Semboyan35 Indonesian Railfans
Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forum-4.html)
+--- Forum: Spoor Badug (https://www.semboyan35.com/forum-13.html)
+--- Thread: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km (/thread-5849.html)

Pages: 1 2


Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - m_ilhami - 20-05-2011

Quote:Panjang Rel 4.678 Km

KOMPAS.com — Berapa panjang rel di negara Anda? ”Hanya 4.500-an kilometer,” jawab seorang teman kepada seorang penjaga stan pada pameran teknologi perkeretaapian di sebuah negara di Eropa. Penjaga stan itu seperti tidak yakin hanya sepanjang itu. Dia seakan mencibir perkeretaapian di Indonesia.

Akan tetapi, begitulah kenyataannya. Dalam hal panjang rel, Indonesia memang tertinggal. Kini ada 91.000 km panjang rel di China dan sekitar 65.000 km rel di India. Di Indonesia, hingga tahun 2010 ada sekitar 6.714 km rel, tetapi hanya 4.678 km yang beroperasi. Ada tambahan 300 km rel baru, tetapi berupa rel ganda, bukan jalur baru.

Ironisnya, walau panjang rel terbatas, lahan peruntukan rel terus diokupasi. Tiang pancang jalan layang (flyover) Jalan Diponegoro-Pasar Kembang di Surabaya, misalnya, akan ”menggusur” sebagian lahan trem Karangpilang-Dermaga Ujung. Trem ini pernah dioperasikan hingga tahun 1978.

Melepas aset lahan kereta non-operasional untuk jalan layang merupakan kemunduran. Siapa pun yang mengizinkan pelepasan aset itu sepertinya sangat minim pemahaman pentingnya transportasi massal untuk mobilitas warga kota.

Pasal 401 Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian bahkan menyatakan, ”… semua jalur kereta api yang tidak aktif adalah berstatus ’ditutup sementara’, bukan untuk ditutup selama-lamanya”.

Maksudnya, bila nanti Pemerintah Kota Surabaya dan manajemen Daerah Operasi VIII PT Kereta Api Indonesia mau menghidupkan trem untuk mengantisipasi kemacetan, tidak perlu sulit lagi membebaskan lahan. Soalnya, pembebasan lahan di negara ini ibarat menegakkan benang basah. Janganlah meniru apa yang terjadi di Jakarta, dengan jembatan layang dan lintas bawah (underpass) yang tak juga menuntaskan kemacetan.

Sebaiknya tidak ada ”tekanan” kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melepas aset lahan rel sebab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) punya rencana bisnis dan visi untuk terus mengembangkan jaringan kereta api, termasuk trem, bagi warga yang kian terancam kemacetan total di kota-kota besar.

Di sejumlah kota besar dunia, revitalisasi trem justru terjadi, seperti di Berlin, Barcelona, dan Stockholm. Kota-kota ini go green dan meminimalkan biaya eksternalitas dari kemacetan. Sebaliknya, kota di Indonesia lebih condong pada pemborosan subsidi bensin yang kental polusi gas buang.

Kota-kota di Asia juga makin condong ke kereta api. China, misalnya, menginvestasikan miliaran dollar AS bagi jaringan kereta cepat. China punya obsesi mengoneksikan Beijing-Singapura dan Beijing-Delhi-Teheran-London.

Jaringan kereta cepat, menurut Jurnal Global Asia, Spring 2011, akan mengubah sistem perekonomian Asia. Dalam jurnal ditegaskan, "some cities will win and some will lose, beberapa kota bakal menang, beberapa lagi menjadi pecundang”.

Andai pemimpin Indonesia visioner, tentunya ”menarik” jaringan kereta cepat ini melintasi Selat Malaka dan Selat Sunda supaya Jakarta terkoneksi dengan Beijing. Supaya perekonomian kita tak dikucilkan dari Asia yang segera berubah.

