Semboyan35 Indonesian Railfans
Mari perangi penumpang gelap - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Mari perangi penumpang gelap (/showthread.php?tid=2434)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9


RE: Mari perangi penumpang gelap - oechoep_galuh - 02-11-2009

(02-11-2009, 10:58 AM)H4R15 0N Wrote: quote='Narendro Anindito' pid='83425' dateline='1252747745']
biar ga ada Kambingers setiap orang yang mau naik kereta diperiksa dulu karcisnya.....

Percuma diperiksa. apalagi kelas ekonomi malah jarang polsuska kecuali pas ada kejadian penjambretan / penodongan rame2 di Matarmaja.

sejujurnya dulu saya termasuk Kambingers di kereta jurusan Malang. karena lagi ga punya duit padahal pengen jalan2 ke rumah mbah ku. dulu tiketnya 47000. kalo sekarang 51000. jadinya ngumpul bareng KambingersKambingers lainnya.

kalo ditegur kondektur ya alasannya macem2 :
1. numpang doank ampe stasiun depan
2 dagang asongan (cuma pura2 bawa dagangan org )
3. ngaku sodara ada di tempat duduk mana gitu
4. sempet bilang temen yg pegang karcis lagi di WC.

keseringan kalo sekarang naik di LOK, menyamar jadi reporter karena bawa ransel,pena, notes, kamera dan pake kaos dengan tulisan Trans TV. bukannya ga mau beli tiket, tapi udah kebiasaan dari dulu ga beli tiket. Nah..kalo bawa sodara sih beli tiket asli tapi dengan harga murah ( diskon 5-10% ) lewat temen yang kerja di Stasiun Senen sebagai petugas loket.

Kesimpulannya :Karena para KambingersKambingers sudah biasa ga beli tiket pasti jadi kebiasaan sampe sekarang.

[/quote]

Kang Haris, sya sih berharap..berlakulah jujur dan adil pada diri sendiri..karena ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak..dengan membeli karcis tanpa kita sadari telah banyak membantu orang banyak juga! Pisss ahhh...Pisss ahhh...


RE: Mari perangi penumpang gelap - Semutsdt - 02-11-2009

Yup beli karcis untuk kelangsungan KA kalo ane pribadi kalo pengen Kambingers mesti naek ka barang kumpul ama petugas ka barang tsb n ngobrol2 ama udut 234 bareng2 hehehe lebih mantap tp kalo ka penumpang jangan lah kasian PT. Kereta Api Indonesia (Persero) n pemerintah. Mari budayakan beli tiket jikalo naek ka


RE: Mari perangi penumpang gelap - Joe_cn - 03-11-2009

(02-11-2009, 11:20 AM)oechoep_galuh Wrote: Percuma diperiksa. apalagi kelas ekonomi malah jarang polsuska kecuali pas ada kejadian penjambretan / penodongan rame2 di Matarmaja.

sejujurnya dulu saya termasuk Kambingers di kereta jurusan Malang. karena lagi ga punya duit padahal pengen jalan2 ke rumah mbah ku. dulu tiketnya 47000. kalo sekarang 51000. jadinya ngumpul bareng KambingersKambingers lainnya.

kalo ditegur kondektur ya alasannya macem2 :
1. numpang doank ampe stasiun depan
2 dagang asongan (cuma pura2 bawa dagangan org )
3. ngaku sodara ada di tempat duduk mana gitu
4. sempet bilang temen yg pegang karcis lagi di WC.

keseringan kalo sekarang naik di LOK, menyamar jadi reporter karena bawa ransel,pena, notes, kamera dan pake kaos dengan tulisan Trans TV. bukannya ga mau beli tiket, tapi udah kebiasaan dari dulu ga beli tiket. Nah..kalo bawa sodara sih beli tiket asli tapi dengan harga murah ( diskon 5-10% ) lewat temen yang kerja di Stasiun Senen sebagai petugas loket.

