Semboyan35 Indonesian Railfans
Pecinta Gajayana - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Lintas Selatan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=15)
+--- Thread: Pecinta Gajayana (/showthread.php?tid=3584)



RE: Pecinta Gajayana - rangga.pradipta - 14-05-2012

(13-05-2012, 07:17 AM)bramoy Wrote: Ini plakat Gajayana. Kebetulan waktu itu ada di belakang kursi bisnis plus. Naek saat peresmian tahun 1999.


[Image: 1.jpg]


[Image: 2.jpg]

teringat dulu waktu masih SD, KA gajayana waktu masih awal beroperasi stasiun pemberhentian cuma sedikit


RE: Pecinta Gajayana - Gajayana_bogor - 18-05-2012

(04-05-2012, 05:48 PM)Billy_CC20335CN Wrote:
(04-05-2012, 05:35 PM)bramoy Wrote: Untuk akang Billy, sebenarnya di Saradan ditahan 20 menit itu bukan karena kecepetan ya, kan saya sudah bilang bahwa kereta Gajayana sudah dalam keadaan terlambat bahkan tiba di stasiun Madiun sudah telat hampir 40 menitan dari jadwal. Hal ini karena kereta berhenti di Blitar hampir 15 menit lebih dan diberangkatkan kembali pukul 4 sore lebih padahal di jadwal pukul 15.41 sudah berangkat, belum lagi di petak Blitar - Tulungagung ada pergantian tipe rel 54 Tak pelak masinis waktu itu gas pol di petak Madiun - Yogyakarta sampai beberapa kali ketahan di bebarapa stasiun sepanjang Solo - Yogyakarta.
KA Gajayana ini memang sekarang sudah berhenti di banyak mulai dari Kepanjen, Blitar, Wlingi, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon. Bukan karena faktor orang ingin memilih naik kereta yang mana, ini cuma untuk mengefisienkan waktu dan energi saja, kalau memang sudah ada kereta dengan tujuan serta jalur yang sama ditambah pula jalur yang diempuh lebih pendek ( A.K.A Bima ) tak ada salahnya kan bisa dijadikan penyangga, mungkin bisa dilakukan dengan penambahan gerbong. Biarkan saja KA Gajayana menyapu sepanjang Malang - Kertosono setelah itu bablas.

Oh gitu. Sorry kurang baca nih Ngeledek

Oh iya, justru dalam memilih kereta, penumpang juga ikut andil lho. Gajayana dan Bima itu berbeda, fasilitas yang dimiliki juga beda, penumpang juga ngeliat mana yang tepat waktu, mana yang ac-nya dingin, mana yang pelayanan lebih ramah, dan mana yang lebih memuaskan dari harapan penumpang.

Lagi pula, Gajayana berhenti di jalur-jalur yang sudah dikehendaki itu kan emang ada pangsa pasarnya, selain itu, antara KA juga saling ikut membantu.

COntoh =
+Yogyakarta, jam keberangkatan antara Argo Dwipangga dan Gajayana sangat dekat untuk tujuan yang sama, jika salah satu KA tidak kuat menampung, Kereta lain bisa membantu. Selain itu, sesuai selera penumpang juga lah, emangnya Kereta selalu full dari Stasiun awal ? Tentu tidak. Pangsa-nya Gajayana itu besar di Stasiun Malang, Kertorono, Madiun, dan Purwokerto mas. Kalau dibablasin setelah jalur ML-KTS, gimana nasibnya dong ?
kenapa gajayana berhenti dicaruban kan cma saradan
waktu itu malabar lewat mnurut saya itu kan aneh


RE: Pecinta Gajayana - UIZ-SenjutKade - 21-05-2012

berita katanya:
dari temenku, dia penumpang KA Gajayana 7023 relasi KD-YK (20.5.2012)
"dapet nasi goreng dan kopi gratis, cz emang da moment tertentu di bulan ini (Mei 2012)"


