Semboyan35 Indonesian Railfans
Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Hobby (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=6)
+--- Forum: Spoormezzo (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=41)
+--- Thread: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA (/showthread.php?tid=1468)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - paulus - 03-06-2013

(03-06-2013, 04:53 PM)Resdohra Wrote: Salah ngerti bisa salah mengartikan

RF: Bro, mau ikut ga? Kita rame2 lho..
non RF: kemana?
RF: ML
non RF: astaghfirulloh.. Tobat bro!!!
RF: ....... Bingung

Ngakak

Yg gawat kalau si nonRF malah pengen "ML" versi dia, nanti waktu dibawa ke ML versi RF pasti dia kecewa berat Ngakak

(03-06-2013, 04:53 PM)Resdohra Wrote: Salah ngerti bisa salah mengartikan

RF: Bro, mau ikut ga? Kita rame2 lho..
non RF: kemana?
RF: ML
non RF: astaghfirulloh.. Tobat bro!!!
RF: ....... Bingung

Ngakak



RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - adi@krian - 16-08-2013

Hmm saya tambah
Tadi Naik Dhoho Ada PKD masuk Ke Gerbong Pegawai Memang Awalnya nggak ada apa-apa Tapi pas Si PKD mau Keluar (ke gerbong ke2) Pintu yang tadi di tutup ama PKD kagak bisa di buka,ampe di tolongin mbuka tu pintu ama orang sebordes baru bisa kebuka saya dan beberapa orang di sebelah saya (waktu itu di bordes) pada nahan Ketawa Jadi Malu...
Maaf Kalo ini cerita ngebingungin dan mungkin nggak lucu


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Eko Widodo - 22-10-2013

Suatu hari seorang prajurit beserta
komandannya naik kereta api menuju
markas besar mereka di luar kota.

Karena tidak
ada tempat duduk lain yang tersisa,
maka mereka pun duduk berhadap-
hadapan dengan seorang wanita
muda cantik dan neneknya. Setelah
beberapa lama, tampak kalau wanita
muda dan sang prajurit saling
mneyukai satu sama lain.

Mereka pun sering bertatap-tatapan
untuk menunjukkan perasaan
mereka. Tak berapa lama setelah itu
kereta pun memasuki sebuah
terowongan.

Kontan saja keadaan menjadi gelap.
Tiba-tiba terdengar suara ciuman
yang diikuti oleh suara tamparan.

Setelah kereta api tersebut keluar
dari terowongan, keempat orang tadi
duduk dengan tenangnya tanpa
berbicara sedikit pun. Mereka sibuk
dengan pikirannya masing-masing.
Sang nenek berpikir dan berkata
kepada dirinya sendiri, "Sangat
memalukan bahwa prajurit muda itu
mencium cucuku, tetapi saya senang
karena akhirnya ia ditampar
olehnya."

Sang komandan pun larut dengan
pikirannya. "Saya tidak pernah
menyangka kalau anak buahku satu
ini berani mencium gadis cantik itu,
tetapi wanita itu pasti tidak suka.
Buktinya ia menampar. Hanya
sayang, saya yang kena."

Wanita muda itu pun berpikir dalam
hatinya, "Saya senang akhirnya
prajurit tampan itu berani
menciumku, tetapi saya berharap
andai saja nenek tidak
menamparnya."

Si prajurit muda justru terlihat
tersenyum puas dengan muka penuh
kemenangan. Ia berkata kepada
dirinya sendiri,
"Hidup itu indah, ketika seorang
prajurit seperti saya mempunyai
kesempatan untuk mencium seorang
gadis cantik sekaligus juga
menampar komandannya sendiri..."


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Ryzky_Widi - 10-11-2013

Suatu ketika di dalam kereta api ...

Ada seorang bapak dan anak yang masih usia 3 tahun duduk di dalam kereta api.

Anak : "Papa, kenapa kita naik kereta api ?"
Papa : "Biar lebih cepet nak, dan nggak macet."
Anak : "Tapi pa, nanti bisa terbakar," tandas sang anak dengan sedikit gelisah.
Papa : "Kenapa bisa terbakar ...?" Tanya sang papa heran.
Anak : "Kan ada apinya."
Papa : "Di sini nggak ada apinya nak," bantah papa.
Anak : "Itu tulisan di depan kita 'Ingin cepat, naiklah kereta api'. Kan ada apinya ?"
Papa : "Itu karena dulu kereta pakai api, sekarang kan nggak pakai," kata papa menimpali.
Anak : "Berarti yang bikin nama bodoh ya pa, nggak pakai api kok dinamai kereta api, harusnya kereta tanpa api saja"
Papa : "Hahaha ... Inilah orang Indonesia nak."

