![]() |
|
Soreang-Banjaran - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Hobby (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=6) +--- Forum: Mblusukan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=24) +--- Thread: Soreang-Banjaran (/showthread.php?tid=1018) |
RE: Blusukan Tjiwidey-Soreang-Bandjaran-Tjibangkonglor - Muhammad Dhafin Khomsah - 31-05-2009 (10-05-2009, 03:29 PM)asep_0907 Wrote: Jalan menuju bekas jembatan TjukanghaurKok relnya kayak bengkok2? apa dibengkokin sama warga? soalnya bengkokannya gak kayak tikungan....
RE: Blusukan Tjiwidey-Soreang-Bandjaran-Tjibangkonglor - asep_0907 - 31-05-2009 (31-05-2009, 01:53 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote:(10-05-2009, 03:29 PM)asep_0907 Wrote: Jalan menuju bekas jembatan TjukanghaurKok relnya kayak bengkok2? apa dibengkokin sama warga? soalnya bengkokannya gak kayak tikungan.... wuih tambah ke sana tambah gede bisa ukuran 2 meteran RE: Blusukan Tjiwidey-Soreang-Bandjaran-Tjibangkonglor - Muhammad Dhafin Khomsah - 31-05-2009 sama kayak rel di jalur BJR-CJL...di petak PND-Parigi....Lebar relnya sampe 2.5 METER!!! RE: Blusukan Tjiwidey-Soreang-Bandjaran-Tjibangkonglor - grokmusic - 31-05-2009 Rel bengkok bisa karna kegencet beban pondasi rumah sebelahnya, gak ada ruang buat memuai...... kaleee.... Lagian, ngapain coba warga mbengkokin rel segala? hi..hi... atauw terinspirasi Limbad the Master yg mbengkokin linggis yaw! apaka bisa jalur ciwidey hidup kembali? - gerryrockygelardy - 05-06-2009 saya selaku warga bandung sangat miris melihat kemacatan di pagi dan sore. untuk mengatasinya apakah bisa jalur KA ciwidey bandung hidup kembali?? setelah kurang lebih 20 tahunan dari sejak ditutup jalur tersebut banyak sekali rumah yang dibangun di atas rel dan tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ![]() dengan melihat kejadian tersebut saya selalu bertanya apakah mungkin jalur tersebut aktif kembali? ya mungkin ada yg tau info lebih lanjut silahkan share disini RE: apaka bisa jalur ciwidey hidup kembali? - asep_0907 - 06-06-2009 (05-06-2009, 11:49 AM)gerryrockygelardy Wrote: saya selaku warga bandung sangat miris melihat kemacatan di pagi dan sore. harusnya tahun ini jalur Bandung-Soreang dihidupkan/di revitalisasi,sayang karena terbentur oleh pemilu seluruh proyek PT KA untuk menghidupkan kembali jalur mati seperti Bandung-Soreang, Rancaekek-Jatinangor, Sukabumi-Lampegan-Cianjur DITUNDA
RE: Blusukan Tjiwidey-Soreang-Bandjaran-Tjibangkonglor - asep_0907 - 08-06-2009 Sejarahnya : Kereta api rute Bandung-Ciwidey merupakan jasa angkutan masal pertama yang peranah ada di kawasan Bandung Selatan, berfungsi untuk mengangkut barang-barang komiditi perkebunan. Jalur ini dimulai dari Stasion Cikudapteuh, Pasar Kordon Buahbatu, Pamengpeuk, Banjaran, Soreang dan berakhir di Ciwidey. Menurut Kuncen Bandung, Bapak Haryoto Kunto dalam buku nya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (Penulis : Haryoto Kunto, PT. Granesia. Cetakan Ke. I April 1984, Cetakan Ke II Mei 1984 dan Cetakan Ke III April 1985) jalur ini dibangun 2 tahap, tahun 1918 Bandung-Kopo dan diteruskan ke Ciwidey pada tahun 1921 oleh Perusahaan Kereta Api Negara (â€ÂStaats Spoorwegenâ€Â/ “SSâ€Â) untuk keperluan : 1. Alat angkutan hasil produksi perkebunan Wilayah Priangan, yang kala itu menjadi barang komoditi ekspor yang laku keras di pasaran dunia. 2. Sarana pendukung dalam rencana pemekaran wilayah Gemeente Bandung di tahun 1919. Dengan mundurnya permintaan hasil perkebunan Priangan di pasaran dunia, maka sedikit demi sedikit jalur K.A. itu tidak lagi dipergunakan. Apalagi setelah kendaraan bermotor truk yang lebih fleksibel mengangkut muatan “door to doorâ€Â, mulai beroperasi di ka wasan Bandung, maka fungsi K.A. cuma jadi alat angkutan penumpang. Yang nota bene, tidak begitu menguntungkan akhirnya jalur ini di nonaktifkan pada tahun 1975. Kejayan si Kuda Besi di Jalur Selatan hanya tinggal bekas nya saja, yang sering terlihat adalah jembatan di Dayeuh Kolot, Statisun Banjaran dan jalur rel yang sisi kanan kirinya telah berdiri bangun permanen maupun pemukiman kumuh. Begitu pula jalur antara Banjaran dan Soreang, yang terlihat hanya onggokan