RE: Pecinta Gajayana - TheLintang_32 - 21-05-2012

(18-05-2012, 09:13 PM)Gajayana_bogor Wrote:
(04-05-2012, 05:48 PM)Billy_CC20335CN Wrote:
(04-05-2012, 05:35 PM)bramoy Wrote: Untuk akang Billy, sebenarnya di Saradan ditahan 20 menit itu bukan karena kecepetan ya, kan saya sudah bilang bahwa kereta Gajayana sudah dalam keadaan terlambat bahkan tiba di stasiun Madiun sudah telat hampir 40 menitan dari jadwal. Hal ini karena kereta berhenti di Blitar hampir 15 menit lebih dan diberangkatkan kembali pukul 4 sore lebih padahal di jadwal pukul 15.41 sudah berangkat, belum lagi di petak Blitar - Tulungagung ada pergantian tipe rel 54 Tak pelak masinis waktu itu gas pol di petak Madiun - Yogyakarta sampai beberapa kali ketahan di bebarapa stasiun sepanjang Solo - Yogyakarta.
KA Gajayana ini memang sekarang sudah berhenti di banyak mulai dari Kepanjen, Blitar, Wlingi, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon. Bukan karena faktor orang ingin memilih naik kereta yang mana, ini cuma untuk mengefisienkan waktu dan energi saja, kalau memang sudah ada kereta dengan tujuan serta jalur yang sama ditambah pula jalur yang diempuh lebih pendek ( A.K.A Bima ) tak ada salahnya kan bisa dijadikan penyangga, mungkin bisa dilakukan dengan penambahan gerbong. Biarkan saja KA Gajayana menyapu sepanjang Malang - Kertosono setelah itu bablas.

Oh gitu. Sorry kurang baca nih Ngeledek

Oh iya, justru dalam memilih kereta, penumpang juga ikut andil lho. Gajayana dan Bima itu berbeda, fasilitas yang dimiliki juga beda, penumpang juga ngeliat mana yang tepat waktu, mana yang ac-nya dingin, mana yang pelayanan lebih ramah, dan mana yang lebih memuaskan dari harapan penumpang.

Lagi pula, Gajayana berhenti di jalur-jalur yang sudah dikehendaki itu kan emang ada pangsa pasarnya, selain itu, antara KA juga saling ikut membantu.

COntoh =
+Yogyakarta, jam keberangkatan antara Argo Dwipangga dan Gajayana sangat dekat untuk tujuan yang sama, jika salah satu KA tidak kuat menampung, Kereta lain bisa membantu. Selain itu, sesuai selera penumpang juga lah, emangnya Kereta selalu full dari Stasiun awal ? Tentu tidak. Pangsa-nya Gajayana itu besar di Stasiun Malang, Kertorono, Madiun, dan Purwokerto mas. Kalau dibablasin setelah jalur ML-KTS, gimana nasibnya dong ?
kenapa gajayana berhenti dicaruban kan cma saradan
waktu itu malabar lewat mnurut saya itu kan aneh

sejak kapan gajayana berhenti di caruban & saradan.


RE: Pecinta Gajayana - bramoy - 21-05-2012

(21-05-2012, 01:03 PM)TheLintang_32 Wrote:
(18-05-2012, 09:13 PM)Gajayana_bogor Wrote:
(04-05-2012, 05:48 PM)Billy_CC20335CN Wrote:
(04-05-2012, 05:35 PM)bramoy Wrote: Untuk akang Billy, sebenarnya di Saradan ditahan 20 menit itu bukan karena kecepetan ya, kan saya sudah bilang bahwa kereta Gajayana sudah dalam keadaan terlambat bahkan tiba di stasiun Madiun sudah telat hampir 40 menitan dari jadwal. Hal ini karena kereta berhenti di Blitar hampir 15 menit lebih dan diberangkatkan kembali pukul 4 sore lebih padahal di jadwal pukul 15.41 sudah berangkat, belum lagi di petak Blitar - Tulungagung ada pergantian tipe rel 54 Tak pelak masinis waktu itu gas pol di petak Madiun - Yogyakarta sampai beberapa kali ketahan di bebarapa stasiun sepanjang Solo - Yogyakarta.
KA Gajayana ini memang sekarang sudah berhenti di banyak mulai dari Kepanjen, Blitar, Wlingi, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon. Bukan karena faktor orang ingin memilih naik kereta yang mana, ini cuma untuk mengefisienkan waktu dan energi saja, kalau memang sudah ada kereta dengan tujuan serta jalur yang sama ditambah pula jalur yang diempuh lebih pendek ( A.K.A Bima ) tak ada salahnya kan bisa dijadikan penyangga, mungkin bisa dilakukan dengan penambahan gerbong. Biarkan saja KA Gajayana menyapu sepanjang Malang - Kertosono setelah itu bablas.

