![]() |
|
Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Hobby (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=6) +--- Forum: Spoormezzo (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=41) +--- Thread: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA (/showthread.php?tid=1468) |
RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - paulus - 03-06-2013 (03-06-2013, 04:53 PM)Resdohra Wrote: Salah ngerti bisa salah mengartikan Yg gawat kalau si nonRF malah pengen "ML" versi dia, nanti waktu dibawa ke ML versi RF pasti dia kecewa berat ![]() (03-06-2013, 04:53 PM)Resdohra Wrote: Salah ngerti bisa salah mengartikan RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - adi@krian - 16-08-2013 Hmm saya tambah Tadi Naik Dhoho Ada PKD masuk Ke Gerbong Pegawai Memang Awalnya nggak ada apa-apa Tapi pas Si PKD mau Keluar (ke gerbong ke2) Pintu yang tadi di tutup ama PKD kagak bisa di buka,ampe di tolongin mbuka tu pintu ama orang sebordes baru bisa kebuka saya dan beberapa orang di sebelah saya (waktu itu di bordes) pada nahan Ketawa ![]() Maaf Kalo ini cerita ngebingungin dan mungkin nggak lucu RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Eko Widodo - 22-10-2013 Suatu hari seorang prajurit beserta komandannya naik kereta api menuju markas besar mereka di luar kota. Karena tidak ada tempat duduk lain yang tersisa, maka mereka pun duduk berhadap- hadapan dengan seorang wanita muda cantik dan neneknya. Setelah beberapa lama, tampak kalau wanita muda dan sang prajurit saling mneyukai satu sama lain. Mereka pun sering bertatap-tatapan untuk menunjukkan perasaan mereka. Tak berapa lama setelah itu kereta pun memasuki sebuah terowongan. Kontan saja keadaan menjadi gelap. Tiba-tiba terdengar suara ciuman yang diikuti oleh suara tamparan. Setelah kereta api tersebut keluar dari terowongan, keempat orang tadi duduk dengan tenangnya tanpa berbicara sedikit pun. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sang nenek berpikir dan berkata kepada dirinya sendiri, "Sangat memalukan bahwa prajurit muda itu mencium cucuku, tetapi saya senang karena akhirnya ia ditampar olehnya." Sang komandan pun larut dengan pikirannya. "Saya tidak pernah menyangka kalau anak buahku satu ini berani mencium gadis cantik itu, tetapi wanita itu pasti tidak suka. Buktinya ia menampar. Hanya sayang, saya yang kena." Wanita muda itu pun berpikir dalam hatinya, "Saya senang akhirnya prajurit tampan itu berani menciumku, tetapi saya berharap andai saja nenek tidak menamparnya." Si prajurit muda justru terlihat tersenyum puas dengan muka penuh kemenangan. Ia berkata kepada dirinya sendiri, "Hidup itu indah, ketika seorang prajurit seperti saya mempunyai kesempatan untuk mencium seorang gadis cantik sekaligus juga menampar komandannya sendiri..." RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Ryzky_Widi - 10-11-2013 Suatu ketika di dalam kereta api ... Ada seorang bapak dan anak yang masih usia 3 tahun duduk di dalam kereta api. Anak : "Papa, kenapa kita naik kereta api ?" Papa : "Biar lebih cepet nak, dan nggak macet." Anak : "Tapi pa, nanti bisa terbakar," tandas sang anak dengan sedikit gelisah. Papa : "Kenapa bisa terbakar ...?" Tanya sang papa heran. Anak : "Kan ada apinya." Papa : "Di sini nggak ada apinya nak," bantah papa. Anak : "Itu tulisan di depan kita 'Ingin cepat, naiklah kereta api'. Kan ada apinya ?" Papa : "Itu karena dulu kereta pakai api, sekarang kan nggak pakai," kata papa menimpali. Anak : "Berarti yang bikin nama bodoh ya pa, nggak pakai api kok dinamai kereta api, harusnya kereta tanpa api saja" Papa : "Hahaha ... Inilah orang Indonesia nak." Sorry kalau ada yang tersinggung, hanya bermaksud hiburan semata ... :peace: RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - alin_masuk sepur 5 - 11-11-2013 (10-11-2013, 02:59 PM)Ryzky_Widi Wrote: Suatu ketika di dalam kereta api ... papah, kalau naik KA berarti naik di atapnya dong, kan "naik"
RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - triez_RF Cirebon - 11-11-2013 [spoiler][quote='Eko Widodo' pid='385402' dateline='1382459482'] Suatu hari seorang prajurit beserta komandannya naik kereta api menuju markas besar mereka di luar kota. Karena tidak ada tempat duduk lain yang tersisa, maka mereka pun duduk berhadap- hadapan dengan seorang wanita muda cantik dan neneknya. Setelah beberapa lama, tampak kalau wanita muda dan sang prajurit saling mneyukai satu sama lain. Mereka pun sering bertatap-tatapan untuk menunjukkan perasaan mereka. Tak berapa lama setelah itu kereta pun memasuki sebuah terowongan. Kontan saja keadaan menjadi gelap. Tiba-tiba terdengar suara ciuman yang diikuti oleh suara tamparan. Setelah kereta api tersebut keluar dari terowongan, keempat orang tadi duduk dengan tenangnya tanpa berbicara sedikit pun. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sang nenek berpikir dan berkata kepada dirinya sendiri, "Sangat memalukan bahwa prajurit muda itu mencium cucuku, tetapi saya senang karena akhirnya ia ditampar olehnya." Sang komandan pun larut dengan pikirannya. "Saya tidak pernah menyangka kalau anak buahku satu ini berani mencium gadis cantik itu, tetapi wanita itu pasti tidak suka. Buktinya ia menampar. Hanya sayang, saya yang kena." Wanita muda itu pun berpikir dalam hatinya, "Saya senang akhirnya prajurit tampan itu berani menciumku, tetapi saya berharap andai saja nenek tidak menamparnya." Si prajurit muda justru terlihat tersenyum puas dengan muka penuh kemenangan. Ia berkata kepada dirinya sendiri, "Hidup itu indah, ketika seorang prajurit seperti saya mempunyai kesempatan untuk mencium seorang gadis cantik sekaligus juga menampar komandannya sendiri..." [quote][/spoiler] hahhaha, kreatif banget deh gan
RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - Rail_Ram - 18-11-2013 (22-10-2013, 11:31 PM)Eko Widodo Wrote: Suatu hari seorang prajurit beserta Ngakak .. tambah lg gan
RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - stasiunkastephanie - 27-11-2013 (22-10-2013, 11:31 PM)Eko Widodo Wrote: Suatu hari seorang prajurit beserta Ni kalo ga salah, ceritanya mirip ma yg ini, ya: (didapat dari file pdf saya, bagi yg bisa bahasa Jawa, monggo diterjemahin maksudnya, biar pada ngerti semua) [spoiler=Cerito Khayal: Argowilis] Onok wong papat podho gak kenale numpak sepur Argowilis jurusan Suroboyo Bandung. Sing pertama ibu-ibu umure sekitar 60an. Ketokane termasuk keluarga ningrat lek ndhelok pacakane. Sebelahe ibu-ibu iku onok cewek ayu koyok covergirl majalah umure sekitar 20an. Ndhik ngarepe ibu-ibu iku mau onok tentara berseragam dinas, lengkap karotanda jasane. Pokoke berwibawa, umure 50an. Sebelahe tentara mau onok arek lanang gondrong umure 25an. Ketokane rocker. Selama perjalanan, wong papat iku ngobrol macem-macem. Sampek moro-moro sepure mlebu terowongan athik lampune mati, dhadhi petengan pol. Wong papat iku malih meneng kabeh. Gak sui moro-moro onok suoro pipi disun terus mari ngono suorone wong dikaplok PLAK..!!!. Wis mari ngono sepi maneh. Sing ibu-ibu iku mau mbatin, â€ÂWah hebat arek wedhok sebelahku iki, isok menjaga harga diri, gak gelem diperlakukan sembaranganâ€Â. Sing arek wedhok sebelae yo mbatin pisan, â€ÂGak salah tah, sing ngesun mau iku, wong onok arek ayu koyok aku kok malah nenek-nenek tuwek sing disunâ€Â. Lha sing tentara iku ambek ngusap-ngusap pipine sing kenek kaplok melok mbatin pisan, â€ÂJangkrik, gak melok ngesun tapi kenek kaplok. Dikiro aku pengecut tah, lek aku gelem gak usah ngenteni peteng. Wah tersinggung akuâ€Â. Arek rocker iku karo ngempet ngguyu melok mbatin pisan, â€ÂKapan maneh rek, isok ngaplok kolonel gathik konangan. Padahal sing tak sun mau iku tanganku dheweâ€Â.