![]() |
|
Sta. Purworedjo - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html) +--- Forum: Depo dan Stasiun (https://www.semboyan35.com/forum-30.html) +--- Thread: Sta. Purworedjo (/thread-201.html) |
RE: Sta. Purworedjo - bhaskara - 11-03-2015 (11-03-2015, 05:41 AM)Dana Komuter Wrote: Kalo andai KA Sawunggalih sampe stasiun Purwoerejo, Iya, Sawunggalih dan Kutojaya sampai Purworejo, jadi orang Purworejo tidak perlu tambahan biaya untuk naik angkot atau apapun juga ke stasiun Kutoarjo. Di kota kabupaten aja ada stasiunnya, kok mau naik kereta harus ke kota kecamatan (Jenar atau Kutoarjo). RE: Sta. Purworedjo - nino - 11-03-2015 yang penting rel-nya waras dulu, kalo yang buat semen itu jadi jalan pasti angkutan penumpangnya lama2 dipikirin juga, kalo BB300 udah ga bisa mungkin awalnya pake rangkaian prambanan ekspress dulu, sambil kalo ada rencana nggedein stasiun purworejo yang sekarang cuma 2 jalur, lahannya masih luas pan, peronnya juga kudu diperpanjang ~ kalo jadi ~ ![]() ![]()
RE: Sta. Purworedjo - ady_mcady - 12-03-2015 diantara sekian banyak kereta tujuan kutoarjo, apakah persentase penumpang yang melanjutkan perjalanan kearah purworejo cukup besar? kalau misalnya tidak terlalu signifikan, feeder adalah pilihan terbaik. ------------------------------------------------- dan soal feeder ini, coba berpikir out of the box. gak mesti feeder harus berupa lok+gerbong, atau dmu/demu macam railbus solo. itu adalah konsep ideal bagi kereta perintis. mengapa tidak bikin kereta perintis kayak di kuba ini: ![]() http://www.railpictures.net/viewphoto.php?id=328835 tiinggal cari bus2 seken, ganti roda besi, jadilah "railbus" untuk kereta perintis. saya yakin gak bakal keluar duit sampai 1M itu. mungkin 1M bisa dapat 4 "railbus" kayak begini. RE: Sta. Purworedjo - Ardhani Muhad - 12-03-2015 (12-03-2015, 06:59 AM)ady_mcady Wrote: diantara sekian banyak kereta tujuan kutoarjo, apakah persentase penumpang yang melanjutkan perjalanan kearah purworejo cukup besar? kalau misalnya tidak terlalu signifikan, feeder adalah pilihan terbaik.
Ide bagus sih, cuman ada peraturan Menteri Perhubungan no 42 tahun 2010 tentang standar spesifikasi teknis kereta dengan penggerak sendiri. Di peraturan itu memuat berbagai standar spesifikasi yang semisal diujikan ke "railbus" diatas sepertinya belum bisa lolos
RE: Sta. Purworedjo - bhaskara - 12-03-2015 Setahuku stasiun Purworejo sudah beratap sejak dulu sementara stasiun lain di daerah itu dari Kroya hingga Yogyakarta (kecuali stasiun Kutoarjo) belum beratap pada jalur kereta di peron. Jadi kupikir dulu ini merupakan stasiun besar atau penting karena dulu kan Purworejo kota militer yang penting. Kalau cuma 2 jalur ya mungkin ga masalah karena ini kan stasiun ujung / buntu (apa sih istilah resminya ?). Cuma mungkin kalau untuk langsir perlu jalur tambahan. Sebagai perbandingan Stasiun Kepanjen aja dengan 2 jalur dan peron yang tak terlalu panjang aja kereta eksekutif berhenti normal. RE: Sta. Purworedjo - wibiwardhono - 12-03-2015 (12-03-2015, 09:28 AM)bhaskara Wrote: Setahuku stasiun Purworejo sudah beratap sejak dulu sementara stasiun lain di daerah itu dari Kroya hingga Yogyakarta (kecuali stasiun Kutoarjo) belum beratap pada jalur kereta di peron. Jadi kupikir dulu ini merupakan stasiun besar atau penting karena dulu kan Purworejo kota militer yang penting. Kalo dari penerawangan saya, kasus Purworejo ini kan karena secara geografis posisinya ada di luar (nyelentang) dari jalur utama kereta, sehingga pnp yang melalui jalur ini otomatis hanya pnp tujuan PWR, meskipun secara fisik besar (saya membandingkan dengan Cilacap yg karakternya mirip), gak bisa dilalui banyak kereta, satu2nya jalan kalo menurut saya ya cuma dengan konsep feeder atau membuat kereta2 Kutoarjo-an berakhir di Purworejo (yang otomatis harus ada Dipo penyimpanan/ perawatan seperti di CP) Kalo KPN kan ada di tengah jalur utama, selain dia ibukota Kabupaten Malang meskipun ukuran stasiunnya termasuk menengah
|