Oh gitu. Sorry kurang baca nih Ngeledek

Oh iya, justru dalam memilih kereta, penumpang juga ikut andil lho. Gajayana dan Bima itu berbeda, fasilitas yang dimiliki juga beda, penumpang juga ngeliat mana yang tepat waktu, mana yang ac-nya dingin, mana yang pelayanan lebih ramah, dan mana yang lebih memuaskan dari harapan penumpang.

Lagi pula, Gajayana berhenti di jalur-jalur yang sudah dikehendaki itu kan emang ada pangsa pasarnya, selain itu, antara KA juga saling ikut membantu.

COntoh =
+Yogyakarta, jam keberangkatan antara Argo Dwipangga dan Gajayana sangat dekat untuk tujuan yang sama, jika salah satu KA tidak kuat menampung, Kereta lain bisa membantu. Selain itu, sesuai selera penumpang juga lah, emangnya Kereta selalu full dari Stasiun awal ? Tentu tidak. Pangsa-nya Gajayana itu besar di Stasiun Malang, Kertorono, Madiun, dan Purwokerto mas. Kalau dibablasin setelah jalur ML-KTS, gimana nasibnya dong ?
kenapa gajayana berhenti dicaruban kan cma saradan
waktu itu malabar lewat mnurut saya itu kan aneh

sejak kapan gajayana berhenti di caruban & saradan.

Gajayana terkadang BLB di Saradan krena ngalah ama Sanca...


RE: Pecinta Gajayana - Dj_Dj_300791 - 22-05-2012

(21-05-2012, 05:36 PM)bramoy Wrote:
(21-05-2012, 01:03 PM)TheLintang_32 Wrote:
(18-05-2012, 09:13 PM)Gajayana_bogor Wrote:
(04-05-2012, 05:48 PM)Billy_CC20335CN Wrote:
(04-05-2012, 05:35 PM)bramoy Wrote: Untuk akang Billy, sebenarnya di Saradan ditahan 20 menit itu bukan karena kecepetan ya, kan saya sudah bilang bahwa kereta Gajayana sudah dalam keadaan terlambat bahkan tiba di stasiun Madiun sudah telat hampir 40 menitan dari jadwal. Hal ini karena kereta berhenti di Blitar hampir 15 menit lebih dan diberangkatkan kembali pukul 4 sore lebih padahal di jadwal pukul 15.41 sudah berangkat, belum lagi di petak Blitar - Tulungagung ada pergantian tipe rel 54 Tak pelak masinis waktu itu gas pol di petak Madiun - Yogyakarta sampai beberapa kali ketahan di bebarapa stasiun sepanjang Solo - Yogyakarta.
KA Gajayana ini memang sekarang sudah berhenti di banyak mulai dari Kepanjen, Blitar, Wlingi, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon. Bukan karena faktor orang ingin memilih naik kereta yang mana, ini cuma untuk mengefisienkan waktu dan energi saja, kalau memang sudah ada kereta dengan tujuan serta jalur yang sama ditambah pula jalur yang diempuh lebih pendek ( A.K.A Bima ) tak ada salahnya kan bisa dijadikan penyangga, mungkin bisa dilakukan dengan penambahan gerbong. Biarkan saja KA Gajayana menyapu sepanjang Malang - Kertosono setelah itu bablas.

