Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Laporan Perjalanan KA PAtas MERak
#1
Lightbulb 
Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim, saya bukan trriit ini. Triit ini adalah triit khusus yang membahas mengenai perjalanan saya menggunakan KA lokal Patas Merak. Mungkin dengan adanya triit ini, dapat bermanfaat bagi kita semua.

[spoiler=Sinopsis KA PATAS Merak]
KA Banten Ekspres atau KA Patas Merak adalah KA kelas ekonomi AC yang melayani Koridor Merak - Angke PP . KA ini adalah pengganti Kereta api Merak Jaya yang kondisinya sudah tidak laik jalan. Perjalanan Jakarta-Merak ditempuh dalam waktu (kurang lebih) 4 jam. Tarifnya adalah flat Rp. 5.000,-. Untuk reservasi tidak diberlakukan pada kereta ini. Pembelian tiket KA Patas Merak dapat dilakukan 3 Jam sebelum keberangkatan KA. Tiketnya pun dibatasi, hanya 150%.

KA Patas Merak melayani perjalanan pada pagi dan sore hari. Dengan jadwal adalah sebagai berikut:
(berdasarkan gapeka 2013)

No KA Nama KA Lintas Jarak Tempuh

281 CEPAT MERAK MER-THB 140 KM
282 CEPAT MERAK THB-MER 140 KM
283 CEPAT MERAK MER-THB 140 KM
284 CEPAT MERAK THB-MER 140 KM

Keterangan:
*untuk KA ganjil (281, 283) stasiun pemberhentiannya adalah:
Stasiun Merak – stasiun Tenjo, stasiun cilejit, stasiun Parung Panjang, Stasiun Serpong, Stasiun Sudirman, stasiun Kebayoran, stasiun Palmerah

*untuk KA genap (282,284) stasiun pemberhentiannya adalah:
Stasiun Kebayoran, stasiun sudirman, Stasiun Serpong, Stasiun Parung Panjang, Stasiun Tigaraksa, stasiun Rangkasbitung – stasiun Merak

Untuk rangkaiannya, menggunakan 5-6 K3, 1 KMP3, dan 1 Bagasi.
[/spoiler]

1.Laporan Perjalanan KA PATAS MERAK 284 relasi DU – MER

Joyride kali ini benar-benar joyride. Baru kali ini saya joyride seperti ini. Rasanya sangat sakit, ibarat kata seperti baru diputusin sama pasangan. Sakit sekali
(alah, lebay banget dah ah. :p)
Bagaimana tidak, jika biasanya saya bisa foto-foto + video sepanjang perjalanan, namun kali ini harus berdiri berdesak-desakan didalam sumpeknya KA Pamer tersebut. Jangankan untuk mengambil gambar, bisa keangkut dan sampai distasiun merak dengan tepat waktu ajah adalah sebuah mukjizat ALLAH SWT yang tak ternilai harganya.

KA Patas merak yang akan saya naiki ini sebenarnya pemberangkatan awalnya adalah dari stasiun AK. (Angke). Namun, karena CL yang saya naiki dari Bogor tidak berhenti di AK, maka dengan sangat terpaksa harus naik di stasiun DU.


Sabtu, 24 mei 2014
Matahari semakin meninggalkan peraduannya. Cahaya senja segera menemani kami di keramaian stasiun Duri kala itu. Tak banyak gambar bagus yang bisa diambil disini. Stasiun Duri indentik dengan pasar dan *benc*** nya.

Sembari menikmati kegiatan sore itu, dari toa atau announcer stasiun segera terdengar sebuah pengumuman . Itu jelas terdengar dari suara “stasiun alert”. Itu adalah aba-aba ketika announcer minta perhatian.

“perhatikan jalur 1 akan melintas langsung lokomotif”, kata mba announcernya.
Tapi, sepanjang mata memandang (arah THB) tak kutemui juga yang dimaksud oleh si mba tadi.
Jalur masih kasong, penuh oleh lalu lalang masyarakat sekitar.

