![]() |
|
KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN (/showthread.php?tid=289) |
KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - widya_KA - 01-03-2009 teman - teman kalian pernah ngerasa ga nyaman ketika ada pengamen di kereta api?apalagi ketika kita sedang istirahat di paksa sama pengamen?apalagi pedagang yg tiap hari gini: "Mba - mba yang haus2, yang lapar2, panas2...yah itulah sebagian kata2 yg diucapkan pedagang...Betul?
Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - eka - 01-03-2009 yah mank gax nyaman... tp mo gmn lg wong mreka jga nyari mkan... pa lgi klo naek KA ekonomi...
Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - Illia - 01-03-2009 Kalau ga pingin terganggu ama pedagang dan pengamen ya naik K1 ![]() kalau ga punya uang ya itu memang resiko semakin murah pelayanannya semakin ramai
Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - big bro - 01-03-2009 kalo saya sih.. tergantung pengamennya... ada yang pengamen berkualitas ( bawa lagunya enak)--> i love it!! ada yang sembarangan..... --> i hate it!!! Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - sulovyo - 02-03-2009 he..he..kalau saya mah tetep. pengamen bagus atau gak bagus tetep mengganggu ...karena seharusnya penumpang ekonomi juga berhak dapat pelayanan transportasi publik yang layak. kalau ada yang bilang Quote:"kalau mau enak ya jangan naik ekonomi.kalau mau naik ekonomi ya harus mau terima apa adanya"kok malah kayak arogan dan bermental "birokrat khas Indonesia" yang kurang menghargai pelayanan yang baik terhadap publik. saya tidak setuju karena ini tidak menghargai dan tidak belajar untuk membantu membangun transportasi publik yang memadai bagi semua. kalau alasannya Quote:"kasihan pengamen,mereka kan butuh makan juga".Saya pikir itu tidak bisa dijadikan alasan juga.Kalau pembenaran "cari makan" itu dipakai,maka copet juga butuh makan jadi boleh-boleh saja beroperasi di kereta?nah loh?gak bener juga kan? Kalau negara tetangga seperti Malaysia yang sama-sama berras Melayu pun bisa berlaku tertib dan "maju" dalam transportasi publik maka masak ga bisa sih bangsa Indonesia bersikap sama.Sama-sama menghargai dan menciptakan transportasi yang layak bagi publik. Menurut saya apa yang terjadi saat ini dengan banyaknya pengamen,penyemprot pengharum ruangan,penyapu lantai,pedagang asongan (dari rokok sampai bir kalengan dan botolan) dan yang lain-lainnya itu adalah hasil dari ketidakpedulian masyarakat sebagai pihak yang menggunakan transportasi publik itu sendiri dan Pemerintah sebagai regulator yang tidak bisa (baca:tidak mau) bertindak tegas dalam menegakkan aturan. Jadi yang terjadi di Kereta Ekonomi Indonesia saat ini adalah "KE-SALAHKAPRAH-AN YANG DIBIARKAN DAN DITOLERIR SEHINGGA MENJADI TERBIASA DAN TAMPAK BAIK-BAIK SAJA padahal sejatinya adalah PERAMPOKAN TERHADAP HAK PUBLIK UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN TRANSPORTASI YANG AMAN,NYAMAN dan BISA DIANDALKAN" thats just my 2 cents. Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - cc201_106 - 02-03-2009 IMHO,(ini menurut hemat owe) walau diriku ngga senang dengan kehadiran pengamen (apalagi yg sejenis preman yg seneng maksa) tapi... hmm.. mau dunk jadi rakyat kalo bayarnya murah, kontribusi kepada negara sedikit, bisa seenaknya terhadap pasilitas negara, ngga mau diatur, tapi dapat pelayanan yang luar biasa dari negara dengan dalih sudah kewajiban negara melayani rakyatnya.. hmm.. bener2 negeri Impian.. setauku sih , apa yang kita berikan sebanding dengan apa yg kita dapatkan ini baru adil.. tidak adil jika kita sudah memberikan lebih tp mendapat pelayanan kurang (ini juga yg kadang terjadi di kereta K1) dan terlalu egois jika kontribusinya minim tapi menuntut banyak hal... (bayarnya murah dapet subsidi pula, tp minta keretanya ngga penuh, ngga mau naek kereta komunitas, terus jika tidak terangkut ngamuk2 juga) sepanjang sejarah perkeretapian di Indonesia pun, kereta api tidak lepas dari perekonomian rakyat kebanyakan, dengan adanya kereta api, roda perekonomian bisa berputar, baik di sekitar stasiun maupun di dalam kereta sendiri, hanya saya setuju jika semua itu ditertibkan tapi bukan dihilangkan.. klo menurutku sih, untuk kereta kelas ekonomi, sudah bisa nyampe dengan selamat ajah sudah cukup.. Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - g10d - 02-03-2009 cc201_106 Wrote:IMHO,(ini menurut hemat owe)Betul itu untuk masa sekarang ini saya rasa untuk ditertibkan saja, jangan dihilangkan... Tapi ya itu masalahnya mereka itu mau tidak untuk tertib, tidak menggangu hak orang lain, sehingga bisa tercipta kenyamanan di semua pihak. Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - sulovyo - 02-03-2009 yang saya maksud,bukannya Indonesia harus punya sistem kereta ekonomi yang canggih dan mewah tapi "Pelayanan Transportasi Publik Yang LAYAK". Ka Ekonomi tidak harus canggih atau keretanya gak boleh penuh atau bisa milih tempat duduk sesukanya atau gak boleh berdesak-desakan atau Quote:bisa seenaknya terhadap pasilitas negara, ngga mau diaturbukan itu poin saya. Poin saya disini adalah pentingnya kesadaran penumpang ekonomi akan hak dan kewajibannya sebagai pengguna transportasi publik yang baik. penumpang harus sadar haknya untuk dapat pelayanan transportasi yang layak tapi jangan lupa penumpang juga punya kewajiban menggunakan dan menjaga fasilitas publik secara bertanggungjawab.Ini yang belum dipunyai oleh sebagian besar pengguna transportasi publik di Indonesia.yah itu tadi masalahnya kesalahkaparahan yang sudah jadi kebiasaan.jadi hal yang belum tentu benar pun jadi tampak "oke-oke saja",toh sudah biasa biarkan saja! (mungkin itulah yang ada di benak kebanyakan kita). Sebenarnya kalau mau membangun sistem transportasi publik yang layak yang paling diperlukan adalah KOMITMEN untuk membangun sistem dan budaya transportasi publik (perkeratapian) yang baik dan tidak harus menunggu kondisi masyarakat yang masih belum tertib untuk menjadi tertib karena hal itu akan menjadi lingkaran setan yang tidak berkesudahan.Yang ada antara si regualtor dan masayarakat saling tunggu menunggu.........alias mbuletisasi. saya yakin kalau sistemnya sudah ada dan dijalankan secara konsisten oleh regulator pasti MASYARAKAT MAU BELAJAR akan hak dan kewajibannya dalam menggunakan trasportasi publik.karena masyarakat kita ini adalah tipe masyarakat yang "perlu sedikit sentilan,dorongan dan paksaan" untuk berubah menjadi lebih baik. Dan sudah seharusnya perubahan itu dimulai dari sekarang,dari diri kita sendiri dan dari hal yang kecil ...*A'agymmodeon. Saya hargai pendapat temans yang lain tapi kalau sih tetap sebisa mungkin memulai perubahan itu dari sekarang dengan hal-hal kecil saat menggunakan KERETA EKONOMI seperti : - membeli tiket resmi, -tidak membuang sampah sembarangan di dalam gerbong atau keluar gerbong, -tidak merokok di dalam gerbong (gerbong adalah tempat umum bukan?), -menggunakan toilet dengan bertanggung jawab (abis BAK di siram dong!), -tidak menggunakan toilet sebagi tempat duduk,tidak memberikan "tip" kepada gepeng,pengamen,penyapu lantai,penyemprot pengharum ruangan, dan -sebisa mungkin membeli makanan dan minuman yang dijual oleh restorasi KA maupun pedagang yang memang resmi berdagang di stasiun -sampai hal-hal sepele seperti tidak berlama-lama menerima/menelpon apalagi dengan suara yang keras dan berteriak-teriak karena itu pasti amat sangat f***ing annoying bagi orang disebelah anda. Kalau punya komitmen,bisa kok KA ekonomi menjadi "Layak",Penataran Ikon/Dhoho Ikon contohnya..... dan siapa bilang harga murah TIDAK BOLEH dapat pelayanan yang layak?dengan harga Rp 6000an (CMIIW) untuk jarak terjauh (Surabaya-Blitar) penumpang sudah bisa mendapatkan pelayanan transportasi yang layak,aman dan nyaman tanpa gepeng,asongan dan pengamen. Dan pelayanan transport yang BAIK DAN LAYAK tidak selalu berkorelasi dengan harga yang MAHAL lhoo. Sistem MRT Singapura misalnya.Mulai SGD 0.8 (setara 6000an rupiah) pengguna MRT sudah bisa mendapatkan transportasi publik yang murah,aman dan nyaman.Jangan dilihat Singapuranya ya tapi lihat bagaimana transportasi yang baik tidak selalu berharga MAHAL. just my 2 cents.beda pendapat boleh doong...he..he...
Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - Iksan derailment - 03-03-2009 widya_KA Wrote:teman - teman kalian pernah ngerasa ga nyaman ketika ada pengamen di kereta api?apalagi ketika kita sedang istirahat di paksa sama pengamen?apalagi pedagang yg tiap hari gini: "Mba - mba yang haus2, yang lapar2, panas2...yah itulah sebagian kata2 yg diucapkan pedagang...Betul? salam kenal mbak.. kalo di K3 pengamen & asongan emang banyak mbak, tapi kalo gak mo ke ganggu pengamen & asongan naik nya K1.. kalo pun ada, itu pengamen kayak saya ini mbak...cakep ya???
Re: KETIDAKNYAMANAN DI DALAM KERETA API DENGAN ADANYA PENGAMEN - Ray - 04-03-2009 Klo saya, sebenarnya agak sebel juga ama tukang ngamen ama pedagang asongan. Bikin kotor dan mengganggu kenyamanan penumpang!! Namun, jangan samakan Indonesia dengan negara lain...Klo disini, ada "spot" dikit saja, pasti langsung diserbu sama orang yang mau dagang. Terus terkadang penyelesainnya pun kurang "manusiawi", digusur lha, diusir lha, jadinya klo penertiban dah selesai, pasti pada balik lagi. Biar adil, kenapa gak gini saja. Sediain 1 gerbong saja, buat mereka. Tuh gerbong ditaro paling belakang, plus tuh gerbong berfungsi juga sebagai gerbong merokok. klo ada penumpang yang butuh makanan, tinggal pergi saja ke tuh gerbong. Beres kan?? Nah saya juga kepikiran, klo dengan adanya gerbong khusus tukang dagang tadi, bisa menambah daya tarik kereta kita. Turis2 pasti pada seneng
|