Oh gitu. Sorry kurang baca nih Ngeledek

Oh iya, justru dalam memilih kereta, penumpang juga ikut andil lho. Gajayana dan Bima itu berbeda, fasilitas yang dimiliki juga beda, penumpang juga ngeliat mana yang tepat waktu, mana yang ac-nya dingin, mana yang pelayanan lebih ramah, dan mana yang lebih memuaskan dari harapan penumpang.

Lagi pula, Gajayana berhenti di jalur-jalur yang sudah dikehendaki itu kan emang ada pangsa pasarnya, selain itu, antara KA juga saling ikut membantu.

COntoh =
+Yogyakarta, jam keberangkatan antara Argo Dwipangga dan Gajayana sangat dekat untuk tujuan yang sama, jika salah satu KA tidak kuat menampung, Kereta lain bisa membantu. Selain itu, sesuai selera penumpang juga lah, emangnya Kereta selalu full dari Stasiun awal ? Tentu tidak. Pangsa-nya Gajayana itu besar di Stasiun Malang, Kertorono, Madiun, dan Purwokerto mas. Kalau dibablasin setelah jalur ML-KTS, gimana nasibnya dong ?
kenapa gajayana berhenti dicaruban kan cma saradan
waktu itu malabar lewat mnurut saya itu kan aneh

sejak kapan gajayana berhenti di caruban & saradan.

Gajayana terkadang BLB di Saradan krena ngalah ama Sanca...

itu mah namanya BLB. Kalau bablas terus ya PLH. Jadi gak masuk itungan pemberhentian normal. Yang dimaksud disini kan kenapa gajayana pemberhentian normal nya sangat banyak.

eem sebenernya gajayana dari Daop VIIInya sendiri udah diodongin dehh. ya gak sih? Dia pake berhenti di Wlingi sama Kepanjen. seharusnya kalau benar2 ingin membuat Gajayana itu maksimal performnya ya :
1. Pemberhentian Gajayana cukup di stasiun Besar, seperti : Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solobalapan, Yogyakarta, Purwokerto dan Cirebon (+ jatinegara kalau dari timur)
2. menurut ane pemberhentian gajayana di atas, sudah cukup sepadan dengan rasa argo seperti Argo Wilis yang terkenal dengan ketepatan waktunya. Jadi Gajayana bisa meniru sistem pemberhentian Argo Wilis, banyak, namun efisien dan okupansi tetap stabil.
3. optimalisasi Double Track di Daop 5... Sehingga kemungkinan persilangan bisa tepat jadwal


kalau ngeliat gajayana yang sering masuk SLO di range antara jam 20.25 - 20.35 (bahkan kemaren tembus masuk SLO jam 20.48) sejak jadi PLB 7023, yang patut dipertanyakan dari performansi gajayana ini adalah sejak dari timurnya. CMIIW Xie Xie


RE: Pecinta Gajayana - Ahoed7023 - 22-05-2012

by the way, kemaren tanggal 20 naik gajayana dari GMR. bawa rangkaian agak panjang, 8K1 pesawat, cuma BP-nya bukan yang pesawat. pas turun di PWT, sempet liat eksekutif 8 (paling bontot) lampunya dimatiin, tapi pake lampu kecil yang warnanya kuning kayak di ardwip. kesannya cozy &nyaman gimana gituNgiler....


RE: Pecinta Gajayana - Gwan Tanamera - 23-05-2012

(14-05-2012, 11:54 AM)rangga.pradipta Wrote:
(13-05-2012, 07:17 AM)bramoy Wrote: Ini plakat Gajayana. Kebetulan waktu itu ada di belakang kursi bisnis plus. Naek saat peresmian tahun 1999.


[Image: 1.jpg]


[Image: 2.jpg]

teringat dulu waktu masih SD, KA gajayana waktu masih awal beroperasi stasiun pemberhentian cuma sedikit

hhhmmm Time table perjalanannya masih 14 Jam, jaman teringat masih sering masuk Gambir jam 5 pagi euuuyy !


