![]() |
|
Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forum-4.html) +--- Forum: Spoor Badug (https://www.semboyan35.com/forum-13.html) +--- Thread: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta (/thread-4758.html) |
RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - bagus70 - 01-10-2010 (30-09-2010, 02:21 PM)m_ilhami Wrote: @bagus Sudah saya duga. PAsti ada jawaban yang begini. Kalau anda orang Jakarta (atau orang yang sudah nyaman di sana) saya bisa memaklumi kalau anda menentang keras pendapat saya. Saya bukan apriori dengan hal-hal berbau Jakarta, tetapi saya hanya berusaha membuka wawasan kawan-kawan bahwa sudah dari jaman Belanda hingga sekarang semua orang tahu Jakarta bukan kota yang tepat untuk pusat pemerintahan. Bahkan di jaman Belanda, planningnya adalah: pusat pemerintahan Bandung, pusat industri jasa Batavia (Jakarta), dan pusat industri manufacturing (padat karya) di Surabaya. Walaupun realisasinya pusat pemerintahan dan industri jasa di Batavia/Jakarta, sementara industri manufacturing di Surabaya. Selama Jakarta menjadi pusat segala-galanya, akan susah bagi Indonesia untuk maju. Ditambah dengan masalah yang makin kompleks di Jakarta (paling kompleks dibandingkan kota-kota lain di Indonesia) maka suatu saat negeri ini akan lumpuh, hanya karena Jakarta saja yang lumpuh. Ini kan nggak benar? Memangnya Jakarta hanya satu-satunya kota di Indonesia, sementara yang lain desa (seperti yang dipersepseikan beberapa orang luar negeri)? Indonesia itu negara besar, dan sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Sejarah membuktikan bahwa banyak sekali ekses di negeri kita hanya karena Jakarta pusat segala-galanya. -pada era Tritura dan Reformasi seleuruh negeri lumpuh, hanya karena terjadi keributan yang melumpuhkan Jakarta. Padahal saat itu daerah-daerah lain diluar Jakarta aman-aman saja. -budaya korupsi dimulai di Jakarta. Akibat pejabat pemerintahan iri dengan para OKB di awal orde baru. -orang Jakarta selalu merasa lebih tahu dan lebih superior dari orang luar Jakarta (atau Jabotabek). -banyak kota-kota potensial dipandang sebelah mata oleh pengambil kebijakan pusat. -di Jakarta banyak orang yang menyalahkan Indonesia atas masalah pribadi yang menimpa mereka (padahal itu tak ada sangkut pautnya dengan kondisi negeri). Makanya ke depan semestinya pusat pemerintahan dan pusat industri (baik yang padat ilmu maupun padat karya) harus dipisah. Seperti di Amerika: -pusat pemerintahan di Washington D.C. (kota kecil). -pusat jasa keuangan di New York. -pusat industri hiburan di Los Angeles. -pusat perkereta apian di Chicago. -industri manufactur tersebar merata ke seluruh penjuru negeri. Di Australia: -pusat pemerintahan di Canberra. -pusat jasa keuangan di Sydney. -industri manufactur tersebar merata. Sementara di Indonesia: -pusat pemerintahan di Jakarta. -pusat jasa keuangan di Jakarta. -pusat industri manufaktur di Jakarta (Jabotabek). -pusat kereta api de facto di Jakarta (de jure di Bandung). Jadi istilahnya Indonesia itu kaya orang yang bisa mikir dan ngomong, tapi nggak bisa jalan, nggak bisa bertindak, nggak bisa kerja, karena hanya kepalanya saja yang dilatih. Tangan dan kakinya tidak pernah. Dan Indonesia selama ini bisa digambarkan seperti sebuah bis yang rapi dan bagus, dengan penumpang yang tertib, tapi disopiri oleh sopir ugal-ugalan, sok jago, dan keras kepala. Nggak cocok.... Bahkan adalah fakta bahwa makin dekat ke Jakarta makin rusak lingkungannya. Dengan memecahkan konsentrasi itu, otomatis magnet yang menarik orang dari Sabang sampai Merauke untuk bermigrasi ke Jakarta tentu saja akan hilang. Dan akan lebih mudah untuk menata kota Jakarta. Kalau pusat pemerintahan dipindah ke Palangkaraya, sudah pasti infrastrukturnya juga ditingkatkan. Bandara diperbesar, fasilitas pemerintahan dibuat memadai. Ingat, Palangkaraya sebelum tahun 1950an adalah desa kecil sekali, dan baru jadi kota setelah bung Karno berniat untuk memindahkan ibu kota kesana. Selama kita masih membela anggapan status quo bahwa hanya Jakarta yang layak jadi kota pusat segala-galanya, saya jamin Indonesia tak akan jadi negara yang maju dan kuat. Ke depan mestinya Indonesia dibuat seperti ini: -pusat pemerintahan: Palangkaraya. -pusat jasa keuangan: Jakarta. -industri manufaktur tersebar di Sumatera dan Sulaewsi (untuk menyukseskan ini.) Mohon maaf kalau kurang berkenan. RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - angga caesar - 01-10-2010 bener pindahin aja ke palangkaraya , biar dsana dibangun jalur kereta , yg namanya ibu kota kan pasti butuh akses mobilitas yang memadai , jd klo dpindah k Palangkaraya pasti dsna bakal dbngun sarana transportasi yg lebih bnyak termasuk jalur kereta api ... RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - ady_mcady - 01-10-2010 kalo menurut saya, kayaknya palembang siap menggantikan jakarta jadi ibukota. apalagi kedepan jembatan jawa-sumatra pasti jadi. sehingga penduduk di jawa kalo mau ke ibukota tinggal naik ka cepat palembang-jawa. hehehe...
RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - bagus70 - 01-10-2010 Kalau menurut saya sih Palembang lebih pas buat konsentrasi industri padat karya/manufaktur. MEngingat tanahnya tidak subur, dan luas, plus impak lingkungan tak terlalu parah. Eh, tapi kalau ditaruh di Palembang, mungkin ada baiknya juga ya. Jadi kalau ada politisi minta macem-macem tinggal "ditujah" aja Lumayan untuk mengurangi kepadatan penduduk
RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - ady_mcady - 01-10-2010 yang penting nantinya ibukota baru harus memiliki sistem transportasi massal yang modern macam kota2 modern di luar negri sana. dan jangan mengikuti sistem transportasi gaya jakarta yang masih primitif dan amburadul kaya sekarang. misalnya sistem setoran yang masih ada harus dibuang karena ini biang kerok angkutan di jakarta serba kacau. RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - m_ilhami - 01-10-2010 sekarang kita balik aja, jakarta tetap ibukota, Palangkaraya (dan kota-kota lain) jadi pusat industri, gimana? Sekarang Jakarta kita jadikan saja kota pendidikan, sehingga jakarta jadi tempatnya membina orang baik. Silakan kota-kota lain berbenah. Nanti juga penduduk jakarta migrasi dengan sendirinya. Mungkin suatu saat orang mudiknya ke jakarta, karena anak-anak generasi selanjutnya justru merantau ke seluruh indonesia
RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - sepur_lori - 01-10-2010 Jakarta makin parah, terutama pd jam2 kerja soalnya terlalu banyak kendaraan yg dimiliki oleh masing2 persoon umpamanya saja 1 keluarga punya 2 mobil dan 2 motor, bukankah pola konsumtif-nya terlalu hebat? Kalau saja idealnya 1 keluarga punya 2 motor saja atau 1 mobil kan sdh cukup. Sepertinya pihak2 terkait tdk tanggap dgn situasi ruwet spt ini. Saya pernah baca di suatu harian massa bhw seorang perwakilan dari negara Amerika Selatan ketika berkunjung ke Jakarta dan mencoba naik busway, ia melihat seorang sdg berenang di kali. Dan katanya adl: "Di negara saya tdk ada orang yg seperti itu..."
RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - bagus70 - 02-10-2010 (01-10-2010, 04:32 PM)m_ilhami Wrote: sekarang kita balik aja, jakarta tetap ibukota, Palangkaraya (dan kota-kota lain) jadi pusat industri, gimana? Sekarang Jakarta kita jadikan saja kota pendidikan, sehingga jakarta jadi tempatnya membina orang baik. Maaf, ini ide yang sangat tak realistis...... Menjadikan Palangkaraya menjadi pusat industri jauh lebih tak realistis daripada menjadikan Palangkaraya sebagai pusat pemerintahan. Pusat industri harus berada di tempat yang memiliki jalur KA dan sistem transportasi yang sangat memadai. Plus berada di jalur perdagangan Internasional. Dan untuk hal ini Jakarta sudah memenuhi kriteria. Sementara pusat pemerintahan tak harus berada di tempat yang sangat ramai. Yang penting ada airport yang memadai, itu sudah cukup. Tapi di sisi lain, pusat pemerintahan semestinya berada di kota yang sepi (agar mudah memantau masyarakatnya, in case kalau ada terorisme). RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - ady_mcady - 03-10-2010 mas bagus betul. lagipula jika kita lihat sejarah jakarta, pusat pemerintahan pernah dipindah lho. dari pertamakali disekitaran stadhuis (balaikota lama), trus dipindah ke daerah weltrevreden (daerah nyaman, cmiiw) diseputaran istana negara sekarang. trus seperti yang ditulis mas bagus sebelumnya, wacana memindahkan ibukota ke bandung yang lebih nyaman dan cocok iklimnya dengan orang2 blanda. barangkali seandainya indonesia tidak merdeka, ibukota hindia belanda sudah pindah ke bandung. RE: Kalau Saja Pusat Pemerintahan Bukan di Jakarta - big bro - 03-10-2010 (30-09-2010, 02:21 PM)m_ilhami Wrote: @bagus dubes cukup di satu kota... tapi konjen(ato apalah namanya) kan bisa di banyak kota. dan ngurus visa gak harus di dubes kan,,,,,, |