[/spoiler] Kalo yg ini, asli bikin gw ngakak ![]() ![]() Barusan nemu cerita lucu lagi dari file pdf Humor Suroboyoan, monggo dinikmati: [spoiler=Cerita Khayal: Lubang] Sakri & Nasip berangkat memancing. Tiba2 di deket rel KA, Nasip melihat lubang gede. "Eh ayo dites dalemnya seberapa ini lubang," kata Nasip. Sakri ngambil batu kali terus dilempar ke dalam lubang tadi. Alih2 denger suaranya, malah ga kedengeran sama sekali, "Wuiihhh..., dalemnya...," kata Sakri. "Batunya kurang gede, kali, coba pake kelapa," kata Nasip. Sakri mengambil kelapa yg jatuh di situ terus dilempar lagi ke dalam lubangnya. Sepii...., ga ada suaranya, "Wuiihhh..., dalemnya...," kata Sakri. "Coba ambil lagi yg lebih gede," kata Nasip. Setelah mereka mencari barang lain di sekitar situ, akhirnya mereka menemukan bantalan rel beton sisa perbaikan rel. Karena berat, akhirnya bantalannya digotong berdua, terus dilempar lagi ke lubang tadi. Tapi tetep ga ada suaranya, "Wuiihhh..., dalemnya...," kata Sakri. Tiba2 dari semak2, ada kambing yg lari & hampir menabrak mereka. Untung mereka berhasil menghindar, tapi sayang, kambingnya masuk ke dalam lubang tadi. Belum selesai mereka kaget gara2 hal tadi, sekarang malah nongol Wak Dri yg bawa arit tanya pada mereka. "He rek, lihat yg nyolong kambingku ga? Tak bacok orangnya ntar kalo ketemu!!" tanya Wak Dri. "Wah, ga ngerti, Wak Dri. Cuman tadi aja ada kambing tiba2 masuk ke lubang ini," kata Nasip. "Oh, ga mungkin itu, soalnya itu bukan kambingku. Kambingku itu tadi tak ikat di bantalan rel beton."[/spoiler] RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - stasiunkastephanie - 27-11-2013 Masih soal cerita lucu dari file pdf yg sama, isi disesuaikan dg forum [spoiler=Pak So] Pak So, sang KS dari stasiun A, dirawat di rumah sakit. Kata dokter, asmanya udah kronis, bernapas aja sampe dibantu pake selang oksigen. Sudah berapa hari ini Pak So diam kayak orang koma, cuman matanya aja yg masih bisa kedap-kedip. Karena dikira mau waktunya mangkat, akhirnya anaknya memanggil modin biar didoakan. Lagi khusyuk modinnya berdoa, tiba-tiba Pak So megap2 ga bisa ngomong, mukanya pucat, tangannya gemeteran. Pake bahasa isyarat Pak So meniru orang nulis. Anaknya tau maksudnya, bapaknya langsung dikasih kertas ma bulpen tadi. Sambil megap2, Pak So menulis surat itu. Dg sisa tenaganya, Pak So memberikan kertasnya ke modin. Oleh modin malah langsung dimasukin ke kanong baju, mikirnya kok sekarang belum pas kalo harus baca surat wasiat. Setelah itu, modin tadi meneruskan lagi doanya. Ga lama kemudian Pak So akhirnya wafat. Banyak orang merasa kehilangan dg sosok pak KS yg nyentrik ini, termasuk para pegawainya. Soalnya, meskipun keliatan sangar, tetapi Pak So orangnya baik. Pas tahlilan 7 harinya Pak So, modinnya diundang lagi. Setelah memimpin doa, pak modin ingat kalo beliau pake baju batik yg sama waktu Pak So mangkat. Pikirnya, waduh selamet, untung aja inget kalo di kantong masih ada surat dari alm. Pak So sebelum mangkat. "Bapak2 sekalian, ini ada surat dari alm. Pak So yg mau saya sampaikan kepada Anda sekalian. Kalo dilihat Pak So semasa hidupnya, isinya pasti nasihat/wasiat buat anak2nya. Yuk kita baca bareng2 isi suratnya". Setelah itu, pak modin mengambil surat dari kantong bajunya, terus dibaca2 bareng2, ga taunya isi suratnya: [spoiler]HE.. MINGGIR DIN!! JANGAN NGINJEK SELANG OKSIGENKU!![/spoiler][/spoiler] RE: Cerita Loetjoe yang berhubungan dengan KA - luthfi muhammad - 27-11-2013 (27-11-2013, 01:30 PM)stasiunkastephanie Wrote: Masih soal cerita lucu dari file pdf yg sama, isi disesuaikan dg forum ngakak!
|