rel tua yang tidak terurus dan beberapa jembatan melintasi sungai kecil yang sudah karatan.Teringat cerita ibu, kadang beliau suka bermain ke Ciwidey sekalian berkunjung ke Ua nya di daerah Pasir Jambu, naik kereta dari Stasiun Banjaran sampai Ciwidey, yang paling asyik begitu kereta memasuki jalur menanjak. Begitu pula menurut Pak Eka, guru PMP di SMA 21 Bandung, menurut penuturannya begitu kereta memasuki jalur menanjak, perasaan tegang menghinggapi seluruh penumpang, kereta berjalan perlahan dan kandang berhenti, yang ditakutkan kereta tidak kuat dan mundur lagi .Selain itu, banyak penuturan orang-orang yang pernah menikmati jalur kereta Bandung Ciwidey itu, ada yang beranggapan adanya jalaur kereta itu dapat melatih orang tepat waktu, sebab kereta zaman dulu selalu on time, terlambat sedikit maka akan ketinggalan. Ada pula yang mengatakan kereta sebagai tempat wisata, orang orang turun dari pegunungan ke stasion kereta membawa bekal untuk botram hanya untuk melihat hulu kareta ![]() Kenangan Wartawan Suparman dalam artikelnya di Harian Pikiran Rakyat mengatakan perjalanan menggunakan kereta api dari Bandung – Ciwidey, naik dari Stasiun Cikudapateuh Kosambi pagi hari, kira-kira pukul 9.00 WIB pagi. Saat itu di Stasiun Cikudapateuh belum seramai sekarang. Sambil menunggu kereta api ke Ciwidey, kita bisa melihat beberapa orang yang tengah asyik main judi kupluk (dadu) atau nonton celoteh tukang obat yang menawarkan obat koreng atau gelang akar bahar dan penumbuh kumis. Belum ada yang menawarkan obat kuat lelaki sebagaimana sering ditawarkan tukang obat zaman sekarang. Kereta api dengan dua rangkai gerbong penumpang, dari stasiun Cikudapateuh melaju menelusuri wilayah Cibangkong, Kordon, Pameungpeuk, Banjaran, Soreang yang pada kiri – kanan bantalan rel sebagian besar masih berupa pesawahan dan balong (kolam). Di stasiun Kordon (Buahbatu), Banjaran dan Soreang, kereta api berhenti untuk menaikan dan menurunkan penumpang.Perjalanan yang nyaman dan bisa dinikmati, karena laju kereta api tidak terlalu cepat. Bahkan mungkin lalaunan dirasakan selepas stasiun Soreang menuju Ciwidey, karena tanjakan yang cukup terjal. Pada alur perjalanan antara Soreang – Pasir Jambu sampai Ciwidey, beberapa panumpang yang naik dari galengan (bantaran) sawah. Para penumpang yang naik dari bantaran sawah tersebut adalah petani yang usai menggarap lahan pertanian. Mereka naik KA dengan membawa pacul, arit serta mengenakan baju kerja yang masih kotor terlumuri lumpur sawah. Bahkan di antara mereka ada yang membawa kambing dan sekarung rumput. Kambing, rumput dan manusia sama-sama menikmati perjalanan kereta api Bandung – Ciwidey. Berbagai aroma bau bisa terhirup dalam perjalanan kereta api tsb, selain mendengar obrolan “ngaler – ngidul†para penumpang yang duduk pada kursi memanjang seperti pada angkutan kota. Pada musim liburan, sebagian besar penumpangnya adalah pelajar yang akan berliburan (berkemah) di kawasan Situ Patengan. Jika dapat kesempatan lagi boleh dong merasakan naik kereta jalur selatan ini, walaupun tidak menggunakan kereta zaman dulu seperti yang sekarang masih terdapat di Ambarawa. Bisa bernostalgia menyusuri rel yang pernah di lalui si gombar. Belum lama ini ada selentingan rencana dibukanya kebali jalur kereta ini. Semoga ini bisa terlaksana dengan tujuan untuk memperbaiki sistem transoportasi darat sekarang yang semerawut. sumber : blog RE: Soreang-Banjaran - asep_0907 - 08-06-2009 (01-04-2009, 08:31 PM)Ruben Wicaksono Wrote:sepuranjlok Wrote: Maoe dong sedjarahnjaWadoeh, saja ngga begitoe tahoe tentang sedjarahnya sta2 di djaloer Tjiwidej-Rantjabali.. monggoi mampir ke sini aja kang http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=1642&page=3
jalur mati antara BD - Ciwidey. - gerryrockygelardy - 19-06-2009 emang sungguh miris apabila melihat keadaan jalur tersebut. karena sudah banyak rumah yg dibangun di atas jalur tersebut. Apakah jalur tersebut akan diaktifkan lagi??? ![]() ada yang punya info?? karena jalur tersebut bagus bgt tuh klo diaktifkan lagi. RE: Soreang-Banjaran - Riky R Soeripno - 19-06-2009 untuk hasil dari mblusukan kesono ![]() ![]() ![]() akan tetapi untuk jalur legendaris ini ![]()
|