Namun, jaringan kereta cepat sebagai tulang punggung tentu butuh jaringan kereta lokal sebagai angkutan pengumpul. Namun, bila pengokupasian lahan rel seperti di Surabaya terus berlangsung, pada titik ini kita sudah dapat meramalkan ”kekalahan” Surabaya dan juga ”kekalahan” kota-kota besar lain yang terus menggusur lahan rel…. (HARYO DAMARDONO)




RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - sonyazis - 20-05-2011

Nah, sepertinya itu benar bukan? Tapi, kalau peraturan bahwa status tiap jalur rel yg mati adalah ditutup sementara, kenapa pembangunan yg seperti itu tetap dilakukan? Kenapa peraturan itu tidak pernah dipublikasikan agar semua masyarakat tau lahan itu harus dapat digunakan lagi untuk pengoperasian kereta api? Sengaja disembunyikan?Bethe


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - tjcdes2009 - 20-05-2011

Klo saya punya pndpt bkn di sembunyikan tp dimanfaatkan sma oknum2 yg mencari untung dan merugikan pihak yg lain yakni KAI dan masyarakat. krn dr tujuannya di bangun jalur2 trem ato rel2 yg mati adalah utk kemajuan setiap daerah bwt mengangkut hasil2 dr daerahnya. nah klo membangun rel mungkin mereka tdk dpt untung tp klo membangun jln tol dsb mungkin bs untung byk, jd sy menyalahkan oknum2 yg punya pemikiran maju tp untung. maaf seperti di jakarta yg sdh diusulkan MRT sma monorel tp malah busway yg dibangun. kan pengadaan Busway di tangani sma pemda sdgkan MRT/monorel dr investor. jd oknum2 tsb bisa ambil untung dr pengadaan bus dan pembetulan jln. maaf klo trlalu keras krn sy kurang puas dgn penataan kota jakarta dr jaman sutiyoso sampe sekarang. Xie XieXie Xie


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - Hendrix - 20-05-2011

yang saya heran knp pt.kai sbg pemilik aset jalan rel seolah-olah tinggal diam dgn aksi "perampasan" ini?
sbnarnya pemilik aset tanah/jalan rel in siapa si, pt.kai/pemerintah/pemda?


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - ady_mcady - 20-05-2011

yang punya aset jalan rel dan infrastruktur itu negara mas. dalam hal ini dephub lewat dirjen ka. pt. kai statusnya kan cuma operator kereta dan lok.

kalo kasus di surabaya itu (rel trem digusur flyover), dirjen ka nya sudah kasih lampu hijau merelakan digusur. ya sudah, pt.kai cuma bisa manut saja. tamat alias gim over atau selesai dan wassalam.


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - Hendrix - 20-05-2011

gmn neh dirjen ka, kok malah bagi2 angpao tanah jalan rel...Bethe
brarti jalur tsb ngk bisa di pake lagi :sedih:


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - sonyazis - 21-05-2011

kalo gitu ceritanya kan berarti dirjen ka ga ngerti pentingnya kereta api? Atau pura2 ga ngerti? Lah buat apa ada dirjen ka kalau begitu? Bethe


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - bonbon - 21-05-2011

(21-05-2011, 12:16 AM)sonyazis Wrote: kalo gitu ceritanya kan berarti dirjen ka ga ngerti pentingnya kereta api? Atau pura2 ga ngerti? Lah buat apa ada dirjen ka kalau begitu? Bethe

hanya jabatan simbolik doang, bukan amanah rakyat, jadi menurut ane di reshuffle saja lah


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - thowil - 21-05-2011

wahhh...
andai saja pemerintah lebih mengurus perkereta apian


RE: Panjang Rel di Indonesia cuma 5000 km - ady_mcady - 21-05-2011

dengan panjang rel yang semakin berkurang, ditambah kebijakan2 yang memberatkan sektor perkeretaapian, dan kemudahan2 disektor jalan raya, maka hasilnya adalah sebagai berikut:


data dari departemen perhubungan
Angkutan Barang darat:
92.23% barang didarat diangkut dengan truk
0.96% diangkut oleh kereta api
Angkutan Penumpang darat:
98.7% diangkut dengan bus
1.3% diangkut dengan kereta api
(Kompas, 22 Maret 2011)