Kesimpulannya :Karena para KambingersKambingers sudah biasa ga beli tiket pasti jadi kebiasaan sampe sekarang.


Kang Haris, sya sih berharap..berlakulah jujur dan adil pada diri sendiri..karena ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak..dengan membeli karcis tanpa kita sadari telah banyak membantu orang banyak juga! Pisss ahhh...Pisss ahhh...

Dari semuanya emang paling males ngeliat pedagang asongan...
Uda naek gratisan nyari untung pula...
Dasar...Bethe


RE: Mari perangi penumpang gelap - Charles - 03-11-2009

(30-10-2009, 07:38 PM)Agus_Faisal Wrote: Ngomong-ngomong tentang kambing, di K2 KA 74 biasanya banyak kambing yang notabene adalah para pekerja di Jakarta, biasanya mereka turun di CKP dan biasanya juga mereka gak malu-malu bayar 5000-10000 ke kondektur, kayaknya udah jadi kambing langganan tuh...

KA kelas bisnis seperti Gumarang ternyata ada 'Kambingers' elitenya toh...

Cerita sedikit:
Terkadang kalau saya jalan-jalan ke BD naik Lodaya saya lihat beberapa orang yang sepertinya karyawan perusahaan swasta dari JKT memberi 'angpao' (istilah untuk uang sogokan) ke oknum kondektur yang besarnya kira-kira 10000-15000, bayangkan kalau ada lebih dari 100 orang yang melakukan hal serupa tiap harinya di KA tsb, si oknum kondekturnya bisa dapat kira-kira 1,5 jt/hr dari uang sogokan tsb.
Tapi pernah juga mereka bertemu dan ditegur kondektur yang rada tegas, dan mereka (karyawan tsb) selalu berdalih bahwa temannya yang pegang tiket sedang BAK di toilet atau sedang mencari temannya yang pegang tiket di gerbong lain/KM.


RE: Mari perangi penumpang gelap - gama_tetsu - 03-11-2009

FYI (for your info)....
klo di KA Bangunkarta di tiap dlm gerbongnya terpampang tulisan "Jika anda menemukan/mengalami ketidaknyamanan dalam kereta ini selama perjalanan, harap sms ke nomor 08......(lupa)"
kebetulan ayah saya sering naik KA ini klo ke madiun, beliau udh prnh sms ke nmr itu ketika ada penumpang tanpa karcis yg naik dari bbrp stasiun,mengganggu banget karna sampe tumpah di koridor gerbong..

hasilnya ada Polsuska dan 2 orang petugas stasiun (entah apa jabatannya) turun tangan langsung naik ke KA ngusir tuh KambingersKambingers sama anak-anaknya KambingKambingKambing

hee...ternyata masih ada Polsuska/pengabdi KA lainnya yg masih menjalankan tugasnya sesuai dgn prosedur..(meskipun saya juga setuju kalo ada ungkapan Polsuska/PKD adalah penggembala kambingNgakak)


RE: Mari perangi penumpang gelap - Joe_cn - 03-11-2009

(03-11-2009, 01:00 PM)gama_tetsu Wrote: FYI (for your info)....
klo di KA Bangunkarta di tiap dlm gerbongnya terpampang tulisan "Jika anda menemukan/mengalami ketidaknyamanan dalam kereta ini selama perjalanan, harap sms ke nomor 08......(lupa)"
kebetulan ayah saya sering naik KA ini klo ke madiun, beliau udh prnh sms ke nmr itu ketika ada penumpang tanpa karcis yg naik dari bbrp stasiun,mengganggu banget karna sampe tumpah di koridor gerbong..

hasilnya ada Polsuska dan 2 orang petugas stasiun (entah apa jabatannya) turun tangan langsung naik ke KA ngusir tuh KambingersKambingers sama anak-anaknya KambingKambingKambing

hee...ternyata masih ada Polsuska/pengabdi KA lainnya yg masih menjalankan tugasnya sesuai dgn prosedur..(meskipun saya juga setuju kalo ada ungkapan Polsuska/PKD adalah penggembala kambingNgakak)

Wah iya bener juga..
Tapi kalo gerbong lagi sepi ga bisa bedain seh mana yang Kambingers mana yang bukan...


