Semboyan35 Indonesian Railfans
Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html)
+--- Forum: Lokomotif (https://www.semboyan35.com/forum-22.html)
+--- Thread: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) (/thread-740.html)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Adi Sutjipto - 21-10-2011

Untuk masalah Shorthood dan Longhood yang sudah jelas,
bagaimana perbedaannya,
ada lagi istilah pada Lokomotif,
yaitu,

Ujung 1 dan Ujung 2.

Upgrade data






RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - CC 201 91 - 22-10-2011

(15-10-2011, 09:27 PM)Adi Sutjipto Wrote:
(11-10-2011, 08:22 PM)donny_cc20454 Wrote: Buat rekan-rekan semuanya, saya masih ada satu hal yg mengganjal mengenai posisi lokomotif.
misalkan loko CC20310 dinas Gopar ke GMR dengan posisi SH, maka di GMR mau pulang ke BD dia pindah posisi menjadi LH nah cara mengaktifkan controller atw meja layanan LH (di kursi stoker klo SH) gimana caranya ya?? apakah cuma dengan mencabut gagang/handdle reverser sama rem terus dipasangkan di meja layanan LH??

Mohon pencerahannya Xie Xie

[spoiler][Image: 20110A.jpg]
Benar, tuas reverse, posisi pada gambar, paling bawah,
tinggal dicabut dan dipindah ke dashboard sebelah.

[Image: AK24copy.jpg][/spoiler]
Tuas rem rangkaian, kiri warna merah,
juga bisa dilepas dan dipindah di dashboard sebelah.
Sedang tangan kiri pada gambar,
tampak sedang mengerjakan rem loko.

[spoiler]Maaf,
anggap saja didalam kabin, tidak ada orangnya,
karena adanya, hanya gambar ini.

Keduanya sepertinya sudah pernah dibahas dihalaman awal kok.
S4.[/spoiler]
Xie Xie

pakdhe tuas yang diatas throtle itu rem untuk apa?


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - antonius_123 - 22-10-2011

itu rem lok dinamis alias rem listrik dinana TM dikortsluit dengan resistor. Makin kecil resistor makin ngerem.


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - CC 201 91 - 23-10-2011

(22-10-2011, 06:39 PM)antonius_123 Wrote: itu rem lok dinamis alias rem listrik dinana TM dikortsluit dengan resistor. Makin kecil resistor makin ngerem.

makasih infonya Xie Xie rem dinamis bekerja untuk mengurangi putaran mesin dan untuk penggunaannya harus menghidupkan switch rem dinamis Xie Xie


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Adi Sutjipto - 24-10-2011

Dahulu,
ketika Lok BB 301, 304 dan CC 200 masih merajai
untuk koridor Jakarta - Semarang/ Yogya - Surabaya
dan sampai Banyuwangi,
tentu untuk ketiga jenis Loko ini, semuanya Double Cabin.


Pada saat itu, entah yang dikenal dengan Ujung Pendek
dan Ujung Panjang, untuk jenis Loko yang lain,
juga dikenal dengan
Ujung 1 dan Ujung 2.

Menurut para pensiunan masinis,
kadang mendapat perintah, untuk berjalan
dengan ujung 1, atau ujung 2, dengan alasan tertentu.
Karena untuk BB 301/ 304 atau CC 200, mana yang SH dan LH ?
Dua-duanya terdapat kabin !


Yang dibuat patokan untuk membedakan adalah Radiatornya.
Kabin, yang dibelakangnya terdapat radiator, disebut UJUNG 1.
Kebalikannya, yang dibelakangnya tidak ada radiatornya,
disebut UJUNG 2.

Dengan dibedakan tersebut,
juga tidak akan salah masuk, jika diperintah untuk, misalnya,
memperbaiki sesuatu atau mengambil sesuatu,
tinggal masuk Ujung 1 atau 2, sesuai permintaan,
karena sudah ada ketentuannya.

Posisi panel listrik, selalu pada ujung 1,
karena dekat dengan radiator, sehingga diharapkan,
tidak mudah panas karena imbas adanya cooling fan yang bekerja,
sehingga juga terdapat sirkulasi udara.

Hanya saja,
ada kelebihan dan kekurangan dengan posisi kipas angin
yang seharusnya dengan adanya Thermostat, mulai bekerja
pada temperatur 72' C, pada akhirnya dirubah menjadi 70' C.

Dengan alasan,
elemen atau kisi-kisi radiator, karena terkena debu, kotoran dlsb,
lebih cepat kotor dan dapat mengakibatkan, cepat panas.
Sehingga, temperaturnya diturunkan sedikit, agar lebih aman.

Untuk Lok BB 301-304 karena posisi radiator yang berada
disisi kanan dan kiri, dengan kipas angin pada atap yang menyedot
udara dari dalam dan menghembuskan angin keatas/ keluar,
untuk elemen/ kisi-kisi radiator, memang lebih cepat kotor.