Beberapa menit kemudian, tampaklah sesosok kotak kecil berwarna putih dari kejauhan. seMakin lama, nampak semakin jelas, semakin besar, semakin besar dan semakin besar saja benda bergerak tersebut. Berjalan perlahan sembari memamerkan S35 yang bikin orang awam jantungan. Ya, ternyata benda kotak kecil tersebut adalah :

[spoiler=langsiran lok KA PATAS MERAK]

[Image: 14347284923_7c48db98c7_z.jpg]

[/SPOILER]

Lokomotif bernomor cc2019214 tersebut berangkat dari tempat peristirahatannya di dipo tanah abang, untuk mengambil rangkaian patas merak yang berada di sepur simpan stasiun Kampung bandan.

Ketika KA Patas merak ganjil (dari merak) datang dan mengakhiri perjalanan distasiun Angke, secara otomatis rangkaian akan disimpan disepooor simpan stasiun kampung badan. Sementara lokomotifnya kembali ke selatan, menuju dipo THB untuk beristirahat dan melakukan pengecakan harian Big Grin

Selang 30 menit kemudian terdengarlah announcement dari toa stasiun DU.

“jalur 2, jalur 2. Perhatikan jalur 2.
Akan segera masuk KA Lokal tujuan akhir stasiun merak. Kepada pada penumpangnya kami persilahkan mempersiapkan diri.

Jalur 2 masuk KA lokal tujuan Merak”

[spoiler=KA Patas MERak masuk DU]

[Image: 14349481465_69e4325b24_z.jpg]

[/SPOLER]


Masya allah, kiran teh yang namanya pembatasan 150% bakalan berasa agak leganya jika dibandingkan dengan KRL commuter line. Ternyata perkiraan saya melesat jauh bro. Tetap ajah kereta penuh. Mau masuk pintu, susah benar. Dimana-mana terjadi penumpukan penumpang. Mungkin situasinya seperti ada maling yang ketangkap warga, rame sekali. Mana pintu rangkaiannya Cuma dikit lagii, Cuma 2 tiap keretanya. Hadeuh :BT:
Okelah. Sambil nunggu tumpukan penumpang tersebut reda, ane sempetin nyatet rangkaian KA 284 saat itu.

KA 284
PATAS MERAK RELASI DU –MER
SABTU, 24 MEI 2014


Lokomotif cc_2019214
KP3 0 78 01
K3 0 08 02
K3 0 65 74
K3 0 66 47
K3 0 08 07
K3 0 09 10
Kmp3 0 65 05

[spoiler=Tiket PAMER]

[Image: 14402203404_939326cfcd_z.jpg]

[/spoiler]

Oya, ada yang ketinggalan.
Disini, tidak ada boarding pas layaknya KA lokal pangrango/siliwangi/ataupun nyang lainnya. Disini penumpang cukup menunjukan tiket saja. Lantas akan diberi coret-coretan oleh PKD yang menjaga pintu masuk stasiun

Alhamdulilah, akhirnya bisa naik juga KA PAMER ini, meskipun ada sedikit pengorbanan. (ya, gak jauh beda sih sama commuter line. Sama-sama rame sesak).
Semenit kemudian terdengar suara peluit dan S35 KA 284. KA diberangkatkan tepat pukul 16.59

[spoiler=Suasana KA PAMER saat berangkat DU]

[Image: 14349481475_fdd3e14b8c_z.jpg]

[/SPOILER]


Sepanjang perjalanan S35 terdengari dari lokomotif dinas kereta yang kami naiki, karena memang sepanjang tepi sisi banyak sekali kegiatan warga. Mulai dari mencuci pakaian, memasak, bermain, bahkan sampai mendirikan tenda pun ada.