Sorry kalau ada yang tersinggung, hanya bermaksud hiburan semata ... :peace:


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - alin_masuk sepur 5 - 11-11-2013

(10-11-2013, 02:59 PM)Ryzky_Widi Wrote: Suatu ketika di dalam kereta api ...

Ada seorang bapak dan anak yang masih usia 3 tahun duduk di dalam kereta api.

Anak : "Papa, kenapa kita naik kereta api ?"
Papa : "Biar lebih cepet nak, dan nggak macet."
Anak : "Tapi pa, nanti bisa terbakar," tandas sang anak dengan sedikit gelisah.
Papa : "Kenapa bisa terbakar ...?" Tanya sang papa heran.
Anak : "Kan ada apinya."
Papa : "Di sini nggak ada apinya nak," bantah papa.
Anak : "Itu tulisan di depan kita 'Ingin cepat, naiklah kereta api'. Kan ada apinya ?"
Papa : "Itu karena dulu kereta pakai api, sekarang kan nggak pakai," kata papa menimpali.
Anak : "Berarti yang bikin nama bodoh ya pa, nggak pakai api kok dinamai kereta api, harusnya kereta tanpa api saja"
Papa : "Hahaha ... Inilah orang Indonesia nak."

Sorry kalau ada yang tersinggung, hanya bermaksud hiburan semata ... :peace:

papah, kalau naik KA berarti naik di atapnya dong, kan "naik" Playboy


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - triez_RF Cirebon - 11-11-2013

[spoiler][quote='Eko Widodo' pid='385402' dateline='1382459482']
Suatu hari seorang prajurit beserta
komandannya naik kereta api menuju
markas besar mereka di luar kota.

Karena tidak
ada tempat duduk lain yang tersisa,
maka mereka pun duduk berhadap-
hadapan dengan seorang wanita
muda cantik dan neneknya. Setelah
beberapa lama, tampak kalau wanita
muda dan sang prajurit saling
mneyukai satu sama lain.

Mereka pun sering bertatap-tatapan
untuk menunjukkan perasaan
mereka. Tak berapa lama setelah itu
kereta pun memasuki sebuah
terowongan.

Kontan saja keadaan menjadi gelap.
Tiba-tiba terdengar suara ciuman
yang diikuti oleh suara tamparan.

Setelah kereta api tersebut keluar
dari terowongan, keempat orang tadi
duduk dengan tenangnya tanpa
berbicara sedikit pun. Mereka sibuk
dengan pikirannya masing-masing.
Sang nenek berpikir dan berkata
kepada dirinya sendiri, "Sangat
memalukan bahwa prajurit muda itu
mencium cucuku, tetapi saya senang
karena akhirnya ia ditampar
olehnya."

Sang komandan pun larut dengan
pikirannya. "Saya tidak pernah
menyangka kalau anak buahku satu
ini berani mencium gadis cantik itu,
tetapi wanita itu pasti tidak suka.
Buktinya ia menampar. Hanya
sayang, saya yang kena."

Wanita muda itu pun berpikir dalam
hatinya, "Saya senang akhirnya
prajurit tampan itu berani
menciumku, tetapi saya berharap
andai saja nenek tidak
menamparnya."

Si prajurit muda justru terlihat
tersenyum puas dengan muka penuh
kemenangan. Ia berkata kepada
dirinya sendiri,
"Hidup itu indah, ketika seorang
prajurit seperti saya mempunyai
kesempatan untuk mencium seorang
gadis cantik sekaligus juga
menampar komandannya sendiri..."
[quote][/spoiler]

hahhaha, kreatif banget deh gan Big Grin


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Rail_Ram - 18-11-2013

(22-10-2013, 11:31 PM)Eko Widodo Wrote: Suatu hari seorang prajurit beserta
komandannya naik kereta api menuju
markas besar mereka di luar kota.

