dari arah timur sedang melintas di jalur rel ganda itu. Belum ada penjelasan resmi bagaimana kereta tersebut menabrak para pengendara motor yang menyeberang perlintasan.Kabar yang beredar, saat itu palang pintu perlintasan diduga membuka sendiri. Namun kebenaran kabar itu masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Sumber: http://m.tribunnews.com/regional/2014/01...kereta-api
Reply
#3
Rekonstruksi Langsung Digelar di Lokasi Tabrakan KA Senja Utama

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pascaterjadinya tabrakan empat sepeda motor dengan Kereta Api (KA) Senja Utama Solo di pintu perlintasan 732, Dusun Tegalyoso, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, Kamis (23/01/2014) pagi, aparat Kepolisian Polres Sleman dibantu Polda DIY langsung mengelar rekonstruksi.Rekonstruksi digelar untuk mengetahui kronologi kejadian dan melihat faktor kelalaian yang menimbulkan meninggalnya empat orang dan satu luka berat."Penjaga pintu KA langsung kita amankan dan saat ini masih dimintai keterangan di Mapolsek Gamping," kata Kepala Polres Sleman AKBP Ihsan Amin, saat ditemui di lokasi kejadian siang tadi.Ihsan menungkapkan, tidak tertutup kemungkinan ada faktor human error dalam kejadian ini, namun masih perlu pendalaman. Guna untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengelar rekonstruksi. "Kami masih dalami kasus ini. Apakah ada faktor kelalaian dari pihak pengendara, penjaga lintasan atau sistem perlintasanya," kata dia. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Dari lokasi kejadian polisi mengamankan barang bukti berupa empat sepeda motor yang dikendarai korban. Terlihat empat motor dalam kondisi rusak berat, tiga di antaranya dalam keadaan terbakar. "Kita akan mengumpulkan keterangan sebanyak-banyaknya untuk melengkapi hasil olah TKP," ucapnya.Sementara itu, empat korban meninggal dunia saat ini berada di RS Sardjito, sedangkan satu korban selamat Akhmad Pratomo (18) warga Balecatur Gamping dirawat di RS PKU Gamping.Seperti diberitakan sebelumnya, lima pengendara sepeda motor tertabrak Kereta Api (KA) Senja Utama Solo di pintu perlintasan 732 dusun Tegalyoso desa Banyuraden Kecamatan Gamping Sleman Kamis (23/01/2014) sekitar pukul 06.50 Wib. Akibat kecelakaan ini empat orang tewas dengan kondisi tubuh terbakar dan satu orang mengalami luka berat. 
Sumber: http://regional.kompas.com/read/2014/01/...enja.Utama
Reply
#4
Judule harus diganti nih...yang nabrak itu cuma KA Senja Utama..
693-5073-893-673
Reply
#5
Penyebab Kereta Tabrak Pelintas Belum Bisa Disimpulkan

 TEMPO.CO, Yogyakarta - Dua pekan setelah kecelakaan kereta api Senja Utama menabrak pelintas hingga tewas di Tegalyoso, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, polisi belum bisa menyimpulkan temuan penyelidikan penyebab pintu pelintasan terbuka saat kereta api itu melintas. "Saksi-saksi saat kejadian sudah kami periksa, tinggal minta keterangan dari saksi ahli," kata Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Ihsan Amin, Kamis, 6 Februari 2014.Kecelakaan itu menewaskan empat orang dan satu luka-luka. Menurut Ihsan, polisi belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka. “Penjaga perlintasan masih sebagai saksi,” katanya. Saksi-saksi yang diperiksa sebanyak lima orang dari petugas penjaga pintu perlintasan kereta api, lima saksi di lokasi kejadian, dan saksi lain yang berhubungan dengan perkeretaapian dan sistem teknik (signal dan teknis buka-tutup palang).Memang, kata Ihsan, paling mudah menyimpulkan itu kesalahan petugas. Namun polisi tidak bisa langsung menyimpulkan penyebab kecelakaan itu karena kesalahan petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api.Polisi juga menelisik aspek teknik dan sistem elektrik buka-tutup pintu perlintasan kereta api itu. Sebab, jika kesalahan ada di sisi teknik atau elektrikal sistem itu, akan mengakibatkan kejadian yang fatal. "Dari semua peralatan yang ada itu apakah karena human error atau technical error, kami juga butuh keterangan saksi ahli dari perkeretaapian," kata Ihsan.Saksi penjaga perlintasan saat itu juga diperiksa secara administratif, apakah si penjaga kompeten dalam tugasnya. Juga petugas lain yang mempunyai prosedur penjagaan sama. Sebab, satu palang pintu lintasan kereta api itu dijaga oleh lima orang secara bergiliran. Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Jawa Tengah-Yogyakarta Bambang Setiyo Prayitno menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi polisi. Secara teknis palang pintu perlintasan kereta api diperiksa berkala dua pekan sekali. Dua hari sebelum kecelakaan, perlintasan itu juga sudah diperiksa. "Kami masih menunggu hasil investigasi polisi," kata dia.Secara teknis, jika sinyal berwarna merah tanda kereta api akan melintas, jika tombol dipencet pun palang pintu tidak bisa terbuka. Namun, saat kejadian, ketika palang pintu sudah naik dan para pengendara melintas, ternyata kereta api lewat dan menghantam pengendara yang melintasi rel.
Sumber: http://m.tempo.co/read/news/2014/02/06/0...isimpulkan
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)