Semboyan35 Indonesian Railfans
PLH AGAINS - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Peristiwa Luarbiasa dan PLH (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=40)
+--- Thread: PLH AGAINS (/showthread.php?tid=1694)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38


kereta anjlok di tubruk kerbau ??? - dedy vh - 16-12-2008

kalau biasanya kerbau di tubruk kereta nah ini kebalikanya kereta anjlok di tubruk kerbau

[Image: 20081216153456_Scan0014_4947683079b75-t.gif]



kapanlagi

20081216153456_Scan0014_4947683079b75-t.gif



Re: kereta anjlok di tubruk kerbau ??? - Jojo - 16-12-2008

Di mana ada kalimat ditubruk kebo? (selain di judulnya..... Ngikik )
Kan cuman masinis kalang kabut karena kerbau? :mikir:


Re: kereta anjlok di tubruk kerbau ??? - Illia - 16-12-2008

Salut ma kebonya
tinggal tunggu manusia nabrak Kereta api dan masih hidup
kapan ya? Ngeledek


Re: kereta anjlok di tubruk kerbau ??? - nino - 16-12-2008

emangnya kalo masinisnya kalang kabut, terus banting stir ga karuan, terus Lok Merah Biru jadi anjlog??? Ngikik

mungkin Loko Uap nya masih kelas B, jadi kurang sangar sampe2 sapi&kebo pun ga takut!! Pisss ahhh...

coba pake DD52,,,, Grin Grin


Re: kereta anjlok di tubruk kerbau ??? - eling - 16-12-2008

kalo sekarang ada kejadian lagi atau tidak ya ?
kambing kaki empat Kambingers Kambingers Kambingers aja udah pada minggir jika terdengar suara gemuruh mesin Lok CC series


Re: kereta anjlok di tubruk kerbau ??? - Illia - 16-12-2008

Quote:kambing kaki empat aja udah pada minggir jika terdengar suara gemuruh mesin Lok CC series
hahaha kalau yang kaki dua malah datang ke arah kereta dan jalan di tengah rel
tanya kenapa?


Re: PLH AGAINS - eling - 23-12-2008

dapat info dari metro tv sore jam 18:30 ( 21-12-2008) di Medan, KA putri Deli Kecelakaan saat mau masuk stasiun MN, Lok BB303 dan 1 kereta K3 terbalik.....
Sedih


PLH KA Putri Deli - Jojo - 23-12-2008

Terguling gara2 bantalan rel labil.....
Padahal di track sekitaran tasiyun besar, gimana track2 yang jauh, perawatannya kurang kali yah :mikir:
Kasihan 2 luka berat....


Re: PLH AGAINS - Illia - 23-12-2008

Buset dah terbalik >.<?
ada Pic or berita tekaitnya?
kok bisa gt?


Re: PLH AGAINS - sulovyo - 24-12-2008

dari harian analisa,


kapanlagi

20081224153803_anjlok_4951f4eb49e39.jpg

Quote:Kereta Putri Deli Anjok 250 Meter dari Stasiun Besar Medan

Medan, (Analisa)

Kereta Api Ekonomi Putri Deli tujuan Tanjung Balai-Medan anjlok sekira 250 meter sebelum tiba di Stasiun Besar Medan, Senin (22/12).

Dalam kecelakaan ini seorang penumpang cedera cukup serius dan mendapat perawatan di RS Mandiri milik PT Kereta Api (Persero).

Kepala Humas PTKereta Api (Persero) Divisi Regional I Sumut dan NAD Suhendro Budi Santoso kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (22/12) mengatakan, kereta api dengan nomor lokomotif BB 30322 dengan 465 orang penumpang dalam 7 rangkaian kereta masing-masing 5 K3, 1 KM dan 1 bagasi anjlok di jalur 2 menuju jalur 3. Akibat kejadian ini keberangkatan kereta api tujuan Medan-Tanjung Balai/Siantar tertunda 2-3 jam.

“Tidak ada pembatalan jadwal keberangkatan kereta, kita perkirakan perbaikan akan memakan waktu 5-6 jam. Sedangkan Jalur 4 masih tetap dapat dilalui kereta yang akan masuk dan keluar Stasiun Besar Medan,” jelas Suhendro.

Ketika ditanya wartawan tentang penyebab anjloknya kereta api tersebut, Suhendro menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk sementara pihaknya melihat jalur yang dilalui kereta sudah benar dan saat kejadian kecepatan kereta juga sudah rendah karena sudah dekat dengan Stasiun Besar Medan.

Kereta Api Putri Deli (KA U 15) berangkat dari Tanjung Balai sekira pukul 12.10 Wib dan dijadwalkan tiba di Stasiun Besar Medan sekira pukul 16.31 WIB.

Suhendro menyatakan, pihakya belum dapat memperkirakan nilai kerugian akibat terjadinya kecelakaan ini.

Sementara itu, mulai pukul 17.25 WIB, 5 kereta dari tujuh rangkaian yang tidak terbalik sudah mulai dievakuasi. Sementara itu, lokomotif dan dua kereta yang terbalik juga mulai dievakuasi sekira pukul 18.00 WIB.