Karena tidak
ada tempat duduk lain yang tersisa,
maka mereka pun duduk berhadap-
hadapan dengan seorang wanita
muda cantik dan neneknya. Setelah
beberapa lama, tampak kalau wanita
muda dan sang prajurit saling
mneyukai satu sama lain.

Mereka pun sering bertatap-tatapan
untuk menunjukkan perasaan
mereka. Tak berapa lama setelah itu
kereta pun memasuki sebuah
terowongan.

Kontan saja keadaan menjadi gelap.
Tiba-tiba terdengar suara ciuman
yang diikuti oleh suara tamparan.

Setelah kereta api tersebut keluar
dari terowongan, keempat orang tadi
duduk dengan tenangnya tanpa
berbicara sedikit pun. Mereka sibuk
dengan pikirannya masing-masing.
Sang nenek berpikir dan berkata
kepada dirinya sendiri, "Sangat
memalukan bahwa prajurit muda itu
mencium cucuku, tetapi saya senang
karena akhirnya ia ditampar
olehnya."

Sang komandan pun larut dengan
pikirannya. "Saya tidak pernah
menyangka kalau anak buahku satu
ini berani mencium gadis cantik itu,
tetapi wanita itu pasti tidak suka.
Buktinya ia menampar. Hanya
sayang, saya yang kena."

Wanita muda itu pun berpikir dalam
hatinya, "Saya senang akhirnya
prajurit tampan itu berani
menciumku, tetapi saya berharap
andai saja nenek tidak
menamparnya."

Si prajurit muda justru terlihat
tersenyum puas dengan muka penuh
kemenangan. Ia berkata kepada
dirinya sendiri,
"Hidup itu indah, ketika seorang
prajurit seperti saya mempunyai
kesempatan untuk mencium seorang
gadis cantik sekaligus juga
menampar komandannya sendiri..."

Ngakak .. Ngakak tambah lg gan Xie Xie


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - stasiunkastephanie - 27-11-2013

(22-10-2013, 11:31 PM)Eko Widodo Wrote: Suatu hari seorang prajurit beserta
komandannya naik kereta api menuju
markas besar mereka di luar kota.

Karena tidak
ada tempat duduk lain yang tersisa,
maka mereka pun duduk berhadap-
hadapan dengan seorang wanita
muda cantik dan neneknya. Setelah
beberapa lama, tampak kalau wanita
muda dan sang prajurit saling
mneyukai satu sama lain.

Mereka pun sering bertatap-tatapan
untuk menunjukkan perasaan
mereka. Tak berapa lama setelah itu
kereta pun memasuki sebuah
terowongan.

Kontan saja keadaan menjadi gelap.
Tiba-tiba terdengar suara ciuman
yang diikuti oleh suara tamparan.

Setelah kereta api tersebut keluar
dari terowongan, keempat orang tadi
duduk dengan tenangnya tanpa
berbicara sedikit pun. Mereka sibuk
dengan pikirannya masing-masing.
Sang nenek berpikir dan berkata
kepada dirinya sendiri, "Sangat
memalukan bahwa prajurit muda itu
mencium cucuku, tetapi saya senang
karena akhirnya ia ditampar
olehnya."

Sang komandan pun larut dengan
pikirannya. "Saya tidak pernah
menyangka kalau anak buahku satu
ini berani mencium gadis cantik itu,
tetapi wanita itu pasti tidak suka.
Buktinya ia menampar. Hanya
sayang, saya yang kena."

Wanita muda itu pun berpikir dalam
hatinya, "Saya senang akhirnya
prajurit tampan itu berani
menciumku, tetapi saya berharap
andai saja nenek tidak
menamparnya."

Si prajurit muda justru terlihat
tersenyum puas dengan muka penuh
kemenangan. Ia berkata kepada
dirinya sendiri,
"Hidup itu indah, ketika seorang
prajurit seperti saya mempunyai
kesempatan untuk mencium seorang
gadis cantik sekaligus juga
menampar komandannya sendiri..."

