Semboyan35 Indonesian Railfans
Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html)
+--- Forum: Lokomotif (https://www.semboyan35.com/forum-22.html)
+--- Thread: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) (/thread-740.html)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Adi Sutjipto - 02-09-2011

(30-08-2011, 02:16 AM)pardjono Wrote: @ Bapak Adi Sutjipto
DT Babaranjang = DT otomatis;
DT CC 201 = DT manual.
Begitukah?

Kalau untuk BBRJ,
saya kurang tahu Pak, tapi sepertinya disana pakai Multiple.
DT 201, kalau di Malang, yang biasa untuk menarik kereta barang,
memang dilakukan dengan manual.
Karena peralatannya, sudah tidak berfungsi.

Memang, untuk DT, tidak harus bagian depan LH,
dalam arti, SH beradu kepala dengan SH.
Hanya, rasanya lebih nyaman, karena kita bisa saling melihat,
kadang juga bisa sedikit bercanda, untuk menyamankan suasana.

Fungsi Loko dibelakangnya, hanya membantu mendorong,
pada saat jalanan mulai menanjak.
Karena kereta digabung, memang kecepatan yang bisa kita
intip dikabin lawan, hanya selisih 1 atau 2 km/ jam.
Tentunya, tidak mungkin identik, karena ada keausan/ penyusutan
yang tidak sama antara loko satu dengan lainnya.

Disinilah terasa, kematangan pengalaman seorang masinis.
Kita bisa merasakan, loko didepan kita kekurangan tenaga,
hanya dari suaranya, getarannya,
sehingga kita yang dibelakangnya, segera menambah tenaga,
dengan menaikkan Throttle ke angka yang lebih besar.

Juga terasa, saat Loko depan mulai mengurangi kecepatannya
karena jalan mulai menurun,
Loko yang dibelakang, tinggal mengikuti saja, dengan menggeser
posisi Throttle kearah idle misalnya.

Dan jika jalan datar dan loko didepannya cukup kuat untuk
menarik, ya tinggal mengikuti saja, Throttle bisa pada posisi idle atau angka kecil.

Karena fungsi DT [jika untuk petak Malang - Bangi],
hanya untuk mendorong pada saat jalan mulai menanjak saja,
atau sedikit membantu mengerem saat jalan menurun,
yang dulu, sebelum memakai air brake, dengan kode suling,
para juru/ pelayan rem, sudah siap melaksanakan tugasnya.

S4.
Bye Bye



RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - pardjono - 02-09-2011

Matur nuwun Pak Adi. Jadi imbuh kaweruh. Untuk DT non otomatis, logikanya memang diperlukan masinis piawai. Xie Xie



RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Martu Hares P - 06-09-2011

Karena fungsi DT [jika untuk petak Malang - Bangi],
hanya untuk mendorong pada saat jalan mulai menanjak saja,
atau sedikit membantu mengerem saat jalan menurun,
yang dulu, sebelum memakai air brake, dengan kode suling,
para juru/ pelayan rem, sudah siap melaksanakan tugasnya.
[/b][/color]
S4.
Bye Bye

[/quote]


DT biasa/bkn MU, yg menghandle pengereman cm mass lok yg dpn, lok kedua, cut off pilot valve automatic brake diposisikan out, cm bantu tenaga saja.[Image: overstappen.png]
(30-08-2011, 02:16 AM)pardjono Wrote: @ Bapak Adi Sutjipto
DT Babaranjang = DT otomatis;
DT CC 201 = DT manual.
Begitukah?

betul, KA BBR pke lok yg di MU, ckup 1 mass dan ass.mass di lok yg palg dpn. Lok ke2 atau ke3 atau jika lebih dr 2 lok tdk perlu diawaki. Kabel jumper MU dipasang, kran MU 2A valve (slah satu komponen pada sistem pngereman) lok yg tdk diawaki diposisikan out.


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Gege - 07-09-2011

Soalan Multiple Unit silahkan KEMARIH

Yuk ah ke topiknya....


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Adi Sutjipto - 07-09-2011

(06-09-2011, 09:43 PM)Martu Hares P Wrote: [spoiler]
Karena fungsi DT [jika untuk petak Malang - Bangi],
hanya untuk mendorong pada saat jalan mulai menanjak saja,
atau sedikit membantu mengerem saat jalan menurun,
yang dulu, sebelum memakai air brake, dengan kode suling,
para juru/ pelayan rem, sudah siap melaksanakan tugasnya.
[/b][/color]
S4.
Bye Bye


DT biasa/bkn MU, yg menghandle pengereman cm mass lok yg dpn, lok kedua, cut off pilot valve automatic brake diposisikan out, cm bantu tenaga saja.[Image: overstappen.png]
(30-08-2011, 02:16 AM)pardjono Wrote: @ Bapak Adi Sutjipto
DT Babaranjang = DT otomatis;
DT CC 201 = DT manual.
Begitukah?

betul, KA BBR pke lok yg di MU, ckup 1 mass dan ass.mass di lok yg palg dpn. Lok ke2 atau ke3 atau jika lebih dr 2 lok tdk perlu diawaki. Kabel jumper MU dipasang, kran MU 2A valve (slah satu komponen pada sistem pngereman) lok yg tdk diawaki diposisikan out.[/spoiler]
[/quote]

Ayo,
siram terus dengan HSD,
biar tambah ilmunya.....