RE: Mari perangi penumpang gelap - gama_tetsu - 23-11-2009

(30-10-2009, 07:38 PM)Agus_Faisal Wrote: Ngomong-ngomong tentang kambing, di K2 KA 74 biasanya banyak kambing yang notabene adalah para pekerja di Jakarta, biasanya mereka turun di CKP dan biasanya juga mereka gak malu-malu bayar 5000-10000 ke kondektur, kayaknya udah jadi kambing langganan tuh...

sebagai perbandingan klo naik subway di Perancis, nyaris g ada yg berani salam tempel alias mbayar ke konde di atas kereta. maklum aja, kondekturnya bukan dari perusahaan KA yg mengelola.
di sana, apabila dalam suatu rangkaian KA ada seat yg masih kosong maka pemerintah setempat membiayainya atau yg dikenal dgn istilah subsidi.
nah, agar subsidi atau bantuan tersebut bisa dilaksanaken scr baik dan dapat diawasi, diterjunkanlah pegawai pemda yg bertindak sbgai kondektur.bagi mreka yg biasa slm tempel di sini, jgn coba di negara lain kalo ngga pingin dijebloskan ke bui.

jadi mangsudnya, dalam dunia pelayanan,salah satu kunci keberhasilan kepuasan pelanggan adlh pengawasan. Pengawasan yg efektif bukan oleh jajaran instansi (PTKA), melainkan dari masy itu sendiri.

di negara yg perkeretaapiannya maju, masy pengguna KA sangat cerewet dan itu diperlukan pengelola perkretaapian agr petugas di lapangan g bisa seenaknya sendiri.

Jika awas-mengawasi ini dpt trlaksana,rasanya g salah kita brharap akan kemajuan perkretaapian kita di masa mendatang.
semoga.... Sombong Dikit AhOK


RE: Mari perangi penumpang gelap - fajar bajay - 23-11-2009

wahh,, para Kambingers klo dah harpitnas ne sihh udah hampir budaya d senja yogya dr st senen... ckp loby dengan kondektur dan kocek Rp20.000 sudah bisa d pastikan sampai yogya walau hanya beralaskan koran.... N Rp100.000 pada hari biasa utk tiket Taksaka dari PWT Ngeledek Menurut gw peran serta para railfans d manapun tuk memberi contoh positif kpd para kambing2 sangat d perlukan Gaya Gua


RE: Mari perangi penumpang gelap - ebret_cc20191 - 23-11-2009

(23-11-2009, 01:26 PM)fajar bajay Wrote: wahh,, para Kambingers klo dah harpitnas ne sihh udah hampir budaya d senja yogya dr st senen... ckp loby dengan kondektur dan kocek Rp20.000 sudah bisa d pastikan sampai yogya walau hanya beralaskan koran.... N Rp100.000 pada hari biasa utk tiket Taksaka dari PWT Ngeledek Menurut gw peran serta para railfans d manapun tuk memberi contoh positif kpd para kambing2 sangat d perlukan Gaya Gua

pasti, tapi ga hanya kondektur sih yang kaya kitu ada masinis pun yang sering naikin kambing kadang bisa nego pula tapi aku ga nyalahin mereka itu semata2 mereka lakuin buat kebutuhan anak istrinya.....


RE: Mari perangi penumpang gelap - Semutsdt - 23-11-2009

Yg patut diperangi harusnya penumpang gelapnya ya bos? Kalo oknum Pt ka gak perlu dah sebab kalo penumpang tertib secara otomatis pegawai Pt ka juga akan baik n tertib