![]() |
|
Naik Kereta Api Tut Tut Tut - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: Naik Kereta Api Tut Tut Tut (/showthread.php?tid=2405) |
Naik Kereta Api Tut Tut Tut - Lukman - 06-09-2009 .............naik kereta api tut tut tut siapa hendak turut? ke Bandung-Surabaya bolehlah naik dengan percuma.................... Anda kenal lagu itu? Pastinya, karena lagu itu adalah lagu yang sangat populer dan menjadi salah satu lagu favorit untuk kita nyanyikan disaat kita masih bocah dulu. Lirik yang sederhana dan nada yang riang menjadikan lagu itu mudah diingat dan gampang untuk ditularkan ke mana-mana. Tapi tahukah anda mengenai sejarah dan asal mula lagu tersebut? Lagu tersebut awalnya adalah lagu balada, yang menceritakan mengenai perjalanan dengan menggunakan kereta api pada masa lalu. Lagu ini adalah lagu berjenis folklore alias lagu rakyat yang tidak jelas diketahui pasti siapa pengarangnya. Tetapi yang bisa diketahui, lagu tersebut diciptakan oleh orang-orang yang tinggal di Batavia dan dibuat sekitar akhir 1800an. Kenapa? Karena lirik yang ada menunjukkan demikian. Dahulu, satu-satunya jalur menuju Surabaya dari Batavia adalah melalui Bandung (lintas Bogor-Bandung 1881-1884) karena memang jalan pintas melalui Cirebon baru dibangun jauh setelahnya (lintas Manggarai-Cikampek-Cirebon pada 1912). Saat itu, perjalanan dengan kereta malam (yang kemudian lebih dikenal dengan Java Nacth Express) belum populer dan belum banyak dilakukan orang dibandingkan Eendangsche Trainen (Ekspres Siang). Alhasil, Bandung menjadi tempat peristirahatan dan pitstop sementara bagi mereka yang hendak melanjutkan perjalanan ke Surabaya atau kota-kota lain di Jawa bagian tengah atau timur. Kondisi alam Bandung yang sejuk dan bergunung-gunung pun membuat nyaman orang-orang untuk menginap sehingga banyak bermunculan hotel-hotel disekitar stasiun. Hotel-hotel tersebut berkembang pesat dan banyak dihuni para turis. Hotel Grand National adalah salah satunya. Hotel ini adalah hotel terpandang di masanya yang dibangun pada 1905. Pada 1923, kepemilikan hotel ini berpindah ke tangan SS untuk dijadikan kantor pusatnya dan kini menjadi pusat pemerintahan perkeretaapian di Indonesia. Lengkingan khas lokomotif uap yang berbunyi “tuut tuut tuut†tentunya juga turut andil dalam pembuatan lagu ini. Yang masih menjadi pertanyaan adalah mengapa ada lirik yang memperbolehkan untuk naik dengan percuma? Lagu ini kemudian mengilhami Saridjah Niung (Ibu Sud) untuk membuatnya menjadi seperti yang kita kenal sekarang ini di medio 1920an. Lagu ini awalnya dipopulerkan untuk menghibur anak-anak, tapi akhirnya juga berperan dalam menginspirasi banyak orang selain lagu-lagu perjuangan yang diciptakan sendiri olehnya. Pada akhirnya lagu ini menjadi begitu terkenal dan layak untuk diabadikan sebagai kekayaan khazanah budaya bangsa. Lagu ini pun menjadi sountrack tak resmi untuk perkeretaapian di negara kita. Sebagai generasi muda, hendaknya lah kita jaga dan rawat lagu ini agar tidak hilang dimakan zaman. Dan semoga semakin banyak lagu-lagu anak-anak mengenai kereta api yang muncul di kemudian hari dan mewarnai perkembangan kereta api di negeri ini. Amien .............ayo kawanku lekas naik keretaku tak berhenti lama................. RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - kemal reza - 06-09-2009 (06-09-2009, 10:11 PM)Lukman Wrote: .............naik kereta api tut tut tut \ wah ini lagu, mengingatkan ku pada waktu masih kecil, dimana aku mulai tertarik pada KA, dan mulailah pada kebiasaan ku melihat kereta pada sore hari bersama om di St. senen, mudah2an lagu ini gak punah oleh zaman.. ayo lestarikan ALL ABOUT Kereta APi ,.. ![]() bangga dan sedih ketika mengingat ini.. oke teman kita
RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - Lukman - 06-09-2009 iye, lestarikan selalu khazanah budaya kita. coba bayangkan seandainya tak ada yang menciptakan dan mempopulerkan lagu ini? alangkah keringnya nuansa perkeretaapian kita???? RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - g10d - 07-09-2009 Tapi itu lagu kenapa ya kok liriknya "bolehlah naik dengan percuma...." apakah jaman dulu kalo naik kereta api gak bayar (gratis)? Pantesan sampe sekarang banyak orang - orang yang naik kereta api maunya gratis jadi
RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - CC-201-23 - 07-09-2009 naik kereta api tut tut tut siapa hendak ikut... ke BD SGU bolehlah naik dengan percuma ayo kawanku lekas naik keretaku takkan berhenti lama RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - ben_taksaka2 - 08-09-2009 dan yang lebih penting smoga lagu mars keretapi ini ga diklaim lg sm malingsial!!! :-( RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - eka - 08-09-2009 tp syang'a lgu tu kya'a dah mulai jrang d nyanyiin... ank" skrng lbih seneng nyanyiin lgu dr band" yg da... jd lagu naik kereta api sperti t'lupakan... ![]()
RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - ouilevio - 08-09-2009 Ayo2 kawan2 RF mari kita ciptakan lagu baru ttg KA, so far lagunya kan cuma itu2 aja. mari kita ciptakan yg baru. sp tau dilirik sama PT.KA n jadi thame songnya KA. hehehe.... Yuk... ditunggu syairnya
RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - anto09 - 09-09-2009 Naik kereta api, tuuut.... tuuut....tuuut.... siapa hendak turut.... Kebandung... Surabaya... Bolehlah naik dengan prcuma... kereta ku tak berhenti lama... K'reta apiku laju, tuuut.... tuuut....tuuut.... banyak penumpang turut.... k'retaku sudah penat... karena beban terlalu berat... di depan ada stasiun..... para penumpang semua turun....... RE: Naik Kereta Api Tut Tut Tut - puthut_error - 09-09-2009 seharusnya sekarang liriknya "bolehkah" bukan "bolehlah". biar jadi pertanyaan buat kita semua. |