![]() |
|
KA Galuh Ekspress - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5) +--- Forum: Lintas Selatan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=15) +--- Thread: KA Galuh Ekspress (/showthread.php?tid=548) |
Re: KA Galuh Ekspress - galuh KRL bangetz - 28-03-2009 ada apa nama ku di sebut sebut? hehehe......
Re: KA Galuh Ekspress - gerryrockygelardy - 13-04-2009 tapi lebih bagus lagi buat rute baru bari BJR ke JAKK trus keretanya campuran aja kaya parahyangan. karena aku juga dulu pernah naik KA galuh dari TSM sampe BD cuma 2 1/2 jam Re: KA Galuh Ekspress - ebret_cc20191 - 23-04-2009 ajathooo Wrote:ebret_cc20191 Wrote:Galuh kalo ga salah relasi BJR-PSE jarak BD-BJR itu 157 km.... Nieh cerita lengkapnya.... RANGKAIAN DUA KERETA API ANJLOK, 14 TEWAS, 71 LUKA BERAT BANDUNG -- Dua rangkaian kereta api, masing-masing KA Galuh Stasiun Pasar Senen Jakarta-Banjar dan KA Kahuripan Bandung-Kediri, itu berangkat dari titik yang berbeda -- dari Jakarta dan Bandung. Karena KA Galuh mengalami kerusakan, akhirnya bak penganten keduanya harus saling bergandengan. Dua rangkaian menyatu, menciptakan iringan panjang: 2 loko dan 13 gerbong, dengan muatan total 728 penumpang. Ini belum termasuk awak kedua KA. Di sebuah trek yang menurun, rem salah satu KA tak berfungsi normal. Insiden, tak terelakkan, terjadi. Hasil pemantauan Republika mengungkapkan, empat gerbong masing-masing bernomor K 66545 R, K 381761, K 36451 dan KMP 380501 terlempar ke bagian kanan rel. Gerbong terakhir ini berada di bawah jurang sedalam 10 meter. Sementara gerbong bernomor seri K 393505 terlempar ke arah kiri rel yang jaraknya sekitar 10 meter. Tiga gerbong lainnya masing-masing K 393559, K 361502 dan K 3667105 berada di atas rel. Lima gerbong yang selamat, berhasil diangkut ke Stasiun Cibatu Garut. Insiden berlangsung pada pukul 00:03 Selasa dinihari. Lokasi kejadian berada di Km 241, tepat di tikungan jembatan sungai Cirahayu yang panjangnya sekitar 100 meter. Selain menikung, lokasi kejadian pun menurun. Kampung Sarapat terletak sekitar 2 Km dari jalan Raya Ciawi. Dari arah Tasikmalaya sekitar 30 Km arah Barat. Hingga kemarin, diberitakan 14 penumpang tewas, 71 orang luka berat. Yang juga tewas: masinis kedua KA itu. Dari 14 korban meninggal dunia, baru enam orang yang berhasil diketahui identitasnya. Mereka diantaranya, Herman, Supardi (masinis), Tukiyem penduduk Genengan, Jatikawung, Jateng, Dedeh warga Cianjur dan Faruq asal Blitar, Jatim, Siti Hodijah (65) asal Kediri. Korban yang mengalami luka berat hingga kini masih dirawat di RSU Tasikmalaya. Korban meninggal dunia, umumnya tergencet badan gerbong. Kondisi mereka umumnya mengenaskan. Petugas yang mengevakuasi korban, ada yang menemukan bagian tubuh korban. Diantaranya sebuah tangan yang terpisah dari tubuh. "Saya tak kuasa melihatnya," ujar seorang petugas dari Polres Tasikmalaya, yang terlibat dalam pengangkatan jenazah. Seluruh jenazah, baru bisa dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB. Korban terakhir seorang remaja putri. Korban mengenakan baju warna merah. Posisinya berada di pintu gerbong nomor seri K 381761. Untuk mengangkat tubuh korban dari himpitan badan gerbong, petugas harus mengerahkan sejumlah petugas las. Emuh Muhyidin (30) warga Kampung Sarapat Palumbungan, dalam penuturannya kepada Republika menyebutkan, malam saat kejadian ia tengah tertidur lelap. Tiba-tiba ia mendengar suara benturan keras. Tak lama kemudian, menyusul suara tangis dan jeritan. "Tadinya saya ragu untuk keluar," kata Emuh yang rumahnya berjarak sekitar 25 meter dari TKP. Hampir sebagian besar warga kampung Sarapat Palumbungan yang berjumlah sekitar 14 kepala keluarga, itu mendengar suara benturan tersebut. Mereka keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Sebagian dari mereka melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa setempat. "Sebagian besar warga tengah tertidur lelap. Namun karena suara benturan itu terlalu keras mereka terbangun," tutur Somantri, Kades Dirgahayu. Para penumpang yang selamat, kata Emuh, berhasil keluar dari gerbong tersebut. Karena paniknya, mereka memecah kaca jendela untuk keluar dari dalam gerbong. "Rasanya seperti kiamat. Kami menjerit minta tolong," aku Tikiyem (20) asal Nganjuk Jatim. Diperkirakan para korban berasal dari gerbong bernomor seri K 381761. Gerbong ini mengalami rusak berat. Dinding bagian kiri terkelupas hingga ke belakang. Kursi di dalam gerbong ini sebagian besar terlepas. Darah dan serpihan daging berceceran di tempat tersebut. Sementara darah dan serpihan daging manusia tercecer di sekitar tempat tersebut. Posisi gerbong ini miring ke kanan tertahan tebing berketinggian sekitar lima meter. Di gerbong lainnya, sejumlah barang milik para korban diantaranya tas, jaket, baju, sandal, termos, gelas hancur berantakan. Nasib serupa menimpa dua lokomotif yang menarik rangkaian gerbong tersebut. Lokomotif dengan nomor seri CC 20105 menabrak tebing sehingga bagian depannya hancur. Lokomotif bernomor seri CC 20175 terbalik. Bagian roda lokomotif itu berada di atas, sementara dindingnya terkelupas. "Kecelakaan diduga akibat tidak normalnya fungsi pengereman KA Kahuripan, nomor Lok 8076," jelas Neni St. Hasanah, Kepala Seksi Hubungan Eksternal Humas Perumka. Rangkaian KA yang ada di depan adalah KA Galuh -- sebuah KA K3+, yaitu KA kelas ekonomi yang dijalankan malam hari. Kereta ini mengalami kerusakan di Cibatu. KA Galuh, yang dimasinisi Herman, terdiri atas enam gerbong dengan 300 penumpang. Di belakangnya, KA Kahuripan (Bandung-Kediri) berangkat dari Stasiun Bandung pada 21:30 WIB. Kereta ini berangkat 30 menit setelah KA Galuh -- KA jurusan Stasiun Pasar Senen Jakarta-Banjar -- meninggalkan stasiun Bandung menuju Banjar. KA Kahuripan, dengan masinis Supardi, terdiri atas tujuh gerbong dengan 428 penumpang. Ketika sampai di Cibatu, kedua KA digandengkan. "Pertimbangan penggabungan ini untuk memperlancar perjalanan kedua kereta api, karena KA Galuh sudah sangat terlambat. Penggandengan ini sudah biasa dilakukan dan secara teknis tidak berbahaya," jelas Neni. Sampai di jembatan Trowek, dengan trek rel yang agak menurun, fungsi pengereman KA Kahuripan ternyata tidak normal, dan kereta meluncur tanpa dapat dikendalikan. Dirjen Perhubungan Darat, Soejono, juga mengutarakan penggabungan itu sebagai hal yang biasa. "Barangkali PPKA (pemimpin perjalanan kereta api) di Bandung mempunyai pertimbangan tertentu yang memang dimungkinkan untuk menggabungkan dua rangakaian kereta api," komentarnya, ketika ditanya wartawan, kemarin. Sebagaimana lazimnya, penggabungan dua KA tersebut hanya akan berlangsung hingga Kroya. Selanjutnya, KA Kahuripan akan meneruskan perjalanan menuju Jawa Tengah dan Madiun. Sedangkan KA Galuh menuju ke arah Banjarnegara. Dia menolak kemungkinan kecelakaan terjadi karena kereta terlalu cepat melaju. Menurut dirjen, baik Galuh dan Kahuripan bukanlah KA berkecepatan tinggi. Karena itu, hampir mustahil -- sesaat sebelum musibah terjadi -- KA tersebut melaju melebihi ukuran normal. Lokasi musibah dikabarkan agak terpencil. Karena itu, komunikasi dari dan menuju tempat kecelakaan amat sulit. "Saya menerima informasi kecelakaan baru pukul 04:00 dini hari. Dan petugas yang di sana mengaku sulit memberi informasi akibat keterbatasan sarana telekomunikasi," kata dirjen. Masinis Supardi dimakamkan di Tasikmalaya dan dihadiri pejabat-pejabat Perumka pada pukul 14:30 WIB, kemarin. Sedangkan jenazah Herman diberangkatkan ke Banjar pada pukul 17:30. Selain itu Neni menerangkan bahwa sampai kemarin sore terdapat 13 penumpang tewas, 45 orang luka berat, 37 orang luka ringan