RE: Pecinta Gajayana - Bimantara - 23-05-2012

(23-05-2012, 09:39 AM)Gwan Tanamera Wrote:
(14-05-2012, 11:54 AM)rangga.pradipta Wrote:
(13-05-2012, 07:17 AM)bramoy Wrote: Ini plakat Gajayana. Kebetulan waktu itu ada di belakang kursi bisnis plus. Naek saat peresmian tahun 1999.


[Image: 1.jpg]


[Image: 2.jpg]

teringat dulu waktu masih SD, KA gajayana waktu masih awal beroperasi stasiun pemberhentian cuma sedikit

hhhmmm Time table perjalanannya masih 14 Jam, jaman teringat masih sering masuk Gambir jam 5 pagi euuuyy !

Wehehe om , bener banget . Sekarang jadinya 16 jam om perjalanan , karena sekarang udh banyak berhenti .

(23-05-2012, 09:39 AM)Gwan Tanamera Wrote:
(14-05-2012, 11:54 AM)rangga.pradipta Wrote:
(13-05-2012, 07:17 AM)bramoy Wrote: Ini plakat Gajayana. Kebetulan waktu itu ada di belakang kursi bisnis plus. Naek saat peresmian tahun 1999.


[Image: 1.jpg]


[Image: 2.jpg]

teringat dulu waktu masih SD, KA gajayana waktu masih awal beroperasi stasiun pemberhentian cuma sedikit

hhhmmm Time table perjalanannya masih 14 Jam, jaman teringat masih sering masuk Gambir jam 5 pagi euuuyy !

Wehehe om , bener banget . Sekarang jadinya 16 jam om perjalanan , karena sekarang udh banyak berhenti .


RE: Pecinta Gajayana - aditnugie - 30-05-2012

sedikit share ketika ane dinesan 7023 tanggal 27 Mei 2012 kemarin. KA 7023 pukul 21:33 baru masuk YK (di belakang KA Lodaya Malam). Baru berangkat sekitar jam 21:45. Persilangan pertama di Kutowinangun dengan Malabar sekitar jam 23:00. 7023 berjalan langsung. Sampai GB sudah jam 23:30 sempat ditahan hampir 5 menit (keliatannya diodongin Lodaya nich). Sampai Ijo masuk sepur belok sudah ditunggu KA 34. Ditahan lagi di Ijo sekitar 4 menitan. Kemudian KA 7023 berjalan perlahan menuju stasiun Tambak dan bertemu KA Mutsel dari BD yang sudah menunggu di sepur belok. Di Tambak pun ditahan kembali sekitar 3 menit. Kecurigaan ane terjawab sudah ketika berjalan pelan SPH. Di SPH KA 7023 menyusul Lodaya malam sekaligus menyilang KA 32. Ternyata benar-benar diodongin Lodaya sejak GB sampai SPH Bethe. Setelah itu ane tertidur. Bangun sudah sampai PWT sekitar jam 00:45 dan sudah ditunggu Bogowonto. Untuk selanjutnya berpapasan sama Sawung di petak PWT - Karanggandul, berpapasan sama KA 8 menjelang Karang sari. Setelah itu ane tertidur kembali hingga terbangun sekitar jam 02:00 di Linggapura menunggu KA 42 yang berjalan langsung. Setelah KA 42 melintas, 7023 berangkat kembali menyilang KA Senjut Slo di PPK. KA 7023 pun masuk CN sekitar jam 03:30 dan sempat balapan sama KA 3 di petak CNP - CN. Ane sudah menduga kalau 7023 akan ditahan untuk memberi kesempatan KA 3 berangkat Cn terlebih dahulu. Jam 03:35 KA 3 berangkat CN bersamaan dengan masuknya GBMS di CN yang sempat disusul di CNP. GBMS pun ditahan di CN untuk memberi kesempatan KA 7023 berangkat. Setelah itu ane tertidur kembali. KA 7023 nampaknya digeber dari CN sampai menjelang JNG. Akhirnya masuk Gmr jam 06:25 di jalur satu. Sementara KA 3 sudah bersiap pulang ke MRI di jalur 2.

Demikian sedikit sharing pengalaman naik 7023 dari YK.