Penyelidikan

Sementara itu, Kapoltabes Medan AKBP Drs Aton Suhartono kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab anjloknya kereta api ini.

Untuk itu, Poltabes MS akan melihat laporan masinis dan pihak lainya yang terkait dalam perjalanan kereta api ini. Untuk penyelidikan lebih lanjut, lokasi kejadian juga telah diberi garis polisi.

Sementara itu, Wakasat Lantas Poltabes Medan, AKP JK Tampubolon juga terlihat turun mengamankan jalur lalu lintas yang beberapa saat macat karena banyak pengendara mobil dan sepeda motor berhenti di Jalan Perniagaan melihat kereta yang anjlok.

Saat anjlok para penumpang berhamburan keluar kereta ketika kereta api yang mereka tumpangi anjlok tak jauh dari Stasiun Besar Medan. Para penumpang terlihat keluar kereta dengan membawa barang bawaan masing-masing menuju Stasiun Besar Medan yang hanya berjarak sekira 250 meter dari tempat kejadian.

Sementara itu, seorang penumpang yag terluka cukup serius dirujuk ke rumah sakit mandiri yang dikelola PT Kereta Api.

Salah seorang penumpang, Farida warga Kisaran menyatakan, dia tidak menyangka kereta anjlok karena saat itu sudah dekat di Stasiun Besar Medan. Apalagi laju kereta juga telah melambat.

Farida yang berada di kereta nomor 3 mengaku cukup terkejut atas kejadian ini, namun tetap bersyukur karena tidak mengalami cedera.

Hal senada juga dikatakan Khodijah (70) warga Tanjung Balai yang ke Medan dalam rangka mengunjungi anaknya yang tinggal di kawasan Tanjung Sari Medan. Walaupun tidak mengalami cedera namun dia mengaku cukup syok.

Sementara itu, Khodijah terlihat dijemput anaknya yang sebelumnya telah menunggu kedatangannya di Stasiun Besar Medan.

Korban

Para korban dirawat di RSU Mandiri Jalan Cendana Medan. Kebanyakan mereka mengalami pusing, keseleo dan trauma. Para korban mengaku, walau sudah hampir sampai ke stasiun, namun kereta api jalan masih kencang.

“Biasanya tensi darah saya tak pernah 130, tapi karena terkejut, jantung saya terus berdebar hingga tensi saya naik,” kata Khairani (41) seraya menunjukkan juga luka di tangannya akibat tergores kaca jendela gerbong.

Dia mengaku, dari Kisaran ke Medan dan rencananya hari ini akan langsung menuju Tanjung Pinang menumpang kapal KM Kelud. Waktu kejadian, katanya, dia merasa gerbong dua kali berguling jatuh.

“Gerbong dua kali berguling. Saya jatuh terjerembab dan ditimpa barang dan orang lain. Sayangnya pertolonga lama sampai. Malah, saat datang mereka memecahkan kaca jendela dulu, akibatnya kami keluar harus hati-hati takut terinjak kaca,” ungkap Khairani.

Hal senada juga diungkap Rahmawati (37) warga Jalan Seroja Sunggal. “Tiba-tiba gerbong berbunyi kuat sekali dan jatuh ke kanan hingga dua kali,” jelasnya.

Akibatnya, dia yang duduk di kursi sebelah kanan, menjadi tumpuan jatuh barang dan orang dari sebelah kiri. Dia merasakan punggung dan pinggang terasa sakit sekali.

Sedangkan Fahruzi yang saat itu bersama istri dan dua anaknya hanya mengalami keseleo di tangannya. “Saya cuma tangan agak keseleo, karena menahan anak saya agar tidak tertimpa ,” ungkapnya.

Parah

Kondisi agak parah dialami R Boru Panggabean (47) warga Gaperta Medan. Dia, kata dokter jaga RSU Mandiri, dr Anggia, harus diopname. Saat ditemui di ruangannya, korban yang juga PNS di Dinas Sosial itu, terus meringis sambil memegang perut dan dada menahan sakit.

Sejauh ini, kata dr Anggia, korban baru enam orang. “Korban dirawat sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan PT Jasa Raharja,” ungkapnya.

Pantauan wartawan, sebagian besar korban tidak puas dengan pelayanan rumah sakit milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sumut itu. Saat itu, para korban meminta pemeriksaan menyeluruh, tapi tidak mendapat tanggapan rumah sakit.

“Kami akan kembali lagi ke rumah sakit ini besok. Tidak jelas pelayanannya. Kami merasa dibola-bola. Tidak tahu siapa yang bertanggungjawab,” ucap Kurnia (22) warga Jalan HM Yamin.

Menurut dr Anggia, mereka hanya menjalankan tugas sesuai SOP rumah sakit. “Korban minta difoto. Sesuai SOP Jasa Raharja, harus diopname, tapi korban tidak mau. Bahkan diminta fotokopi KTP saja tak mau,” ucap dr Anggia. (msm/nai)

kemaren lihat di TV relnya sudah diperbaiki dan sepur sudah bisa dilewati lagi.