Juga untuk Lok BB 303-305,
walau posisi radiator ada diujung panjang,
tetapi karena jika dijalankan dengan LH,
memang sedikit lebih berpengaruh untuk cepat panasnya
[ walau sebenarnya sudah ada thermostat nya ],
tetapi juga lebih cepat kotor kisi-kisi nya.


Itu semua,
jika dibandingkan dengan Lok seri CC, entah 201, 203, 204.
Karena, posisi radiator yang diatas, dengan cooling fan yang menyedot udara dari dalam, dan menghembuskan keluar pada atap,
dibagian LH nya.
Relatif lebih bersih, dengan perode jalan yang sama.


Tapi,
walau sekarang istilah Ujung 1 dan Ujung 2 sudah jarang dipakai,
dengan semakin berkurangnya loko Dobel Kabin,
untuk Ujung 1 jenis CC,
tetap yang terdapat posisi radiatornyalah,
yang dianggap sebagai Ujung 1 nya.
Saat ini, pada posisi LH.

Demikian,
semoga sedikit bermanfaat.
Terlampir dua buah gambar teknik dari BB 200 dan 301.


S4.
[Image: LokBB20011.jpg]
Ujung 1 dari BB200, disebelah kanan gambar.
Pada posisi longhood.

[Image: GambarTeknikBB301.jpg]
Ujung 1 dari BB 301, pada kabin disebelah kiri gambar.
Xie XieBye Bye



RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - pardjono - 30-11-2011

[spoiler=Mana SH mana LH? Bingung][Image: 6436.1322616769.jpg][/spoiler]


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Yoga Bagus - 30-11-2011

(02-09-2011, 11:30 PM)Adi Sutjipto Wrote:
(30-08-2011, 02:16 AM)pardjono Wrote: @ Bapak Adi Sutjipto
DT Babaranjang = DT otomatis;
DT CC 201 = DT manual.
Begitukah?

Kalau untuk BBRJ,
saya kurang tahu Pak, tapi sepertinya disana pakai Multiple.
DT 201, kalau di Malang, yang biasa untuk menarik kereta barang,
memang dilakukan dengan manual.
Karena peralatannya, sudah tidak berfungsi.

Memang, untuk DT, tidak harus bagian depan LH,
dalam arti, SH beradu kepala dengan SH.
Hanya, rasanya lebih nyaman, karena kita bisa saling melihat,
kadang juga bisa sedikit bercanda, untuk menyamankan suasana.

Fungsi Loko dibelakangnya, hanya membantu mendorong,
pada saat jalanan mulai menanjak.
Karena kereta digabung, memang kecepatan yang bisa kita
intip dikabin lawan, hanya selisih 1 atau 2 km/ jam.
Tentunya, tidak mungkin identik, karena ada keausan/ penyusutan
yang tidak sama antara loko satu dengan lainnya.

Disinilah terasa, kematangan pengalaman seorang masinis.
Kita bisa merasakan, loko didepan kita kekurangan tenaga,
hanya dari suaranya, getarannya,
sehingga kita yang dibelakangnya, segera menambah tenaga,
dengan menaikkan Throttle ke angka yang lebih besar.

Juga terasa, saat Loko depan mulai mengurangi kecepatannya
karena jalan mulai menurun,
Loko yang dibelakang, tinggal mengikuti saja, dengan menggeser
posisi Throttle kearah idle misalnya.

Dan jika jalan datar dan loko didepannya cukup kuat untuk
menarik, ya tinggal mengikuti saja, Throttle bisa pada posisi idle atau angka kecil.

Karena fungsi DT [jika untuk petak Malang - Bangi],
hanya untuk mendorong pada saat jalan mulai menanjak saja,
atau sedikit membantu mengerem saat jalan menurun,
yang dulu, sebelum memakai air brake, dengan kode suling,
para juru/ pelayan rem, sudah siap melaksanakan tugasnya.

S4.
Bye Bye

Salut buat para masinis nya.. Top Banget
kalo di YK jarang ada yang DT pak.. Ngakak



RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - Adi Sutjipto - 17-12-2011

Inilah kamar masinis 1 dan 2,
agar masinis atau mereka yang berkepentingan,
tidak salah masuk karena Double Cabin.

[spoiler][Image: KMMass01.jpg]
Kamar 1, ada panel dibelakang kursi masinis.[/spoiler]

[spoiler][Image: KMMass02.jpg][/spoiler]

[spoiler][Image: KMMaSS03.jpg][/spoiler]


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - pardjono - 17-12-2011

Kalau ada tulisannya gitu jadi gampang nentuinnya, nggak perlu 'cari-cari' dulu letak radiatornya.
Matur Teng Kyu Pak Adi. Baru tahu. Xie Xie


RE: Diskusi Soalan Posisi Lokomotif (Ujung panjang-LH/Pendek-SH ) - OrangBingung - 18-12-2011

Tanya nih. Kalo ada lokomotif yang panjangnya 30 meter, tapi kabinnya cuma satu kaya CC 201, apakah berbahaya kalo berjalan dalam posisi LH?