Baru beberapa menit kereta berjalan, lambat laun KA 284 mulai mengurangi kecepatannya. Dari 50 KM/jam, kini hanya sekitar 20 KM/jam saja. Dan ahkirnya KA 284 benar-benar berhenti total disinyal masuk stasiun tanah abang. (17.03 – 17.06).
Cukup lama juga sepoor ini berhenti. Entah ada apa distasiun tanah abang.
Kami hanya bisa menduga-duga saja dari sini 

Setelah 3 menit menanti, sinyal-pun berubah warna. Kereta mulai memacu kecepatannya secara perlahan. Pelan tapi pasti, KA 284 melenggang aman masuk jalur 5 stasiun tanah abang. Nampak dijalur 6 sudah tersedia KA rangkas jaya tujuan akhir stasiun rangkas bitung.

Sesaat berselang, laju KA 284 semakin kencang saja, hingga saya melewatkan moment ketika 282 ini berpapasan dengan KA babarandek tujuan bekasi tak jauh dari percabangan Tanah abang (tanah abang ke manggarai dan palmerah)

Saat itu, babarandek yang saya jumpai menggunakan lokomotif cc 201 berhidung panjang, sayang, tak kutemui juga nomor lok nya.

Pukul 17:13 KA patas merak ini melesat cepat distasiun palmerah. Sementara dijalur 2 ada KRL commuter line tujuan stasiun tanah abang sedang menaik-turunkan penumpang.

Mendekati stasiun Kebayoran, KA 284 mulai mengurangi kecepatannya. Semakin mendakati titik henti, semakin perlahan laju sepoor ini, namun meskipun begitu hentakannya tidak berasa sama sekali. Beda sekali ketika naik sepoor KA 176 waktu itu (gapeka lama).

Selang beberapa menit kemduian, mendarat di stasiun kebayoran. Penumpang yang naik dari stasiun ini mayoritas adalah kaum laki-laki, dari berbagai profesi yang ada.
Detik demi detik kami lalui, semakin detik penumpang sepoor 284 ini semakin membludak. Kasihan sekali mereka yang tidak bisa terangkut. Mungkin mereka bisa naik KA lokal dibelakang sepoor yang saya naiki ini. Tapi tetap saja, keadaannya sama. Sama-sama penuh sesak.

Cukuplama juga sepoor ini berhenti. 5 menit sudah untuk menaik-turunkan penumpang. Itu juga sebgian besar dari mereka tidak terangkut. Pukul 17.21, seseorang yang berseragam keluar dari ruangan kecil distasiun itu, mengangkat papan sakti berwarna hijau berbentuk bundar.
Orang kereta menyebutnya semboyan 40.
Massinis pun mulai me-thootle lokmotif dinas sore itu.
tak lama, kami berpapsan dengan KA lokal ekonomi tujuan AK. Sepertinya itu KA Lokal Rangkas.

Tak banyak yang kami jumpai sore itu. Karena memang suasananya adalah suasana perkotaan. Sepanjang mata memandang adalah bangunan beton yang tidak menyerap air Bethe

Saat mencapai topspeed dilintas ini, kami kembali berpapasan dengan KRL commuter line tujuan THB. Saat itu yang berdinas adalah TM 6000. Saking cepatnya laju kereta, KRL sebanyak 8 gerbong itupun hanya lewat beberapa detik saja dalam pandangan mata kami.

Begitupun saat melintas stasiun pondok ranji, S35 terdengar panjang secara berulang-ulang dari lokomotif pada pukul 17.29. debu bertebangan disekitar stasiun tersebut. Banyak diantara Penumpang yang menunggu Commuter line pun menunutupi muka mereka sendiri.

Kembali, kami berpapsan KA babarendek. Saat itu saya tidak bisa melihat lok dinasa KA tersebut, karena saking cepatnya laju sepoor pamer ini. Yang terlihat hanya kotak-kotak berwarna biru saja.