Ni kalo ga salah, ceritanya mirip ma yg ini, ya: (didapat dari file pdf saya, bagi yg bisa bahasa Jawa, monggo diterjemahin maksudnya, biar pada ngerti semua)
[spoiler=Cerito Khayal: Argowilis]
Onok wong papat podho gak kenale numpak sepur Argowilis jurusan Suroboyo
Bandung.
Sing pertama ibu-ibu umure sekitar 60an. Ketokane termasuk keluarga
ningrat lek ndhelok pacakane.
Sebelahe ibu-ibu iku onok cewek ayu koyok covergirl majalah umure
sekitar 20an.
Ndhik ngarepe ibu-ibu iku mau onok tentara berseragam dinas, lengkap
karotanda jasane. Pokoke berwibawa, umure 50an.
Sebelahe tentara mau onok arek lanang gondrong umure 25an. Ketokane
rocker.
Selama perjalanan, wong papat iku ngobrol macem-macem. Sampek
moro-moro sepure mlebu terowongan athik lampune mati, dhadhi petengan
pol. Wong papat iku malih meneng kabeh.
Gak sui moro-moro onok suoro pipi disun terus mari ngono suorone wong
dikaplok PLAK..!!!. Wis mari ngono sepi maneh.
Sing ibu-ibu iku mau mbatin, ”Wah hebat arek wedhok sebelahku iki,
isok menjaga harga diri, gak gelem diperlakukan sembarangan”.
Sing arek wedhok sebelae yo mbatin pisan, ”Gak salah tah, sing ngesun
mau iku, wong onok arek ayu koyok aku kok malah nenek-nenek tuwek
sing disun”.
Lha sing tentara iku ambek ngusap-ngusap pipine sing kenek kaplok
melok mbatin pisan, ”Jangkrik, gak melok ngesun tapi kenek kaplok. Dikiro
aku pengecut tah, lek aku gelem gak usah ngenteni peteng. Wah tersinggung
aku”.
Arek rocker iku karo ngempet ngguyu melok mbatin pisan, ”Kapan
maneh rek, isok ngaplok kolonel gathik konangan. Padahal sing tak sun
mau iku tanganku dhewe”.[/spoiler]
Kalo yg ini, asli bikin gw ngakak NgakakNgakak

Barusan nemu cerita lucu lagi dari file pdf Humor Suroboyoan, monggo dinikmati:
[spoiler=Cerita Khayal: Lubang]
Sakri & Nasip berangkat memancing. Tiba2 di deket rel KA, Nasip melihat lubang gede.

"Eh ayo dites dalemnya seberapa ini lubang," kata Nasip.
Sakri ngambil batu kali terus dilempar ke dalam lubang tadi. Alih2 denger suaranya, malah ga kedengeran sama sekali, "Wuiihhh..., dalemnya...," kata Sakri.
"Batunya kurang gede, kali, coba pake kelapa," kata Nasip. Sakri mengambil kelapa yg jatuh di situ terus dilempar lagi ke dalam lubangnya.
Sepii...., ga ada suaranya, "Wuiihhh..., dalemnya...," kata Sakri.
"Coba ambil lagi yg lebih gede," kata Nasip.

Setelah mereka mencari barang lain di sekitar situ, akhirnya mereka menemukan bantalan rel beton sisa perbaikan rel. Karena berat, akhirnya bantalannya digotong berdua, terus dilempar lagi ke lubang tadi. Tapi tetep ga ada suaranya, "Wuiihhh..., dalemnya...," kata Sakri.

Tiba2 dari semak2, ada kambing yg lari & hampir menabrak mereka. Untung mereka berhasil menghindar, tapi sayang, kambingnya masuk ke dalam lubang tadi.

Belum selesai mereka kaget gara2 hal tadi, sekarang malah nongol Wak Dri yg bawa arit tanya pada mereka.
"He rek, lihat yg nyolong kambingku ga? Tak bacok orangnya ntar kalo ketemu!!" tanya Wak Dri.
"Wah, ga ngerti, Wak Dri. Cuman tadi aja ada kambing tiba2 masuk ke lubang ini," kata Nasip.
"Oh, ga mungkin itu, soalnya itu bukan kambingku. Kambingku itu tadi tak ikat di bantalan rel beton."[/spoiler]


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - stasiunkastephanie - 27-11-2013

Masih soal cerita lucu dari file pdf yg sama, isi disesuaikan dg forum
[spoiler=Pak So]
Pak So, sang KS dari stasiun A, dirawat di rumah sakit. Kata dokter, asmanya udah kronis, bernapas aja sampe dibantu pake selang oksigen. Sudah berapa hari ini Pak So diam kayak orang koma, cuman matanya aja yg masih bisa kedap-kedip. Karena dikira mau waktunya mangkat, akhirnya anaknya memanggil modin biar didoakan.