Tepuk TanganTop Banget


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - executive_bima - 18-09-2011

kl dr masalah tentang susahnya bawa lok LH di malam hari, mungkin kasus PLH KA GBMS dan Empu Jaya d Ketanggungan Barat tahun 2001 bisa jd contoh.
diceritakan bahwa masinis KA Empu Jaya (waktu itu pake CC20317) tidak bisa melihat sinyal muka yg aspek merah karena posisi jalur menikung ke kiri dan asisten mass jg terlambat memberi tahu mass untuk menahan rem, ya akhirnya fatal akibatnya..


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - donny_cc20454 - 11-10-2011

Buat rekan-rekan semuanya, saya masih ada satu hal yg mengganjal mengenai posisi lokomotif.
misalkan loko CC20310 dinas Gopar ke GMR dengan posisi SH, maka di GMR mau pulang ke BD dia pindah posisi menjadi LH nah cara mengaktifkan controller atw meja layanan LH (di kursi stoker klo SH) gimana caranya ya?? apakah cuma dengan mencabut gagang/handdle reverser sama rem terus dipasangkan di meja layanan LH??

Mohon pencerahannya Xie Xie


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Adi Sutjipto - 15-10-2011

(11-10-2011, 08:22 PM)donny_cc20454 Wrote: Buat rekan-rekan semuanya, saya masih ada satu hal yg mengganjal mengenai posisi lokomotif.
misalkan loko CC20310 dinas Gopar ke GMR dengan posisi SH, maka di GMR mau pulang ke BD dia pindah posisi menjadi LH nah cara mengaktifkan controller atw meja layanan LH (di kursi stoker klo SH) gimana caranya ya?? apakah cuma dengan mencabut gagang/handdle reverser sama rem terus dipasangkan di meja layanan LH??

Mohon pencerahannya Xie Xie

[Image: 20110A.jpg]
Benar, tuas reverse, posisi pada gambar, paling bawah,
tinggal dicabut dan dipindah ke dashboard sebelah.

[Image: AK24copy.jpg]
Tuas rem rangkaian, kiri warna merah,
juga bisa dilepas dan dipindah di dashboard sebelah.
Sedang tangan kiri pada gambar,
tampak sedang mengerjakan rem loko.

[spoiler]Maaf,
anggap saja didalam kabin, tidak ada orangnya,
karena adanya, hanya gambar ini.

Keduanya sepertinya sudah pernah dibahas dihalaman awal kok.
S4.[/spoiler]
Xie Xie


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - donny_cc20454 - 16-10-2011

(15-10-2011, 09:27 PM)Adi Sutjipto Wrote:
(11-10-2011, 08:22 PM)donny_cc20454 Wrote: Buat rekan-rekan semuanya, saya masih ada satu hal yg mengganjal mengenai posisi lokomotif.
misalkan loko CC20310 dinas Gopar ke GMR dengan posisi SH, maka di GMR mau pulang ke BD dia pindah posisi menjadi LH nah cara mengaktifkan controller atw meja layanan LH (di kursi stoker klo SH) gimana caranya ya?? apakah cuma dengan mencabut gagang/handdle reverser sama rem terus dipasangkan di meja layanan LH??

Mohon pencerahannya Xie Xie

[spoiler][Image: 20110A.jpg]
Benar, tuas reverse, posisi pada gambar, paling bawah,
tinggal dicabut dan dipindah ke dashboard sebelah.

[Image: AK24copy.jpg][/spoiler]
Tuas rem rangkaian, kiri warna merah,
juga bisa dilepas dan dipindah di dashboard sebelah.
Sedang tangan kiri pada gambar,
tampak sedang mengerjakan rem loko.

[spoiler]Maaf,
anggap saja didalam kabin, tidak ada orangnya,
karena adanya, hanya gambar ini.

Keduanya sepertinya sudah pernah dibahas dihalaman awal kok.
S4.[/spoiler]
Xie Xie

Terima kasih pencerahannya Pak Kadaop X Xie Xie





RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - pardjono - 16-10-2011

Baru tahu bahwa ternyata rem loko dan rem rangkaian tuasnya terpisah.
Terima kasih banyak Bapak Kadaop X. Xie Xie