Saat mendekati stasiun jurang mangu. Laju kereta agak sedikit menurun. Mungkin karena hendak akan masuk stasiun, maka massinis mengurangi kecepatan KA yang dikemudikannya. Dan benar saja, saat melintas distasiun jurang mangu, kecepatannya agak berbeda dengan saat melintas pondok ranji. Kecepatannya saat itu saya perkirakan sekitar 60 Km/jam saja.

Saat melewati sinyal keluar stasiun jurang manggu, nampak massinis meningkatkan kecepatannya. Laju KA semakin lebih cepat saja.
Kembali, kami berpapasan dengan KRL Commuter line.

Pukul 17.37 KA yang kami naiki ini juga melintas di stasiun sudimara. Nampak dari kejauhan kami akan berpapasan dengan KA lokal RK tujuan AK. Ini terdengar dari bisikan gaib (baca: announcer announcement bro) : ha ha ha:

Stasiun pemberhentian berikutnya adalah stasiun serpong.
Mendekati stasiun Serpong, laju ka semakin berkurang. Semakin lama semakin turun., turun dan turun. Hingga akhirnya berhenti beberapa saat tepat di sinyal masuk stasiun SRP, namun tidak benar benar berhenti total.
Pukul 17:38 KA 284 berhenti distasiun Serpong.

[spoiler]to be continued[/spoiler]
Reply
#2
gan. itu bukan sta sudirman. yang betul sta sudimara
Reply
#3
(12-06-2014, 08:07 PM)tesar21 Wrote: gan. itu bukan sta sudirman. yang betul sta sudimara

disebelah mana saya tulis stasiun sudirman bro?
sepenglihatan saya gak nulis kata-kata stasiun sudirmara menjadi sudirman seperti yang ente maksut gan?

[spoiler] terima kasih sudah sudi mampir ke triit sederhana ini. bila ada kesalahan akan saya koreksi [/spoiler]
Reply
#4
(12-06-2014, 08:07 PM)tesar21 Wrote: gan. itu bukan sta sudirman. yang betul sta sudimara

Lho bukannya emang stasiun sudimara ya??
Klo stasiun sudirman letaknya di lintas manggarai - tanah abang.. Xie Xie

ayo lanjut lagi kang Triez.. Playboy
Reply
#5
(12-06-2014, 08:15 PM)triez_RF Cirebon Wrote:
(12-06-2014, 08:07 PM)tesar21 Wrote: gan. itu bukan sta sudirman. yang betul sta sudimara

disebelah mana saya tulis stasiun sudirman bro?
sepenglihatan saya gak nulis kata-kata stasiun sudirmara menjadi sudirman seperti yang ente maksut gan?

[spoiler] terima kasih sudah sudi mampir ke triit sederhana ini. bila ada kesalahan akan saya koreksi [/spoiler]

yang ini mas. yang di sinopsis

" Keterangan:
*untuk KA ganjil (281, 283) stasiun pemberhentiannya adalah:
Stasiun Merak – stasiun Tenjo, stasiun cilejit, stasiun Parung Panjang, Stasiun Serpong, Stasiun "Sudirman" , stasiun Kebayoran, stasiun Palmerah"
Reply
#6
lanjutken mas, ane ada rencana mau ke Merak ntar senin besok Big Grin mayan buat referensi sebelum berangkat Big Grin
kalau mau di add monggo, ga di add/follow juga ora popo Ngeledek

Reply
#7
(13-06-2014, 05:19 PM)Maulana Malik Wrote: lanjutken mas, ane ada rencana mau ke Merak ntar senin besok Big Grin mayan buat referensi sebelum berangkat Big Grin

Setahu saya lepa Rangkas ini kereta berhenti tiap stasiun smapai Merak. CMIIW

[Image: ea67c397-dedf-443b-a5c1-0408afb83bbf_zps4948e7b7.jpg]
Kalimaya heading to Merak via Pondok Ranji station
Reply
#8
Pengen nyobain ke merak PP pake ini..murmer..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)