dan 18 orang yang luka sudah dipulangkan. Sedangkan penumpang yang lain dioper ke kereta api berikutnya ataupun pindah ke bis. "Semua biaya ditanggung Perumka," kata Neni. Pagi hari kemarin, sekitar pukul 07:30, Menhub Haryanto Dhanutirto langsung terbang dengan helikopter meninjau lokasi kecelakaan. Menyusul kemudian, sekitar pukul 11:00, Dirjen Hubdat Soejono menuju lokasi yang sama. Di tempat yang sama pada 1990, menurut Neni, pernah terjadi kecelakaan yang menimpa kereta barang yang menempuh perjalanan ke timur. "Kereta barang ini juga anjlok, dan masuk ke jurang. Satu penumpang gelap waktu itu meninggal dunia," jelas Neni. Kecelakaan kemarin tidak mempengaruhi jadwal keberangkatan KA lain -- kecuali KA Cisadane nomor Lok 312 jurusan Kediri-Bandung untuk sementara keberangkatannya dibatalkan. Sedangkan KA Turangga (Bandung-Surabaya - dari Bandung 19:00 WIB) dan KA Mutiara (Bandung-Surabaya - berangkat 17:00 WIB), diputar lewat Kroya-Cirebon-Cikampek. Sementara KA Mataram (Bandung-Solo) yang berangkat 07:30 WIB pada 24 Oktober, penumpangnya dialihkan dengan bus. Kemudian, perjalanan KA Pajajaran (Surakarta-Bandung - dari Surakarta 20:30) dilewatkan Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon-Cikampek. KA Badrasurya (Bandung-Surabaya - berangkat 06:30 WIB) dilewatkan Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya. "Kepada masyarakat kami mohon maaf, jika akibat pengalihan jalur ini kereta mengalami keterlambatan tiba di tujuan selama empat jam," tutur Neni. Karcis, menurut Neni tidak dinaikkan. Dalam waktu 2 x 24 jam, ujar Neni, jalur ini diharapkan sudah pulih kembali. Perumka, menurut Neni menanggung biaya perawatan para korban dan menerima asuransi jiwa. Demikian juga korban meninggal. Jumlah kerugian material, menurut Neni belum diketahui. pry/jok/yon _______________________________________________________ Re: KA Galuh Ekspress - Guest - 23-04-2009 ikut nimbrung ah.. salah satu contoh jembatan yang menikung dan menurun di track cipeundey-banjar seperti ini (jepret dari Lodaya) RE: KA Galuh Ekspress - oechoep_galuh - 11-07-2009 (27-02-2009, 08:10 PM)ajathooo Wrote:B 30 S Wrote:Kyknya berangkat dari THB - BJR dech, tp pulangnya BJR- Pse - THB. (mhn ralat kalo salah) Yap. waktu itu kereta ini unik, pernah saya naik dari PSE, ternyata rangkaiannya tidak kembali ke JNG, tetapi terus ke Kampung Bandan-Angke-Duri-Tanah Abang dan kembali ke JNG! Satu lagi, stasiun pemberangkatannya, sering dipindah-pindah, pernah saya naik dari Manggarai, terus dipindah lagi ke Tanah Abang dan yang terakhir Pasar Senen! RE: KA Galuh Ekspress - BAMBANG EKO - 16-10-2009 Setahu saya sih dulu awal diluncurkan rangkaiannya Campuran Bisnis dan Ekonomi , tapi berhubung minat bisnisnya rendah akhirnya hanya mebawa rangkaian ekonomi saja . Kalo nggak salah pernah bawa rangkaian CC 201 . 2 K2 , 3 K3 , KMP3 dan kondisinya sepi penumpang , kemudian ada berita di kombinir dengan KA Kahuripan saat terjadi PLH. RE: KA Galuh Ekspress - anto09 - 16-10-2009 Sekarang sudah ada penggantinya tuh... Priangan Ekspres. K2, Jurusan Banjar - Pasar Senen Lewat Bdg, JNG, THB, PSE. RE: KA Galuh Ekspress - BAMBANG EKO - 19-10-2009 Sedih juga lihat KA Priangan Ekspress . Rangkaiannya cuma 3 K2 KMP2 K1 dah gitu penumpangnya sepi lagi , apalagi setelah masuk Bandung , Takutnya kalau sepi begini bisa wafat lagi nih , gimana railfan , ada usulan ga. RE: KA Galuh Ekspress - see_204XX - 19-10-2009 (19-10-2009, 05:27 PM)BAMBANG EKO Wrote: Sedih juga lihat KA Priangan Ekspress . Rangkaiannya cuma 3 K2 KMP2 K1 dah gitu penumpangnya sepi lagi , apalagi setelah masuk Bandung , Takutnya kalau sepi begini bisa wafat lagi nih , gimana railfan , ada usulan ga. Kalo mo ngobrolin KA Priangan Ekspress dah ada di thread tersendiri. Silaken klik ini . Yuuk..dilanjut diskusinya...
|