Lagi khusyuk modinnya berdoa, tiba-tiba Pak So megap2 ga bisa ngomong, mukanya pucat, tangannya gemeteran. Pake bahasa isyarat Pak So meniru orang nulis. Anaknya tau maksudnya, bapaknya langsung dikasih kertas ma bulpen tadi. Sambil megap2, Pak So menulis surat itu. Dg sisa tenaganya, Pak So memberikan kertasnya ke modin. Oleh modin malah langsung dimasukin ke kanong baju, mikirnya kok sekarang belum pas kalo harus baca surat wasiat.

Setelah itu, modin tadi meneruskan lagi doanya. Ga lama kemudian Pak So akhirnya wafat. Banyak orang merasa kehilangan dg sosok pak KS yg nyentrik ini, termasuk para pegawainya. Soalnya, meskipun keliatan sangar, tetapi Pak So orangnya baik.

Pas tahlilan 7 harinya Pak So, modinnya diundang lagi. Setelah memimpin doa, pak modin ingat kalo beliau pake baju batik yg sama waktu Pak So mangkat. Pikirnya, waduh selamet, untung aja inget kalo di kantong masih ada surat dari alm. Pak So sebelum mangkat.

"Bapak2 sekalian, ini ada surat dari alm. Pak So yg mau saya sampaikan kepada Anda sekalian. Kalo dilihat Pak So semasa hidupnya, isinya pasti nasihat/wasiat buat anak2nya. Yuk kita baca bareng2 isi suratnya". Setelah itu, pak modin mengambil surat dari kantong bajunya, terus dibaca2 bareng2, ga taunya isi suratnya:
[spoiler]HE.. MINGGIR DIN!! JANGAN NGINJEK SELANG OKSIGENKU!![/spoiler][/spoiler]


RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - luthfi muhammad - 27-11-2013

(27-11-2013, 01:30 PM)stasiunkastephanie Wrote: Masih soal cerita lucu dari file pdf yg sama, isi disesuaikan dg forum
[spoiler=Pak So]
Pak So, sang KS dari stasiun A, dirawat di rumah sakit. Kata dokter, asmanya udah kronis, bernapas aja sampe dibantu pake selang oksigen. Sudah berapa hari ini Pak So diam kayak orang koma, cuman matanya aja yg masih bisa kedap-kedip. Karena dikira mau waktunya mangkat, akhirnya anaknya memanggil modin biar didoakan.

Lagi khusyuk modinnya berdoa, tiba-tiba Pak So megap2 ga bisa ngomong, mukanya pucat, tangannya gemeteran. Pake bahasa isyarat Pak So meniru orang nulis. Anaknya tau maksudnya, bapaknya langsung dikasih kertas ma bulpen tadi. Sambil megap2, Pak So menulis surat itu. Dg sisa tenaganya, Pak So memberikan kertasnya ke modin. Oleh modin malah langsung dimasukin ke kanong baju, mikirnya kok sekarang belum pas kalo harus baca surat wasiat.

Setelah itu, modin tadi meneruskan lagi doanya. Ga lama kemudian Pak So akhirnya wafat. Banyak orang merasa kehilangan dg sosok pak KS yg nyentrik ini, termasuk para pegawainya. Soalnya, meskipun keliatan sangar, tetapi Pak So orangnya baik.

Pas tahlilan 7 harinya Pak So, modinnya diundang lagi. Setelah memimpin doa, pak modin ingat kalo beliau pake baju batik yg sama waktu Pak So mangkat. Pikirnya, waduh selamet, untung aja inget kalo di kantong masih ada surat dari alm. Pak So sebelum mangkat.

"Bapak2 sekalian, ini ada surat dari alm. Pak So yg mau saya sampaikan kepada Anda sekalian. Kalo dilihat Pak So semasa hidupnya, isinya pasti nasihat/wasiat buat anak2nya. Yuk kita baca bareng2 isi suratnya". Setelah itu, pak modin mengambil surat dari kantong bajunya, terus dibaca2 bareng2, ga taunya isi suratnya:
[spoiler]HE.. MINGGIR DIN!! JANGAN NGINJEK SELANG OKSIGENKU!![/spoiler][/spoiler]
Ngakak ngakak!